<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561</id><updated>2012-02-17T03:47:29.382+07:00</updated><category term='Sejarah'/><category term='Dakwah'/><category term='Penyejuk hati'/><category term='Rasulullah'/><category term='Kata-kata Bijak'/><category term='Peringatan'/><category term='Indonesia'/><category term='Perjuangan'/><category term='Duniawi'/><category term='Renungan'/><category term='Jihad'/><category term='Iblis'/><category term='Sufi'/><category term='Akhirat'/><category term='Pendidikan'/><category term='Antistress'/><category term='Humor'/><category term='Motivasi'/><category term='Doa'/><category term='Remember'/><category term='Fisik'/><category term='Sastra'/><title type='text'>UTAMA  AL FARUQI</title><subtitle type='html'>" SAMPAIKANLAH WALAU SATU AYAT "</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>62</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-6723381800180603901</id><published>2010-04-29T08:29:00.002+07:00</published><updated>2010-04-29T08:29:39.938+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peringatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyejuk hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fisik'/><title type='text'>KASIH SAYANG ALLOH S.W.T.</title><content type='html'>Dalam sejumlah tayangan reality show kita sering melihat fakir miskin yang  menangis histeris dan bersujud syukur saat menerima pemberian uang yang tidak  terduga. Mereka bersyukur kepada Allah SWT, karena merasa telah menerima  anugerah dan limpahan kasih sayang Allah yang luar biasa dalam bentuk materi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat suatu nikmat yang kasat mata --rezeki, pangkat, jabatan-- datang,  kita bergembira dan mungkin bersujud syukur. Itu, tentu saja sangat terpuji.  Tapi, kita tak selayaknya lupa, bahwa di samping uang, jabatan, pangkat, dan  berbagai anugerah fisik, setiap detik dan setiap saat kita menerima limpahan  kasih sayang Allah dalam berbagai bentuk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan, kesehatan, bahkan  keimanan adalah wujud limpahan kasih sayang Allah SWT. Oksigen yang kita hirup,  sinar matahari yang menjadi sumber energi makhluk hidup, air yang terus  terpancar dari bumi, dan sebagainya, merupakan wujud kasih sayang Allah SWT  kepada kita. Seorang pasien penyakit gagal ginjal baru menyadari betapa mahalnya  kesehatan organ ginjal. Jutaan rupiah dia kucurkan hanya untuk mencuci darah  tiap lima hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang buta yang beriman, akan sadar bahwa kebutaan yang  diberikan Allah adalah wujud kasih sayang-Nya. Sebab, jika dia tidak buta,  mungkin dia tidak mampu menjaga nikmat mata, sehingga akan menjadi beban dan  bencana ketika pengadilan berlangsung di Hari Akhirat. Maka, sikap orang beriman  yang sadar akan kasih sayang Allah, adalah senantiasa ridha dan syukur  kepada-Nya. Tidak pernah berkeluh kesah dan meratapi pemberian Allah SWT.  Sungguh menawan gambaran yang diberikan oleh Rasulullah SAW tentang orang  mukmin. Beliau bersabda, ''Sungguh menakjubkan perkara (kondisi) orang mukmin.  Seluruh perkaranya adalah baik. Jika mendapat kesenangan, dia bersykur; dan itu  baik baginya. Dan jika tertimpa musibah, dia bersabar; dan itu baik baginya.''  (HR Bukhari). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman dan kesadaran akan kehadiran kasih sayang Allah SWT  akan membawa manusia pada pemahaman yang tinggi tentang hakikat kehidupan. Tidak  ada kondisi yang menyusahkannya. Susah dan senang begitu tipis batasnya. Tidak  ada di dunia ini orang yang senang terus. Dan tidak ada yang susah terus. Kaum  superkaya yang dilihat tampak beruntung pun tidak mungkin akan tertawa terus  dalam kegelimangan kemewahannya. Banyak aktor dan aktris yang bergelimang harta,  pujian, dan kesempurnaan fisik, justru hidup dalam kehampaan dan berujung dengan  kematian yang tragis. Kasih sayang Allah SWT yang dianugerahkan kepada mereka  justru digunakan untuk mengumbar nafsu dan menantang ketentuan-ketentuan Allah  SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika manusia melupakan hakikat kasih sayang Allah SWT kepada  diri-Nya, maka dia tidak akan pernah mengenyam kebahagiaan hidup: di dunia dan  akhirat. Kesadaran akan kahadiran kasih sayang Allah SWT sangat ditekankan,  sehingga Alquran dibuka dengan kalimah basmalah. Setiap melakukan perbuatan baik  seyogianya juga dimulai dengan basmalah. Jika kalimat ini dipahami, dihayati,  dan diresapi maknanya, maka manusia akan mampu merasakan kehidupan yang bahagia,  tenteram, dan damai, dalam kondisi apa pun&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-6723381800180603901?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/6723381800180603901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=6723381800180603901' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/6723381800180603901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/6723381800180603901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2010/04/kasih-sayang-alloh-swt.html' title='KASIH SAYANG ALLOH S.W.T.'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-8789197540417795949</id><published>2010-04-29T08:09:00.001+07:00</published><updated>2010-04-29T08:34:12.117+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peringatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyejuk hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fisik'/><title type='text'>HARTA HASIL KORUPSI</title><content type='html'>&lt;table background="../images/bg2.jpg" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="border-collapse: collapse;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td class="isi" valign="top" width="63%"&gt;&lt;div align="justify" style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;"&gt;Dalam sebuah hadis (Musnad Imam Ahmad), Rasulullah SAW bersabda, ''Sesungguhnya  tidak akan pernah masuk ke dalam surga, daging yang tumbuh dari makanan yang  haram, ia lebih utama masuk ke dalam api neraka.'' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis ini memberikan  peringatan yang sangat keras kepada orang-orang yang beriman, agar memperhatikan  dengan sungguh-sungguh makanan yang dimakannya, maupun yang dimakan oleh  keluarganya. Makanan yang dihasilkan melalui cara-cara yang dilarang dan  diharamkan agama, seperti korupsi, ternyata akan menghancurkan kehidupan di  dunia ini, apalagi di akhirat nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran menyebut perbuatan korupsi  ini sebagai perbuatan ifsad (merusak), perbuatan bathil, dan perbuatan itsmun  (dosa) yang sangat dimurkai Allah. Perhatikan firman-Nya dalam QS Al-Baqarah  ayat 188 yang berbunyi, ''Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian  yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil, dan janganlah kamu membawa  urusan harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta  orang lain dengan cara berbuat dosa, padahal kamu mengetahuinya.'' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika  makanan tersebut dimakan oleh keluarga dan keturunannya, maka akan mengakibatkan  perilaku menyimpang, perilaku jahat, dan perilaku yang merusak. Banyaknya kasus  pelecehan seksual, perzinaan, minum-minuman keras, narkoba, dan kebrutalan yang  sangat dahsyat (seperti membunuh sesama rekan-rekannya dalam tawuran pelajar  atau mahasiswa), kemungkinan besar diakibatkan oleh konsumsi terhadap makanan  yang dihasilkan oleh korupsi tersebut. Dan, jika hasil korupsi ini dipergunakan  untuk kegiatan ibadah, seperti shadaqah, maka shadaqah-nya tidak akan diterima  oleh Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW  bersabda, ''Sesungguhnya Allah SWT tidak akan pernah menerima shadaqah dari  harta yang didapatkan dengan cara yang tidak benar, seperti menipu dan  korupsi.'' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Tsabiq dalam bukunya, Fiqh Sunnah juz 5, menulis satu  pasal tentang ibadah haji dengan mempergunakan harta yang haram. Beliau  mengemukakan sebuah hadis dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW menyatakan,  ''Jika seorang jamaah haji berangkat dengan harta yang halal, lalu membaca  kalimat talbiyyah, maka malaikat menjawabnya, 'Keselamatan dan kebahagiaan buat  Anda, Anda berangkat dengan harta dan bekal yang halal. Haji Anda adalah haji  mabrur (baik dan diterima) dan mendapat pahala dari Allah'. Sebaliknya jika  berangkatnya dengan harta yang haram, maka ketika membaca kalimat talbiyyah,  malaikat menjawab, 'Tidak ada kebahagiaan dan keselamatan buat Anda. Haji Anda  adalah haji mardud (ditolak) dan mendapatkan dosa'.'' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya  upaya pemerintah dalam memberantas korupsi dan menyeret para pelakunya (tanpa  pandang bulu) ke pengadilan dan menghukumnya dengan hukuman yang  seberat-beratnya harus mendapatkan dukungan dari semua pihak dan komponen  masyarakat, karena akibat buruk dari korupsi itu sangat dahsyat bagi kehidupan  pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa di dunia ini, apalagi di akhirat  nanti. Wallahu a'lamu bi ash-shawab. &lt;b&gt;[KH Didin Hafidhuddin]&lt;/b&gt; &lt;img height="1" src="../images/c.gif" width="1" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top" width="7%"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="border-collapse: collapse;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="100%"&gt;&lt;img border="0" height="39" src="../images/3b.jpg" width="53" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="30%"&gt;&lt;img border="0" height="52" src="../images/4a.jpg" width="223" /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom" width="63%"&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" style="border-collapse: collapse;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td background="../images/bg3.jpg" width="100%"&gt;&lt;img border="0" height="16" src="../images/bg3.jpg" width="8" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-8789197540417795949?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/8789197540417795949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=8789197540417795949' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/8789197540417795949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/8789197540417795949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2010/04/harta-hasil-korupsi.html' title='HARTA HASIL KORUPSI'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-646885700426236276</id><published>2010-04-01T14:53:00.001+07:00</published><updated>2010-04-02T08:43:43.335+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peringatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyejuk hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iblis'/><title type='text'>RED ALERT (1) : Trik dan Strategi Penyesatan serta Pemurtadan ( Dari teman )</title><content type='html'>&lt;input autocomplete="off" id="post_form_id" name="post_form_id" type="hidden" value="86bb8a058ecd508738e8745c0695c83c" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="note_header"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 14 Februari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;big&gt;Bismillaahir rohmanir rohiim&lt;br /&gt;Assalamu'alaykum warohmatullaahi wa barokaatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_left"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;big&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=46889&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=322551742144&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=322551742144&amp;amp;id=100000700647807"&gt;&lt;img src="http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs151.snc3/17838_101782856521735_100000700647807_46889_964804_a.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/big&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;big&gt;Saudara-saudariku yang dirahmati oleh Allah ta'ala...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini marilah kita bahas dan selidik beberapa Trik dan Strategi Penyesatan serta Pemurtadan yang sedemikian gencar "mereka" upayakan terhadap negeri yang bernama Endonesia ini. Maka, &lt;b&gt;WASPADALAH... !!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya[82]. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu&lt;/i&gt; ." (QS.al-Baqarah {2}:109).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[82]. Maksudnya: keizinan memerangi dan mengusir orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Hay bin Akhtab dan Abu Jasir bin Akhtab termasuk kaum Yahudi yang paling hasud terhadap orang Arab, dengan alasan Allah telah mengistimewakan orang Arab dengan mengutus Rasul dari kalangan mereka. Kedua orang bersaudara itu bersungguh-sungguh mencegah orang lain masuk Islam. Maka Allah menurunkan ayat ini (S. 2: 109) sehubungan dengan perbuatan kedua orang itu. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa'id atau 'Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;JALUR-JALUR STRATEGI DITERAPKAN DANGAN BERBAGAI CARA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;big&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=46891&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=322551742144&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=322551742144&amp;amp;id=100000700647807"&gt;&lt;img class=" " onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs251.ash1/17838_101782906521730_100000700647807_46891_5623128_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/big&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. MELALUI INVASI KEBUDAYAAN, dengan mempengaruhi pola pikir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Strategi ini diterapkan karena ada ajaran dalam Matius 9: 37-38à tahun 2006 ditetapkan sebagai tahun penunaian besar-besaran=tahun pemurtadan. Dengan meminjam tenaga dari orang Islam yang berpola pikir bebas tanpa batas untuk dijadikan corong pengaburan ajaran islam. Seringkali yang dijadikan senjata adalah ayat al-qur’an surat al-baqarah 62/al-maidah:69 dalih bahwa semua agama itu sama, atau al-maidah:5 dijadikan legalitas kawin campur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Sampai saat ini strategi Snaugh Horgronye masih diterapkan, yakni menghadapi kaum muslimin bukan dengan kekerasan tetapi merusak Islam dari dalam dengan cara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Pendangkalan aqidah, yang ditonjolkan adlah mistiknyam khurafat agar mendekati syirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Menjauhkan umat Islam dari ajaran Islam yang sebenarnya, hindarkan mereka menghindari ayat al-qur’an tetapi doronglah pada lagu qiraatnyaàkadang kita terjebak pada tadarus pada percepatannya bukan pada tadarus lafdhiyyah(perhatian pada makhraj dan tajwid dan sangat kurang pada tadabbur(pencermatan) ayat dikaitkan dengan ayat lain atau hadist, mungkin dirunut juga asbabun nuzulnya. Diperkuat dengan pernyataan missionaris Zwemmer pada Konferensi Missionaris&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“misi kita bukan menghancurkan muslim, tetapi memisahkan mereka dari ajaran Islam, agar menjadi muslim yang tidak berakhlak, dengan begitu akan membuka kemenangan imperialis di negeri Islam. Tujuan kalian dalma missionaris memepersiapkan generasi baru sesuai kehendak penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Merusak moral angkatan muda Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Atas nama anak gaul, anak Islam dibujuk senang pada pesta valentine dan halowen yang kadang mengarah pada kebebasan pergaulan.&lt;br /&gt;b) Kasus Doulos anak-anak Muslim yang dicekoki miras dan narkoba bahkan pengakuan John F. Tenker dari Manado (informasi Ulil Albab, Kodiran Salim) bahwa narkoba merupakan alat yang merusak kaum muda Islam, meski dalam hal ini sulit dibuktikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MELALUI INVASI KEKERASAN, cara yang diterapkan adalah dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Psywar berupa teror dan pembentukan opini bahwa Islam adalah identik dengan kekerasan, dengan penggunaan ayat-ayat al-Qur’an tentang peperangan dan menunjukkan beberapa kesadisan yang dilakukan Islam (contoh film fitnah)&lt;br /&gt;b. Menimbulkan konflik di daerah-daerah tertentu seperti Maluku dan Poso&lt;br /&gt;c. Penculiian dan dicuci otaknyaàgadis MAN di Padang, Akbid ‘Aisyiyah di Jawa barat, Mahasiswa di Lampung, dst&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. MELALUI JALUR EKONOMI. dengan jargon pengentasan kemiskinan sangat strategis untuk pemurtadan, memberikan bantuan kepada yang membutuhkan berupa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pemberian atau peminjaman modal&lt;br /&gt;b. Bantuan/pembebasan SPP&lt;br /&gt;c. Bantuna menyalurkan tenaga kerja&lt;br /&gt;d. Pembagian sembako/ bahkan ada yang berani menggunakan bingkisan lebaran&lt;br /&gt;e. Pemberdayaan masyarakatàACT, Action Church together&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. MELALUI PENDIDIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Secara terang-terangan menolak sikdiknas terutama pasal penyediaan guru agama yang sejenis agama anak didik.&lt;br /&gt;b. Mendirikan beberapa perguruan tinggi yang mengajarkan Islamologi sebanyak 36-40 SKS seperti Institut Teologi Kalimatullah(ITK) pimpinan Josias Lengkong, sekolah Tinggi Teologi(STT), Apostolos pimpinan Yusuf Roni. Mereka memiliki ayat-ayat favorit dari al-Qur’an untuk legalisasi ajaran mereka. Dengan persiapan matang mendompleng kajian bersama dan mengetengahkan ayat-ayat al-Qur’an yang dijadikan senjata untuk memukul umat Islam&lt;br /&gt;c. Program Asrama Daniel, Salatiga: Beasiswa Info Internasional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. JALUR POLITIK. Melalui politik praktis ataupun mempengaruhi kebijakan, misalnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pendekatan pada pemegang kekuasaan, melakukan intervensi kebijakan, agar mereka menjalankan pemerintahan sesuai pesanan sang majikan.&lt;br /&gt;b. PDS adalah keberhasilan persatuan mereka meraih akses kekuasaan, meski perolehan belum mencukupi tetapi bisa menjadi kekuatan mereka dalam menduduki kekuasaan.&lt;br /&gt;c. Beberapa daerah yang rawan konflik menjadi pemicu SARA, contohnya RMS sejatinya bukan Rakyat Maluku Selatan tetapi Rakyat Maluku Seraini, di Poso. Hal ini selain dapat menjatuhkan citra pemerintah juga bertujuan untuk menyakiti umat Islam&lt;br /&gt;d. Proyek Yosef(2004)=PDS dan Proyek Daud(2009)=PKD(Partai Kristen Demokrat). Target mereka: DPRD kab/kota:286 kursi, DPRD Propinsi: 54 kursi, DPRRI:13 kursi dan melirik RI 1 atau RI 2&lt;br /&gt;e. Politik Mapping(pemetaan Politik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Segmentasi pasar: gereja, ormas, kepemudaan dan mahasiswa&lt;br /&gt;2) Optimalisasi pemilih pemula&lt;br /&gt;3) Gol Hindu, Budha dan Konghucu sebagai karib&lt;br /&gt;4) Kejawen, kebatinan, aliran kepercayaan, dibina secara optimal&lt;br /&gt;5) Floating mass=masa mengambang dan Escapist mass=masa pelarian lahan penggarapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. JALUR KESEHATAN SANGAT POTENSIAL. Bahkan dokter aktifis penginjil berpendapat seorang dokter lebih efektif dan efisien melakukan pengabaran injil daripada sepuluh penginjil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pemanfaatan waktu ketika menghadapi pasien&lt;br /&gt;b. Pemanfaatan waktu ketika pasien merasa takut di operasi&lt;br /&gt;c. Memberikan pengobatan dan pemeriksaan gratis&lt;br /&gt;d. Pengonatan massal {endeta Youngren&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. PEMANFAATAN MEDIA TULIS. Berupa buku-buku yang ditulis murtadian, leflet dan brosur serta lukisan, misalnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. The Islamic invasion karya Robert Morrey yang kemudian telah dijawab oleh Bunda Irena Handono (muhtadin)&lt;br /&gt;b. Buku upacara Haji tulisan Drs Poernama Winangun (murtadin)&lt;br /&gt;c. pengakuan gadis kristen (NITA) yang mempertanggungjawabkan imannya di pusat pengginjilan Nehemia yang memojokkan pemuda Islam(EKY) yang kemudian dikristenkan.&lt;br /&gt;d. leflef yang sarat dengan ayat al-qur’an dan hadist, seperti rahasia menuju jalan surga, keselamatan Iman dan Ketaatan pada sirathal mustaqim, alamat postboxnya sama dengan penginjil Nehemiaà pengakuan Ihsan Mokoginta(Muhtadin)&lt;br /&gt;e. Yesus dalam Al-Qur’an tulisan Abdul Yadi/Pariyadi(murtadin) yang juga ahli menulis kaligrafi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. PEMANFAATAN MEDIA SENI BUDAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Membangan tempat ibadah yang sesuai dengan kebudayaan setempat, gereja berbentuk rumah gadang, gereja denngan kubah, gereja menyerupai rumah tinggal&lt;br /&gt;b. Pengamen mulai melanyanyikan lagu gerejani&lt;br /&gt;c. kaligrafi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MEMINJAM TENAGA YANG TIDAK KASAT MATA, ATAU DENGAN DENGAN CARA MISTIK&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;big&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=46894&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=322551742144&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=322551742144&amp;amp;id=100000700647807"&gt;&lt;img class=" " onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs151.snc3/17838_101782993188388_100000700647807_46894_2124204_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/big&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Meminjan tenaga jin, ada yang kerasukan da menyebut Yesus. Hal ini tidak aneh karena menurut korintus 2:11-14=iblis dapat menyamar menjadi malaikan terang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Pengobatan yang tiba-tiba dapt sembuh, walau nanti jika kekuatan jinnya tak ada kembali sakit lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERKAWINAN/PERGAULAN MUDA, dengan beberapa metode, diantaranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. D3 (dipacari, dihamili dan dimurtadkan) atau metode hamilisasi, diterapkan kepada sesama anak muda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Angkut penumpang, jika pasangannnya kembali ke Islam maka yang terpenting anak-anak didiknya ikut ke kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BERKEDOK ISLAMI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;big&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=46896&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=322551742144&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=322551742144&amp;amp;id=100000700647807"&gt;&lt;img class=" " onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs131.snc3/17838_101783033188384_100000700647807_46896_4622877_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/big&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Shalawatan, tetapi yang dibaca adalah doa dalam Matius 6:9-13 (abanaldzi fi samawati, lataqaddasi ismuka, liyakti malakuutuka, latakun masyiyatuka...dst) = bapa kami yang ada di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datangkanlah kerajaan-Mu, jadikanlah kehendak-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Melakukan tilawatil injil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Membuat kaligrafi juga seperti dalam doa matius 6:9-13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Mempelajari ayat-ayat al-Qur’an tertentu untuk legalisasi ajaran mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Mereka melakukan sholatul sab’u karangan pendeta yusuf Roni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabarokallahu ilahuna kulahinin wa ana kullu awwanin wa dahradahirin. Amen. Bismi abi wa ibni wa rukhil quddusi al ilaha wahid. Ketika pendeta mengakhiri sholat mmembaca “assalamu li jami’ikum, jama’ah menjawab wa ma’a ruhika aidhon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Pendeta Ignatius Soetawan lulusan sekolah tinggi Prajnawidya Yogyakarta, berhasil menciptakan shalat rabbaniyah yang doanya dengan bahas Arab menggunakan Injil matius 6:9-1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;TRIK PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;big&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=46897&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=322551742144&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=322551742144&amp;amp;id=100000700647807"&gt;&lt;img class=" " onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs251.ash1/17838_101783056521715_100000700647807_46897_8188219_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/big&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menerapkan injil Matius 10:16,, halus seperti merpati tetapi licik seperti ular&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kamuflase atau penyamaran, karena memang diajarkan oleh Paulus dalam Korintus 1, 9:29, pura-pura fasih berbahasa Arab/al-Qur’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kadang membolehkan dusta atau peniouan dan memang diperbolehkan dalam Roma 3:7, kegiatan tanpa identitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Teori makan bubur panas: pemurtadan diawali dari daerah pinggiran dan pedesaan baru pada pusat desa atau kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Debat, namun sasarannya orang yang lemah pengetahuannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tebar pesona: menunjukkan sikap baik suka membantu, ramah, sopan, span aktif di masyaarakat, menunjukkan kasih ke setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang timbul dari diri mereka sendirir, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka. Sampai Allah mendatangkan perintah-Nya*. Sesungguhnya Allah maha Kuasa Atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*maksudnya: keizinan mamerangi dan mengusir orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius 28:19, Amanat Agung, perintah memberitkan injil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena itu pergilah, jadikanlah semua murid-Ku dan baptislah mereka dengan nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(ayat ini termasuk yang diklarifikasi menurut Robert Funk guru besar di Havard University ahli pneliti kitab perjanjian baru, ayat ini tambahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;LOGIKA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;big&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=46899&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=322551742144&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=322551742144&amp;amp;id=100000700647807"&gt;&lt;img class=" " onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs131.snc3/17838_101783109855043_100000700647807_46899_3682697_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/big&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja dan pendeta membutuhkan jema’at. Jema’at yang sudah ada milik gereja dan pendeta tertentu. Tiada jalan lain selain memurtadkan umat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses perjuangann kaum salibis/palangis untuk kristenisasi di Indonesia melalui proses panjang, berawal dari truma perang salib, kemudian dikembangkan dengan ekspedisi portugal dalma misi TRIPPLE MiSSIONS yaitu god(kejayaan), glory(kekuasaan), gospel(penyebaran agama). Pada masa penjajahan pun telah diterapkan krisrening polotok(1916) melalui misi dan zending yang mat giat upaya pemurtadannya. Sampai KHA. Dahlan pernah debat dengan pendeta Dimine Bakker, Zwemmer, dan Loberton. Ahli kitab (orang yang pernah mendapat kitab), baik Yahudi maupun Nashara à sekarang kristen(kis 11:26). Akan selalu mencari cara maupun celah untuk melaksanakan panggilan/ misi amanat agung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;GRAND STRATEGI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/big&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="photo photo_none"&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;big&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=46909&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=322551742144&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=322551742144&amp;amp;id=100000700647807"&gt;&lt;img class=" " onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs131.snc3/17838_101783919854962_100000700647807_46909_2232521_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/big&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;big&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sidang Luar Biasa Dewan Gereja Indonesia di Hotel Sahid Surabaya tanggal 8-10 Juni 2001 mereka memutuskan tahapan strategi kristenisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Strategi jangka panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mewujudkan pemerintahan yang diisi oleh pejabat kristen&lt;br /&gt;b. Mewujudkan agama Kristen sebagai komunitas mayoritas&lt;br /&gt;c. Mewujudkan negara Kristen di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Strategi jangka menengah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Mungupayakan pendirian gereja di seluruh pelosok tanah air&lt;br /&gt;b. Membentuk pasukan yang siap untuk menghadapi musuh kristen&lt;br /&gt;c. Mewujudkan sistem ekonomi terpusat di setiap daerah di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Strategi jangka pendek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Merekrut jama’ah Kristen dengan jalan pemurtadan atau dengan kekayaan/uang&lt;br /&gt;b. Membuat posko pengaduan segala macam kasus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaran untuk grand strategi adalah 200 trilyunn, diantaranya untuk: Proyek Yerico, Proyek Andalas, Proyek Rencong, Proyek DKI, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam bish-showab. Namun sekali lagi Jean menghimbau, &lt;b&gt;WASPADALAH... !!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barakallaahu fiikum,&lt;br /&gt;Wassalamu'alaykum wr.wb.&lt;br /&gt;~Jeanny Dive~&lt;/big&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-646885700426236276?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/646885700426236276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=646885700426236276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/646885700426236276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/646885700426236276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2010/04/red-alert-1-trik-dan-strategi.html' title='RED ALERT (1) : Trik dan Strategi Penyesatan serta Pemurtadan ( Dari teman )'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-339396982633635629</id><published>2010-03-30T11:49:00.001+07:00</published><updated>2010-04-02T08:44:23.887+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peringatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>SEJARAH APRIL MOP : Pembantaian Umat islam Spanyol</title><content type='html'>Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1 April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine's Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan? April Mop, atau The April's Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur'an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur'an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April's Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, perhatikan sekeliling Anda, anak Anda, atau Anda sendiri, mungkin terkena bungkus jahil April Mop tanpa kita sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan sebarkan hal ini...&lt;br /&gt;Jazakalloh...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-339396982633635629?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/339396982633635629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=339396982633635629' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/339396982633635629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/339396982633635629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2010/03/sejarah-april-mop-pembantaian-umat.html' title='SEJARAH APRIL MOP : Pembantaian Umat islam Spanyol'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-3057422159101054947</id><published>2010-03-28T09:39:00.001+07:00</published><updated>2010-04-02T08:45:13.992+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peringatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Surat -Surat Al-qur'an palsu buatan Yahudi dan Nasrani</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;Surat palsu tambahan pada Al~Qur'an yang pernah beredar di  Malaysia, antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ff6600; font-weight: bold;"&gt;Surat At-Tajassud (Penjelmaan)&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Puji syukur kepada-Nya yang telah menciptakan sorga yang    tanpa batas.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dia ciptakan bumi yang sebagian terdiri dari air     dan sebagian lagi tanah.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Katakan pada orang-orang yang telah diper daya oleh ajakan syetan : pikiranmu telah dibutakan sehingga kamu menuduh bahwa Allah itu keliru dan menjadi pengikut syetan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Syetan akan selalu menjadi musuh yang paling besar bagi    manusia.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Jika Allah menghendaki, Dia bisa membuat seorang anak dari batu, seperti yang telah Dia katakan pada alam ini : jadilah, maka akan jadi ; mustahil bagi Allah bahwa Dia harus mengkonsultasikan keputusan-Nya dengan orang lain. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mustahil bagi Allah bahwa Dia harus mengambil satu dari    mahluknya sebagai anak.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Katakan pada orang-orang yang masih meragukan apa yang telah diberitakan sebelumnya ; Kristus adalah bukan makhluk Allah, dia telah bersama Allah pada awal nya dan akan selalu bersama-Nya. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dalam Dia (Allah) dan dari Dia, dia (Kristus) berasal, bersama dengan jiwa-Nya, satu Tuhan, abadi, satu dan tidak lebih dari satu. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Seperti seorang ayah yang mengirimnya kepada umat manusia    seperti yang telah Dia Janjikan.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dia tiupkan/turunkan seperti sabda kedalam rahim seorang    perawan yang akan lahir sebagai manusia   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dia berbaur dengan manusia biasa, berwujud seperti manusia, mati sebagai pengorbanan atas nama manusia dan seperti manusia, juga dia dikuburkan/dimakamkan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dan seperti bapa yang ada di Surga, setelah 3 (tiga) hari    dia naik.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bagi siapa yang tidak percaya keajaiban-Nya, dan    mengatakan hal-hal yang buruk tentang-Nya.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Allah tidak akan melepaskanmu dari kemurkaan-Nya.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tapi bagi siapa yang percaya pada-Nya dan pada Almasih-Nya, mereka akan mendapatkan pengampunan dan surga dimana mereka hidup abadi. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #006600; font-weight: bold;"&gt;Surat Al-Iman (kepercayaan)&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ceritera tentang beberapa  pengikut dalam kitab, pada    saat badai menghantamnya saat mereka sedang berlayar.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kemudian mereka melihat bayangan Kristus berjalan diatas air. Mereka lalu berkata : Apakah Tuhan kita itu sedang menertawakan kita atau kita yang sedang gila ?. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Lalu terdengar suara aneh yang berkata : jangan takut ini    aku, apakah kamu tidak melihat ?   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka, satu dari mereka berteriak : Tuhanku, bimbinglah aku, jika Kau memang disini, untuk berjalan diatas air. Ya Allah jadikanlah keraguanku ini menjadi sesuatu yang pasti. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dia (Allah) berkata padanya : kemarilah dan jadilah    mu'jizat/keajaiban yang akan selalu diingat.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dan mulailah sang pengikut/umat tersebut berjalan, dia lalu lihat betapa kencangnya badai yang datang sehingga dia menjadi takut akan tenggelam, lalu dia berteriak lagi kepada Tuhannya untuk minta pertolongan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dan Dia mengeluarkan tangan-Nya dan mereng kuhnya sambil berkata : oh?. Kamu mempunyai sedikit kepercayaan, itulah hadiah/pahala bagi kamu sekalian yang ragu. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dan segera setelah Dia pergi dengannya dengan kapal tersebut, badai reda dan si pengikut ini mengucapkan terimakasih pada Nya dan berkata : &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kau adalah benar-benar anak Tuhan; dalam dirimu kami     percaya dan di depan-Mu kami berlutut.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dia berkata : Suka cita adalah untuk mereka yang percaya tanpa mencampuradukkan kepercayaan mereka dengan sesuatu yang meragukan. Itulah keberhasilan yang sebenarnya. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #3366ff; font-weight: bold;"&gt;Surat Muslimoon&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Alief lam saad miim.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Katakanlah : hai kaum muslimin, kamu sekalian sudah    tersesat jauh.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Bagi yang tidak percaya kepada Allah dan Kristus-Nya, akan menikmati hari akhirnya dalam kobaran api dan siksaan yang pedih. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Beberapa wajah pada hari itu akan terlihat memelas dan ketakutan mencari pengampunan dari Allah dan Allah akan menolong apa yang Dia inginkan (untuk ditolong). &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pada hari itu Sang Maha Pengampun berkata : hai umat-Ku,    Aku telah mengaruniakan padamu petunjuk dalam Taurat dan Injil.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dan kamu seharusnya tidak memungkiri apa yang telah Aku perintahkan ke padamu dan menyesat kan diri dari jalan yang benar. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mereka berkata : kami tidak tersesat sendiri tapi dia yang telah dijadikan salah satu utusan (Allah)telah salah memimpin kami. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dan Allah berkata : hai Muhammad, kau telah membujuk    umat-Ku dan menyebabkan mereka tidak mempercayai.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dia berkata : ya Tuhanku, adalah syetan yang telah    membujukku dan sebenar nya akan selalu mengganggu anak-cucu Adam.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dan Allah akan mengampuni orang-orang yang telah terbujuk dan lalu menyesal dan dia akan memaksa dia yang telah terbujuk oleh syetan, akhir yang menyedihkan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dan jika Allah memerintahkan sesuatu, Dialah yang paling    tahu apa yang diperintahkan dan Dia dapat melakukan segalanya. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="color: #ff6666; font-weight: bold;"&gt;Surat Al-Wasaya (comandements)&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #336666;"&gt;(Perintah Allah)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Alief lam miim dzal   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kami telah kirimkan kepadamu seorang pembawa berita.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;(Sesungguhnya) untuk mengatur apasaja didunia ini supaya    berjalan dengan semestinya.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dia yang patuh akan aturan-Mu, akan baik bagi dirinya sendiri dan bagi dia yang tidak patuh akan menerima kenyataan yang pahit. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kami telah memberi Musa sepuluh perintah Tuhan (ten comandements) dan Kami berikan kepadamu (banyak) sepuluh yang lain, seperti kami jadikan kamu sebagai nabi terakhir dan mengangkatmu sebagai raja mereka. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kamu hapus apa yang ingin kamu hapus dari perintah yang telah Aku berikan pada mereka seperti yang telah Kami ijinkan padamu untuk merubah keputusan-kepu tusan kami. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Katakan pada umat-Ku yang percaya untuk bersembunyi manakala mereka menguap untuk menghindari dari tertawaan syetan dan untuk mengagungkan Allah manakala mereka bersin. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;(dan katakan padanya) untuk tidak memelihara anjing dirumah dan tidak memasang/menggantungkan gambar didinding rumah mereka. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dan jika mereka memakai sepatu (katakan pada mereka) pakailah yang kanan dahulu sebelum yang kiri dan jika mereka tidak mematuhi hal tersebut mereka akan menda pat dosa besar. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dan bila mereka menjawab ajakan alam (katakan pada mereka) untuk menghapus yang akhir dengan tiga buah ba tu dan hindari mengguna kan kotoran karena itu ada lah makanan jin dan itulah maka terlarang bagi orang-orang yang percaya. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Katakan pada umat-Ku yang percaya, untuk menyerang siapapun dan membunuh untuk menjaga miliknya dan barang siapa yang tidak pernah punya keinginan untuk menye rang itu dia akan mati sebagai orang munafik dan akan dicampakkan (dihari kiamat) &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;(dan katakan) pada yang takut ilmu sihir untuk makan tujuh kurma dan Allah akan menyelamat kannya dari sihir tersebut dan menjauhkannya. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Katakan pada umatku jika mereka ingin bersumpah,    bersumpahlah karena Allah sebanyak yang dia suka.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dan (katakan padanya) untuk menikahi wanita yang menurutnya baik, dua atau tiga atau empat, sehingga Kami mudahkan agama baginya. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dan jika kamu mem perpendek perintah itu panggil Jibril    dan dia akan segera datang.   &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dan jika Jibril sibuk, pergilah ke Waraga bin Naufal dan mintalah pertolongan darinya sebelum Kami ambil nyawanya dan wahyu itu akan mustahil datang padamu. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-3057422159101054947?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/3057422159101054947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=3057422159101054947' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/3057422159101054947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/3057422159101054947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2010/03/surat-surat-al-quran-palsu-buatan.html' title='Surat -Surat Al-qur&apos;an palsu buatan Yahudi dan Nasrani'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-4009790185959714275</id><published>2010-03-27T07:48:00.001+07:00</published><updated>2010-04-01T14:50:27.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyejuk hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>MEMAHAMI AYAT-AYAT ALLOH DI ALAM</title><content type='html'>Dalam Alqur'an dinyatakan bahwa orang yang tidak beriman adalah mereka yang  tidak mengenali atau tidak menaruh kepedulian akan ayat atau tanda-tanda  kebesaran dan kekuasaan Allah di alam semesta ciptaan-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya,  ciri menonjol pada orang yang beriman adalah kemampuan memahami tanda-tanda dan  bukti-bukti kekuasaan sang Pencipta tersebut. Ia mengetahui bahwa semua ini  diciptakan tidak dengan sia-sia, dan ia mampu memahami kekuasaan dan  kesempurnaan ciptaan Allah di segala penjuru manapun. Pemahaman ini pada  akhirnya menghantarkannya pada penyerahan diri, ketundukan dan rasa takut  kepada-Nya. Ia adalah termasuk golongan yang berakal, yaitu "…orang-orang yang  mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan  mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan  kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka  peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Aali 'Imraan, 3:190-191)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  banyak ayat dalam Alqur'an, pernyataan seperti, "Maka mengapa kamu tidak  mengambil pelajaran?", "terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang-orang yang  berakal," memberikan penegasan tentang pentingnya memikirkan secara mendalam  tentang tanda-tanda kekuasaan Allah. Allah telah menciptakan beragam ciptaan  yang tak terhitung jumlahnya untuk direnungkan. Segala sesuatu yang kita  saksikan dan rasakan di langit, di bumi dan segala sesuatu di antara keduanya  adalah perwujudan dari kesempurnaan penciptaan oleh Allah, dan oleh karenanya  menjadi bahan yang patut untuk direnungkan. Satu ayat berikut memberikan contoh  akan nikmat Allah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu  tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya  pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang  memikirkan." (QS. An-Nahl, 16:11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita berpikir sejenak tentang  satu saja dari beberapa ciptaan Allah yang disebutkan dalam ayat di atas, yakni  kurma. Sebagaimana diketahui, pohon kurma tumbuh dari sebutir biji di dalam  tanah. Berawal dari biji mungil ini, yang berukuran kurang dari satu sentimeter  kubik, muncul sebuah pohon besar berukuran panjang 4-5 meter dengan berat  ratusan kilogram. Satu-satunya sumber bahan baku yang dapat digunakan oleh biji  ini ketika tumbuh dan berkembang membentuk wujud pohon besar ini adalah tanah  tempat biji tersebut berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanakah sebutir biji mengetahui cara  membentuk sebatang pohon? Bagaimana ia dapat berpikir untuk menguraikan dan  memanfaatkan zat-zat di dalam tanah yang diperlukan untuk pembentukan kayu?  Bagaimana ia dapat memperkirakan bentuk dan struktur yang diperlukan dalam  membentuk pohon? Pertanyaan yang terakhir ini sangatlah penting, sebab pohon  yang pada akhirnya muncul dari biji tersebut bukanlah sekedar kayu gelondongan.  Ia adalah makhluk hidup yang kompleks yang memiliki akar untuk menyerap zat-zat  dari dalam tanah. Akar ini memiliki pembuluh yang mengangkut zat-zat ini dan  yang memiliki cabang-cabang yang tersusun rapi sempurna. Seorang manusia akan  mengalami kesulitan hanya untuk sekedar menggambar sebatang pohon. Sebaliknya  sebutir biji yang tampak sederhana ini mampu membuat wujud yang sungguh sangat  kompleks hanya dengan menggunakan zat-zat yang ada di dalam  tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengkajian ini menyimpulkan bahwa sebutir biji ternyata sangatlah  cerdas dan pintar, bahkan lebih jenius daripada kita. Atau untuk lebih tepatnya,  terdapat kecerdasan mengagumkan dalam apa yang dilakukan oleh biji. Namun,  apakah sumber kecerdasan tersebut? Mungkinkah sebutir biji memiliki kecerdasan  dan daya ingat yang luar biasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak diragukan lagi, pertanyaan ini  memiliki satu jawaban: biji tersebut telah diciptakan oleh Dzat yang memiliki  kemampuan membuat sebatang pohon. Dengan kata lain biji tersebut telah diprogram  sejak awal keberadaannya. Semua biji-bijian di muka bumi ini ada dalam  pengetahuan Allah dan tumbuh berkembang karena Ilmu-Nya yang tak terbatas. Dalam  sebuah ayat disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang  ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa  yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan  Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi  dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkah tertulis dalam kitab  yang nyata (Lauh Mahfudz). (QS. Al-An'aam, 6:59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialah Allah yang  menciptakan biji-bijian dan menumbuhkannya sebagai tumbuh-tumbuhan baru. Dalam  ayat lain Allah menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir  tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati  dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian  ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? (QS. Al-An'aam,  6:95)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biji hanyalah satu dari banyak tanda-tanda kekuasaan Allah yang  diciptakan-Nya di alam semesta. Ketika manusia mulai berpikir tidak hanya  menggunakan akal, akan tetapi juga dengan hati mereka, dan kemudian bertanya  pada diri mereka sendiri pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana", maka mereka akan  sampai pada pemahaman bahwa seluruh alam semesta ini adalah bukti keberadaan dan  kekuasaan Allah SWT. (Harun Yahya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-4009790185959714275?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/4009790185959714275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=4009790185959714275' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/4009790185959714275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/4009790185959714275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2010/03/memahami-ayat-ayat-alloh-di-alam.html' title='MEMAHAMI AYAT-AYAT ALLOH DI ALAM'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-4414859444603923593</id><published>2010-03-04T14:36:00.000+07:00</published><updated>2010-03-04T14:36:18.995+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>SEJARAH ISLAM DI INDONESIA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang berakal…”&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;(QS. Yusuf : 111).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sangat penting mempelajari sejarah dakwah Islam di Indonesia. Sesuai dengan firman Allah dalam Al Qur’an ayat 111 bahwa mempelajari sejarah terdapat ibrah (pelajaran). Dengan memepelajari sejarah di masa lampau, kita dapat mengambil pelajaran untuk di masa yang akan datang dibuat perencanaan atau konsep yang lebih baik khususnya untuk dakwah di tanah air kita, Indonesia. Sesuai dengan hadist Rasulullah “Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini “.&lt;br /&gt;Bahasa merupakan nilai tertinggi dari suatu peradaban. Suatu bangsa dipengaruhi nilai tertentu jika bahasanya dipengaruhi oleh nilai tersebut. Bahasa Indonesia banyak dipengaruhi oleh bahasa Arab (bahasa Al-Qur’an) contohnya kata ibarat yang kata dasarnya dari ibrah ini yang bermakna pelajaran dan masih banyak lagi bahasa indonesia yang berasal dari bahasa Arab. Ini membuktikan bahwa budaya Indonesia sudahdipengaruhi oleh budaya islami.&lt;br /&gt;Sejarah masuknya Islam di Indonesia melalui babak – babak yang penting:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Babak pertama,  abad 7 masehi (abad 1 hijriah).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada abad 7 masehi, Islam sudah sampai ke Nusantara. Para Dai yang datang ke Indonesia berasal dari jazirah Arab yang sudah beradaptasi dengan bangsa India yakni bangsa Gujarat dan ada juga yang telah beradaptasi dengan bangsa Cina, dari berbagai arah yakni dari jalur sutera (jalur perdagangan) dakwah mulai merambah di pesisir-pesisir Nusantara.&lt;br /&gt;Sejak awal Islam tidak pernah membeda-bedakan fungsi seseorang untuk berperan sebagai dai (juru dakwah). Kewajiban berdakwah dalam Islam bukan hanya kasta (golongan) tertentu saja tetapi bagi setiap masyarakat dalam Islam. Sedangkan di agama lain hanya golongan tertentu yang mempunyai otoritas menyebarkan agama, yaitu pendeta. Sesuai ungkapan Imam Syahid Hasan Al-Bana “ Nahnu du’at qabla kulla syai“ artinya kami adalah dai sebelum profesi-profesi lainnya.&lt;br /&gt;Sampainya dakwah di Indonesia melalui para pelaut-pelaut atau pedagang-pedagang sambil membawa dagangannya juga membawa akhlak Islami sekaligus memperkenalkan nilai-nilai yang Islami. Masyarakat ketika berbenalan dengan Islam terbuka pikirannya, dimuliakan sebagai manusia dan ini yang membedakan masuknya agama lain sesudah maupun sebelum datangnya Islam. Sebagai contoh masuknya agama Kristen ke Indonesia ini berbarengan dengan Gold (emas atau kekayaan) dan glory (kejayaan atau kekuasaan) selain Gospel yang merupakan motif penyebaran agama berbarengan dengan penjajahan dan kekuasaan. Sedangkan Islam dengan cara yang damai.&lt;br /&gt;Begitulah Islam pertama-tama disebarkan di Nusantara, dari komunitas-komunitas muslim yang berada di daerah-daerah pesisir berkembang menjadi kota-kota pelabuhan dan perdagangan dan terus berkembang sampai akhirnya menjadi kerajaan-kerajaan Islam dari mulai Aceh sampai Ternata dan Tidore yang merupakan pusat kerajaan Indonesia bagian Timur yang wilayahnya sampai ke Irian jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Babak kedua, abad 13 masehi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di abad 13 Masehi berdirilah kerajaan-kerajaan Islam diberbagai penjuru di Nusantara. Yang merupakan moment kebangkitan kekuatan politik umat khususnya didaerah Jawa ketika kerajaan Majapahit berangsur-angsur turun kewibawaannya karena konflik internal. Hal ini dimanfaatkan oleh Sunan Kalijaga yang membina di wilayah tersebut bersama Raden Fatah yang merupaka keturunan raja-raja Majapahit untuk mendirikan kerajaan Islam pertama di pulau Jawa yaitu kerajaan Demak. Bersamaan dengan itu mulai bermunculan pula kerajaan-kerajaan Islam yang lainnya, walaupun masih bersifat lokal.&lt;br /&gt;Pada abad 13 Masehi ada fenoma yang disebut dengan Wali Songo yaitu ulama-ulama yang menyebarkan dakwah di Indonesia. Wali Songo mengembangkan dakwah atau melakukan proses Islamisasinya melalui saluran-saluran:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; a) Perdagangan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; b) Pernikahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt; c) Pendidikan (pesantren)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang asli dari akar budaya indonesia, dan juga adopsi dan adaptasi hasanah kebudayaan pra Islam yang tidak keluar dari nilai-nilai Islam yang dapat dimanfaatkan dalam penyebaran Islam. Ini membuktikan Islam sangat menghargai budaya setempat selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; d) Seni dan budaya&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Saat itu media tontonan yang sangat terkenal pada masyarakat jawa kkhususnya yaitu wayang. Wali Songo menggunakan wayang sebagai media dakwah dengan sebelumnya mewarnai wayang tersebut dengan nilai-nilai Islam. Yang menjadi ciri pengaruh Islam dalam pewayangan diajarkannya egaliterialisme yaitu kesamaan derajat manusia di hadapan Allah dengan dimasukannya tokoh-tokoh punakawam seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.&lt;br /&gt;Para Wali juga menggubah lagu-lagu tradisional (daerah) dalam langgam Islami, ini berarti nasyid sudah ada di Indonesia ini sejak jaman para wali. Dalam upacara-upacara adat juga diberikan nilai-nilai Islam.&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; e) Tasawwuf&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Kenyatan sejarah bahwa ada tarikat-tarikat di Indonesia yang menjadi jaringan penyebaran agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Babak ketiga, masa penjajahan Belanda.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada abad 17 masehi tepatnya tahun 1601 datanglah kerajaan Hindia Belanda kedaerah Nusantara yang awalnya hanya berdagang tetapi akhirnya menjajah. Belanda datang ke Indonesia dengan kamar dagangnya yakni VOC, semejak itu hampir seluruh wilayah nusantara dijajah oleh Hindia Belanda kecuali Aceh. Saat itu antar kerajaan-kerajaan Islam di nusantara belum sempat membentuk aliansi atau kerja sama. Hal ini yang menyebabkan proses penyebaran dakwah terpotong.&lt;br /&gt;Dengan sumuliayatul (kesempurnaan) Islam yang tidak ada pemisahan antara aspek-aspek kehidupan tertentu dengan yang lainnya, ini telah diterapkan oleh para Ulama saat itu. Ketika penjajahan datang, mengubah pesantren-pesantren menjadi markas-markas perjuangan, santri-santri (peserta didik pesantren) menjadi jundullah (pasukan Allah) yang siap melawan penjajah sedangkan ulamanya menjadi panglima perangnya. Hampir seluruh wilayah di Indonesia yang melakukan perlawanan terhadap penjajah adalah kaum muslimin beserta ulamanya.&lt;br /&gt;Potensi-potensi tumbuh dan berkembang di abad 13 menjadi kekuatan perlawanan terhadap penjajah. Ini dapat dibuktikan dengan adanya hikayat-hikayat pada masa kerajaan-kerajaan Islam yang syair-syairnya berisikan perjuangan. Ulama-ulama menggelorakan Jihad melawan kaum kafir yaitu penjajah Belanda. Belanda mengalami kewalahan yang akhirnya menggunakan strategi-strategi:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; Politik devide et impera, yang pada kenyataannya memecah-belah atau mengadu domba antara kekuatan Ulama dengan adat contohnya perang Padri di Sumatera Barat dan perang Diponegoro di Jawa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mendatangkan Prof. Dr. Snouk Cristian Hourgonye alias Abdul Gafar seorang Guru Besar keIndonesiaan di Universitas Hindia Belanda juga seorang orientalis yang pernah mempelajari Islam di Mekkah, dia berpendapat agar pemerintahan Belanda membiarkan umat Islam hanya melakukan ibadah mahdhoh (khusus) dan dilarang berbicara atau sampai melakukan politik praktis. Gagasan tersebut dijalani oleh pemerintahan Belanda dan salah satunya adalah pembatasan terhadap kaum muslimin yang akan melakukan ibadah Haji karena pada saat itulah terjadi pematangan pejuangan terhadap penjajahan.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;strong&gt;4. Babak keempat, abad 20 masehi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Awal abad 20 masehi, penjajah Belanda mulai melakukan politik etik atau politik balas budi yang sebenarnya adalah hanya membuat lapisan masyarakat yang dapat membantu mereka dalam pemerintahannya di Indonesia. Politik balas budi memberikan pendidikan dan pekerjaan kepada bangsa Indonesia khususnya umat Islam tetapi sebenarnya tujuannya untuk mensosialkan ilmu-ilmu barat yang jauh dari Al-Qur’an dan hadist dan akan dijadikannya boneka-boneka penjajah. Selain itu juga mempersiapkan untuk lapisan birokrasi yang tidak mungkin pegang oleh lagi oleh orang-orang Belanda. Yang mendapat pendidikanpun tidak seluruh masyarakat melainkan hanya golongan Priyayi (bangsawan), karena itu yang pemimpin-¬pemimpin pergerakan adalah berasalkan dari golongan bangsawan.&lt;br /&gt;Strategi perlawanan terhadap penjajah pada masa ini lebih kepada bersifat organisasi formal daripada dengan senjata. Berdirilah organisasi Serikat Islam merupakan organisasi pergerakan nasional yang pertama di Indonesia pada tahun 1905 yang mempunyai anggota dari kaum rakyat jelata sampai priyayi dan meliputi wilayah yang luas. Tahun 1908 berdirilah Budi Utomo yang bersifat masih bersifat kedaerahan yaitu Jawa, karena itu Serikat Islam dapat disebut organisasi pergerakan Nasional pertama daripada Budi Utomo.&lt;br /&gt;Tokoh Serikat Islam yang terkenal yaitu HOS Tjokroaminoto yang memimpin organisasi tersebut pada usia 25 tahun, seorang kaum priyayi yang karena memegang teguh Islam maka diusir sehingga hanya menjadi rakyat biasa. Ia bekerja sebagai buruh pabrik gula. Ia adalah seorang inspirator utama bagi pergerakan Nasional di Indonesia. Serikat Islam di bawah pimpinannya menjadi suatu kekuatan yang diperhitungkan Belanda. Tokoh-tokoh Serikat Islam lainnya ialah H. Agus Salim dan Abdul Muis, yang membina para pemuda yang tergabung dalam Young Islamitend Bound yang bersifat nasional, yang berkembang sampai pada sumpah pemuda tahun 1928.&lt;br /&gt;Dakwah Islam di Indonesia terus berkembang dalam institusi-institusi seperti lahirnya Nadhatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, dan lain-lain. Lembaga-lembaga ke-Islaman tersebut tergabung dalam MIAI (Majelis Islam ‘Ala Indonesia) yang kemudian berubah namanya menjadi MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) yang anggotanya adalah para pimpinan institusi-institusi ke-Islaman tersebut.&lt;br /&gt;Di masa pendudukan Jepang, dilakukan strategi untuk memecah-belah kesatuan kekuatan umat oleh pemerintahan Jepang dengan membentuk kementrian Sumubu (Departemen Agama). Jepang meneruskan strategi yang dilakukan Belanda terhadap umat Islam. Ada seorang Jepang yang faham dengan Islam yaitu Kolonel Huri, ia memotong koordinasi ulama-ulama di pusat dengan di daerah, sehingga ulama-ulama di desa yang kurang informasi dan akibatnya membuat umat dapat terbodohi.&lt;br /&gt;Pemerintahan pendudukan Jepang memberikan fasilitas untuk kemerdekaan Indonesia dengan membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan dilanjuti dengan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan lebih mengerucut lagi menjadi Panitia Sembilan, Panitia ini yang merumuskan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945. Piagram Jakarta merupakan konsensus tertinggi untuk menggambarkan adanya keragaman Bangsa Indonesia yang mencari suatu rumusan untuk hidup bersama. Tetapi ada kalimat yang kontroversi dalam piagam ini yaitu penghapusan “7 kata “ lengkapnya kewajiban menjalankan syariat Islam bagi para pemeluk-pemeluknya yang terletak pada alinea keempat setelah kalimat Negara berdasarkan kepada Ketuhan Yang Maha Esa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Babak kelima, abad 20 &amp;amp; 21.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada babak ini proses dakwah (Islamisasi) di Indonesia mempunyai ciri terjadinya globalisasi informasi dengan pengaruh-pengaruh gerakan Islam internasional secara efektif yang akan membangun kekuatan Islam lebih utuh yang meliputi segala dimensinya. Sebenarnya kalau saja Indonesia tidak terjajah maka proses Islamisasi di Indonesia akan berlangsung dengan damai karena bersifat kultural dan membangun kekuatan secara struktural. Hal ini karena awalnya masuknya Islam yang secara manusiawi, dapat membangun martabat masyarakat yang sebagian besar kaum sudra (kelompok struktur masyarakat terendah pada masa kerajaan) dan membangun ekonomi masyarakat. Sejarah membuktikan bahwa kota-kota pelabuhan (pusat perdagangan) yang merupakan kota-kota yang perekonomiannya berkembang baik adalah kota-kota muslim. Dengan kata lain Islam di Indonesia bila tidak terjadi penjajahan akan merupakan wilayah Islam yang terbesar dan terkuat. Walaupun demikian Allah mentakdirkan di Indonesia merupakan jumlah peduduk muslim terbesar di dunia, tetapi masih menjadi tanda tanya besar apakah kualitasnya sebanding dengan kuantitasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-4414859444603923593?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/4414859444603923593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=4414859444603923593' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/4414859444603923593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/4414859444603923593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2010/03/sejarah-islam-di-indonesia.html' title='SEJARAH ISLAM DI INDONESIA'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-6296101830102420754</id><published>2010-03-04T14:28:00.001+07:00</published><updated>2010-04-02T08:45:59.811+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antistress'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Rasulullah pun Tertawa !</title><content type='html'>&lt;a href="http://yoga18green.files.wordpress.com/2009/10/muhammad-saw.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://yoga18green.files.wordpress.com/2009/10/muhammad-saw.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa ada seorang lelaki datang menghadap Rasulullah saw. Orang itu punya masalah besar. Ia berkata, “Ya Rasulullah, aku telah binasa.” &lt;br /&gt;&lt;div style="line-height: normal; margin: 6pt 0cm;"&gt;Rasulullah saw. bertanya, “Apa yang terjadi?”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: normal; margin: 6pt 0cm;"&gt;Orang itu menjawab, “Saya mendatangi isteri saya di pagi hari bulan Ramadhan dan saya berpuasa.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: normal; margin: 6pt 0cm;"&gt;Benar. Ini masalah besar. Orang ini telah melakukan dosa yang sangat besar. Ia bersetubuh dengan isteri secara sengaja sewaktu berpuasa di bulan Ramadhan. Namun orang ini sungguh hebat. Ia berani mengakui kesalahannya itu di hadapan Rasulullah saw.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: normal; margin: 6pt 0cm;"&gt;Apa yang dilakukan Rasulullah saw. kepada orang itu?&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: normal; margin: 6pt 0cm;"&gt;Rasulullah saw. tidak bermuka masam. Marah? Tidak. Beliau tidak memarahinya. Lelaki itu datang dengan rasa penyesalan dan ingin bertobat. Ia tidak datang dengan sikap membangkang. Ia datang berharap mendapat penyelesaian atas masalahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: normal; margin: 6pt 0cm;"&gt;Maka Rasulullah saw. bertanya, “Apakah kamu punya budak yang bisa dimerdekakan sebagai kafarat atas apa yang telah kamu lakukan?”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: normal; margin: 6pt 0cm;"&gt;Orang itu menjawab, “Tidak.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: normal; margin: 6pt 0cm;"&gt;Rasulullah saw. bertanya lagi, “Apakah kamu mampu berpuasa dua bulan berturut-turut?”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: normal; margin: 6pt 0cm;"&gt;Lelaki yang tak mampu menahan nafsunya itu menjawab, “Tidak.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: normal; margin: 6pt 0cm;"&gt;Rasulullah saw. bertanya lagi, “Apakah engkau mampu memberi makan 60 orang fakir miskin?”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: normal; margin: 6pt 0cm;"&gt;Lelaki itu sekali lagi menjawab, “Tidak.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: normal; margin: 6pt 0cm;"&gt;Tiba-tiba terjadi kebuntuan. Lelaki itu tidak punya apapun yang bisa digunakan untuk membayar kafarat atas perbuatan dosanya itu. Ia terduduk. Pasrah atas keputusan yang akan ditetapkan Rasulullah saw. atasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: normal; margin: 6pt 0cm;"&gt;Tak lama kemudian, datang seseorang membawa sebakul kurma. Orang ini memberi kurma itu kepada Rasulullah saw.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: normal; margin: 6pt 0cm;"&gt;Rasulullah saw. memanggil si lelaki yang melanggar aturan Allah swt. Kepada orang-orang yang berpuasa. Kepadanya Rasulullah saw. menyerahkan kurma itu. “Ambillah ini. Sedekahkan!”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: normal; margin: 6pt 0cm;"&gt;Orang itu malah bertanya, “Ya Rasulullah saw., apakah saya harus bersedekah kepada orang yang lebih miskin daripada saya? Demi Allah, tidak ada orang yang lebih miskin dari saya di Madinah ini.”&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: normal; margin: 6pt 0cm;"&gt;Mendengar itu Rasulullah saw. ketawa. Setelah itu Rasulullah saw. bersabda, “Kalau begitu, berikan kurma itu untuk makan keluargamu!”&lt;/div&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0cm;"&gt;Sungguh, betapa lebar senyum lelaki itu. Kafarat dosanya tertebus, keluarganya mendapat makanan. Subhanallah!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-6296101830102420754?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.dakwatuna.com/category/tarikh-islam/page/4/' title='Rasulullah pun Tertawa !'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/6296101830102420754/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=6296101830102420754' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/6296101830102420754'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/6296101830102420754'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2010/03/rasulullah-pun-tertawa.html' title='Rasulullah pun Tertawa !'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-1978617498368656072</id><published>2010-03-04T14:25:00.001+07:00</published><updated>2010-04-02T08:46:34.528+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peringatan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Khalifah Umar bin Abdul 'Aziz Menolak Kendaraan Dinas</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/S49gOVLkhcI/AAAAAAAAAO0/uJa5JimKxCs/s1600-h/gambar_berita_daerah1326.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/S49gOVLkhcI/AAAAAAAAAO0/uJa5JimKxCs/s320/gambar_berita_daerah1326.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Umar bin Abdul Aziz bin Marwan lahir di Hulwan, sebuah desa di Mesir, tahun 61 H saat ayahnya menjadi gubernur di daerah itu. Ibunya, Ummu ‘Ashim, putri ‘Ashim bin Umar bin Khaththab. Jadi, Umar bin Abdul Aziz adalah cicit Umar bin Khaththab dari garis ibu. &lt;br /&gt;Umar bin Abdul Aziz dibesarkan di lingkungan istana. Keluarganya, seperti keluarga raja-raja Dinasti Umayyah lainnya, memiliki kekayaan berimpah yang berasal dari tunjangan yang diberikan raja kepada keluarga dekatnya. Perkebunan miliknya menghasilkan 50.000 dinar per tahun.&lt;br /&gt;Meski demikian, orangtuanya tak tidak lupa memberi pendidikan agama. Sejak kecil Umar sudah hafal Al-Qur’an. Ayahandanya mengirim Umar ke Madinah untuk berguru kepada Ubaidillah bin Abdullah. Inilah salah satu titik balik dalam hidup Umar bin Abdul Aziz. Ia kini dikenal sebagai orang saleh dan meninggalkan gaya hidup suka berfoya-foya. Bahkan, Zaid bin Aslam berkata, “Saya tidak pernah melakukan shalat di belakang seorang imam pun yang hampir sama shalatnya dengan shalat Rasulullah saw. daripada anak muda ini, yaitu Umar bin Abdul Aziz. Dia sempurna dalam melakukan ruku’ dan sujud, serta meringankan saat berdiri dan duduk.” (Zaid bin Aslam dari Anas).&lt;br /&gt;Madinah bukan hanya membuat Umar bin Abdul Aziz saleh, tapi juga memberi perspektif tentang prinsip-prinsip dasar peradaban Islam di masa Rasulullah saw. dan Khulafaur Rasyidin. Umar memiliki pandangan yang berbeda dengan Bani Umayyah tentang sistem kekhalifahan yang diwariskan secara turun temurun.&lt;br /&gt;Ketika ayahandanya meninggal, Khalifah Abdul Malik bin Marwan meminta Umar bin Abdul Aziz datang ke Damaskus untuk dinikahkan dengan anaknya, Fathimah.&lt;br /&gt;Abdul Malik wafat dan kekhalifahan diwariskan kepada Al-Walid bin Abdul Malik. Di tahun 86 H, Khalifah baru mengangkat Umar bin Abdul Aziz menjadi Gubernur Madinah. Namun, pada tahun 93 H Khalifah Al-Walid memberhentikannya karena kebijakan Umar tidak sejalan dengan kebijakannya.&lt;br /&gt;Al-Walid juga berusaha mencopot kedudukan saudaranya, Sulaiman bin Abdul Malik, dari posisi Putra Mahkota. Ia ingin anaknya yang menjadi Putra Mahkota. Para pembesar dan pejabat negara menyetujui langkah Al-Walid. Tapi, Umar bin Abdul Aziz menolak.”Di leher kami ada bai’at,” kata Umar diulang-ulang di berbagai forum dan kesempatan. Akhirnya, Al-Walid memenjarakannya di ruang sempit dengan jendela tertutup.&lt;br /&gt;Setelah dikurung tiga hari, ia dibebaskan dalam kondisi memprihatikan. Mengetahui kondisi itu, Sulaiman bin Abdul Malik berkata, ”Dia adalah pengganti setelah saya.”&lt;br /&gt;Di tahun 99 H, ketika berusia 37 tahun, Umar bin Abdul Aziz diangkat sebagai Khalifah berdasarkan surat wasiat Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik. Saat diumumkan sebagai pengganti Sulaiman bin Abdul Malik, Umar berkata, ”Demi Allah, sesungguhnya saya tidak pernah memohon perkara ini kepada Allah satu kali pun.”&lt;br /&gt;Karena itu, di hadapan rakyat sesaat setelah dibaiat ia berkata, ”Saudara-saudara sekalian, saat ini saya batalkan pembaiatan yang saudara-saudara berikan kepada saya, dan pilihlah sendiri Khalifah yang kalian inginkan selain saya.” Umar ingin mengembalikan cara pemilihan kekhilafahan seperti yang diajarkan Nabi, bukan diwariskan secara turun-temurun. Tapi, rakyat tetap pada keputusannya: membaiat Umar bin Abdul Aziz.&lt;br /&gt;Setelah menjadi Khalifah, Umar bin Abdul Aziz melakukan gebrakan yang tidak biasa dilakukan arja-raja Dinasti Umayyah sebelumnya.&lt;br /&gt;Para petugas protokoler kekhalifahan terkejut luar biasa. Umar menolak kendaraan dinas. Ia memilih menggunakan binatang tunggangan miliknya sendiri. Al-Hakam bin Umar mengisahkan, ”Saya menyaksikan para pengawal datang dengan kendaraan khusus kekhalifahan kepada Umar bin Abdul Aziz sesaat dia diangkat menjadi Khalifah. Waktu itu Umar berkata, ’Bawa kendaraan itu ke pasar dan juallah, lalu hasil penjualan itu simpan di Baitul Maal. Saya cukup naik kendaran ini saja (hewan tunggangan).’”&lt;br /&gt;’Atha al-Khurasani berkata, ”Umar bin Abdul Aziz memerintahkan pelayannya untuk memanaskan air untuknya. Lalu pelayannya memanaskan air di dapur umum. Kemudian Umar bin Abdul Aziz menyuruh pelayannya untuk membayar setiap satu batang kayu bakar dengan satu dirham.”&lt;br /&gt;’Amir bin Muhajir menceritakan bahwa Umar bin Abdul Aziz akan menyalakan lampu milik umum jika pekerjaannya berhubungan dengan kepentingan kaum Muslimin. Ketika urusan kaum Muslimin selesai, maka dia akan memadamkannya dan segera menyalakan lampu miliknya sendiri.&lt;br /&gt;Yunus bin Abi Syaib berkata, ”Sebelum menjadi Khalifah tali celananya masuk ke dalam perutnya yang besar. Namun, ketika dia menjadi Khalifah, dia sangat kurus. Bahkan jika saya menghitung jumlah tulang rusuknya tanpa menyentuhnya, pasti saya bisa menghitungnya.”&lt;br /&gt;Abu Ja’far al-Manshur pernah bertanya kepada Abdul Aziz tentang kekayaan Umar bin Abdul Aziz, ”Berapa kekayaan ayahmu saat mulai menjabat sebagai Khalifah?” Abdul Aziz menjawab, ”Empat puluh ribu dinar.” Ja’far bertanya lagi, ”Lalu berapa kekayaan ayahmu saat meninggal dunia?” Jawab Abdul Aziz, ”Empat ratus dinar. Itu pun kalau belum berkurang.”&lt;br /&gt;Bahkan suatu ketika Maslamah bin Abdul Malik menjenguk Umar bin Abdul Aziz yang sedang sakit. Maslamah melihat pakaian Umar sangat kotor. Ia berkata kepada istri Umar, ”Tidakkah engkau cuci bajunya?” Fathimah menjawab, ”Demi Allah, dia tidak memiliki pakaian lain selain yang ia pakai.”&lt;br /&gt;Ketika shalat Jum’at di masjid salah seorang jamaah bertanya, ”Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah telah mengaruniakan kepadamu kenikmatan. Mengapa tak mau kau pergunakan walau sekedar berpakaian bagus?” Umar bin Abdul Aziz berkata, ”Sesungguhnya berlaku sederhana yang paling baik adalah pada saat kita kaya dan sebaik-baik pengampunan adalah saat kita berada pada posisi kuat.”&lt;br /&gt;Seorang pelayan Umar, Abu Umayyah al-Khashy berkata, ”Saya datang menemui istri Umar dan dia memberiku makan siang dengan kacang adas. Saya katakan kepadanya, ’Apakah setiap hari tuan makan dengan kacang adas?’” Fathimah menjawab, ”Wahai anakku, inilah makanan tuanmu, Amirul Mukminin.” ’Amr bin Muhajir berkata, ”Uang belanja Umar bin Abdul Aziz setiap harinya hanya dua dirham.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Suatu saat Umar bin Abdul Aziz mengumpulkan Bani Marwan. Ia berkata, ”Sesungguhnya Rasulullah saw. memiliki tanah fadak, dan dari tanah itu dia memberikan nafkah kepada keluarga Bani Hasyim. Dan dari tanah itu pula Rasulullah saw. mengawinkan gadis-gadis di kalangan mereka. Suatu saat Fathimah memintanya untuk mengambil sebagian dari hasil tanah itu, tapi Rasulullah saw. menolaknya. Demikian pula yang dilakukan Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. Kemudian harta itu diambil oleh Marwan dan kini menjadi milik Umar bin Abdul Aziz. Maka, saya memandang bahwa suatu perkara yang dilarang Rasulullah saw. melarangnya untuk Fathimah adalah bukan menjadi hakku. Saya menyatakan kesaksian di hadapan kalian semua, bahwa saya telah mengembalikan tanah tersebut sebagaimana pada zaman Rasulullah saw.” (riwayat Mughirah).&lt;br /&gt;Wahib al-Wadud mengisahkan, suatu hari beberapa kerabat Umar bin Abdul Aziz dari Bani Marwan datang, tapi Umar tak bisa menemui mereka. Lalu mereka menampaikan pesan lewat Abdul Malik, ”Tolong katakan kepada ayahmu bahwa para Khalifah terdahulu selalu memberikan keistimewaan dan uang kepada kami, karena mereka tahu kedudukan kami. Sementara ayahmu kini telah menghapuskannya.”&lt;br /&gt;Abdul Malik menemui ayahnya. Setelah kembali, Abdul Malik menyampaikan jawaban Umar bin Abdul Aziz kepada mereka, ”Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar, jika aku mendurhakai Tuhanku.” Umar mengutip ayat 15 surat Al-An’am.&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Aziz pun pernah memanggil istrinya, Fathimah binti Abdul Malik, yang memiliki banyak perhiasan pemberian ayahnya, Khalifah Abdul Malik. ”Wahai istriku, pilihlah olehmu, kamu kembalikan perhiasan-perhiasan ini ke Baitul Maal atau kamu izinkan saya meninggalkan kamu untuk selamanya. Aku tidak suka bila aku, kamu, dan perhiasan ini berada dalam satu rumah.” Fathimah menjawab, ”Saya memilih kamu daripada perhiasan-perhiasan ini.”&lt;br /&gt;’Amr bin Muhajir meriwayatkan, suatu hari Umar bin Abdul Aziz ingin makan apel, kemudian salah seorang anggota keluarganya memberi apel yang diinginkan. Lalu Umar berkata, ”Alangkah harum aromanya. Wahai pelayan, kembalikan apel ini kepada si pemberi dan sampaikan salam saya kepadanya bahwa hadiah yang dikirim telah sampai.”&lt;br /&gt;’Amr bin Muhajir mempertanyakan sikap Umar itu, ”Wahai Amirul Mukminin, orang yang memberi hadiah apel itu tak lain adalah sepupumu sendiri dan salah seorang yang masih memiliki hubungan kerabat yang sangat dekat denganmu. Bukankah Rasulullah saw. juga menerima hadiah yang diberikan orang lain kepadanya?”&lt;br /&gt;Umar bin Abdul Aziz menjawab, ”Celaka kamu, sesungguhnya hadiah yang diberikan kepada Rasulullah saw. adalah benar-benar hadiah, sedangkan yang diberikan kepadaku ini adalah suap.”&lt;br /&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Abdul Malik, putra Umar, menemui ayahnya, dan berkata, ”Wahai Amirul Mukminin, jawaban apa yang engkau persiapkan di hadapan Allah swt. di hari Kiamat nanti, seandainya Allah menanyakan kepadamu, ’Mengapa engkau melihat bid’ah, tapi engkau tidak membasminya, dan engkau melihat Sunnah, tapi engkau tidak menghidupkannya di tengah-tengah masyarakat?’”&lt;br /&gt;Umar menjawab, ”Semoga Allah swt. mencurahkan rahmat-Nya kepadamu dan semoga Allah memberimu ganjaran atas kebaikanmu. Wahai anakku, sesungguhnya kaummu melakukan perbuatan dalam agama ini sedikit demi sedikit. Jika aku melakukan pembasmian terhadap apa yang mereka lakukan, maka aku tidak merasa aman bahwa tindakanku itu akan menimbulkan bencana dan pertumpahan darah, serta mereka akan menghujatku. Demi Allah, hilangnya dunia bagiku jauh lebih ringan daripada munculnya pertumpahan darah yang disebabkan oleh tindakanku. Ataukah kamu tidak rela jika datang suatu masa, dimana ayahmu mampu membasmi bid’ah dan menghidupkan Sunnah?”&lt;br /&gt;Pemerintahan Umar bin Abdul Aziz sangat memprioitaskan kesejahtera rakyat dan tegaknya keadilan. Fathimah binti Abdul Malik pernah menemukan suaminya sedang menangis di tempat biaya Umar melaksanakan shalat sunnah. Fathimah berusaha membesarkan hatinya. Umar bin Abdul Aziz berkata, ”Wahai Fathimah, sesungguhnya saya memikul beban umat Muhammad dari yang hitam hingga yang merah. Dan saya memikirkan persoalan orang-orang fakir dan kelaparan, orang-orang sakit dan tersia-siakan, orang-orang yang tak sanggup berpakaian dan orang yang tersisihkan, yang teraniaya dan terintimidasi, yang terasing dan tertawan dalam perbudakan, yang tua dan yang jompo, yang memiliki banyak kerabat, tapi hartanya sedikit, dan orang-orang yang serupa dengan itu di seluruh pelosok negeri. Saya tahu dan sadar bahwa Tuhanku kelak akan menanyakan hal ini di hari Kiamat. Saya khawatir saat itu saya tidak memiliki alasan yang kuat di hadapan Tuhanku. Itulah yang membuatku menangis.”&lt;br /&gt;Malik bin Dinar berkata, ”Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi Khalifah, para penggembala domba dan kambing berkata, ”Siapa orang saleh yang kini menjadi Khalifah umat ini? Keadilannya telah mencegah serigala memakan domba-domba kami.”&lt;br /&gt;Begitulah Umar bin Abdul Aziz, meski memerintah tidak sampai dua tahun, rakyatnya hidup sejahtera. Umar bin Usaid berkata, ”Demi Allah, Umar bin Abdul Aziz tidak meninggal dunia hingga seorang laki-laki datang kepada kami dengan sejumlah harta dalam jumlah besar dan berkata, ’Salurkan harta ini sesuai kehendakmu.’ Ternyata tak ada seorang pun yang berhak menerimanya. Sungguh Umar bin Abdul Aziz telah membuat manusia hidup berkecukupan.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-1978617498368656072?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/1978617498368656072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=1978617498368656072' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/1978617498368656072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/1978617498368656072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2010/03/khalifah-umar-bin-abdul-aziz-menolak.html' title='Khalifah Umar bin Abdul &apos;Aziz Menolak Kendaraan Dinas'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/S49gOVLkhcI/AAAAAAAAAO0/uJa5JimKxCs/s72-c/gambar_berita_daerah1326.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-6709397096911066595</id><published>2009-11-01T17:07:00.002+07:00</published><updated>2010-02-28T16:18:25.645+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Sikap Prajurit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/S4orvY1qLOI/AAAAAAAAAOo/gjw8_d8Uj7U/s1600-h/IMG_1337.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/S4orvY1qLOI/AAAAAAAAAOo/gjw8_d8Uj7U/s320/IMG_1337.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443211192752024802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-family:Garamond;" &gt;''Ya Rabbi, jika tidak terhalang oleh lautan dan samudra yang terbentang luas di  hadapanku ini, maka aku akan menerobos seluruh daratan untuk berjuang di  jalan-Mu.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah perkataan Uqbah bin Nafi', seorang panglima tinggi  tentara Islam ketika pasukannya sampai di pantai lautan Atlantik. Keberanian dan  kehebatannya dibingkai oleh kesadaran akan hubungan dirinya dengan Allah, cermin  bagi setiap panglima dan prajurit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berhasil menaklukan Tunisia  di Afrika Utara melalui pertempuran dahsyat yang melibatkan adu kehebatan  strategi dan taktik militer, Uqbah bin Nafi' memerintahkan kepada pasukan  zeninya untuk membangun sebuah kota di sana. Akan tetapi, daerah tersebut  ditumbuhi alang-alang yang lebat lagi tinggi dan di dalamnya hidup berbagai  binatang buas seperti singa, serigala, dan ular. Sejenak pasukannya tertahan dan  menunggu perintah dari sang panglima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, Uqbah bin Nafi' berdiri di  tepi padang alang-alang seraya berkata, ''Hai jamaah singa, serigala, ular, dan  semua hewan yang ada di daerah ini. Kami adalah para sahabat Rasulullah Saw.  Kami akan membangun sebuah kota di daerah ini. Kami berharap kalian segera  meninggalkan daerah ini dengan aman dan damai. Kalau kalian tidak mau, jangan  salahkan kami bila bertindak dengan kekerasan.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama kemudian,  binatang-binatang itu keluar dari tempat persembunyiannya dan berhijrah ke  tempat lain. Beberapa orang prajurit mengusulkan kepada Uqbah bin Nafi', ''Wahai  Panglima, bagaimana kalau kami bunuh saja binatang-binatang yang sedang pindah  tempat itu?''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan nada marah Uqbah bin Nafi' menjawab, ''Kalau kita  membunuh mereka berarti kita telah melanggar janji kita kepada Allah Taala!  Bukankah kita sudah memberikan keamanan dan kedamaian kepada binatang-bintang  itu? Mengapa kita melanggar janji kita sendiri?''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana pertempuran,  sedikit banyak menyisakan trauma yang dapat menggoyahkan emosi prajurit.  Akibatnya, hal-hal yang fatal dapat dengan mudah terjadi, seperti pembunuhan  warga sipil, pemerkosaan, pembakaran rumah dan sekolah, hingga binatang-binatang  yang tak berdosa pun menjadi korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusaha memiliki pengetahuan  kemiliteran yang tinggi serta keahlian dalam merancang strategi dan sasaran  tempur adalah suatu keharusan bagi prajurit, tapi itu belum mencukupi bagi  seorang prajurit Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prajurit Muslim juga harus berusaha menjalankan  ajaran agama untuk meningkatkan kesadaran hubungannya kepada Allah, antara lain,  tidak melampaui batas dan berbuat baik kepada sesama. Sabda Rasulullah Saw,  ''Siapa saja yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka niscaya Dia akan  menjadikannya ahli dalam urusan agama.'' (HR. Bukhari-Muslim).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-6709397096911066595?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/6709397096911066595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=6709397096911066595' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/6709397096911066595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/6709397096911066595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/11/sikap-prajurit.html' title='Sikap Prajurit'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/S4orvY1qLOI/AAAAAAAAAOo/gjw8_d8Uj7U/s72-c/IMG_1337.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-8485081569789550022</id><published>2009-10-31T23:59:00.001+07:00</published><updated>2009-11-01T00:07:52.745+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyejuk hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Pernyataan Cinta</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Kusimpan kasih-Mu dalam dada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Segera saja bagai duri bakarlah aku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Meskipun aku diam tenang bagai ikan,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Kau yang telah menutup rapat bibirku,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Tariklah misaiku ke dekat-Mu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Apakah maksud-Mu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Mana kutahu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Bagai unta memahah biak makanannya,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Aku bagai benih di bawah tanah,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Aku menanti tanda musim semi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 128);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-8485081569789550022?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/8485081569789550022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=8485081569789550022' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/8485081569789550022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/8485081569789550022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/10/pernyataan-cinta.html' title='Pernyataan Cinta'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-1083460221766627776</id><published>2009-09-29T11:20:00.000+07:00</published><updated>2009-09-29T11:21:43.329+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyejuk hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><title type='text'>Kembali pada Tuhan</title><content type='html'>Jika engkau belum mempunyai ilmu, hanyalah prasangka,&lt;br /&gt;maka milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan.&lt;br /&gt;Begitulah caranya!&lt;br /&gt;Jika engkau hanya mampu merangkak,&lt;br /&gt;maka merangkaklah kepadaNya!&lt;br /&gt;Jika engkau belum mampu berdoa dengan khusyuk,&lt;br /&gt;maka tetaplah persembahkan doamu&lt;br /&gt;yang kering, munafik dan tanpa keyakinan;&lt;br /&gt;kerana Tuhan, dengan rahmatNya&lt;br /&gt;akan tetap menerima mata wang palsumu!&lt;br /&gt;Jika engkau masih mempunyai&lt;br /&gt;seratus keraguan mengenai Tuhan,&lt;br /&gt;maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja.&lt;br /&gt;Begitulah caranya!&lt;br /&gt;Wahai pejalan!&lt;br /&gt;Biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji,&lt;br /&gt;ayuhlah datang, dan datanglah lagi!&lt;br /&gt;Kerana Tuhan telah berfirman:&lt;br /&gt;“Ketika engkau melambung ke angkasa&lt;br /&gt;ataupun terpuruk ke dalam jurang,&lt;br /&gt;ingatlah kepadaKu,&lt;br /&gt;kerana Akulah jalan itu.”&lt;br /&gt;Empat Lelaki Dan Penterjemah&lt;br /&gt;Empat orang diberi sekeping wang.&lt;br /&gt;Pertama adalah orang Persia, ia berkata, “Aku akan membeli anggur.”&lt;br /&gt;Kedua adalah orang Arab, ia berkata, “Tidak, kerana aku ingin inab.”&lt;br /&gt;Ketiga adalah orang Turki, ia berkata, “Aku tidak ingin inab, aku ingin uzum.”&lt;br /&gt;Keempat adalah orang Yunani, ia berkata, “Aku ingin stafil.”&lt;br /&gt;Kerana mereka tidak tahu erti nama-nama tersebut, mereka mulai bertengkar. Mereka memang sudah mendapat informasi, tetapi tanpa pengetahuan.&lt;br /&gt;Orang bijak yang memperhatikan mereka berkata, “Aku tidak dapat memenuhi semua keinginan kalian, hanya dengan sekeping wang yang sama. Jika kalian jujur percayalah kepadaku, sekeping wang kalian akan menjadi empat; dan keempatnya akan menjadi satu.”&lt;br /&gt;Mereka pun tahu bahawa sebenarnya keempatnya dalam bahasa masing-masing, menginginkan benda yang sama, buah anggur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;( Jalaludin Rumi )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-1083460221766627776?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/1083460221766627776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=1083460221766627776' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/1083460221766627776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/1083460221766627776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/kembali-pada-tuhan.html' title='Kembali pada Tuhan'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-2663126750131081755</id><published>2009-09-29T11:12:00.000+07:00</published><updated>2009-09-29T11:20:05.701+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyejuk hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata-kata Bijak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><title type='text'>Mati Sebelum Kau Mati..</title><content type='html'>&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt; &lt;p&gt;Tafsiran Muutu Qabla anta Muutu : Rumi&lt;br /&gt;(’Mati’ sebelum Engkau Mati)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Kau sudah banyak menderita&lt;br /&gt;Tetapi kau masih terbalut tirai’&lt;br /&gt;Karena kematian adalah pokok segala&lt;br /&gt;Dan kau belum memenuhinya&lt;br /&gt;Deritamu tak kan habis sebelum kau ‘Mati’&lt;br /&gt;Kau tak kan meraih atap tanpa menyelesaikan anak tangga&lt;br /&gt;Ketika dua dari seratus anak tangga hilang&lt;br /&gt;Kau terlarang menginjak atap&lt;br /&gt;Bila tali kehilangan satu elo dari seratus&lt;br /&gt;Kau tak kan mampu memasukkan air sumur ke dalam timba&lt;br /&gt;Hai Amir, kau tak kan dapat menghancurkan perahu&lt;br /&gt;Sebelum kau letakan “mann” terakhir…&lt;br /&gt;Perahu yang sudah hancur berpuing-puing&lt;br /&gt;Akan menjadi matahari di Lazuardi&lt;br /&gt;Karena kau belum ‘Mati’,&lt;br /&gt;Maka deritamu berkepanjangan&lt;br /&gt;Hai Lilin dari Tiraz, padamkan dirimu di waktu fajar&lt;br /&gt;Ketahuilah mentari dunia akan tersembunyi&lt;br /&gt;Sebelum gemintang bersembunyi&lt;br /&gt;Arahkan tombakmu pada dirimu&lt;br /&gt;Lalu ‘Hancurkan’lah dirimu&lt;br /&gt;Karena mata jasadmu seperti kapas di telingamu…&lt;br /&gt;Wahai mereka yang memiliki ketulusan…&lt;br /&gt;Jika ingin terbuka ‘tirai’&lt;br /&gt;Pilihlah ‘Kematian’ dan sobekkan ‘tirai’&lt;br /&gt;Bukanlah karena ‘Kematian’ itu kau akan masuk ke kuburan&lt;br /&gt;Akan tetapi karena ‘Kematian’ adalah Perubahan&lt;br /&gt;Untuk masuk ke dalam Cahaya…&lt;br /&gt;Ketika manusia menjadi dewasa, matilah masa kecilnya&lt;br /&gt;Ketika menjadi Rumi, lepaslah celupan Habsyi-nya&lt;br /&gt;Ketika tanah menjadi emas, tak tersisa lagi tembikar&lt;br /&gt;Ketika derita menjadi bahagia, tak tersisa lagi duri nestapa…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-2663126750131081755?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/2663126750131081755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=2663126750131081755' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/2663126750131081755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/2663126750131081755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/mati-sebelum-kau-mati.html' title='Mati Sebelum Kau Mati..'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-2583022434822568737</id><published>2009-09-22T21:04:00.003+07:00</published><updated>2009-09-22T21:13:09.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata-kata Bijak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SrjbRI5yhII/AAAAAAAAAOg/8OKiskiXjKw/s1600-h/idulfi33ijo.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 256px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SrjbRI5yhII/AAAAAAAAAOg/8OKiskiXjKw/s320/idulfi33ijo.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384294442015556738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, Muhammad Utama Al-Faruqi, selaku admin website ini, mengucapkan : SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1430 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN, TAQOBALLAHU MINNA WA MINKUM ( Semoga Allah menerima amal Ramadhan diriku dan dirimu ).  Kami mohon maaf jika ada kata-kata / posting blog yang mungkin menyinggung perasaan anda, karena manusia itu tempat khilaf dan lupa. Mungkin di bulan syawal ini update blog tidak terlalu sering, karena admin sibuk silaturrahmi sana-sini. Kami mohon maaf..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/Srjasfw6baI/AAAAAAAAAOY/5ZtER2HWRIQ/s1600-h/idulfi31.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 408px; height: 316px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/Srjasfw6baI/AAAAAAAAAOY/5ZtER2HWRIQ/s320/idulfi31.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5384293812497182114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-2583022434822568737?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/2583022434822568737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=2583022434822568737' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/2583022434822568737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/2583022434822568737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/selamat-hari-raya-idul-fitri.html' title='SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SrjbRI5yhII/AAAAAAAAAOg/8OKiskiXjKw/s72-c/idulfi33ijo.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-6409671984216370081</id><published>2009-09-15T13:14:00.003+07:00</published><updated>2009-09-15T13:46:20.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Iblis'/><title type='text'>HIKAYAT IBLIS....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/Sq814QJ4EVI/AAAAAAAAAOQ/7JM8Wnv9cKQ/s1600-h/IMG_1235.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/Sq814QJ4EVI/AAAAAAAAAOQ/7JM8Wnv9cKQ/s320/IMG_1235.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381579320256368978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji hanya milik Allah SWT Semesta Alam. Shalawat dan salam sejahtera  semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi yang Ummi, Muhammad SAW, dan kepada  keluarganya serta sahabatnya yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Mu'adz bin  Jabal r.a., dari Ibnu Abbas r.a. yang berkisah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bersama Rasulullah  SAW dirumah salah seorang sahabat anshar, dimana saat itu kami ditengah-tengah  jamaah. Lalu ada suara orang memanggil dari luar, "Wahai para penghuni rumah,  apakah kalian mengizinkanku masuk, sementara kalian butuh  kepadaku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bertanya kepada para jamaah, "Apakah kalian  tahu, siapa yang memanggil dari luar itu ?". Mereka menjawab, "Tentu Alllah SWT  dan Rasul-Nya lebih tahu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Rasulullah SAW menjelaskan, "ini adalah  iblis yang terkutuk -semoga Allah senantiasa melaknatnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Umar  r.a. meminta izin kepada Rasulullah sembari berkata, "YA Rasulullah, apakah  engkau mengizinkanku untuk membunuhnya?". Beliau Nabi SAW menjawab, "bersabarlah  wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa ia termasuk mahluk yang tertunda  kematiannya sampai batas waktu yang telah diketahui (hari Kiamat)? Akan tetapi  sekarang silahkan kalian membukakan pintu untuknya. Sebab ia diperintahkan untuk  datang kesini, maka pahamilah apa yang diucapkan dan dengarkan apa yang bakal ia  ceritakan kepada kalian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata : Kemudian dibukakan pintu,  lalu ia masuk di tengah-tengah kami. Ternyata ia berupa orang yang sudah tua  bangka dan buta sebelah mata. Ia berjenggot sebanyak tujuh helai rambut yang  panjangnya seperti rambut kuda. Kedua kelopak matanya terbelah keatas tidak ke  samping. Sedangkan kepalanya seperti gajah yang sangat besar, gigi taringnya  memanjang keluar seperti babi. Sementara kedua bibirnya seperti bibir  kerbau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia datang sambil memberi salam. "Assalamu'alaika ya Muhammad,  Assalamu'alaikum ya jamaa'atal-muslimim. " kata iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW menjawab,  "Assalamu lillah ya la'iin (Keselamatan hanya milik Allah wahai mahluk yang  terkutuk). Saya mendengar engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluan  tersebut wahai iblis?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Muhammad, saya datang kesini bukan karena  kemauanku sendiri, tapi saya datang kesini karena terpaksa", tutur  iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang membuatmu terpaksa harus datang kesini wahai mahluk  terkutuk?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis menjawab, "Telah datang kepadaku  seorang malaikat yang diutus oleh Tuhan Yang Maha Agung, dimana utusan itu  berkata kepadaku, 'Sesungguhnya Allah SWT memerintahmu untuk datang kepada  Muhammad SAW sementara engkau adalah mahluk yang rendah dan hina. Engkau harus  memberi tahu kepadanya, bagaimana engkau menggoda dan merekayasa anak-cucu Adam  AS, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Lalu engkau harus menjawab  segala apa yang ditanyakan Muhammad SAW dengan jujur. Maka demi Kebesaran dan  Keagungan Allah SWT, jika engkau menjawab dengan bohong, sekalipun hanya sekali,  sungguh engkau akan Allah SWT jadikan debu yang bakal dihempaskan oleh angin  kencang, dan musuh-musuhmu akan merasa senang'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, maka  sekarang saya datang kepadamu sebagaimana yang diperintahkan kepadaku. Maka  tanyakan apa saja yang engkau inginkan. Kalau sampai saya tidak menjawab dengan  jujur, maka musuh-musuhku akan merasa senang atas musibah yang bakal saya  terima. Sementara tidak ada beban yang lebih berat bagiku daripada bersenangnya  musuh-musuhku atas musibah yang menimpa diriku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW mulai  melemparkan pertanyaan kepada iblis, "Jika engkau bisa menjawab dengan jujur,  maka coba ceritakan kepadaku, siapa orang yang paling engkau  benci?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis menjawab dengan jujur, "Engkau, wahai Muhammad, adalah  orang yang paling aku benci dan kemudian orang-orang yang mengikuti  agamamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu siapa lagi yang palimg engkau benci?" tanya Rasulullah  SAW.&lt;br /&gt;"Seorang pemuda yang bertakwa dimana ia mencurahkan dirinya hanya kepada  Allah SWT ", jawab iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa lagi?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Orang  alim yang wara' (menjaga diri dari syubhat) lagi sabar," jawab  iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa lagi?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Orang yang senantiasa  melanggengkan kesucian dari tiga kotoran (hadats besar, kecil, dan najis)",  tutur iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa lagi?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Orang fakir yang  senantiasa bersabar, yang tidak pernah menuturkan kefakirannya kepada siapapun  dan juga tidak pernah mengeluhkan penderitaan yang dialaminya," jawab  iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu dari mana engkau tahu kalau ia bersabar?" tanya Rasulullah  SAW.&lt;br /&gt;"Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya  kepada mahluk yang sama dengannya selama tiga hari, maka Allah SWT tidak akan  mencatat perbuatannya dalam kelompok orang-orang yang bersabar," jelas  iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu siapa lagi wahai iblis?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Orang  kaya yang bersyukur", tutur iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu apa yang bisa memberi tahu  kepadamu, bahwa ia bersyukur?" Tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Bila saya melihatnya ia  mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan dan kemudian disalurkan pada  tempatnya", tutur iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kondisimu apabila ummatku menjalankan  shalat?" Tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Wahai Muhammad, saya langsung merasa gelisah  dan gemetar," jawab iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa wahai mahluk yang terkutuk?" tanya  Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Sesunguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah SWT  sekali sujud, maka Allah SWT akan mengangkat satu derajat (tingkat). Apabila  mereka berpuasa, maka saya terikat sampai mereka berbuka kembali. Apabila mereka  menunaikan manasik haji, maka saya jadi gila. Apabila mereka membaca Al-Qur'an,  maka saya akan meleleh (mencair) seperti timah yang dipanaskan dengan api.  Apabila mereka bersedekah maka seakan-akan orang yang bersedekah tersebut  mengambil kapak lalu memotong saya menjadi dua," jawab iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa  demikian wahai Abu Murrah (julukan iblis)?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Sebab  dalam sedekah ada empat perkara yang perlu diperhatikan; Dengan sedekah itu,  Allah SWT akan menurunkan keberkahan dalam hartanya, menjadikan ia disenangi  dikalangan mahluk-Nya, dengan sedekah itu pula Allah SWT akan menjadikan suatu  penghalang antara neraka dengannya dan akan menghindarkan segala bencana dan  penyakit," tutur iblis menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu bagaimana pendapatmu tentang  Abu Bakar?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Ia sewaktu Jahiliyyah saja tidak pernah  taat kepadaku, apalagi sewaktu dalam Islam", tutur iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana  dengan Umar bin Khaththab?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Demi Allah SWT, setiap  kali saya bertemu dengannya, mesti akan lari darinya," jawab  iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana dengan Utsman?" tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Saya merasa  malu terhadap orang yang para malaikat saja malu kepadanya", jawab  iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu bagaimana dengan Ali bin Abi Thalib?" tanya Rasulullah  SAW.&lt;br /&gt;"Andaikan saya bisa selamat darinya dan tidak pernah bertemu dengannya,  ia meninggalkanku dan saya pun meninggalkannya. Akan tetapi ia tidak pernah  melakukan hal itu sama sekali" tutur iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Segala puji bagi Allah SWT  yang telah menjadikan ummatku bahagia dan mencelakakanmu sampai pada waktu yang  ditentukan", tutur Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak dan tidak mungkin, dimana  ummatmu bisa bahagia sementara saya senantiasa hidup dan tidak mati sampai pada  waktu yang telah ditentukan. Lalu bagaimana engkau bisa bahagia terhadap ummtmu,  sementara saya bisa masuk kepada mereka melalui aliran darah dan daging,  sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang telah menciptakanku dan telah  menunda kematianku sampai pada hari mereka dibangkitkan kembali (Kiamat),  sungguh saya akan menyesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang  alim, yang awam maupun yang bisa membaca Al-Qur'an, yang nakal maupun yang rajin  beribadah, kecuali hamba-hamba Allah SWT yang mukhlis (murni)," tutur  iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa menurut engkau hamba-hamba Allah SWT yang mukhlis itu?"  Tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis menjawab dengan panjang lebar, "Apakah engkau  tidak tahu wahai Muhammad, bahwa orang yang masih suka dirham dan dinar (harta)  adalah belum bisa murni karena Allah SWT. Apabila saya melihat seseorang sudah  tidak menyukai dirham dan dinar, serta tidak suka dipuji, maka saya tahu bahwa  ia adalah orang yang mukhlis karena Allah, lalu saya tinggalkan. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bungakehidupan.files.wordpress.com/2009/01/setan1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 208px; height: 194px;" src="http://bungakehidupan.files.wordpress.com/2009/01/setan1.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sesungguhnya  seorang hamba selagi masih suka harta dan pujian, sedangkan hatinya selalu  bergantung pada kesenangan-kesenangan duniawi, maka ia akan lebih taat kepadaku  daripada orang-orang yang telah saya jelaskan kepadamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah engkau  tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cinta harta itu termasuk dosa yang paling  besar? Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cinta kedudukan adalah  termasuk dosa yang paling besar? Apakah engkau tidak tahu saya memiliki tujuh  puluh ribu anak, sedangkan setiap anak dari jumlah tersebut memiliki tujuh puluh  ribu setan. Diantara mereka ada yang sudah saya tugaskan untuk menggoda ulama,  ada yang saya tugaskan untuk menggoda para pemuda, ada yang saya tugaskan untuk  menggoda orang-orang yang sudah tua. Anak-anak muda bagi kami tidak masalah,  sedangkan anak-anak kecil lebih mudah kami permainkan sekehendak saya. Diantara  mereka juga ada yang saya tugaskan untuk menggoda orang-orang yang tekun  beribadah, dan ada juga yang saya tugaskan untuk menggoda orang-orang zuhud.  Mereka keluar-masuk dari kondisi ke kondisi lain, dari satu pintu ke pintu lain,  sehingga mereka berhasil dengan menggunakan cara apapun. Saya ambil dari mereka  nilai keikhlasan dalam hatinya, sehingga mereka beribadah kepada Allah dengan  tidak ikhlas, sementara mereka tidak merasakan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah engkau  tidak tahu wahai Muhammad, bahwa Barshish seorang rahib (pendeta) yang berbuat  ikhlas karena Allah selama tujuh puluh tahun, sehingga dengan doanya ia sanggup  menyelamatkan orang-orang yang sakit. Akan tetapi saya tidak berhenti  menggodanya sehingga ia sempat berbuat zina dengan seorang perempuan, membunuh  orang dan mati dalam kondisi kafir? Inilah yang disebutkan oleh Allah SWT dalam  kitab-Nya dengan firman-Nya: "(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti  (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia : 'Kafirlah kamu', maka  tatkala manusia itu telah kafir ia berkata, 'sesungguhnya aku cuci tangan  darimu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan Semesta Alam".  (QS.Al-Hasyr:16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa  kebohongan itu dari saya, saya adalah yang berbohong pertama kali. Orang yang  berbohong adalah temanku. Barangsiapa bersumpah atas nama Allah dengan berbohong  maka ia adalah kekasihku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa  saya pernah bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan atas nama Allah, "Bahwa saya  akan memberi nasihat kepada kalian berdua'. Maka sumpah bohong itu menyenangkan  hatiku. Sedangkan menggunjing dan mengadu domba adalah buah santapan dan  kesukaanku. Kesaksian dusta adalah penyejuk mataku dan kesenanganku. Barangsiapa  bersumpah dengan menceraikan istrinya (talak) maka hampir tidak akan bisa  selamat, sekalipun hanya sekali. Andaikan itu benar, yang karenanya orang  membiasakan lidahnya mengucapkan kata-kata tersebut, istrinya akan menjadi  haram. Kemudian dari pasangan tersebut menghasilkan keturunan sampai hari Kiamat  nanti yang semuanya hasil dari anak-anak zina. Sehingga seluruhnya masuk neraka  hanya gara-gara satu ucapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara  ummatmu ada orang yang menunda-nunda shalatnya dari waktu ke waktu. Ketika ia  hendak menjalankan shalat maka saya selalu berada padanya dan mengganggu sembari  berkata kepadanya, 'Masih ada waktu, teruskan engkau sibuk dengan urusan dan  pekerjaan yang engkau lakukan' sehingga ia menunda shalatnya, dan kemudian  shalat diluar waktunya. Akibatnya dengan shalat yang dikerjakan diluar waktunya  itu akan dipukul di kepalanya. Kalau saya merasa kalah, maka saya mengirim  kepadanya salah seorang dari setan-setan manusia yang akan menyibukkan waktunya.  Kalau dengan usaha itu saya masih kalah, maka saya tinggalkan sampai ia  menjalankan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dalam shalatnya saya berkata kepadanya,  'Lihatlah ke kanan dan ke kiri'. Akhirnya ia melihat. Maka pada saat itu  wajahnya saya usap dengan tangan saya, kemudian saya menghadap didepan matanya  sembari berkata, 'engkau telah melakukan apa yang tidak akan menjadi baik  lamanya'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, engkau tahu, bahwa orang yang banyak menoleh  dalam shalatnya, Allah akan memukul kepalanya dengan shalat tersebut. Kalau  dalam shalat ia sanggup mengalahkan saya, sementara ia shalat sendirian, maka  saya perintahkan untuk tergesa-gesa. Maka ia mengerjakan shalat seperti ayam  yang mencocok benih-benih untuk dimakan dan segera meninggalkannya. Kalau ia  sanggup mengalahkan saya, dan shalat berjamaah, maka saya kalungkan rantai  dilehernya. Ketika ia sednag ruku' saya tarik kepalanya keatas sebelum imam  bangun dari ruku' dan saya turunkan sebelum imam turun. Wahai Muhammad, engkau  tahu, bahwa orang yang melakukan shalat seperti itu, maka batal shalatnya, dan  di hari Kiamat nanti Allah akan menyalin kepalanya dengan kepala  keledai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dengan cara tersebut saya masih kalah, maka saya  perintahkan meremas-remas jari-jemarinya sehingga bersuara, sedangkan ia sedang  shalat, karenanya ia tidak termasuk orang-orang yang bertasbih kepadaku padahal  ia sedang shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dengan cara tersebut masih juga tidak mempan,  maka saya tiup hidungnya sehingga ia menguap, sementara ia sedang shalat. Kalau  ia tidak menutupi mulutnya dengan tangannya maka setan masuk kedalam perutnya,  sehingga ia semakin rakus dengan dunia dan berbagai perangkapnya. Ia akan selalu  mendengar dan taat kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana ummatmu bisa bahagia wahai  muhammad, sementara saya memerintah orang-orang miskin untuk meninggalkan  shalat, dan saya berkata kepadanya, 'Shalat bukanlah kewajiban kalian, shalat  hanya kewajiban orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah'. Saya pun berkata  kepada orang yang sakit, 'Tinggalkan shalat, karena shalat bukanlah kewajibanmu.  Shalat hanyalah kewajiban orang-orang yang diberi nikmat kesehatan. Sebab Allah  sudah berfirman, '...dan tidak apa-apa bagi seorang yang sedang sakit...' (QS  An-Nur:61). Kalau engkau sudah sembuh baru melakukan shalat. Akhirnya ia mati  dalam kondisi kafir. Apabila ia mati dengan meninggalkan shalat ketika sedang  sakit, maka ia akan bertemu Allah dengan dimurkai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, jika  saya menyimpang dan berdusta kepadamu, maka hendaknya engkau memohon kepada  Allah agar saya dijadikan debu yang lembut. Wahai Muhammad, apakah engkau masih  juga merasa gembira terhadap ummatmu, sementara saya bisa memurtadkan seperenam  dari ummatmu untuk keluar dari Islam?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah SAW  meneruskan pertanyaannya, "Wahai mahluk yang terkutuk, siapa teman  dudukmu?".&lt;br /&gt;"Orang-orang yang suka makan riba", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu  siapa teman dekatmu?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Orang yang berzina", jawab  Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa teman tidurmu?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Orang yang  mabuk", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa tamumu?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Pencuri",  jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa utusanmu?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Tukang sihir",  jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang menyenangkan pandangan matamu?", tanya Rasulullah  SAW.&lt;br /&gt;"Orang yang bersumpah dengan talak", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa  kekasihmu?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Orang yang meninggalkan shalat Jum'at",  jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai mahluk yang terkutuk, apa yang mengakibatkan  punggungmu patah?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Suara ringkik kuda untuk berperang  membela agama Allah SWT", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang membuat hatimu panas?",  tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Banyak beristighfar kepada Allah, baik di malam hari  maupun di siang hari", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang membuatmu merasa malu dan  hina?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Sedekah secara rahasia", jawab  Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang menjadikan matamu buta?", tanya Rasulullah  SAW.&lt;br /&gt;"Shalat diwaktu sahur", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang dapat  mengendalikan kepalamu?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Memperbanyak shalat  berjamaah", tutur Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa orang yang paling membahagiakanmu?",  tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Orang yang sengaja meninggalkan shalat", tutur  Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang paling celaka menurut engkau?", tanya Rasulullah  SAW.&lt;br /&gt;"Orang-orang yang kikir", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang paling menyita  pekerjaanmu?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Majelis orang-orang alim", jawab  Iblis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana cara engkau makan?", tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Dengan  tangan kiriku dan jari-jemariku", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dimana engkau mencari  tempat berteduh untuk anak-anakmu diwaktu panas?", tanya Rasulullah  SAW.&lt;br /&gt;"Dibawah kuku manusia", jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berapa kebutuhan yang  pernah engkau minta kepada Tuhanmu?", Tanya Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;"Sepuluh macam",  jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa saja itu wahai mahluk terkutuk?", tanya Rasulullah  SAW.&lt;br /&gt;Iblis pun menjawab : "Saya meminta-Nya agar saya bisa berserikat dengan  anak-cucu Adam dalam harta kekayaan dan anak-anak mereka. Akhirnya Allah  mengizinkanku berserikat dalam kelompok mereka. Itulah maksud firman Allah SWT :  'Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah  mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan  belaka'. QS.Al-Isra':64).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya,  maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan makanan yang bercampur riba dan  haram serta segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari  setan yang terkutuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada  Allah dari setan ketika bersetubuh dengan istrinya, maka setan akan ikut  bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan  yang tidak dihalalkan, maka saya adalah temannya. Itulah maksud firman Allah  SWT: 'Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang  berjalan kaki'. (QS.Al-Isra':64).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon kepada-Nya agar saya punya  rumah, maka rumahku adalah kamar mandi. Saya memohon agar saya punya masjid,  akhirnya pasar menjadi masjidku. Saya memohon agar saya punya Al-Qur'an, maka  syair adalah Al-Qur'anku. Saya memohon agar saya punya adzan, maka terompet  adalah penggilan adzanku. Saya memohon kepada-Nya agar saya punya tempat tidur,  maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku. Saya memohon agar saya memiliki  teman-teman yang menolongku, maka kelompok Al-Qadariyyah menjadi teman-teman  yang membantuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya memohon agar saya memiliki teman-teman dekat,  maka orang-orang yang menginfakkan harta kekayaannya untuk kemaksiatan adalah  teman dekatku. Itulah maksud firman Allah SWT : 'Sesungguhnya pemboros-pemboros  itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada  Tuhannya'. (QS.Al-Isra':27) ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW berkata kepada Iblis,  "Andaikan tidak setiap apa yang engkau ucapkan itu didukung oleh ayat-ayat dari  Kitab Allah tentu aku tidak akan membenarkanmu". Lalu Iblis berkata lagi, "Wahai  Muhammad, saya memohon kepada Allah agar saya bisa melihat anak-cucu Adam,  sementara mereka tidak bisa melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku bisa  mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku bisa berjalan kemanapun sesuai  kemauan diriku dan dengan cara bagaimana pun. Kalau saya mau dalam sesaat pun  bisa. Kemudian Allah berfirman kepadaku. 'Engkau bisa melakukan apa saja yang  kau minta'. Akhirnya saya merasa senang dan bangga sampai hari Kiamat.  Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih banyak daripada orang yang  mengikutimu. Sebagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari  Kiamat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis melanjutkan lagi, "Saya memiliki anak yang saya beri nama  Atamah. Ia akan kencing di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan  shalat Isya'. Andaikan tidak karenanya tentu manusia tidak akan tidur terlebih  dahulu sebelum menjalankan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga punya anak yang saya beri  nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang hamba melakukan ketaatan (ibadah) dengan  rahasia dan ingin menutupinya, maka anak saya tersebut senantiasa membatalkannya  dan dipamerkan ditengah-tengah manusia, sehingga semua manusia tahu. Akhirnya  Allah membatalkan sembilan puluh sembilan dari seratus pahala. Sehingga yang  tersisa hanya satu pahala. Sebab setiap ketaatan yang dilakukan secara rahasia  akan diberi seratus pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya punya anak lagi yang bernama Kuhyal,  dimana ia bertugas mengusapi celak mata semua orang yang sedang berada di  majelis pengajian dan ketika khatib sedang berkuthbah. Sehingga mereka terkantuk  dan akhirnya tidur, tidak bisa mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama.  Mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala sedikitpun untuk  selamanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis melanjutkan lagi, "Setiap kali ada perempuan keluar  mesti ada setan yang duduk di pinggulnya, ada pula yang duduk di daging yang  mengelilingi kukunya. Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-orang yang  melihatnya. Kedua setan itu kemudian berkata kepadanya, 'Keluarkan tanganmu'.  Akhirnya ia mengeluarkan tangannya, kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan  nodanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis melanjutkan lagi, "Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak  bisa menyesatkan sedikit pun. Akan tetapi saya hanya akan mengganggu dan  menghiasi. Andaikan saya memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan, tentu  saya tidak membiarkan segelintir manusia pun di muka bumi ini yang masih sempat  mengucapkan dua kalimat Syahadat, 'Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad  adalah Utusan-Nya'. Tidak akan ada lagi orang yang shalat dan berpuasa.  Sebagaimana engkau wahai Muhammad, tidak berhak untuk memberikan hidayah sedikit  pun kepada siapa saja. Akan tetapi engkau adalah seorang utusan dan penyampai  amanat dari Allah. Andaikan engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi  hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir orang kafir pun di muka  bumi ini. Engkau hanyalah sebagai argumentasi (Hujjah) Allah SWT terhadap  mahluk-Nya. Sementara saya hanyalah menjadi sebab celakanya orang yang  sebelumnya sudah dicap oleh Allah sebagai orang celaka. Orang yang bahagia dan  beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia oleh Allah sejak dalam perut  ibunya, sedangkan orang yang celaka adalah orang yang dijadikan celaka oleh  Allah sejak dalam perut ibunya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW kemudian membacakan  firman Allah SWT : "Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia  ummat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali  orang-orang yang diberi Rahmat oleh Tuhanmu'. (QS.Hud:118-119).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian  beliau Nabi SAW melanjutkan dengan firman Allah SWT : "Dan adalah ketetapan  Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku". (QS.Al-Ahzab:38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas  Rasulullah SAW berkata lagi kepada iblis, "Wahai Abu Murrah (iblis), apakah  engkau masih mungkin bertobat dan kembali kepada Allah, sementara saya akan  menjaminmu masuk surga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis menjawab, "Wahai Rasulullah, Ketentuan  telah memutuskan dan Qalam pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini  hingga hari Kiamat nanti. Maka Maha Suci Allah Yang telah menjadikanmu sebagai  tuan para Nabi dan Khathib para penduduk Surga, Dia telah memilih dan  mengkhususkan dirimu. Sementara Dia telah menjadikan saya sebagai tuan  orang-orang celaka dan Khatib para penduduk Neraka. Saya adalah mahluk yang  celaka lagi terusir. Ini adalah akhir dari apa yang saya beritahukan kepadamu,  dan saya mengatakan sejujurnya ".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala Puji bagi Allah Tuhan Semesta  Alam, Awal dan Akhir, Zhahir dan Bathin Dan semoga Shalawat dan Salam sejahtera  tetap diberikan kepada seorang Nabi yang Ummi dan kepada para keluarga dan  sahabatnya serta para Utusan dan para  Nabi.&lt;br /&gt;------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari  Syajaratul Kaun, doktrin tentang pribadi manusia pilihan, Muhammad SAW, yang  ditulis oleh Asy-Syaikh Al-Akbar Muhyidin Ibnu Arabi Abdullah Muhammad bin Ali  bin Muhammad bin Ahmad bin Ali Al-Hatimi Ath-Tha'i Al-Andalusia), 17 Ramadhan  560 H - 22 Rabi'uts-Tsani 638 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat buat kita semua, para  pengikut Rasulullah SAW, manusia pilihan, tuan para Nabi dan Khathib para  penduduk Surga. Semoga pula kita diberikan-Nya kemampuan dan ketebalan iman  untuk mengiktu Al-Qur'an &amp;amp; Al-Hadits, kemudian dihari berbangkit nanti oleh  Allah SWT, kita digolongkan didalam barisan dan kelompoknya Nabi Muhammad SAW.  Amin. Akhirul kalam, afwan jika ada kekeliruan dan apabila menjadikan kurang  berkenan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-6409671984216370081?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/6409671984216370081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=6409671984216370081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/6409671984216370081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/6409671984216370081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/hikayat-iblis.html' title='HIKAYAT IBLIS....'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/Sq814QJ4EVI/AAAAAAAAAOQ/7JM8Wnv9cKQ/s72-c/IMG_1235.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-5517094132032283309</id><published>2009-09-15T13:06:00.002+07:00</published><updated>2009-09-15T13:11:26.198+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>MATINYA HATI...</title><content type='html'>Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak  orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat merindukan kekasih.  Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti  penagih hutang yang kejam ia perlakukan tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jahil engkau  disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau  dituntut beramal dengan ilmu yang Allah berikan. Tanpa itu alangkah besar  kemurkaan Allah atasmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap  tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di  dingin malam, lapar perut karena shiam at&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/Sq8v28DA1RI/AAAAAAAAAOI/Y_dP50A9otw/s1600-h/Gambar+%28177%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/Sq8v28DA1RI/AAAAAAAAAOI/Y_dP50A9otw/s320/Gambar+%28177%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5381572700609238290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;au kedalaman munajat dalam  rakaat-rakaat panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu  bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian  masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah  seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asshiddiq Abu Bakar Ra. Selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH,  jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku  karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka”, ucapnya  lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta  dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang  beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya  kepada khalayak. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak.  Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan  menyalahkan banyak orang karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka  dengan ambisi pribadinya, atau tidak mau kalah atau tertinggal di belakang para  pejuang. Mereka telah menukar kerja dan kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana kau letakkan  dirimu? Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing.  Begitu kerap engkau bergetar dan takut, sampai sesudah pengalaman dan ilmu makin  bertambah, eng-kaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar.  Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga  getarannya tak terasa lagi saat obyek ma’siat menggodamu dan engkau  menikmatinya? Malu kepada Allah dan hati nurani tak ada lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam-malam  berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa  jenjang kedewasaan ruhani bertambah tinggi. Rasa malu kepada Allah, dimana kau  kubur dia? Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara  terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung.  228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden usia SMP &amp;amp; SMU 25 %  mengaku telah berzina dan hampir separuhnya setuju remaja berhubungan seks di  luar nikah asal jangan perkosaan, walaupun pada saatnya mereka  memperkosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan masyarakat memanjakan mereka, karena “mereka masih  dibawah usia”. Mungkin engkau mulai berfikir “Jamaklah, bila aku main mata  dengan aktifis perempuan - bila engkau laki-laki atau sebaliknya (akhi dan  ukhti)- di celah-celah rapat atau ber-dialog dalam jarak sangat dekat atau  bertelepon dengan menambah waktu sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak  jauh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa jamaknya ‘dosa kecil’ itu dalam hatimu. Kemana getarannya  yang gelisah dan terluka dulu, saat “TV Thaghut” menyiarkan segala “kesombongan  jahiliyah dan maksiat? Saat engkau mau muntah melihat laki-laki berpakaian  perempuan, karena kau sangat percaya kepada ustadzmu yang mengatakan “Jika Allah  melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa  tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat?” Ataukah taqwa berlaku saat  berkumpul bersama dan yang paling tinggi berteriak “Ini tidak islami” berarti ia  paling islami, lalu sesudah itu urusan kesendirian tinggallah antara engkau  dengan lamunanmu, tak ada Allah disana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kau telah jadi kader  hebat. Tidak lagi malu-malu tampil. Justeru engkau sangat malu untuk menahan  tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Kau yang  tak mampu melawan berontak hatimu untuk tidak makan berdiri di tengah suatu  resepsi mewah. Berbisiklah syaithanmu : “Jika kau duduk di lantai atau di kursi  malam ini citra da’wah akan ternoda”. Seakan engkau-lah pemilik da’wah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupakah kau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka  pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter. Begitu jauhnya inhiraf di  kalangan awam, tak lain karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu.  Siapa yang mau menghormati ummat yang “kiayi”-nya membayar beberapa ratus ribu  kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi, lalu dengan  enteng mengatakan “Itu maharku, Allah waliku dan malaikat itu saksiku” dan  sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah? Siapa yang akan  memandang ummat yang da’inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis  penyanyi lalu mengatakan “Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam seperti  ayah, bahkan lebih dekat lagi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah engkau juga menambah barisan  kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai ‘alimullisan (alim di lidah)? Apa  kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke  lembah yang sama? Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan  seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam organisasinya? Kau andalkan  penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat masyarakat  awam? Bukankah ini mengkomersilkan kekuarangan masyarakat? Koruptor macam apa  engkau ini? Semoga ini tak terjadi pada dirimu, karena kafilah yang pernah  berlalu tak sunyi dari peruntuh bangunan yang dibina dengan susah payah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka.  Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada Amerika  dan Zionis dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk makanan mereka, semata-mata  karena nuansa “westernnya”. Engkau akan menjadi faqih pedebat yang tangguh saat  engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan “lihatlah, betapa Amerikanya  aku”. Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau  punya harga diri. Mahatma Ghandi memimpin perjuangan kemerdekaan India dengan  kain tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang tak bermerk. Namun setiap  ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur  di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana. Bila ia  minta bangsanya mendongakkan kepala dengan bangga, maka 300 juta bangsa India  akan tegak, walau-pun tulang punggung mereka tak kuat lagi berdiri karena lapar  dan kurang gizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini datang “pemimpin” ummat, ingin mengatrol harga  diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil dan rumah mewah serta hidup di tengah  gemerlap kehidupan selebritis. Saat fatwa digenderangkan, ummat tak lagi punya  kemauan untuk mendengar. “Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang  kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang  kicaunya lebih memenuhi seleraku”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-5517094132032283309?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/5517094132032283309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=5517094132032283309' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/5517094132032283309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/5517094132032283309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/matinya-hati.html' title='MATINYA HATI...'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/Sq8v28DA1RI/AAAAAAAAAOI/Y_dP50A9otw/s72-c/Gambar+%28177%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-6191726855294355333</id><published>2009-09-14T17:29:00.001+07:00</published><updated>2009-09-15T13:12:23.034+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><title type='text'>I'TIKAF</title><content type='html'>&lt;p&gt;I’tikaf, secara bahasa, berarti tinggal di suatu tempat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jadi, i’tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Beri’tikaf bisa dilakukan kapan saja. Namun, Rasulullah saw. sangat menganjurkan di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Inilah waktu yang baik bagi kita untuk bermuhasabah dan taqarub secara penuh kepada Allah swt. guna mengingat kembali tujuan diciptakannya kita sebagai manusia. “Sesungguhnya tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu,” begitu firman Allah di QS. Az-Zariyat (51): 56.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para ulama sepakat bahwa i’tikaf, khususnya 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, adalah ibadah yang disunnahkan oleh Rasulullah saw. Beliau sendiri melakukanya 10 hari penuh di bulan Ramadhan. Aisyah, Umar bin Khattab, dan Anas bin Malik menegaskan hal itu, “Adalah Rasulullah saw. beri’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Bahkan, pada tahun wafatnya Rasulullah saw. beri’tikaf selama 20 hari. Para sahabat, bahkan istri-istri Rasulullah saw., selalu melaksanakan ibadah ini. Sehingga Imam Ahmad berkata, “Sepengetahuan saya tak seorang ulama pun mengatakan i’tikaf bukan sunnah.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“I’tikaf disyariatkan dengan tujuan agar hati beri’tikaf dan bersimpuh di hadapan Allah, berkhalwat dengan-Nya, serta memutuskan hubungan sementara dengan sesama makhluk dan berkonsentrasi sepenuhnya kepada Allah,” begitu kata Ibnu Qayyim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah urgensi i’tikaf. Ruh kita memerlukan waktu berhenti sejenak untuk disucikan. Hati kita butuh waktu khusus untuk bisa berkonsentrasi secara penuh beribadah dan bertaqarub kepada Allah saw. Kita perlu menjauh dari rutinitas kehidupan dunia untuk mendekatkan diri seutuhnya kepada Allah saw., bermunajat dalam doa dan istighfar serta membulatkan iltizam dengan syariat sehingga ketika kembali beraktivitas sehari-hari kita menjadi manusia baru yang lebih bernilai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;I’tikaf yang disyariatkan ada dua macam, yaitu:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. I’tikaf sunnah, yaitu i’tikaf yang dilakukan secara sukarela semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Alah. Contohnya i’tikaf 10 hari di akhir bulan Ramadhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2.      I’tikaf wajib, yaitu i’tikaf yang didahului oleh &lt;em&gt;nadzar&lt;/em&gt;. Seseorang yang berjanji, “Jika Allah swt. menakdirkan saya mendapat proyek itu, saya akan i’tikaf di masjid 3 hari,” maka i’tikaf-nya menjadi wajib. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, berapa lama waktu beri’tikaf, ya tergantung macam i’tikafnya. Jika i’tikaf wajib, ya sebanyak waktu yang diperjanjikan. Sedangkan untuk i’tikaf sunnah, tidak ada batas waktu tertentu. Kapan saja. Bisa malam, bisa siang. Bisa lama, bisa sebentar. Seminimal-minimalnya adalah sekejab. Menurut mazhab Hanafi, sekejab tanpa batas waktu tertentu, sekedar berdiam diri dengan niat. Menurut mazhab Syafi’i, sesaat, sejenak berdiam diri. Dan menurut mazhab Hambali, satu jam saja. Tetapi i’tikaf di bulan Ramadhan yang dicontohkan Rasulullah saw. adalah selama 10 hari penuh di 10 hari terakhir. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Syarat dan Rukun I’tikaf&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada tiga syarat orang yang beri’tikaf, yaitu muslim, berakal, dan suci dari &lt;em&gt;janabah&lt;/em&gt;, haid dan nifas. Artinya, i’tikaf tidak sah jika dilakukan oleh orang kafir, anak yang belum bisa membedakan (&lt;em&gt;mumayiz&lt;/em&gt;), orang yang junub, wanita haid dan nifas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sedangkan rukunya ada dua, yaitu, pertama, niat yang ikhlas. Sebab, semua amal sangat tergantung pada niatnya. Kedua, berdiam di masjid. Dalilnya QS. Al-Baqarah (2): 187, “Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu sedang kamu beri’tikaf di masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada manusia supaya mereka bertakwa.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masjid yang mana? Imam Malik membolehkan i’tikaf di setiap masjid. Sedangkan Imam Hanbali membatasi hanya di masjid yang dipakai untuk shalat berjama’ah atau shalat jum’at. Alasannya, ini agar orang yang beri’tikaf bisa selalu shalat berjama’ah dan tidak perlu meninggalkan tempat i’tikaf menuju ke masjid lain untuk shalat berjama’ah atau shalat jum’at. Pendapat ini diperkuat oleh ulama dari kalangan Syafi’i. Alasannya, Rasulullah saw. beri’tikaf di masjid jami’. Bahkan kalau kita punya rezeki, lebih utama kita melakukannya di Masjid Haram, Masjid Nabawi, atau di Masjid Aqsha.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah memulai i’tikaf dengan masuk ke masjid sebelum matahari terbenam memasuki malam ke-21. Ini sesuai dengan sabdanya, “Barangsiapa yang ingin i’tikaf denganku, hendaklah ia i’tikaf pada 10 hari terakhir.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;I’tikaf selesai setelah matahari terbenam di hari terakhir bulan Ramadhan. Tetapi, beberapa kalangan ulama lebih menyukai menunggu hingga dilaksanakannya shalat Ied.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika Anda i’tikaf, ada hal-hal sunnah yang bisa Anda laksanakan. Perbanyaklah ibadah dan taqarub kepada Allah. Misalnya, shalat sunnah, tilawah, bertasbih, tahmid, dan tahlil. Beristighfar yang banyak, bershalawat kepada Rasulullah saw., dan berdoa. Sampai-sampai Imam Malik meninggalkan aktivitas ilmiahnya. Beliau memprioritaskan menunaikan ibadah &lt;em&gt;mahdhah&lt;/em&gt; dalam i’tikafnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meski begitu, orang yang beri’tikaf bukan berarti tidak boleh melakukan aktivitas keduniaan. Rasulullah saw. pernah keluar dari tempat i’tikaf karena mengantar istrinya, Shafiyah, ke suatu tempat. Orang yang beri’tikaf juga boleh keluar masjid untuk keperluan yang diperlukan seperti buang hajat, makan, minum, dan semua kegiatan yang tidak mungkin dilakukan di dalam masjid. Tapi setelah selesai urutan itu, segera kembali ke masjid. Orang yang beri’tikaf juga boleh menyisir, bercukur, memotong kuku, membersihkan diri dari kotoran dan bau. Bahkan, membersihkan masjid. Masjid harus dijaga kebersihan dan kesuciannya ketika orang-orang yang beri’tikaf makan, minum, dan tidur di masjid. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;I’tikaf dikatakan batal jika orang yang beri’tikaf meninggalkan masjid dengan sengaja tanpa keperluan, meski sebentar. Sebab, ia telah mengabaikan satu rukun, yaitu berdiam di masjid. Atau, orang yang beri’tikaf murtad, hilang akal karena gila atau mabuk. I’tikaf juga batal jika wanita yang beri’tikaf haid atau nifas. I’tikaf juga batal kalau yang melakukannya berjima’ dengan istrinya. Begitu juga kalau ia pergi shalat Jum’at ke masjid lain karena tempatnya beri’tikaf tidak dipakai untuk melaksanakan shalat jum’at.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;I’tikaf bagi muslimah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;I’tikaf disunnahkan bagi pria, begitu juga wanita. Tapi, bagi wanita ada syarat tambahan selain syarat-syarat secara umum di atas, yaitu, pertama, harus mendapat izin suami atau orang tua. Apabila izin telah dikeluarkan, tidak boleh ditarik lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua, tempat dan pelaksanaan i’tikaf wanita sesuai dengan tujuan syariah. Para ulama berbeda pendapat tentang masjid untuk i’tikaf kaum wanita. Tapi, sebagian menganggap afdhal jika wanita beri’tikaf di masjid tempat shalat di rumahnya. Tapi, jika ia akan mendapat manfaat yang banyak dengan i’tikaf di masjid, ya tidak masalah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terakhir, agar i’tikaf kita berhasil memperkokoh keislaman dan ketakwaan kita, tidak ada salahnya jika dalam beri’tikaf kita dibimbing oleh orang-orang yang ahli dan mampu mengarahkan kita dalam membersihkan diri dari dosa dan cela.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Contoh Agenda I’tikaf&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Magrib: ifthar dan shalat magrib&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Isya: Shalat Isya dan tarawih berjamaah, ceramah tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan kajian akhlak. Tidur hingga jam 02.00. Qiyamullail, muhasabah, dzikir, dan doa. Sahur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Subuh: shalat Subuh, dzikir dengan bacaan-bacaan yang ma’tsur (al-ma’tsurat), tadarus Al-Qur’an.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pagi: istirahat, mandi, cuci, dan melaksanakan hajat yang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dhuha: shalat Dhuha, tadzkiyatun nafs, dan kuliah dhuha.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Zhuhur: shalat Zhuhur, kuliah zhuhur, dan tahsin tilawah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ashar: shalat Ashar dan kuliah ashar, dzikir dengan bacaan-bacaa yang ma’tsur (al-ma’tsurat).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-6191726855294355333?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/6191726855294355333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=6191726855294355333' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/6191726855294355333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/6191726855294355333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/itikaf.html' title='I&apos;TIKAF'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-3851923752939396617</id><published>2009-09-14T17:25:00.002+07:00</published><updated>2009-09-15T13:13:27.596+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>CINTA RASUL</title><content type='html'>&lt;p style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Dari Anas  radhiallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasalam, bahwasanya beliau  shallallahu alaihi wasalam bersabda: &lt;i&gt;"Tidaklah (sempurna) iman salah seorang  di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya  dan segenap umat manusia." (Muttafaq Alaih) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, di  tengah-tengah masyarakat sedang marak berbagai aktivitas yang mengatasnamakan  cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam. Kecintaan kepada Rasulullah shallallahu  alaihi wasalam adalah perintah agama. Tetapi untuk mengekspresikan cinta kepada  Rasulullah shallallahu alaihi wasalam tidak boleh kita lakukan menurut selera  dan hawa nafsu kita sendiri. Sebab jika cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam  itu kita ekspresikan secara serampangan tanpa mengindahkan syari'at agama maka  bukannya pahala yang kita terima, tetapi malahan menuai dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  mengacu pada hadits shahih di atas, mari kita membahas poin-poin berikut ini:  Kewajiban cinta kepada Rasul shallallahu alaihi wasalam, kenapa harus cinta  Rasul shallallahu alaihi wasalam?, apa tanda-tanda cinta Rasul shallallahu  alaihi wasalam?, bagaimana agar mencintai Rasul shallallahu alaihi wasalam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Kewajiban Cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits shahih di atas adalah dalil tentang wajibnya mencintai Nabi  shallallahu alaihi wasalam dengan kualitas cinta tertinggi. Yakni kecintaan yang  benar-benar melekat di hati yang mengalahkan kecintaan kita terhadap apapun dan  siapapun di dunia ini. Bahkan meskipun terhadap orang-orang yang paling dekat  dengan kita, seperti anak-anak dan ibu bapak kita. Bahkan cinta Rasul  shallallahu alaihi wasalam itu harus pula mengalahkan kecintaan kita terhadap  diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Shahih Al-Bukhari diriwayatkan, Umar bin  Khathab radhiallahu anhu berkata kepada Nabi shallallahu alaihi wasalam :  "Sesungguhnya engkau wahai Rasulullah, adalah orang yang paling aku cintai  daripada segala sesuatu selain diriku sendiri." Nabi shallallahu alaihi wasalam  bersabda, 'Tidak, demi Dzat yang jiwaku ada di TanganNya, sehingga aku lebih  engkau cintai dari dirimu sendiri'. Maka Umar berkata kepada beliau, 'Sekarang  ini engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.' Maka Nabi shallallahu  alaihi wasalam bersabda, 'Sekarang (telah sempurna kecintaanmu (imanmu) padaku)  wahai Umar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, barangsiapa yang kecintaannya kepada Nabi  shallallahu alaihi wasalam belum sampai pada tingkat ini maka belumlah sempurna  imannya, dan ia belum bisa merasakan manisnya iman hakiki sebagaimana disebutkan  dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Anas  radhiallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasalam, beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Ada tiga perkara yang bila seseorang memilikinya, niscaya akan  merasakan manisnya iman, 'Yaitu, kecintaannya pada Allah dan RasulNya lebih dari  cintanya kepada selain keduanya......" &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Kenapa Cinta Rasul  shallallahu alaihi wasalam? &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak akan mencapai derajat kecintaan  kepada Rasul shallallahu alaihi wasalam secara sempurna kecuali orang yang  mengagungkan urusan din (agama)nya, yang keinginan utamanya adalah  merealisasikan tujuan hidup, yakni beribadah kepada Allah Ta'ala. Dan selalu  mengutamakan akhirat daripada dunia dan perhiasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Rasul  shallallahu alaihi wasalam inilah dengan izin Allah menjadi sebab bagi kita  mendapatkan hidayah (petunjuk) kepada agama yang lurus. Karena cinta Rasul pula,  Allah menyelamatkan kita dari Neraka, serta dengan mengikuti beliau shallallahu  alaihi wasalam kita akan mendapatkan keselamatan dan kemenangan di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun cinta keluarga, isteri dan anak-anak maka ini adalah jenis cinta  duniawi. Sebab cinta itu lahir karena mereka memperoleh kasih sayang dan manfaat  materi. Cinta itu akan sirna dengan sendirinya saat datangnya Hari Kiamat. Yakni  hari di mana setiap orang berlari dari saudara, ibu, bapak, isteri dan  anak-anaknya karena sibuk dengan urusannya sendiri. Dan barangsiapa lebih  mengagungkan cinta dan hawa nafsunya kepada isteri, anak-anak dan harta benda  duniawi maka cintanya ini akan bisa mengalahkan kecintaannya kepada para ahli  agama, utamanya Rasul shallallahu alaihi wasalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Tanda-tanda  Cinta Rasul shallallahu alaihi wasalam &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta Nabi shallallahu alaihi  wasalam tidaklah berupa kecenderungan sentimentil dan romantisme pada saat-saat  khusus, misalnya dengan peringatan-peringatan tertentu. Cinta itu haruslah  benar-benar murni dari lubuk hati seorang mukmin dan senantiasa terpatri di  hati. Sebab dengan cinta itulah hatinya menjadi hidup, melahirkan amal shalih  dan menahan dirinya dari kejahatan dan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tanda-tanda cinta  sejati kepada Rasul shallallahu alaihi wasalam adalah:  &lt;/p&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Mentaati beliau shallallahu alaihi  wasalam dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya. Pecinta sejati  Rasul shallallahu alaihi wasalam manakala mendengar Nabi shallallahu alaihi  wasalam memerintahkan sesuatu akan segera menunaikannya. Ia tak akan  meninggalkannya meskipun itu bertentangan dengan keinginan dan hawa nafsunya. Ia  juga tidak akan mendahulukan ketaatannya kepada isteri, anak, orang tua atau  adat kaumnya. Sebab kecintaannya kepada Nabi shallallahu alaihi wasalam lebih  dari segala-galanya. Dan memang, pecinta sejati akan patuh kepada yang  dicintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun orang yang dengan mudahnya menyalahi dan  meninggalkan perintah-perintah Nabi shallallahu alaihi wasalam serta menerjang  berbagai kemungkaran maka pada dasarnya dia jauh lebih mencintai dirinya  sendiri. Sehingga kita saksikan dengan mudahnya ia meninggalkan shalat lima  waktu, padahal Nabi shallallahu alaihi wasalam sangat mengagungkan perkara  shalat, hingga ia diwasiatkan pada detik-detik akhir sakaratul mautnya. Dan  orang jenis ini, akan dengan ringan pula melakukan berbagai larangan agama  lainnya. Na'udzubillah min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Menolong dan mengagungkan beliau  shallallahu alaihi wasalam. Dan ini telah dilakukan oleh para sahabat sesudah  beliau wafat. Yakni dengan mensosialisasikan, menyebarkan dan mengagungkan  sunnah-sunnahnya di tengah-tengah kehidupan umat manusia, betapapun tantangan  dan resiko yang dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Tidak menerima sesuatupun perintah  dan larangan kecuali melalui beliau shallallahu alaihi wasalam, rela dengan apa  yang beliau tetapkan, serta tidak merasa sempit dada dengan sesuatu pun dari  sunnah-nya. Adapun selain beliau, hingga para ulama dan shalihin maka mereka  adalah pengikut Nabi shallallahu alaihi wasalam. Tidak seorang pun dari mereka  boleh diterima perintah atau larangannya kecuali berdasarkan apa yang datang  dari Nabi shallallahu alaihi wasalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Mengikuti beliau shallallahu alaihi  wasalam dalam segala halnya. Dalam hal shalat, wudhu, makan, tidur dsb. Juga  berakhlak dengan akhlak beliau shallallahu alaihi wasalam dalam kasih sayangnya,  rendah hatinya, kedermawanannya, kesabaran dan zuhudnya dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Memperbanyak mengingat dan shalawat  atas beliau shallallahu alaihi wasalam. Mengharapkan bisa mimpi melihat beliau,  betapapun harga yang harus dibayar. Dalam hal shalawat Nabi shallallahu alaihi  wasalam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Barangsiapa bershalawat atasku sekali, niscaya  Allah bershalawat atasnya sepuluh kali." (HR. Muslim). &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun bentuk  shalawat atas Nabi shallallahu alaihi wasalam adalah sebagaimana yang beliau  ajarkan. Salah seorang sahabat bertanya tentang bentuk shalawat tersebut, beliau  menjawab: &lt;i&gt;"Ucapkanlah: (Ya Allah, bershalawatlah atas Muhammad dan keluarga  Muhammad)." (HR. Al-Bukhari No. 6118, Muslim No. 858). &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Mencintai orang-orang yang dicintai  Nabi shallallahu alaihi wasalam . Seperti Abu Bakar, Umar, Aisyah, Ali  radhiallahu anhum dan segenap orang-orang yang disebutkan hadits bahwa beliau  shallallahu alaihi wasalam mencintai mereka. Kita harus mencintai orang yang  dicintai beliau dan membenci orang yang dibenci beliau shallallahu alaihi  wasalam. Lebih dari itu, hendaknya kita mencintai segala sesuatu yang dicintai  Nabi, termasuk ucapan, perbuatan dan sesuatu lainnya. &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;4. Bagaimana  Agar Mencintai Nabi shallallahu alaihi wasalam? &lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;ol type="a"&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Hendaknya kita ingat bahwa Nabi  shallallahu alaihi wasalam adalah orang yang paling baik dan paling berjasa  kepada kita, bahkan hingga dari orang tua kita sendiri. Beliau lah yang  mengeluarkan kita dari kegelapan kepada cahaya, yang menyampaikan agama dan  kebaikan kepada kita, yang memperingatkan kita dari kemungkaran. Dan kalau bukan  karena rahmat Allah yang mengutus beliau shallallahu alaihi wasalam, tentu kita  telah tenggelam dalam kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Renungkanlah perjalanan hidup Nabi  shallallahu alaihi wasalam, jihad dan kesabarannya serta apa yang beliau  korbankan demi tegaknya agama ini, dalam menyebarkan tauhid serta memadamkan  syirik, sungguh suatu upaya yang tidak bisa dijangkau oleh siapapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Renungkanlah keagungan akhlak Nabi  shallallahu alaihi wasalam, sifat dan sikapnya yang sempurna, rendah hati kepada  kaum mukminin dan keras terhadap orang-orang munafik dan musyrikin, pemberani,  dermawan dan penyayang. Cukuplah sanjungan Allah atas beliau shallallahu alaihi  wasalam : "Dan sungguh engkau memiliki akhlak yang agung".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Mengetahui kedudukan beliau  shallallahu alaihi wasalam di sisi Allah Ta'ala. Beliau shallallahu alaihi  wasalam adalah orang yang paling mulia di antara segenap umat manusia, penutup  para Nabi, yang diistimewakan pada hari Kiamat atas segenap Nabi untuk  memberikan syafa'at uzhma (agung), yang memiliki maqam mahmud (kedudukan  terpuji), orang yang pertama kali membuka pintu Surga serta berbagai keutamaan  beliau lainnya.&lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" align="justify"&gt;&lt;b&gt;(Disadur dari  Abu Okasha) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-3851923752939396617?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/3851923752939396617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=3851923752939396617' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/3851923752939396617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/3851923752939396617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/cinta-rasul.html' title='CINTA RASUL'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-3779840774792059387</id><published>2009-09-14T17:20:00.001+07:00</published><updated>2009-09-15T13:14:03.862+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyejuk hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><title type='text'>CINTA DAN MENCINTAI ALLAH</title><content type='html'>&lt;p style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" align="justify"&gt;&lt;table&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="chapter2" align="left"&gt;&lt;b&gt;Definisi Cinta  &lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Qayyim mengatakan, "Tidak ada  batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; membatasinya  justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka ba-tasan dan  penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali  dengan kata cinta itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang hanya membe-rikan  penjelasan dalam hal sebab-musabab, konsekuensi, tanda-tanda, penguat-penguat  dan buah dari cinta serta hukum-hukumnya. Maka batasan dan gambaran cinta yang  mereka berikan berputar pada enam hal di atas walaupun masing-masing berbeda  dalam pendefinisiannya, tergantung kepada pengetahuan,kedudukan, keadaan dan  penguasaannya terhadap masalah ini. (Madarijus-Salikin 3/11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Beberapa  definisi cinta: &lt;/b&gt; &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Kecenderungan seluruh hati yang terus-menerus (kepada yang dicintai).  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesediaan hati menerima segala keinginan orang yang dicintainya.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Kecenderungan sepenuh hati untuk  lebih mengutamakan dia daripada diri dan harta sendiri, seia sekata dengannya  baik dengan sembunyi-sebunyi maupun terang-terangan, kemudian merasa bahwa  kecintaan tersebut masih kurang. &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Mengembaranya hati karena mencari  yang dicintai sementara lisan senantiasa menyebut-nyebut namanya. &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyibukkan diri untuk mengenang yang dicintainya dan menghinakan diri  kepadanya. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" align="justify"&gt; &lt;table&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="chapter2" align="left"&gt;&lt;b&gt;Pembagian Cinta  &lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cinta ibadah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ialah kecintaan  yang menyebabkan timbulnya perasaan hina kepadaNya dan mengagungkanNya serta  bersema-ngatnya hati untuk menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala  larangaNya. Cinta yang demikian merupakan pokok keimanan dan tauhid yang  pelakunya akan mendapatkan keutamaan-keutamaan yang tidak terhingga. Jika ini  semua diberikan kepada selain Allah maka dia terjerumus ke dalam cinta yang  bermakna syirik, yaitu menyekutukan Allah dalam hal cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cinta  karena Allah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti mencintai sesuatu yang dicintai Allah, baik  berupa tempat tertentu, waktu tertentu, orang tertentu, amal perbuatan, ucapan  dan yang semisalnya. Cinta yang demikian termasuk cinta dalam rangka mencintai  Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cinta yang sesuai dengan tabi'at (manusiawi), &lt;/b&gt;yang  termasuk ke dalam cintai jenis ini ialah: Kasih-sayang, seperti kasih-sayangnya  orang tua kepada anaknya dan sayangnya orang kepada fakir-miskin atau orang  sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta yang bermakna segan dan hormat, namun tidak termasuk dalam  jenis ibadah, seperti kecintaan seorang anak kepada orang tuanya, murid kepada  pengajarnya atau syaikhnya, dan yang semisalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan (kesenangan)  manusia kepada kebutuhan sehari-hari yang akan membahayakan dirinya kalau tidak  dipenuhi, seperti kesenangannya kepada makanan, minuman, nikah, pakaian,  persaudaraan serta persahabatan dan yang semisalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta-cinta yang  demikian termasuk dalam kategori cinta yang manusiawi yang diperbolehkan. Jika  kecintaanya tersebut membantunya untuk mencintai dan mentaati Allah maka  kecintaan tersebut termasuk ketaatan kepada Allah, demikian pula  sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="chapter2" align="left"&gt;&lt;b&gt;Keutamaan Mencintai Allah  &lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Merupakan Pokok dan inti  tauhid&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir Al-Sa'dy, "Pokok tauhid  dan inti-sarinya ialah ikhlas dan cinta kepada Allah semata. Dan itu merupakan  pokok dalam peng- ilah-an dan penyembahan bahkan merupakan hakikat ibadah yang  tidak akan sempurna tauhid seseorang kecuali dengan menyempurnakan kecintaan  kepada Rabb-nya dan menye-rahkan seluruh unsur-unsur kecintaan kepada-Nya  sehingga ia berhukum hanya kepada Allah dengan menjadikan kecintaan kepada hamba  mengikuti kecintaan kepada Allah yang dengannya seorang hamba akan mendapatkan  kebahagiaan dan ketenteraman. (Al-Qaulus Sadid,hal 110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Merupakan  kebutuhan yang sangat besar melebihi makan, minum, nikah dan sebagainya.  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah berkata: "Didalam hati manusia ada rasa  cinta terhadap sesuatu yang ia sembah dan ia ibadahi ,ini merupakan tonggak  untuk tegak dan kokohnya hati seseorang serta baiknya jiwa mereka. Sebagaimana  pula mereka juga memiliki rasa cinta terhadap apa yang ia makan, minum, menikah  dan lain-lain yang dengan semua ini kehidupan menjadi baik dan lengkap.Dan  kebutuhan manusia kepada penuhanan lebih besar daripada kebutuhan akan makan,  karena jika manusia tidak makan maka hanya akan merusak jasmaninya, tetapi jika  tidak mentuhankan sesuatu maka akan merusak jiwa/ruhnya. (Jami' Ar-Rasail Ibnu  Taymiyah 2/230)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sebagai hiburan ketika tertimpa musibah  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibn Qayyim, "Sesungguh-nya orang yang mencintai sesuatu akan  mendapatkan lezatnya cinta manakala yang ia cintai itu bisa membuat lupa dari  musibah yang menimpanya. Ia tidak merasa bahwa itu semua adalah musibah, walau  kebanyakan orang merasakannya sebagai musibah. Bahkan semakin menguatlah  kecintaan itu sehingga ia semakin menikmati dan meresapi musibah yang ditimpakan  oleh Dzat yang ia cintai. (Madarijus-Salikin 3/38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Menghalangi dari  perbuatan maksiat. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Qayyim (ketika menjelaskan tentang  cinta kepada Allah): "Bahwa ia merupakan sebab yang paling kuat untuk bisa  bersabar sehingga tidak menyelisihi dan bermaksiat kepada-Nya. Karena  sesungguhnya seseorang pasti akan mentaati sesuatu yang dicintainya; dan setiap  kali bertambah kekuatan cintanya maka itu berkonsekuensi lebih kuat untuk taat  kepada-Nya, tidak me-nyelisihi dan bermaksiat kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyelisihi  perintah Allah dan bermaksiat kepada-Nya hanyalah bersumber dari hati yang lemah  rasa cintanya kepada Allah.Dan ada perbedaan antara orang yang tidak bermaksiat  karena takut kepada tuannya dengan yang tidak bermaksiat karena mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai pada ucapan beliau, "Maka seorang yang tulus dalam cintanya, ia  akan merasa diawasi oleh yang dicintainya yang selalu menyertai hati dan  raganya.Dan diantara tanda cinta yang tulus ialah ia merasa terus-menerus  kehadiran kekasihnya yang mengawasi perbuatannya. (Thariqul Hijratain, hal  449-450)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cinta kepada Allah akan menghilangkan perasaan was-was.  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Qayyim, "Antara cinta dan perasaan was-was terdapat  perbedaan dan pertentangan yang besar sebagaimana perbedaan antara ingat dan  lalai, maka cinta yang menghujam di hati akan menghilangkan keragu-raguan  terhadap yang dicintainya. Dan orang yang tulus cintanya dia akan terbebas dari  perasaan was-was karena hatinya tersibukkan dengan kehadiran Dzat yang  dicintainya tersebut. Dan tidaklah muncul perasaan was-was kecuali terhadap  orang yang lalai dan berpaling dari dzikir kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala ,  dan tidaklah mungkin cinta kepada Allah bersatu dengan sikap was-was.  (Madarijus-Salikin 3/38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Merupakan kesempurnaan nikmat dan puncak  kesenangan. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibn Qayyim, "Adapun mencintai Rabb Subhannahu wa  Ta'ala maka keadaannya tidaklah sama dengan keadaan mencin-tai selain-Nya karena  tidak ada yang paling dicintai hati selain Pencipta dan Pengaturnya; Dialah  sesembahannya yang diibadahi, Walinya, Rabb-nya, Pengaturnya, Pemberi rizkinya,  yang mematikan dan menghidupkannya. Maka dengan mencintai Allah Subhannahu wa  Ta'ala akan menenteramkan hati, menghidupkan ruh, kebaikan bagi jiwa menguatkan  hati dan menyinari akal dan menyenangkan pandangan, dan menjadi kayalah batin.  Maka tidak ada yang lebih nikmat dan lebih segalanya bagi hati yang bersih, bagi  ruh yang baik dan bagi akal yang suci daripada mencintai Allah dan rindu untuk  bertemu dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hati sudah merasakan manisnya cinta kepada  Allah maka hal itu tidak akan terkalahkan dengan mencintai dan menyenangi  selain-Nya. Dan setiap kali bertambah kecintaannya maka akan bertambah pula  pengham-baan, ketundukan dan ketaatan kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan  membebaskan diri dari penghambaan, ketundukan ketaatan kepada  selain-Nya."(Ighatsatul-Lahfan, hal 567)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="chapter2" align="left"&gt;&lt;b&gt;Orang-oranga Yang Dicintai Allah Subhannahu wa  Ta'ala &lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhannahu wa Ta'ala mencintai  dan dicintai. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman di dalam surat Al-Ma'idah:  54, yang artinya: "Maka Allah akan mendatangkan satu kaum yang Allah mencintai  mereka dan merekapun mencintai Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang dicintai Allah  Subhannahu wa Ta'ala :  &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Attawabun (orang-orang yang  bertau-bat), Al-Mutathahhirun (suka bersuci), Al-Muttaqun (bertaqwa),  Al-Muhsinun (suka berbuat baik) Shabirun (bersa-bar), Al-Mutawakkilun  (bertawakal ke-pada Allah) Al-Muqsithun (berbuat adil). &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Orang-orang yang berperang di jalan  Allah dalam satu barisan seakan-akan mereka satu bangunan yang kokoh. &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang berkasih-sayang, lembut kepada orang mukmin.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Orang yang menampakkan  izzah/kehormatan diri kaum muslimin di hadapan orang-orang kafir. &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) di jalan Allah.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Orang yang tidak takut dicela manusia karena beramal dengan sunnah.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Orang yang berusaha mendekatkan diri  kepada Allah dengan ibadah sunnah setelah menyelesaikan ibadah wajib.  &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" align="justify"&gt; &lt;table&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="chapter2" align="left"&gt;&lt;b&gt;Sebab-sebab Untuk Mendapatkan Cinta Subhannahu  wa Ta'ala &lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Membaca Al-Qur'an dengan memikir-kan  dan memahami maknanya. &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Berusaha mendekatkan diri kepada  Allah Subhannahu wa Ta'ala dengan ibadah sunnah setelah menyelesaikan ibadah  yang wajib. &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Selalu mengingat Allah Subhannahu wa  Ta'ala , baik dengan lisan, hati maupun dengan anggota badan dalam setiap  keadaan. &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Lebih mengutamakan untuk mencintai  Allah Subhannahu wa Ta'ala daripada dirinya ketika hawa nafsunya menguasai  dirinya. &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memahami dan mendalami dengan hati tentang nama dan sifat-sifat Allah.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melihat kebaikan dan nikmatNya baik yang lahir maupun yang batin.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merasakan kehinaan dan kerendahan hati di hadapan Allah.  &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Beribadah kepada Allah pada waktu  sepertiga malam terakhir (di saat Allah turun ke langit dunia) untuk bermunajat  kepadaNya, membaca Al-Qur'an , merenung dengan hati serta mempelajari adab dalam  beribadah di hadapan Allah kemudian ditutup dengan istighfar dan taubat. &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Duduk dengan orang-orang yang  memiliki kecintaan yang tulus kepada Allah dari para ulama dan da'i,  mendengar-kan dan mengambil nasihat mereka serta tidak berbicara kecuali  pembica-raan yang baik. &lt;/p&gt; &lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;p style="margin-right: 5px;" align="justify"&gt;Menjauhi/menghilangkan hal-hal yang  menghalangi hati dari mengingat Allah Subhannahu wa Ta'ala. &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p style="margin-left: 5px; margin-right: 5px;" align="justify"&gt;(Disadur dari  kalimat mutanawwi'ah fi abwab mutafarriqah karya Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd  oleh Abu Muhammad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-3779840774792059387?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/3779840774792059387/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=3779840774792059387' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/3779840774792059387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/3779840774792059387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/cinta-dan-mencintai-allah.html' title='CINTA DAN MENCINTAI ALLAH'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-5438283822325507524</id><published>2009-09-11T06:47:00.000+07:00</published><updated>2009-09-11T06:49:47.799+07:00</updated><title type='text'>11 SEPTEMBER...</title><content type='html'>Hari ini, delapan tahun yang lalu, tepatnya 11 September 2001, kesunyian pagi waktu setempat New York, AS, menggelegar. Dua buah gedung World Trade Center (WTC) luluh-lantak hancur berkeping-keping oleh hantaman pesawat terbang komersial. Rakyat AS mengingatnya sama dalamnya ketika mereka diserang oleh Jepang dalam peristiwa Pearl Harbour. &lt;p&gt;Hari ini, Amerika murung. Namun sebenarnya kemurungan itu bukan hanya milik AS saja, tapi kemudian ke seluruh belahan dunia: siapapun—ya, siapapun!, kecuali orang-orang yang tak punya nurani dan hanya punya kedengkian, dan hanya mementingkan diri dan kepentingan golongannya sendiri—tak akan pernah bisa menerima peristiwa laknat itu: dengan dalih apapun, dalam situasi seperti sekarang ini, penyerangan terhadap WTC tidak bisa dibenarkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian sejarah berulang. Ketika WTC yang lebur dengan tanah dan kemudian menjadi ground zero ditayangkan berulang-ulang di televise di seluruh dunia, mereka yang menyebarkan Islam dengan sesungguhnya sadar sesadar-sadarnya, bahwa bahaya besar tengah mengancam. Benar saja, kemudian setelah itu, George W. Bush mendeklrasikan perang terhadap teroris, namun pratiknya, lebih tepat terhadap umat Islam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kejadian di Iraq, mulai dari lengsernya Saddam Hussein, sampai kemudian invasi pasca-huru-hara yang masih tetap menjadi huru-hara sampai saat ini, dan kependudukan Afghanistan, dengan segala banyak retorikanya yang semuanya menyudutkan umat Islam, dengan tudingan sebagai pelaku besar penyerangan terhadap WTC. Siapa gerangan Usamah bin Ladin? Jika benar Usamah orang Islam yang sesungguh-sungguhnya, maka ini adalah jenis Muslim yang tak tahu diri: menyerang, bersembunyi, dan menimpakan semua akibatnya pada seluruh Muslim di dunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian, episode penjeratan teroris tak pernah berhenti. Semuanya—apa boleh buat—dilabeli dengan “Islam.” The New York Times menulis, selama beberapa tahun kemudian, negara-negara seperti AS dan Eropa, hanya bertempur tak jelas daripada memerangi musuh sebenarnya. Masih menurut Times, perang melawan terror di Afghanistan telah menjerumuskan negara Mullah itu pada lautan opium dan keterbelakangan rakyatnya. Sedangkan Iraq—Times menulis—yang tak ada hubungannya sama sekali dengan 9/11 ketika didudukki, berdarah dan sekarat dipenuhi oleh generasi tanpa masa depan, yang bisa jadi anarkis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika semua mata tak mau membuka pada kebenaran sesungguhnya, bagi siapapun akan terlihat wajar pada akhirnya siapa kemungkinan di balik tragedi memilukan ini, situasi mencekam di seluruh dunia ini akan berubah. Islam sama sekali bukan agama yang mengajarkan teror dan kekerasan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam setiap peperangan yang akan dihadapi, wejangan Muhammad saw—Rasul yang oleh Michael Hart disebut sebagai orang nomor satu paling berpengaruh di sepanjang sejarah umat manusia—kepada tentara-tentaranya adalah, “Jangan pernah mengganggu anak kecil, wanita, orang tua, dan tempat ibadah. Jangan merusak tanaman….” Jangan merusak tanaman? Pernahkan itu terlintas dalam setiap siapa siapa saja yang sedang turun dalam peperangan yang kejam dan bodoh sekarang ini?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka yang bersikeras pada pendirian ini, dan juga diam pada kebenaran yang semu untuk memalingkan semua sentimen agama dan keyakinan, maka hanya akan terjebak selamanya dalam kondisi seperti itu. Seharunya, kita semua melihat lagi 11 September 2009, sebagai lebih dari satu hari untuk mengingat dan kehilangan kesempatan yang pernah ada namun tercerabut oleh label “teroris” tak berdasar. (eramuslim.com) &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-5438283822325507524?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/5438283822325507524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=5438283822325507524' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/5438283822325507524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/5438283822325507524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/11-september.html' title='11 SEPTEMBER...'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-3510829372861447658</id><published>2009-09-10T18:46:00.001+07:00</published><updated>2009-09-10T18:48:16.163+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antistress'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyejuk hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata-kata Bijak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>PUISI RAMADHAN ( IKLAN PERTAMINA )</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Yaa Ramadhan&lt;br /&gt;Ketika lelah mendera&lt;br /&gt;Berpaling kami menatap cahaya-Mu&lt;br /&gt;Semoga bekal ku cukup untuk langkahi lagi&lt;br /&gt;getar-getar mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa... Ramadhan&lt;br /&gt;Setetes Ikhlas yang jatuh ke tanah&lt;br /&gt;Semoga menggoreskan bait-bait surga dan sudut sudut jiwa yang haus...&lt;br /&gt;Melapang dalam gamang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaa Ramadhan&lt;br /&gt;Pulang... aku akan pulang&lt;br /&gt;Genapi rindu sejati&lt;br /&gt;Dan takkan ku biarkan berlalu&lt;br /&gt;Tanpa ikhtiar di jalan-Mu&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-3510829372861447658?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/3510829372861447658/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=3510829372861447658' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/3510829372861447658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/3510829372861447658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/puisi-ramadhan-iklan-pertamina.html' title='PUISI RAMADHAN ( IKLAN PERTAMINA )'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-374973430556092309</id><published>2009-09-10T18:44:00.001+07:00</published><updated>2009-09-10T18:44:50.576+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antistress'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyejuk hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata-kata Bijak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>DO'A ABU NAWAS</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;Illaahi lastu lilfirdausi ahla,&lt;br /&gt;Walaa aqwa ‘ala naaril jahiimi,&lt;br /&gt;Fahabli taubatan waghfir dzunubi,&lt;br /&gt;Fainnaka ghafirudz-dzanbil ‘adziimi.. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Dzunubi mitslu a’daadir-rimali,&lt;br /&gt;Fahabli taubatan ya dzal jalaali,&lt;br /&gt;Wa ‘umri naqishu fi kulli yaumi,&lt;br /&gt;wa dzanbi zaaidun kaifa thimaali.. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Illaahi ‘abdukal ‘aashi ataak,&lt;br /&gt;Muqirran bi dzunubi wa qad di’aaka,&lt;br /&gt;Fain taghfir fa anta lidzaka ahlun,&lt;br /&gt;Wain tadrud faman narju siwaaka..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Ya Tuhan, hamba tak layak masuk ke dalam surga-Mu,&lt;br /&gt;Tetapi hamba tiada kuat menerima siksa neraka-Mu,&lt;br /&gt;Maka hamba mohon taubat dan mohon ampun atas dosaku,&lt;br /&gt;Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun atas dosa-dosa..&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Dosa-dosaku seperti butiran pasir di pantai,&lt;br /&gt;Maka anugerahilah hamba taubat wahai Yang Memiliki Keagungan,&lt;br /&gt;Dan umur hamba berkurang setiap hari,&lt;br /&gt;Sementara dosa-dosa hamba selalu bertambah, apa dayaku..&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;em&gt;Ya Tuhan, hamba-Mu yang penuh maksiat ini,&lt;br /&gt;Datang kepada-Mu bersimpuh memohon ampunan,&lt;br /&gt;Jika Kau ampuni, memang Engkau adalah Maha Pemilik Ampunan,&lt;br /&gt;Tetapi jika Engkau tolak maka kepada siapa lagi hamba kan berharap?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-374973430556092309?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/374973430556092309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=374973430556092309' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/374973430556092309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/374973430556092309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/doa-abu-nawas.html' title='DO&apos;A ABU NAWAS'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-9146897548743696492</id><published>2009-09-10T18:37:00.000+07:00</published><updated>2009-09-10T18:39:15.201+07:00</updated><title type='text'>BERSYUKURLAH...!!</title><content type='html'>Memang manusia seolah tak pernah bisa bersyukur atas apa yang ia miliki dan apa yang sedang ia alami. Yang kaya akan merasa masih miskin, yang miskin tak pernah merasa kaya. Yang senang selalu berkeluh seolah menunggu susah, yang menderita tak pernah membuka mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari berbicara mengenai rasa syukur. Hari ini, saya menyadari bahwa tak pernah ada sesuatu yang benar-benar bisa memuaskan hati seorang manusia. Entah karena memang hal yang diperolehnya tak sempurna, entah karena memang serakah adalah sifatnya. Tak memiliki harta, ia tak puas. Setelah diberi, tak pernah tercukupi. Dan hari ini saya menyadari, saya pernah dan mungkin masih menjadi bagian dari golongan serakah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari lihat seberapa besar seorang manusia bisa mensyukuri. Kala ia senang, berteriak, melonjak, berseru gembira, berhura-hura, lalai, lupa, semua seakan tak ada habisnya. Namun bila hadirlah duka, maka tak lupa ia mengumpat, memaki, mencaci, menyesali, meratapi, seolah ia lah manusia yang paling menderita dan nyaris mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kita semua, sekejap saja, sekedar mengucapkan syukur untuk keberkahan yang telah hadir hari ini? Apabila kita lupa untuk melakukannya kemarin, andaikan kita takut untuk menjadi manusia yang lupa diri. Lakukanlah hari ini, saat ini, sekarang juga. Sebab kita tak pernah tahu, kapankah terbersit keserakahan itu lagi. Kapankah syetan akan menyelip di sela hati, hingga mengikis habis amal yang telah dengan lelah dilakukan selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, keluarkan selalu rasa syukur dari hati. Bahwa setiap jengkal kenikmatan yang telah kita peroleh, ataupun ia yang masih mengawang sebagai mimpi, kelak akan sampai juga bila Ia menghendaki. Maka tetaplah menjadi seseorang yang selalu mensyukuri, sebab kita tak pernah tahu sampai kapan kenikmatan itu akan dilalui. Bisa jadi ia cepat pergi, seperti angin yang berhembus dan berhenti tanpa permisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARI BERSYUKUR....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-9146897548743696492?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/9146897548743696492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=9146897548743696492' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/9146897548743696492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/9146897548743696492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/bersyukurlah.html' title='BERSYUKURLAH...!!'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-1312249596084914670</id><published>2009-09-10T18:34:00.000+07:00</published><updated>2009-09-10T18:36:06.346+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>DIALOG IMAM AL-GHOZALI DAN MURIDNYA</title><content type='html'>Imam Ghozali: "Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?"&lt;br /&gt;Murid 1: "Orang tua"&lt;br /&gt;Murid 2: "Guru"&lt;br /&gt;Murid 3: "Teman"&lt;br /&gt;Murid 4: "Kaum kerabat"&lt;br /&gt;Imam Ghozali: "Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (Surah Ali-Imran :185).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghozali: "Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?"&lt;br /&gt;Murid 1: " Negeri Cina "&lt;br /&gt;Murid 2: "Bulan"&lt;br /&gt;Murid 3: "Matahari"&lt;br /&gt;Murid 4: "Bintang-bintang"&lt;br /&gt;Imam Ghozali: "Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Ghozali: "Apa yang paling besar didunia ini ?"&lt;br /&gt;Murid 1: "Gunung"&lt;br /&gt;Murid 2: "Matahari"&lt;br /&gt;Murid 3: "Bumi"&lt;br /&gt;Imam Ghozali: "Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A'raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghozali: "Apa yang paling berat didunia?"&lt;br /&gt;Murid 1: "Baja"&lt;br /&gt;Murid 2: "Besi"&lt;br /&gt;Murid 3: "Gajah"&lt;br /&gt;Imam Ghozali: "Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka karena gagal memegang amanah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghozali: "Apa yang paling ringan di dunia ini ?"&lt;br /&gt;Murid 1: "Kapas"&lt;br /&gt;Murid 2: "Angin "&lt;br /&gt;Murid 3: "Debu"&lt;br /&gt;Murid 4: "Daun-daun"&lt;br /&gt;Imam Ghozali: "Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SHALAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan shalat "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghozali: "Apa yang paling tajam sekali didunia ini ?"&lt;br /&gt;Murid- Murid dengan serentak menjawab: " Pedang "&lt;br /&gt;Imam Ghozali: " Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-1312249596084914670?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/1312249596084914670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=1312249596084914670' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/1312249596084914670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/1312249596084914670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/dialog-imam-al-ghozali-dan-muridnya.html' title='DIALOG IMAM AL-GHOZALI DAN MURIDNYA'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-1091087476028503131</id><published>2009-09-07T16:23:00.001+07:00</published><updated>2009-09-07T16:23:35.120+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Nabi Isa diberi gelar " Al-Masih" ?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family:times new roman,new york,times,serif;font-size:12pt"&gt;&lt;div&gt;&lt;font&gt;&lt;font face=""sylfaen""&gt;Tidak diragukan lagi, bahwa nama aslinya adalah Isa. Nama itulah yang disebutkan dalam al-Quran seperti dalam ayat :&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: "Hai bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu,09 &lt;br&gt;&lt;br&gt;berikutnya dalam ayat yang artinya:&lt;br&gt;&lt;br&gt;Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya 10 &lt;br&gt;&lt;br&gt;dan ayat yang artinya:&lt;br&gt; &lt;br&gt;dan Zakariya, Yahaya, `Isa, dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang saleh 11 &lt;br&gt;&lt;br&gt;dan ayat yang artinya:&lt;br&gt;&lt;br&gt;(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai `Isa putera Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu. 12 &lt;br&gt;&lt;br&gt;Dan masih banyak lagi ayat yang lain.&lt;br&gt; &lt;br&gt;Setelah itu nama al-Masih termaktub di beberapa ayat,  di antaranya dalam ayat yang artinya:         &lt;br&gt;&lt;br&gt;(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorangputera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya al-Masih `Isa putera Maryam.13 &lt;br&gt;&lt;br&gt;dan firman Allah yang artinya:&lt;br&gt;&lt;br&gt;al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah.14 &lt;br&gt;&lt;br&gt;dan firman Allah yang artinya:&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sesungguhnya al-Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam. 15 &lt;br&gt;&lt;br&gt;Sebagian ulama Salaf berpendapat, nabi Isa dijuluki al-Masih dati kata saaha, yaitu karena sering berpindah tempat atau banyak berjalan kaki. Pendapat lain mengatakan karena telapak kakinya datar. Dan ada juga yang memberi alasan kata al-Masih dari akar kata ma sa ha, karena setiap kali ia mengusap orang yang berpenyakit pasti sembuh dengan izin Allah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Laits dan Abu `Ubaid berkata, kata al-Masih berasal dari bahasa Ibrani, Machih. Kemudian diserap ke dalam bahasa Arab, dan lafadznya ikut berubah dari huruf Syin Masyih menjadi huruf Sin Masih. Oleh sebab itu, maka kata al-Masih tidak ada akar katanya dalam bahasa Arab. Namun mayoritas ulama (jumhur) berpendapat, bahwa kata al-Masih itu adalah musytaq (memiliki akar kata). Menurut ahli bahasa yang lain, kata ol-Mosih berarti as­Siddiq (yang membenarkan). Pendapat lain mengatakan, karena sentuhan (masaha) nabi Zakariya kepada Isa. Dan juga yang memberi alasan karena nabi Isa berkelana di bumi (dari kata masaha yang artinya qatha'a: menempuh jarak). Berikutnya ada ahli bahasa yang memberi alasan, karena nabi Isa terlahir ke bumi tubuhnya sudah terolesi minyak (dari kata masaha). Pendapat lain, karena nabi Isa ketika lahir disentuh oleh keberkahan. Pendapat berikutnya, masih dari kata masaha yang artinya khalaqa; nabi Isa diciptakan Allah dengan fisik yang sempurna dan bagus. Dan masih banyak lagi pendapat lain, sebagaimana diterangkan Nawawi dalam Syarh Muslim. 16 Wallahu'alam.&lt;br&gt;&lt;br&gt;09.QS. as-Shaff 61:6.&lt;br&gt;10.QS. Maryam 19 34.&lt;br&gt;11.QS. al-An'am 6 : 85.&lt;br&gt;12.QS. al-Maidah 5:110&lt;br&gt;13.QS. Ali Imran 3 : 45.&lt;br&gt;14.QS. an-Nisa' 4 : 172.&lt;br&gt;15.QS. an-Nisa' 4: 171.&lt;br&gt;16.Lihat: Syarh Kitab al-Imam Muslim li an-Nawawi, (Bab tentang al-Masih bin Maryam dan Masih Dajjal), (1/510). Dan lihat Fathul Bari Syarh Shahih al-Bukhari, Ibnu Hajar AI 'Asqalani, Kitab Hadits-hadits kisah para nabi. (6/544)&lt;/font&gt;&lt;/font&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br&gt;        &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-1091087476028503131?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/1091087476028503131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=1091087476028503131' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/1091087476028503131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/1091087476028503131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/mengapa-nabi-isa-diberi-gelar-al-masih.html' title='Mengapa Nabi Isa diberi gelar &quot; Al-Masih&quot; ?'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-8337705149007000100</id><published>2009-09-07T05:46:00.001+07:00</published><updated>2009-09-07T05:51:39.739+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Nasib Para "Tikus Negeri"</title><content type='html'>Rasulullah SAW bersabda, ''Penggelapan [harta umat dan negara] adalah perkara  besar dan berakibat besar. Maka, nanti di hari kiamat, jangan sampai saya  melihat kalian datang sambil memikul unta yang melenguh-lenguh dan berkata,  'Tolong saya, wahai Rasulullah!' Saya jawab, 'Saya tidak bisa menolongmu sedikit  pun'.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal senada disampaikan Rasul terhadap mereka yang memikul kuda,  kambing, kain, atau emas dan perak yang pernah digelapkan di dunia. (Shahih  Muslim).&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SqQ83gaaynI/AAAAAAAAANY/lQ0TzAWkPl0/s1600-h/Collect..%27%27%28419%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SqQ83gaaynI/AAAAAAAAANY/lQ0TzAWkPl0/s320/Collect..%27%27%28419%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378490779278428786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW juga bersabda, ''Laknat Allah terhadap penyuap dan  penerima suap.'' (HR Abu Dawud dan Tirmidzi). Sementara itu, Tsauban bin Yuhdad,  mantan budak yang dimerdekakan Nabi, menyatakan bahwa Rasulullah SAW melaknat  penyuap, penerima suap, dan mereka yang menyaksikannya. (HR Ahmad, Thabraani, Al  Bazzar dan Al Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragis betul nasib para koruptor, juga semua  pelaku penyuapan, baik yang mengatur dan merencanakan, mengusulkan,  memfasilitasi, melindungi, memberi langsung; penerima langsung maupun lewat  perantara; pelaku kolusi; pemberi hadiah kepada penguasa agar berbuat atau tidak  berbuat sesuatu dalam tugasnya; makelar korupsi dan kolusi, serta segala  tindakan yang sejenis dengannya. Sudah tak ditolong di akhirat, mereka pun  dilaknat Allah dan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, satu-satunya manusia yang  berani menghadap Allah di hari kiamat, dan mengajukan syafaat agar manusia  terhindar dari neraka adalah Nabi Muhammad SAW. Namun, terhadap koruptor, beliau  menolak. Adapun laknat Allah adalah tiket masuk neraka. Laknat-Nya adalah  perkara besar karena itu berarti menyerupakan laksana iblis dan setan (QS 4:  117-118).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kita dianjurkan ber-ta'wwudz, termasuk memulai  membaca Alquran, agar Allah melindungi kita dari setan yang terkutuk? Allah juga  melaknat orang murtad dan munafik, yang kembali kafir sesudah mengaku beriman  (QS 3: 86-89). Lalu, para pembunuh (QS 4: 93). Laknat juga isyarat azab abadi di  neraka (lihat QS 4: 51-52, 9: 68).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja karena ada iman seberat  dzarrah, maka para koruptor dan pelaku penyuapan akhirnya dibebaskan dari  neraka. Namun, andaikan seorang koruptor mendapat azab teringan dan itu hanya  sesaat, maka sabda Rasul, ''Azab teringan di neraka adalah orang yang memakai  sepatu di mana talinya dari api neraka, maka dengan itu mendidihlah otak di  kepalanya.'' (HR Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika korupsi, suap  menyuap, dan sejenisnya merajalela, maka itu tanda kehancuran. Inilah bukti  amanah tidak dipegang lagi, serta urusan pemerintahan dan umat diserahkan kepada  yang bukan ahlinya. Jika itu terjadi, ''Maka tunggulah kehancurannya.'' (HR  Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hanya dosa syirik yang tak terampuni (QS 4:48), maka  bertobatlah sebelum Izrail datang menyapa, kembalikan harta umat dan negara,  serta perbaiki diri dengan amal-amal baik di sisa usia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-8337705149007000100?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/8337705149007000100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=8337705149007000100' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/8337705149007000100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/8337705149007000100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/nasib-para-tikus-negeri.html' title='Nasib Para &quot;Tikus Negeri&quot;'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SqQ83gaaynI/AAAAAAAAANY/lQ0TzAWkPl0/s72-c/Collect..%27%27%28419%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-730094708905703335</id><published>2009-09-07T05:43:00.002+07:00</published><updated>2009-09-07T05:58:17.523+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Doa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><title type='text'>Do'a - Do'a Rasulullah</title><content type='html'>Do'a adalah ibadah yang sangat agung, yang tidak boleh dipalingkan kepada selain  Allah. Hakikat do'a adalah menunjukkan ketergantungan kita kepada Allah dan  berlepas diri dari daya dan upaya makhluk. Do'a merupakan tanda Ubudiyah  (penghambaan diri secara totalitas kepada Allah). Do'a juga merupakan lambang  kelemahan manusia. Di dalam ibadah do'a terkandung pujian terhadap Allah.  Disamping itu terkandung juga sifat penyantun dan pemurah bagi Allah. Oleh sebab  itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Doa itu adalah ibadah."  (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah seorang  yang banyak berdo'a, memohon dan menunjukkan ketergantungan kepada Allah. Beliau  sangat menyukai kalimat-kalimat yang ringkas namun sarat makna dan juga menyukai  ucapan-ucapan do'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara do'a Rasulullah shallallahu 'alaihi  wasallam adalah: "Ya Allah, tolonglah daku dalam menjalankan agama yang  merupakan pelindung segala urusanku. Elokkanlah urus&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SqQ-dx8DllI/AAAAAAAAANo/TnnTl3m8l2s/s1600-h/IMG_2847.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SqQ-dx8DllI/AAAAAAAAANo/TnnTl3m8l2s/s320/IMG_2847.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378492536329573970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;an duniaku yang merupakan  tempat aku mencari kehidupan. Elokkanlah urusan akhiratku yang merupakan tempat  aku kembali. Jadikanlah kehidupanku ini sebagai tambahan segala kebaikan bagiku  dan jadikanlah kematianku sebagai ketenangan bagiku dari segala kejahatan." (HR.  Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara do'a beliau adalah: "Ya Allah, Yang Maha Mengetahui  yang ghaib dan yang nyata. Ya Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu  dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali  Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan bala  tentaranya, atau aku melakukan kejahatan terhadap diriku atau yang aku tujukan  kepada seorang muslim lain." (HR. Abu Daud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula do'a berikut  ini: "Ya Allah, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal (supaya aku terhindar)  dari yang haram, perkayalah aku dengan karunia-Mu (supaya aku tidak meminta)  kepada selain-Mu." (HR. At-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara permohonan beliau kepada  Allah: "Ya Allah, ampunilah dosaku, curahkanlah rahmat-Mu kepadaku dan  temukanlah aku dengan teman yang tinggi derajatnya." (Muttafaq 'alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam senantiasa berdo'a memohon  kepada Rabb Ta'ala baik pada waktu lapang maupun pada saat sempit. Pada  peperangan Badar, beliau berdo'a kepada Allah hingga jatuh selendang beliau dari  kedua pundaknya, memohon kepada Allah agar menurunkan pertolongan bagi kaum  muslimin dan menjatuhkan kekalahan atas kaum musyrikin. Beliau sering berdo'a  untuk dirinya sendiri, untuk keluarga dan ahli bait beliau, untuk  sahabat-sahabat beliau bahkan untuk segenap kaum muslimin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-730094708905703335?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/730094708905703335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=730094708905703335' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/730094708905703335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/730094708905703335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/doa-doa-rasulullah.html' title='Do&apos;a - Do&apos;a Rasulullah'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SqQ-dx8DllI/AAAAAAAAANo/TnnTl3m8l2s/s72-c/IMG_2847.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-7758448696206646602</id><published>2009-09-07T05:41:00.001+07:00</published><updated>2009-09-07T06:00:20.043+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Gempa...</title><content type='html'>Ada empat ayat Alquran yang mengungkapkan dua kali kasus gempa bumi dalam kurun  waktu berbeda di masa lampau, yang meluluhlantakkan negeri dan umat yang  ditimpanya. Tidak kurang dari kedahsyatan kasus gempa bumi yang terjadi saat  ini. Dua dari empat ayat yang mengungkapkan kasus gempa itu terdapat dalam surat  Al-A'raf dengan lafaz yang sama, masing-masingnya ayat 78 tentang kasus gempa  yang menimpa umat Nabi Shaleh dan ayat 91 yang menunjuk kasus gempa yang dialami  umat Nabi Syuaib. Firman Allah SWT, ''Lalu, mereka dibinasakan oleh gempa bumi  sehingga pagi harinya mereka bergelimpangan dalam rumahnya.''&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SqQ-6VgssSI/AAAAAAAAANw/aniep634xco/s1600-h/GMP+%28200%29.BMP"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 218px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SqQ-6VgssSI/AAAAAAAAANw/aniep634xco/s320/GMP+%28200%29.BMP" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378493026914840866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh  beda dari kedua ayat di atas, surat Hud ayat 67 kembali menunjuk kasus gempa  yang menimpa umat Nabi Shaleh. Firman-Nya, ''Dan, orang-orang yang aniaya itu  ditimpa suara gemuruh, lalu mereka bergelimpangan dalam rumahnya.'' Kemudian  Surat Al-'Ankabut ayat 37 mengungkapkan kasus gempa yang dialami umat Nabi  Syuaib. Firman-Nya, ''Lalu mereka mendustakannya (Syuaib), kemudian mereka  disiksa dengan gempa raya, lalu di pagi hari mereka bergelimpangan dalam  rumahnya.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat ayat Alquran di atas selayaknyalah mengundang manusia  (terutama Muslim) agar melirik kasus gempa sebagai sebuah 'ibrah (pelajaran).  Paling tidak, ada tiga hal yang dapat dilihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kasus gempa bumi  bukan hanya terjadi sekarang, tapi telah terjadi di masa lampau dan mungkin akan  terjadi lagi di masa datang. Pengetahuan seperti itu membuka peluang kepada  manusia untuk meningkatkan kehati-hatian dan bahkan mendeteksi saat-saat akan  terjadinya gempa sebagai upaya menghindari bahaya yang lebih fatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, gempa bumi mutlak terjadi atas kehendak Yang Maha Kuasa (Allah  SWT). Kendati menurut teori para ahli dan ilmuwan disebabkan gunung meletus atau  pergeseran lempeng bumi dan sebagainya, semua itu tidak lain dari kehendak-Nya.  Gempa bumi terjadi di luar kemampuan manusia atau makhluk lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kasus gempa bumi di zaman Nabi Shaleh dan Nabi Syuaib ternyata  berhubungan dengan sikap umat yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya. Hal ini  bukan hanya membuat kita terpukul oleh musibah gempa, namun juga mengharuskan  kita melakukan koreksi diri. Pertanyaannya, dosa apa yang telah kita lakukan  sehingga Allah SWT Yang Maha Kuasa menakdirkan terjadinya gempa yang  menghancurkan kota dan desa serta menewaskan manusia banyak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai  manusia lemah kita semua mutlak berserah diri kepada Yang Maha Kuasa. Harapan  kita, gempa bumi yang telah terjadi dapat dilalui dengan penuh kesabaran dan  menjadi sebuah bahan koreksi diri. Berlindung kita kepada-Nya dari sifat  berputus asa dari rahmat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga gempa bumi yang menimpa bangsa ini  tidak berulang lagi. Lebih dari itu, mudah-mudahan kasus gempa itu bukan karena  kesalahan manusia, tetapi murni sebagai cobaan. Sebab, kita juga menemui hadis  Rasulullah SAW, ''Umatku ini dirahmati Allah dan tidak disiksa di akhirat, akan  tetapi siksaan mereka di dunia berupa fitnah-fitnah, gempa bumi, peperangan, dan  musibah-musibah.'' (HR Abu Daud). Wallahu a'lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-7758448696206646602?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/7758448696206646602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=7758448696206646602' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/7758448696206646602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/7758448696206646602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/gempa.html' title='Gempa...'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SqQ-6VgssSI/AAAAAAAAANw/aniep634xco/s72-c/GMP+%28200%29.BMP' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-5050503489722174998</id><published>2009-09-07T05:38:00.001+07:00</published><updated>2009-09-07T06:03:08.990+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antistress'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyejuk hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Api !! Api !!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SqQ_n8tSCjI/AAAAAAAAAN4/v8gxEWW6Z2w/s1600-h/IMG_1236.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SqQ_n8tSCjI/AAAAAAAAAN4/v8gxEWW6Z2w/s320/IMG_1236.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5378493810530716210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari Jum`at itu, Nasrudin menjadi imam Shalat Jum`at. Namun belum lama ia  berkhutbah, dilihatnya para jamaah terkantuk-kantuk, dan bahkan sebagian  tertidur dengan lelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berteriaklah Sang Mullah, "Api! Api!  Api!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saja, seisi masjid terbangun, membelalak dengan pandangan  kaget, menoleh kiri-kanan. Sebagian ada yang langsung bertanya, "Dimana apinya,  Mullah ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasrudin meneruskan khutbahnya, seolah tak acuh pada yang  bertanya, "Api yang dahsyat di neraka, bagi mereka yang lalai dalam  beribadah."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-5050503489722174998?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/5050503489722174998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=5050503489722174998' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/5050503489722174998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/5050503489722174998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/api-api.html' title='Api !! Api !!'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SqQ_n8tSCjI/AAAAAAAAAN4/v8gxEWW6Z2w/s72-c/IMG_1236.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-7298975043796008229</id><published>2009-09-04T16:57:00.001+07:00</published><updated>2009-09-04T17:16:37.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>LAILATUL QADR</title><content type='html'>&lt;b&gt;Keutamaan Lailat Al Qodr&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: 'Sesungguhnya kami telah  menurunkan Al Qur'an pada Lailat Al Qodr. Tahukah kamu apakah Lailat Al Qodr?  Itulah malam yang lebih utama dari pada seribu bulan' (QS Al Qodr : 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut di atas menunjukkan keutamaan dari Lailat Al Qodr.  Yang dimaksud dengan keutamaan di situ adalah bahwa amal ibadah seperti shalat,  tilawah Al Qur'an dan dzikir serta amal sosial seperti shadaqah, zakat yang  dilakukan pada malam itu lebih baik dibandingkan amal serupa selama seribu  bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam itu pintu-pintu langit dibuka dan Allah menerima  taubat dari hamba-hambaNya yang bertaubat. Dalam riwayat Abu Hurairah RA seperti  dilaporkan oleh Bukhari, Muslim dan Al Baihaqi, Rasulullah SAW juga pernah  menyampaikan: ' Barangsiapa melakukan qiyam (sholat malam) pada Lailat Al Qodr  atas dasar iman serta semata-mata mencari keridhaan Allah, maka Allah akan  mengampuni dosa-dosa yang pernah dilakukannya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kapan terjadinya  Lailat Al Qodr &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW tidak pernah melewatkan kesempatan untuk  meraih Lailat Al Qodr, terutama pada malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir  bulan puasa (HR Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tanda-tanda terjadinya Lailat Al  Qadr &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seperti diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, Abu Daud dan  Tirmidzi, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: 'Pada saat terjadinya Lailat Al  Qodr itu, malam terasa jernih, terang, tenang, cuaca sejuk tidak terasa panas  tidak juga dingin. Dan pada pagi harinya matahari terbit dengan jernih terang  benderang tanpa tertutup sesuatu awan'.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-7298975043796008229?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/7298975043796008229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=7298975043796008229' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/7298975043796008229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/7298975043796008229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/lailatul-qadr.html' title='LAILATUL QADR'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-2846412949172187440</id><published>2009-09-01T14:03:00.002+07:00</published><updated>2009-09-01T14:09:16.785+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fisik'/><title type='text'>UTUSAN SYAHWAT</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: normal;font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;“Janganlah  mengikuti pandangan (pertama) dengan pandangan (yang kedua), karena bagimu  (keringanan) untuk pandangan pertama, namun tidak untuk pandangan yang kedua.”  (HR.Ahmad dari Buraidah dari ayahnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana datangnya cinta? Dari  mata turun ke hati. Sya’ir ini sangat populer di kalangan pecinta musik dan  lagu. Sehingga penulis sempat ragu untuk mencantumkan sya’ir ini karena khawatir  menimbulkan kesan latah dan ikut-ikutan. Akan tetapi secara substansi syair itu  benar dan bahkan jauh sebelum muncul dari mulut mereka para ulama telah  menyebutkannya. Toh, mutiara tetap saja mutiara meskipun keluar dari mulut  anjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara mata dan hati terdapat pintu terbuka dan jalan penghubung  antara keduanya. Apa yang dikonsumsi oleh mata, itu pula yang akan mendominasi  hati. Bahkan masuknya pengaruh pandangan mata ke dalam hati melebihi kecepatan  masuknya udara ke tempat yang kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika yang dikonsumsi mata adalah  sesuatu yang haram maka hati yang merupakan komandan seluruh jasad akan ternoda,  dia tidak menyuruh kecuali yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ulama menggambarkan  hubungan imbal balik antara mata dan hati dengan dialog imajiner yang terjadi  antara keduanya. Mata berkata kepada hati: “Wahai hati, mengapa engkau  menyuruhku melihat sesuatu yang haram?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati mendebat mata dan berkata:  “Itu gara-gara kamu juga, karena tadinya engkau melihat yang haram, sehingga  mengotoriku, maka akupun menyuruh dengan sesuatu yang haram pula.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu  datanglah anggota badan lain sebagai hakim dan berkata: “Kalian berdua ibarat  dua orang, yang satu lumpuh namun bisa melihat dan yang satu buta tapi mampu  berjalan. Ketika si lumpuh melihat buah yang menggiurkan sementara dia tak mampu  meraihnya karena lumpuh, dia pun mengabarkan kepada si buta yang mampu berjalan.  Lalu untuk mendapatkannya keduanya bekerja sama, kakinya menggunakan kaki si  buta, sedangkan matanya menggunakan mata si lumpuh. Setelah itu keduanya  sama-sama merasakan lezatnya buah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati dan mata, keduanya  seperti dua lampu yang dipasang paralel. Jika satu tombol dipencet yang lain  ikut menyala. Jika salah satu melakukan aktivitas maka yang lain akn terkena  imbasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Siklus Dosa Berawal dari Mata&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikonsumsi  mata, pengaruhnya terus mengalir mengikuti siklusnya. Tak akan berhenti pada  satu titik saja, bahkan tak cukup hanya sekali putaran dia mempengaruhi  aktivitas jasad seluruhnya. Seluruh dosa bisa bermula dari mata, meluapnya  syahwat dari bendungannya paling sering berawal darinya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah  apa yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim bahwa ‘pandangan mata adalah juru pengintai  syahwat dan utusannya.’ Pasalnya, dialah yang bertugas mencari mangsa, dia pula  yang pertama mencicipinya dan dia pula yang akan menyalurkannya kepada hati  sebagai panglimanya, selanjutnya hati yang akan membagikannya kepada seluruh  anggota badan sebagai pasukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang bagaimana siklus dosa mengalir,  terutama dosa zina dijelaskan dengan sangat apik oleh Ibnul Qayyim di dalam  bukunya Al-Jawabul Kafi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, bermula dari pandangan. Khususnya jika  obyek yang dipandang adalah wanita (jika yang memandang laki-laki), atau  sebaliknya, bisa juga berupa gambar atau film. Dari pandangan ini, hampir pasti  meninggalkan bekasnya, seberapapun kadarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, siklus akan beralih  dari pandangan menuju lintasan hati. Hati merekam apa yang dilihatnya, wajahnya,  auratnya dan apapun yang berkesan setelah pandangan mendarat pada sasarannya.  Pada terminal ini, teramat sulit untuk membendung bola salju yang telah  menggelinding, hingga sampailah ia pada siklus berikutnya yang lebih  akut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, dari lintasan hati akan melahirkan pikiran. Indahnya obyek  pandangan senantiasa terbayang di benaknya hingga hati sibuk memikirkanya.  Diapun berangan: ‘Seandainya saja…’, ‘Mungkinkah jika aku…’, ‘Bagaimana  caranya…’ dan angan-angan lain yang menyibukkan sebagian aktivitas pikiran dan  hatinya. Bayang-bayang itu pula yang memenuhi rongga hati dan  otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Di saat akal sibuk memikirkannya, hati antusias untuk  membayangkannya, secara otomatis, siklus berikutnya telah dimasuki, yakni  hadirnya syahwat. Ya, serta merta syahwat akan hadir di saat orang membayangkan  wanita telanjang, atau berfikir seandainya yang menjadi aktor dalam film porno  yang dilihatnya itu adalah dirinya. Pada titik ini, nasib imannya sudah berada  di ujung tanduk, benteng pertahanannya sudah nyaris ambruk. Karena ia memasuki  fase yang lebih berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, Hadirnya syahwat akan melahirkan  ‘iradah’, kemauan untuk melampiaskannya. Jika dia telah membayangkan orang  berzina, niscaya timbul kemauan dia untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siklus keenam,  jika iradah semakin menguat maka terciptalah ‘azimah jazimah’, tekad yang kuat  atau gejolak nafsu yang membara. Dan jika tekad telah bulat, perbuatan zina akan  sulit untuk dibendung. Siklus ini sulit dihentikan bila terlanjur berputar. Tak  heran jika kebanyakan orang melakukan pemerkosaan bermula dari menonton film  porno. Dan umumnya tidak puas berhenti di satu titik sebelum dia bertaubat  nashuha atau dihentikan sanksi yang akan disandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Musibah dalam  Tayangan dan Media Masa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media yang mestinya berfungsi sebagai sumber  informasi rupanya telah berubah menjadi penyebar virus. Media menjadi pemberi  kontribusi terbesar terhadap gejolak birahi secara massal, tak pandang usia,  status sosial maupun tingkat ekonomi. Orang yang ingin mendapatkan ‘sedikit’  manfaat darinya pun akhirnya harus ‘rela’ mentolelir iklan yang saru dan tabu  misalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tanggung-tanggung, 24 jam penuh tayangan TV dapat  disaksikan. Tanpa menafikan adanya manfaat yang disuguhkan. Namun yang pasti  kapanpun orang ingin melihat yang haram diapun dapat memilih channel-nya. Maka  jika banyak generasi pemerkosa, atau banyaknya gadis yang hilang kehormatannya,  mestinya para penanggung jawab acara-acara di TV itu turut bertanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kalah noraknya dengan acara-acara di TV, koran dan tabloid-tabloid  jalanan berkeliaran lengkap dengan wanita yang menjajakan kehormatannya. Di  pinggir jalan, siapapun bisa memelototinya atau jika punya uang bisa membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Solusi Syar’i&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat begitu besarnya pengaruh pandangan  mata, sementara setan-setan menebarkan sasaran di setiap sudut dan lokasi yang  paling strategis, kesabaran untuk menahan pandangan lebih dituntut. Janganlah  kita terlalu percaya diri mengumbar pandangan, atau meremehkan pandangan  terhadap obyek yang haram lalu menyangka tak terjadi akibat apa-apa. Karena  bertahan untuk tidak melihat yang haram betapapun beratnya, itu masih lebih  ringan daripada membendung pengaruh setelah melihatnya. Untuk itulah di antara  salaf berkata: ‘ash-shabru ‘ala ghadhil bashar aisar minash shabri ‘ala alamin  ba’dahu’, bersabar untuk menahan pandangan lebih mudah dari pada bersabar atas  akibat setelah melihatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syari’at memberikan solusi dari tindak  perzinahan dan pemerkosaan sampai ke akarnya, memotong jalan mulai dari  start-nya. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada orang laki-laki yang  beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya..”  (an-Nuur: 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman-Nya:&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada wanita yang beriman:  “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya..” (an-Nuur:  31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Qurthubi menyebutkan di dalam tafsirnya: “(Kedua) ayat  tersebut tidak menyebutkan menahan pandangan dari apa dan menjaga kemaluannya  dari apa, karena otomatis telah dimaklumi, yakni menjaganya dari yang haram,  bukan yang halal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi . bersabda:&lt;br /&gt;“Janganlah mengikuti pandangan  (pertama) dengan pandangan yang kedua, karena bagimu (keringanan) untuk  pandangan pertama, namun tidak untuk pandangan yang kedua.” (HR Ahmad,  diriwayatkan juga oleh Muslim dan At-Tirmidzi dengan redaksi yang hampir  sama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan pertama yang dimaksud adalah pandangan yang tidak  disengaja mengarahkannya. Nabi pernah ditanya tentang pandangan tiba-tiba yang  tidak disengaja beliau perintahkan untuk memalingkan pandangannya. Termasuk di  sini laki-laki memandang wanita yang bukan istri dan bukan pula mahramnya.  Karena Nabi pernah memalingkan wajah seorang sahabat yang ketahuan melihat  seorang wanita, meskipun wanita tersebut berbusana lengkap. Lantas bagaimana  halnya dengan memandang wanita yang telanjang atau nyaris telanjang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  samping menahan pandangan, mencegah kemungkaran adalah kewajiban mendesak yang  harus segera kita tunaikan dalam urusan ini. Bagaimana kita hendak menahan  pandangan sementara kita biarkan setan-setan membuka paksa mata kita dan  membanjirinya dengan berjubel pemandangan yang haram?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi bersabda:&lt;br /&gt;“Jika salah seorang di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah dia  mencegah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, dan jika tidak  mampu maka dengan hatinya, itulah selemah-lemah iman.” (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-2846412949172187440?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/2846412949172187440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=2846412949172187440' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/2846412949172187440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/2846412949172187440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/utusan-syahwat.html' title='UTUSAN SYAHWAT'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-5822940753310089238</id><published>2009-09-01T13:55:00.001+07:00</published><updated>2009-09-01T14:07:20.680+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fisik'/><title type='text'>Perang Badar</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: normal;font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kemudian  Rasulullah SAW., mendengar berita kafilah Abu Sofyan yang baru kembali dari Syam  bersama kafilah besar Quraisy yang membawa harta benda dan barang dagangan  mereka. Jumlah anggota kafilah itu lebih kurang tiga puluh atau empat puluh  orang Quraisy. Diantaranya adalah Makhramah bin Naufal dan Amru bin Al-Ash. Kaum  muslimin pun keluar untuk menghadang mereka. Rasulullah berkata, “Ini adalah  kafilah Quraisy yang membawa harta melimpah, hadanglah mereka, mudah-mudahan  Allah menganugerahi harta rampasan perang kepada kalian." Maka orang-orangpun  tergerak keluar. Ada yang merasa ringan dan yang merasa berat. Karena mereka  tidak mengira bahwa Rasulullah akan mencetuskan peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abu  Sofyan hampir mendekati wilayah Hijaz, ia mencari-cari informasi. Ia bertanya  kepada setiap rombongan yang dijumpainya. Didorong perasaan khawatir terhadap  nasib rombongannya. Hingga akhirnya ia mendengar berita dari salah satu  rombongan bahwasanya Muhammad telah mengerahkan sahabat-sahabatnya untuk  menghadang kafilah dagangnya. Berhati-hatilah kalian! demikian pesan mereka.  Maka ia pun menyewa Dhamdham bin Amru Al-Ghifaari dan mengutusnya ke Makkah  serta memerintahkannya agar menemui pemuka Quraisy supaya mereka mengerahkan  pasukan untuk mengawal barang dagangan mereka. Dan menyampaikan berita kepada  mereka bahwa Muhammad SAW., bersama sahabatnya berusaha menghadang kafilahnya.  Maka Dhamdham bin Amru segera berangkat ke Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari sebelum  Dhamdham tiba di Makkah 'Atikah binti Abdul Muththtalib bermimpi melihat sesuatu  yang sangat mengejutkannya. Ia menemui Al-Abbas bin Abdul Muthalib, saudaranya,  dan berkata kepadanya, "Wahai saudaraku, demi Allah tadi malam aku bermimpi  melihat sesuatu yang sangat mengejutkanku. Aku khawatir kaummu akan tertim-pa  keburukan dan musibah. Rahasiakanlah mimpi yang kuceritakan padamu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Abbas berkata, "Apa yang engkau lihat?" 'Atikah berkata, "Aku melihat  seorang pria datang dengan menunggang unta lalu berhenti di Abthah. Kemudian ia  berteriak sekeras-kerasnya: "Bersiagalah kalian menghadapi pertempuran wahai  kaum dalam tiga hari ini!" Aku lihat orang-orang datang mengerumuninya, kemudian  ia memasuki Masjidil Haram sementara orang-orang mengikutinya. Ketika mereka  mengerumuninya, tiba-tiba untanya berdiri di atas punggung Ka'bah dan menyerukan  seperti seruannya tadi: "Bersiagalah kalian menghadapi pertempuran wahai kaum  dalam tiga hari ini!" Kemudian unta itu berdiri di atas puncak gunung Abu Qubeis  dan berseru seperti itu. Kemudian ia meraih sebongkah batu besar lalu  melemparkannya ke bawah. Sampai di bawah batu itu terpecah belah sehingga tidak  satu pun rumah di Makkah melainkan terkena serpihan batu tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Abbas berkata, "Demi Allah ini adalah mimpi yang benar!  Raha-siakanlah mimpi itu dan jangan ceritakan kepada siapapun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian  Al-Abbas pergi dan bertemu dengan Al-Walid bin Utbah bin Rabi'ah, salah seorang  temannya. Al-Abbas menceritakan mimpi itu kepadanya dan memintanya supaya  merahasiakannya. Lalu Al-Walid menceritakannya kepada ayahnya, yakni Utbah. Lalu  menyebarlah cerita tersebut di seantero kota Makkah sehingga menjadi bahan  pembicaraan di kalangan kaum Quraisy, khususnya dalam majelis mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Abbas bercerita: "Suatu ketika aku hendak melakukan thawaf. Sementara  Abu Jahal bin Hisyam bersama sejumlah orang Quraisy sedang duduk-duduk  membicarakan perihal mimpi 'Atikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi melihatku Abu Jahal berkata:  "Hai Abul Fadhl, datanglah ke-mari setelah engkau mengerjakan thawaf." Selesai  thawaf, aku pun mendatangi mereka dan duduk bersama mereka. Abu Jahal berkata  kepadaku: "Hai bani Abdul Muthalib, kapankah terjadi peristiwa itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Peristiwa apakah itu?” tanyaku.&lt;br /&gt;“Mimpi yang dilihat oleh ‘Atikah!”  serunya.&lt;br /&gt;“Apa yang dilihat olehnya?” tanyaku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata, “Hai  bani Abdul Muthalib, tidak adakah kaum lelaki yang melihat mimpi seperti itu  hingga kaum wanita kalian yang melihat-nya?" 'Atikah melihat dalam mimpi,  katanya, "Bersiap siagalah dalam tiga hari ini!" Kami tunggu dalam tiga hari  ini! Jika benar apa katanya itu, berarti peristiwa itu benar-benar terjadi. Jika  dalam tiga hari ini tidak terjadi sesuatu maka kami akan mencap kalian sebagai  keluarga paling besar kebohongannya di tanah Arab!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Abbas berkata,  “Demi Allah, hal itu bukanlah masalah besar bagiku! Aku pun tidak  mempercayainya. Aku menyanggah kalau ‘Atikah melihat sesuatu dalam mimpinya.”  Kemudian kami pun berpisah. Petang harinya seluruh kaum wanita bani Abdul  Muthalib mendatangiku dan berkata, “Mengapa engkau biarkan si fasik itu  melecehkan kaum lelaki kita, kemudian ia juga melecehkan kaum wanita kita sedang  engkau men-dengarnya. Namun tidak sedikitpun engkau tergerak untuk membantah apa  yang engkau dengar itu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menjawab, “Demi Allah, hal itu telah aku  lakukan, kukatakan padanya bahwa hal itu bukanlah masalah besar bagiku! Demi  Allah aku akan menantangnya dan jika ia mengulangi ucapannya niscaya aku akan  membantahnya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketiga setelah mimpi 'Atikah itu aku pun  berangkat dengan perasaan marah. Menurutku ada satu urusan yang terluput dan  mesti aku selesaikan dengannya. Aku masuk ke dalam Masjid dan melihat Abu Jahal  di situ. Demi Allah, ketika aku berjalan mendatanginya untuk memberinya  pelajaran agar ia meralat kembali apa yang telah dikatakan-nya kemarin. Abu  Jahal adalah seorang yang berperawakan kurus, keras wajahnya, tajam bicaranya  dan tajam pandangannya. Tiba-tiba ia keluar dari pintu masjid dengan  tergesa-gesa. Dalam hatiku bertanya: "Ada apa gerangan dengannya? Semoga Allah  melaknatnya! Apakah ia sengaja melarikan diri karena takut cercaanku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ia mendengar sesuatu yang belum kudengar. Ia mendengar suara  Dhamdham bin Amru Al-Ghifaari menyeru di atas lembah sembari berdiri di atas  untanya. Ia memotong hidung untanya, membalikkan pela-nanya dan mengoyak  bajunya. Ia berteriak: "Wahai sekalian kaum Qu-raisy! Bencana besar telah  menunggu! Bencana besar telah menunggu! Harta-harta kalian yang dibawa oleh Abu  Sofyan telah dihadang oleh Muhammad bersama sahabat-sahabatnya! Menurutku kalian  harus segera menyusulnya! Tolonglah dia! Tolonglah dia!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lupa  padanya dan dia juga lupa padaku karena peristiwa tersebut. Orang-orang segera  mempersiapkan keberangkatan. Mereka berkata: "Apakah Muhammad dan  sahabat-sahabatnya menyangka urusannya se-mudah apa yang telah mereka lakukan  terhadap rombongan Ibnu Al-Hadhrami! (Amru bin Al-Hadhrami yang terbunuh oleh  pasukan Abdullah bin Jahsy) Demi Allah! Sekali-kali tidak! Mereka akan rasakan  nanti!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu kaum Quraisy hanya memiliki dua pilihan: Berangkat  pe-rang atau mengutus seseorang sebagai gantinya! Ternyata seluruh kaum Quraisy  berangkat perang, tidak ada tokoh-tokohnya yang tertinggal, kecuali Abu Lahab  bin Abdul Muthalib, ia mengutus Al-Ash bin Hisyam bin Al-Mughirah sebagai  gantinya. Al-Ash memiliki utang kepada Abu Lahab sebesar empat ribu dirham,  namun ia tidak sanggup melunasinya, maka sebagai penebus utangnya itu ia  menggantikan posisi Abu Lahab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Umayyah bin Khalaf telah berniat  untuk tinggal. Dia adalah seorang yang telah berusia lanjut, bertubuh gemuk  hingga susah bergerak. Lalu Uqbah bin Abi Mu'aith datang menemuinya, ketika itu  ia sedang duduk di Masjidil Haram di tengah-tengah kaumnya sambil menikmati dupa  yang berisi api di hadapannya. Uqbah berkata kepadanya, "Hai Abu Ali, nikmatilah  dupa itu, karena engkau ini seperti wanita!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umayyah menjawab, "Semoga  Allah memburukkan engkau dan apa yang engkau katakan tadi!" Lalu dia pun  mempersiapkan diri dan ikut keluar bersama pasukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  mempersiapkan bekal dan telah sepakat untuk memulai perjalanan, mereka teringat  peperangan mereka dengan Bani Bakr bin Abdi Manaat. Mereka berkata, "Kita  khawatir mereka akan menyerang dari belakang!" Masalah itu hampir-hampir saja  menahan gerak mereka. Lalu menjelmalah iblis dalam wujud Suraqah bin Malik bin  Ju'syum Al-Madlaji dan berkata kepada mereka: "Aku jamin Kinanah tidak akan  menyerang dari belakang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu mereka pun langsung bergegas  keluar. Rasulullah SAW keluar di awal bulan Ramadhan bersama sahabat-sahabat  beliau. Rasul menyerahkan kepemimpinan shalat jamaah kepada Amru bin Ummi Maktum  RA. Setibanya di Rauhaa' beliau memerintahkan Abu Lubabah kembali ke Madinah  untuk menggantikan beliau. Beliau menyerahkan panji kepada Mush'ab bin Umeir RA,  panji itu berwarna putih. Di hadapan Rasulullah terdapat dua buah bendera  berwarna hitam, satu dipegang oleh Ali bin Abi Thalib dan satunya lagi dipegang  oleh salah seorang Anshar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu unta yang dimiliki oleh para  sahabat nabi berjumlah tujuh puluh ekor unta. Rasulullah SAW, Ali bin Abi Thalib  dan Martsad bin Abi Martsad menunggangi satu unta. Hamzah bin Abdil Muthalib,  Zaid bin Haritsah, Abu Kabsyah dan Anasah Maula Rasulullah menunggangi satu  unta. Sementara Abu Bakar, Umar dan Abdurrahman bin Auf menunggangi satu unta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berjalan dari Madinah menuju Makkah melewati Naqab Ma-dinah, lalu  melewati Al-'Aqiq, kemudian Dzulhulaifah, kemudian mele-wati Ulaatul Jaisy.  Kemudian beliau melewati wilayah Turban, kemudian Malal, kemudian Ghamis  Al-Hamam di daerah Maryain. Kemudian be-liau melewati Shukhairaatul Yamaam,  kemudian masuk wilayah As-Sa-yaalah kemudian Fajjir Rauhaa' kemudian memasuki  daerah Syanuukah. Ketika beliau dan pasukan sampai di 'Irq Zhabiyyah mereka  bertemu dengan seorang Arab badui dan bertanya kepadanya tentang situasi Makkah.  Namun mereka tidak dapat mengorek keterangan darinya. Para saha-bat berkata  kepadanya: "Ucapkanlah salam kepada Rasulullah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah di antara  kalian ada seorang utusan Allah!" tanyanya pula.&lt;br /&gt;"Benar, ucapkanlah salam  kepadanya!" jawab sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata: "Jika engkau benar-benar utusan  Allah maka sebutkanlah kepadaku apa yang ada di dalam perut untaku ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salamah bin Salamah bin Waqsy berkata kepadanya, "Jangan tanya  Rasulullah, kemarilah biar aku jawab pertanyaan engkau itu! Engkau menggagahinya  lalu dalam perutnya itu ada seekor bayi unta yang berasal dari benihmu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW berkata, "Diamlah, engkau telah berkata keji  terhadap-nya!" Rasulullah lantas berpaling dari Salamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian  Rasulullah SAW singgah di tempat bernama Sajasaj, yaitu telaga Rauhaa', kemudian  bergerak hingga ketika sampai di Munsharif beliau berbelok ke ke kanan, melewati  An-Naziyah menuju Badar. Beliau menyusuri pinggiran daerah tersebut hingga  melintasi sebuah lembah bernama Ruhqaan. Yaitu tempat yang terletak di antara  An-Naziyah dan perbatasan Shafraa'. Kemudian beliau tiba di perbatasan Shafraa'.  Setibanya di sana beliau melanjutkan perjalanan hingga ketika hampir mema-suki  Shafraa' beliau mengutus Basbas bin Amru Al-Juhani dan Adi bin Abi Zaghbaa'  Al-Juhani ke Badar untuk mencari informasi tentang Abu Sofyan bin Harb dan  rombongannya. Setelah mengutus keduanya Ra-sulullah SAW dan pasukan segera  bergerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau mendengar berita tentang pasukan Quraisy yang  bergerak untuk melindungi kafilah dagang mereka. Beliau mengajak para sahabat  bermusyawarah. Beliau menceritakan tentang pasukan Quraisy tersebut. Abu Bakar  Ash-Shiddiq RA., bangkit dan mengucapkan perkataan yang sangat baik. Kemudian  bangkit pula Al-Miqdaad bin Amru RA dan berkata, "Wahai Rasulullah, teruskanlah  perjalanan menurut yang telah Allah perintahkan kepadamu, kami selalu  menyertaimu. Demi Allah kami tidak akan mengatakan seperti yang dikatakan oleh  Bani Israil kepada Musa: “Pergilah kamu bersama Rabbmu, dan berperanglah kamu  berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” (Al-Maidah: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kami mengatakan, "Pergilah berperang kami akan menyertaimu  berperang! Demi Allah yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, sekiranya  engkau membawa kami ke Barkil Ghimaad, niscaya kami akan mengikutimu hingga  engkau sampai ke tujuan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW., mengucapkan kata-kata yang  baik kepadanya dan mendoakannya. Kemudian Rasulullah berkata: "Kemukakanlah  pendapat kalian wahai sahabat-sahabaku!" maksud beliau adalah kaum Anshar.  Karena mereka adalah mayoritas dari anggota pasukan. Dan ketika membaiat beliau  di Aqabah mereka berkata, "Wahai Rasulullah, kami tidak bertanggung jawab atas  keselamatanmu hingga engkau tiba di negeri kami. Dan jika engkau telah tiba di  negeri kami maka engkau berada dalam perlindungan kami. Kami akan melindungimu  sebagaimana kami melindungi anak dan istri kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW.,  khawatir kaum Anshar beranggapan mereka tidak wajib melindungi beliau kecuali  bila musuh menyerbu beliau di Madinah dan beranggapan bahwa mereka tidak wajib  berperang melawan musuh beliau ke luar daerah. Setelah Rasulullah mengucapkan  hal itu, Sa'ad bin Mu'adz pun angkat bicara: "Demi Allah, sepertinya yang engkau  maksud adalah kami, kaum Anshar, wahai Rasulullah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benar!" kata  beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa'ad berkata, "Kami telah beriman kepadamu dan telah  membenarkanmu, kami telah bersaksi bahwa agama yang engkau bawa adalah haq dan  kami telah memberi sumpah setia untuk selalu patuh dan taat. Teruskanlah  perjalanan ini wahai Rasulullah, kami akan selalu menyertaimu. Demi Allah yang  telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, sekiranya engkau menawarkan kepada  kami untuk mengarungi samudera luas ini niscaya kami akan mengarunginya  bersamamu, tidak ada seorang pun dari kami yang tertinggal. Kami tidak merasa  keberatan berperang melawan musuh kita besok hari. Kami adalah kaum yang paling  teguh dalam peperangan dan paling setia saat berhadapan dengan lawan.  Mudah-mudahan Allah memperlihatkan kepadamu persembahan terbaik dari kami yang  membuat engkau gembira. Berjalanlah bersama kami dengan keberkahan dari Allah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW., sangat gembira mendengar penuturan Sa'ad tadi dan  memompa semangat pasukan, beliau berkata: "Berjalanlah dan sambutlah kabar  gembira, sesungguhnya Allah telah menjanjikanku dua kelompok * dan demi Allah  seolah-olah saat ini aku sedang melihat kehancuran mereka! &lt;i&gt;(* Kelompok  pertama adalah kafilah dagang kaum Quraisy yang membawa barang-barang dagangan  yang sangat banyak, di dalam kafilah itu terdapat Abu Sofyan dan Amru bin  Al-Ash. Dan kelompok kedua adalah pasukan yang dikerahkan oleh Abu Jahal, mereka  memiliki kekuatan dan jumlah yang sangat banyak.) &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau  singgah di sebuah tempat dekat Badar. Lalu beliau berangkat bersama salah  seorang sahabat (Abu Bakar Ash-Shiddiq) hingga beliau bertemu dengan seseorang  yang sudah berusia lanjut. Beliau bertanya kepadanya tentang keadaan kaum  Quraisy dan tentang keadaan Muhammad SAW., dan sahabat-sahabatnya. Orang tua itu  berkata: "Aku tidak akan memberitahu kalian sehingga kalian menyebutkan  identitas kalian berdua!" Rasulullah berkata: "Kami akan beritahu bila engkau  memberitahu kepada kami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Benarkah demikian?" katanya. "Benar!" jawab  beliau. Orang tua itu berkata: "Menurut berita yang sampai kepadaku, Muhammad  dan saha-bat-sahabatnya berangkat pada hari ini. Jika berita itu benar maka  mereka telah sampai di tempat ini." Persis di tempat Rasulullah dan pasukan  beliau berada sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia berkata: "Menurut berita yang sampai  kepadaku kaum Quraisy berangkat pada hari ini. Jika berita itu benar maka mereka  telah sampai di tempat ini." Persis di tempat pasukan kaum Quraisy berada  sekarang. Setelah memberitahu hal itu ia bertanya: "Darimanakah kalian berdua?"  Rasulullah SAW., menjawab: "Kami berasal dari air!" kemudian be-liau pergi.  Orang tua itu berkata: "Apakah berasal dari mata air Iraq?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian  Rasulullah kembali menemui pasukan. Sore harinya beliau mengutus Ali bin Abi  Thalib, Az-Zubeir bin Al-Awwam, Sa'ad bin Abi Waqqash beserta beberapa orang  sahabat lain ke mata air Badar untuk mengamati situasi. Mereka menemukan unta  milik kaum Quraisy sedang minum yang dikawal oleh Aslam, seorang budak Bani  Al-Hajjaj dan 'Aridh Abu Yasaar, seorang budak Bani Al-Ash bin Sa'id. Mereka  menangkap dan menginterogasi kedua budak itu. Saat itu Rasulullah SAW., sedang  mengerjakan shalat. Kedunya berkata: Kami adalah pengambil air pasukan Quraisy,  mereka mengutus kami untuk mengambil air buat mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mereka  tidak puas dengan jawaban tersebut dan mengira keduanya berasal dari kafilah Abu  Sofyan. Maka mereka pun memukul keduanya, setelah babak belur dipukul barulah  keduanya mengaku: "Kami berasal dari kafilah Abu Sofyan." Barulah mereka melepas  kedua budak itu. Seiring dengan itu Rasulullah SAW., baru menyelesaikan  shalat-nya, beliau berkata: "Mengapa kalian pukul kedua budak itu setelah  memberi pengakuan jujur lalu kalian biarkan setelah keduanya memberi pengakuan  dusta?" Benarlah kata mereka berdua, mereka berdua memang berasal dari pasukan  Quraisy! Ceritakanlah kepadaku tentang pasukan Quraisy? Mereka berkata: "Demi  Allah. Mereka sekarang berada di balik bukit yang kalian lihat ini, di pinggir  lembah yang jauh." Rasulullah SAW., bertanya kepadanya, "Berapakah jumlah  mereka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami tidak tahu" kata mereka berdua. "Berapa ekor unta yang  mereka sembelih tiap hari?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sembilan atau sepuluh unta setiap hari"  jawab keduanya. Rasulullah berkata: "Mereka berjumlah sekitar sembilan ratus  atau seribu orang." Kemudian beliau berkata kepada mereka berdua: "Siapakah  pemuka Quraisy yang ikut serta?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya menjawab, "Utbah bin Rabi'ah,  Syaibah bin Rabi'ah, Abul Bakhtari bin Hisyam, Hakim bin Hizam, Naufal bin  Khuweilid, Al-Harits bin Amir bin Naufal, Thu'aimah bin Adi bin Naufal, An-Nadhr  bin Al-Harits, Zam'ah bin Al-Aswad, Abu Jahal bin Hisyam, Umayyah bin Khalaf,  Nabih dan Munabbih ibnul Hajjaj, Suheil bin Amru dan Amru bin Abdi Wudd."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW menghadap kepada para sahabat lalu berkata: "Makkah telah  mengerahkan putra-putra pilihannya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu Basbas bin Amru dan Adi  bin Abi Zaghbaa' sudah tiba di Badar. Mereka menambatkan unta di sebuah anak  bukit dekat mata air, kemudian keduanya mengambil kantung air untuk diisi.  Sementara saat itu Majdi bin Amru Al-Juhani sedang berada di situ. Adi dan  Basbas mendengar dua wanita kampung sedang menimba air. Salah seorang wanita  berkata kepada sahabatnya, "Sesungguhnya kafilah akan datang besok atau besok  lusa, aku mau bekerja untuk mereka, kemudian aku akan melunasinya untukmu."  Majdi berkata: "Kalian benar!" Kemudian ia membantu kedua wanita itu.  Pembicaraan itu didengar oleh Basbas dan Adi. Mereka segera menunggang unta dan  bergerak menemui Rasulullah SAW lalu mengabarkan apa yang telah mereka dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Abu  Sofyan terus bergerak maju dengan hati-hati sehingga sampai di mata air. Ia  berkata kepada Majdi bin Amru: "Apakah engkau mencurigai seseorang di sini?"  Majdi menjawab: "Tidak, aku tidak melihat seorang pun yang mencurigakan, hanya  saja aku melihat dua orang penung-gang yang menambatkan untanya di bukit kecil  itu, mereka mengisi kantung air lalu pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Sofyan mendatangi bukit  kecil tempat mereka menambatkan unta lalu memeriksa kotoran unta mereka,  ternyata ia dapati biji kurma. Abu Sofyan berkata: "Demi Allah, ini adalah  makanan hewan di Yatsrib (Madinah)!" Ia segera kembali menemui rekan-rekannya  lalu mengarahkan kafilahnya menelusuri jalan pantai. Ia berbelok ke kanan  menjauhi Badar dan mempercepat langkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat keadaan  mereka sudah aman Abu Sofyan mengutus seseorang menemui pasukan Quraisy untuk  mengabarkan: "Sesungguhnya kalian keluar untuk melindungi kafilah, orang-orang  dan harta kalian, dan Allah telah menyelamatkannya, maka kembalilah!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Jahal bin Hisyam berkata: "Demi Allah kami tidak akan kem-bali  hingga tiba di Badar!" Badar adalah salah satu pasar tahunan orang-orang Arab.  "Kami akan tinggal di sana selama tiga hari, menyembelih unta, menghidangkan  makanan, meminum khamr dan mendengarkan para biduanita berdendang. Orang-orang  Arab telah mendengar tentang kepergian kami bersama pasukan. Setelah ini mereka  pasti takut kepada kami selama-lamanya, maka teruskanlah perjalanan." lanjut Abu  Jahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Quraisy pun terus bergerak hingga sampai di pinggir  lem-bah yang jauh. Lalu Allah menurunkan hujan dari langit, ketika itu lem-bah  dalam keadaan becek. Rasulullah SAW., dan para sahabat mendapat bagian tanah  yang padat dan keras sehingga tidak menghalangi pergerakan mereka. Sementara  pasukan Quraisy mendapat bagian tanah yang lembek sehingga tidak mampu untuk  bergerak maju. Akhirnya Rasulullah dapat mendahului mereka tiba di mata air.  Sesampainya di tepi mata air beliau turun di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Habbab bin  Al-Mundzir berkata: "Wahai Rasulullah, apakah Allah yang memerintahkan tuan  untuk turun di tempat ini sehingga kita tidak boleh maju maupun mundur darinya,  ataukah siasat perang sema-ta?" Rasulullah menjawab: "Hanya siasat perang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Habbab melanjutkan: "Wahai Rasulullah, tempat ini kurang baik,  alangkah baiknya jika kita menempati tempat di tepi seberang sana yang dekat  kepada pasukan Quraisy. Kita tutup sumur di belakangnya dan kita bangun telaga  lalu kita isi air sebanyak-banyaknya, dan dari tempat itu kita menghadapi  mereka. Kita dapat minum sementara mereka tidak." Rasulullah SAW., berkata:  "Sungguh tepat pendapatmu itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah dan para sahabat  mengambil tempat di seberang mata air lalu menutup sumur dan membangun telaga di  atasnya lalu mereka isi air sampai penuh. Mereka ciduki telaga itu dengan  bejana-bejana mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa'ad bin Mu'adz berkata: "Wahai Nabi Allah,  alangkah baiknya jika kami buatkan bagimu bangsal tempat engkau berteduh. Kami  siapkan hewan tunggangan untukmu kemudian biarkan kami yang menghadapi musuh.  Apabila Allah memberikan kemenangan bagi kita atas musuh maka itulah yang kami  harapkan. Jika tidak, engkau dapat mengendarai hewan kendaraan itu untuk  menyusul orang-orang kita yang tertinggal di belakang. Wahai nabi Allah, ada  sejumlah orang yang tertinggal di bela-kang, kami bukanlah orang yang lebih  dalam cintanya kepadamu diban-ding mereka. Sekiranya mereka tahu engkau bakal  menghadapi peperang-an tentu mereka tidak akan tertinggal di belakang. Allah  akan melin-dungimu melalui mereka. Mereka pasti berlaku tulus terhadapmu dan  berjihad bersamamu." Rasulullah SAW., memujinya dengan kata-kata yang baik dan  mendoakan kebaikan untuknya. Kemudian dibangunlah bangsal untuk Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi harinya kaum Quraisy mulai bergerak. Ketika melihatnya Rasulullah  SAW., segera menuruni Al-'Aqanqal –sebuah bukit pasir di lembah tersebut–.  Rasulullah berkata: "Ya Allah, itu pasukan Quraisy telah da-tang dengan segala  kesombongan dan keangkuhannya! Mereka hendak menantangMu dan mendustakan  RasulMu. Ya Allah, turunkanlah pertolongan yang telah Engkau janjikan kepadaku.  Ya Allah, binasakanlah mereka besok!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah pasukan Quraisy di Badar,  beberapa orang dari mereka men-datangi telaga yang dibangun oleh Rasulullah dan  para sahabat. Diantara mereka terdapat Hakim bin Hizam. Rasulullah berkata:  "Biarkanlah mereka!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang minum dari telaga Rasulullah saat  itu menemui kematiannya pada peperangan ini kecuali Hakim bin Hizam, dia lah  satu-satunya yang selamat. Kemudian ia masuk Islam dan menjadi baik  ke-Islamannya. Setelah itu apabila ia sungguh-sungguh bersumpah ia berka-ta:  "Demi Allah yang telah menyelamatkanku pada peperangan Badar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  keadaan tenang, kaum Quraisy mengutus Umeir bin Wahab Al-Jumahi, mereka berkata  kepadanya: "Perkirakanlah berapa jumlah pasukan Muhammad!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun  menunggangi kudanya mengelilingi pasukan kemudian kem-bali dan berkata: "Jumlah  mereka lebih kurang tiga ratus orang! Akan tetapi biar aku lihat apakah ada  pasukan yang tersembunyi atau bala bantuan bagi mereka?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun  menunggangi kudanya menjauhi lembah. Ternyata ia tidak melihat sesuatu yang  mencurigakan. Lalu kembali dan berkata: "Aku tidak melihat sesuatu yang  mencurigakan. Akan tetapi wahai sekalian Quraisy! Aku melihat balaaya (Bentuk  jamak dari perkataan baliyyah, artinya unta-unta atau hewan-hewan yang diikat di  kuburan tidak makan dan tidak minum hingga mati) (unta-unta) yang membawa  kematian! Unta-unta Yatsrib yang membawa kematian yang tidak bisa dielakkan.  Satu kaum yang tidak memiliki pertahanan dan tempat melarikan diri  (perlindungan) selain pedang mereka! Demi Allah, setiap orang yang terbunuh dari  mereka pasti membunuh salah seorang dari kalian! Jika dengan jumlah mereka yang  sedikit itu mereka berhasil mengalahkan kalian maka tidak ada lagi kehidupan  yang enak setelah itu! Oleh karena itu pikirkanlah matang-matang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar penuturannya itu Hakim bin Hizam menemui orang-orang. Ia  mendatangi Utbah dan berkata: "Wahai Abul Walid, engkau adalah pembesar Quraisy  dan salah satu pemimpin yang ditaati! Maukah kebaikanmu selalu dikenang hingga  akhir zaman.?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa itu hai Hakim?" tanya Utbah. Hakim berkata:  "Kembalilah bersama pasukan dan selesaikanlah tebusan sekutumu, yakni Amru bin  Al-Hadhrami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku pasti akan melakukannya, engkaulah yang menjadi  saksinya, ia adalah sekutuku dan akulah yang menanggung tebusannya dan harta-nya  yang diambil. Datangilah Ibnul Hanzhaliyah (Abu Jahal bin Hisyam, ibunya anak  dari Hanzhalah bin Malik). Aku tidak khawatir orang-orang akan berselisih  tentangnya!" jawab Utbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Utbah pun bangkit dan berbicara: "Wahai  sekalian kaum Quraisy, demi Allah apa yang kalian lakukan bila mengalami  kekalahan dalam menghadapi Muhammad dan pasukannya? Demi Allah sekiranya kalian  menang maka kita saling memandang dengan perasaan benci sambil menggerutu "Ia  telah membunuh sepupunya, telah membunuh keponakannya atau anggota keluarganya  sendiri". Biarkanlah Muhammad menghadapi kabilah Arab yang lain. Bila mereka  berhasil mengalahkan Muhammad maka itulah yang kalian harapkan. Jika yang  terjadi selain itu, kalian telah selamat dan terhindar dari musibah yang tidak  kalian inginkan darinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakim berkata: "Aku bergegas menemui Abu  Jahal, saat itu ia tengah mempersiapkan pakaian perangnya. Kukatakan padanya:  "Hai Abul Hakam, sesungguhnya Utbah mengutusku menemuimu untuk urusan ini!"  yakni masalah yang diutarakannya tadi. Abu Jahal berkata: "Demi Allah, kembang  kempis dadanya (Kinayah dari rasa takut) karena melihat Muhammad dan pasukannya.  Demi Allah sekali-kali tidak! Kita tidak akan kembali hingga Allah memutuskan  siapakah yang menang, kita atau Muhammad! Seharusnya Utbah tidak mengatakan  perkataan seperti itu! Namun ia melihat Muhammad dan pasukannya hanya sedikit  sementara di antara mereka terdapat anaknya! Ia hanyalah menakut-nakuti kalian  saja!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia mengutus seseorang kepada Amir bin Al-Hadhrami untuk  mengatakan: "Sekutumu (yakni Utbah) menghendaki pasukan ini kembali ke Makkah!  Sementara engkau hendak membalas dendam! Bangkit dan teriakkanlah hakmu (Yakni  tuntutlah kepada bangsa Quraisy perjanjian mereka kepadamu. Mereka adalah  tetangga dan sekutu (Amr bin Al-Hadhrami) dan darah saudaramu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka  bangkitlah Amir bin Al-Hadhrami dan berdiri di tengah orang banyak sambil  berteriak: "Duhai Amru! Duhai Amru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spontan saja berkobarlah semangat  pasukan, tekad mereka semakin menyala-nyala dan mereka semua bersatu di atas  keburukan. Kacaulah apa yang diserukan oleh Utbah kepada mereka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Aswad bin Abdil Asad Al-Makhzumi maju ke depan –ia adalah seorang  lelaki yang buruk perangainya– sambil berkata: "Aku bersumpah akan meminum air  dari telaga mereka. Akan kuhancurkan telaga itu meski aku harus terbunuh!  Tantangannya itu disambut oleh Hamzah bin Abdul Muthalib. Ketika keduanya saling  berhadapan Hamzah menebas kakinya hingga terbelah dua dan terpental jauh.  Sementara ia masih berada jauh dari telaga. Ia pun tumbang sementara kakinya  mengucurkan darah ke arah teman-temannya. Kemudian ia merangkak menuju telaga  dan berusaha menceburkan diri ke dalamnya. Ia hendak melaksanakan sumpahnya.  Namun Hamzah mengejarnya lalu menebasnya dengan pedang. Maka terbunuhlah  Al-Aswad di telaga itu.!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian majulah Utbah bin Rabi'ah didampingi  oleh saudaranya, yakni Syaibah dan putranya Al-Walid bin Utbah. Sesampainya di  antara dua pasukan mereka menantang berduel satu lawan satu. Tiga orang pemuda  Anshar maju menjawab tantangan itu, mereka adalah Auf dan Mu'adz bin Al-Harits  dan seorang lelaki lain, ada yang mengatakan ia adalah Abdullah bin Rawaahah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapakah kalian?" tanya mereka. "Kami adalah pemuda kaum An-shar!"  jawab sahabat. "Kami tidak berkeinginan melawan kalian!" sahut mereka. Lalu  salah seorang dari mereka berteriak: "Hai Muhammad, keluarkanlah orang-orang  yang seimbang dengan kami dari kaum kami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW., berkata:  "Majulah wahai Ubaidah bin Al-Harits, maju-lah wahai Hamzah dan majulah wahai  Ali!" Mereka pun berkata: "Itu baru lawan yang seimbang!" Maka Ubaidah pun –ia  adalah yang paling tua di antara ketiganya– meladeni Utbah bin Rabi'ah. Hamzah  meladeni Syaibah bin Rabi'ah dan Ali meladeni Al-Walid bin Utbah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun  Hamzah tanpa susah payah berhasil menewaskan Syaibah. Demikian juga Ali tanpa  susah payah berhasil menewaskan Al-Walid. Sementara Ubaidah terlibat dalam  pertarungan yang amat sengit dengan Utbah. Masing-masing dapat mencederai  lawannya. Lalu Hamzah dan Ali berbalik dan menyerang Utbah dengan pedang  terhunus dan menghabisinya, kemudian keduanya membopong Ubaidah kembali ke  pasukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu kedua pasukan saling berhadapan dan saling  mendekat. Rasulullah memerintahkan pasukan agar jangan menyerang sebelum  mendapat komando dari beliau. Beliau berkata: "Jika mereka maju menyerang  hujanilah mereka dengan lemparan batu!" Ketika itu Rasulullah berada di dalam  bangsal bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq SAW.,.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peperangan Badar ini  terjadi pada Jum'at pagi tanggal 17 Ramadhan. Kemudian Rasulullah SAW.,  merapikan barisan dan kembali ke bangsal bersama Abu Bakar, tidak ada orang lain  yang menyertai beliau. Rasulullah terus berdoa memohon pertolongan yang telah  dijanjikan Allah kepada-nya. Beliau berdoa: "Ya Allah, jika Engkau membinasakan  pasukan ini niscaya Engkau tidak akan disembah lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar saat itu  berkata: "Wahai Nabiyullah, Allah telah memenuhi janjiNya kepadamu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW., sempat tertidur sejenak di dalam bangsal kemudian  beliau terbangun dan berkata: "Wahai Abu Bakar, sambutlah kabar gembira,  pertolongan Allah telah tiba. Malaikat Jibril telah bersiap memacu kudanya.  Terlihat gumpalan debu dari arahnya!" Kemudian Rasulullah keluar dan memompa  semangat pasukan, beliau berkata: "Demi Allah yang jiwa Muhammad berada  ditanganNya, siapa saja yang terbunuh pada hari ini karena mengharap pahala,  maju berperang bukan mundur ke kebelakang, pasti Allah memasukkannya ke dalam  Surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu, Umeir bin Al-Humam, saudara Bani Salamah, yang  saat itu sedang makan buah kurma berkata: "Wah, wah, cuma itukah yang memisahkan  diriku dengan Surga? Hanya dengan terbunuh di tangan mereka?!" Ia segera  melemparkan buah kurma yang digenggamnya lalu mengambil pedang, kemudian ia maju  ke depan hingga akhirnya tewas terbunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah SAW.,  mengambil segenggam debu lalu mengha-dap pasukan Quraisy dan berkata:  "Terhinalah wajah-wajah kalian!" kemudian beliau meniupnya ke arah mereka. Lalu  beliau memberi komando kepada pasukan: "Serbu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pada saat itulah  pasukan Quraisy menemui kekalahan. Terbunuhlah para pemuka Quraisy dan  tertawanlah sejumlah orang terpandang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abdullah  bin Abbas RA., bahwa pada saat itu Rasulullah SAW., berkata kepada para sahabat:  "Aku tahu, sebagian orang dari Bani Hasyim dan lainnya keluar berperang karena  terpaksa. Kita tidak perlu membunuh mereka. Siapa saja yang bertemu dengan salah  seorang Bani Hasyim, maka janganlah membunuhnya. Siapa saja yang bertemu dengan  Abul Bakhtari bin Hisyam bin Al-Harits bin Asad, maka janganlah membunuhnya.  Siapa saja yang bertemu dengan Al-Abbas bin Abdil Muthalib, maka janganlah  membunuhnya. Karena ia keluar berperang karena terpaksa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hudzaifah  berkata: "Apakah kami dibiarkan membunuh bapak-bapak kami, saudara-saudara kami  dan keluarga kami lantas membiarkan Al-Abbas? Demi Allah, jika aku menemuinya  niscaya akan kubunuh dengan pedangku ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampailah perkataan ini  kepada Rasulullah SAW.,. Beliau berkata kepada Umar bin Al-Khatthab RA.,: "Wahai  Abu Hafsh, patutkah paman Rasulullah ditebas dengan pedang?" Umar berkata:  "Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk membunuh orang yang mengatakannya! Demi  Allah ia telah berbuat kemunafikan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peristiwa itu Abu Hudzaifah  berkata: "Aku tidak pernah merasa aman dari ucapan yang kukatakan saat itu. Aku  senantiasa takut akibatnya, dan tidak ada cara selain kutebus dengan mati  syahid!" Beliau terbunuh sebagai seorang syuhada pada peperangan Yamamah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para malaikat tidak pernah terlibat langsung dalam peperangan kecuali  pada peperangan Badar ini. Pada peperangan lain mereka datang dalam jumlah yang  sangat banyak namun tidak terlibat langsung dalam peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah  Rasulullah SAW., dan pasukan berhasil menaklukkan pasukan Quraisy, beliau  memerintahkan agar mencari jasad Abu Jahal di antara para korban yang tewas.  Ibnu Mas'ud RA., menuturkan: "Aku menyembelih kepala Abu Jahal dan membawanya ke  hadapan Rasulullah. Aku berkata: "Wahai Rasulullah, inilah kepala musuh Allah  Abu Jahal! Rasulullah berkata: "Demi Allah, tiada ilah yang berhak disembah  selain Dia!" Begitulah sumpah Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkata: "Benar, demi  Allah yang tiada ilah yang berhak disembah selain Dia!" Kemudian aku letakkan  kepala Abu Jahal di hadapan Rasulullah. Beliau memanjatkan puja dan puji kepada  Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW., memerintahkan agar melempar mayat-mayat tentara  Quraisy itu ke sumur. Kecuali Umayyah bin Khalaf, tubuhnya membengkak dalam baju  perang yang dikenakannya sehingga sulit dikeluarkan. Mereka mencoba  mengeluarkannya dengan menggoyang-goyangnya, tetapi dagingnya malah rontok,  akhirnya mereka biarkan. Lalu mereka timbun sumur itu dengan tanah dan bebatuan.  Setelah mayat-mayat itu dilemparkan ke dalam sumur, pada malam harinya  Rasulullah SAW., berdiri di samping sumur lalu berkata –perkataan beliau  didengar oleh para sahabat-: "Hai penghuni sumur, hai Utbah bin Rabi'ah, Syaibah  bin Rabi'ah, Umayyah bin Khalaf, Abu Jahal...-dan beberapa orang yang  dilemparkan ke dalam sumur- Apakah kalian telah merasakan kebenaran janji Allah  atas kalian? Sesungguhnya aku telah melihat kebenaran janji Allah atasku!" Kaum  muslimin berkata: "Wahai Rasulullah, apakah engkau menyeru kaum yang telah  menjadi bangkai?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah menjawab: "Kalian tidaklah lebih mendengar  apa yang aku katakan daripada mereka! Hanya saja mereka tidak dapat menjawab  perkataanku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah memerintahkan agar membagi-bagi  ghanimah (harta rampasan perang) yang telah dikumpulkan. Kaum muslimin saling  berselisih tentangnya. Para pengumpul ghanimah berkata: "Harta itu milik kami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota pasukan yang terlibat peperangan berkata: "Demi Allah, kalau  bukan karena perjuangan kami kalian tidak akan bisa mengumpulkannya! Kamilah  yang memalingkan perhatian musuh terhadap kalian sehingga kalian bisa leluasa  mengumpulkannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota pasukan yang bertugas menjaga Rasulullah SAW.,  dari gang-guan musuh berkata: "Demi Allah, kalian tidaklah lebih berhak daripada  kami. Demi Allah, kami telah bertekad memerangi musuh sebab Allah telah  mengaruniai kami kekuatan. Dan kami pun punya kesempatan untuk mengambili harta  karena tidak ada lagi yang menjaganya. Akan tetapi kami khawatir terhadap  keselamatan Rasulullah dari rongrongan musuh, maka kami pun menjaga beliau.  Kalian tidaklah lebih berhak daripada kami!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Setelah  memperoleh kemenangan Rasulullah mengutus Abdullah bin Rawahah untuk  menyampaikan kabar gembira kepada penduduk 'Aliyah dan Zaid bin Haritsah kepada  penduduk Saafilah. Kemudian beliau bergegas kembali ke Madinah dengan membawa  para tawanan. Diantara mereka terdapat Uqbah bin Abi Mu'aith dan An-Nadhr bin  Al-Harits. Beliau juga membawa harta rampasan perang yang diperoleh dari kaum  musyrikin. Beliau memerintahkan Abdullah bin Ka'ab bin Amru bin 'Auf untuk  mengawalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau berjalan hingga sampai di Mudhayyiq Shafraa' beliau  singgah di sebuah bukit kecil antara Mudhayyiq dan Naziyah. Di situlah beliau  membagi-bagikan harta rampasan perang yang Allah berikan kepada kaum muslimin.  Beliau membaginya sama rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah melanjutkan perjalanan.  Sesampainya di Rau-ha' beliau bertemu dengan sebagian kaum muslimin yang  mengucapkan selamat atas kemenangan yang diberikan Allah kepada beliau bersama  pasukan. Salamah bin Salamah berkata: "Ucapan selamat apakah yang kalian tujukan  buat kami?! Demi Allah kami hanyalah menghadapi kaum yang lemah seperti  unta-unta yang tertambat lalu kami datang menyem-belihinya!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah  hanya tersenyum mendengar perkataan tersebut. Kemu-dian beliau berkata: "Hai  saudaraku, mereka adalah kelompok yang besar!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di  Ash-Shafraa', An-Nadhr bin Al-Harits dibunuh, Ali bin Abi Thaliblah yang  melaksanakan tugas membunuhnya. Kemudian pasukan kembali bergerak, setibanya di  'Irq Zhabiyyah giliran Uqbah bin Abi Mu'aith yang dibunuh. Ketika Rasulullah  SAW., memerintahkan agar membunuhnya, ia berkata: "Untuk siapakah mata pedang  ini hai Muhammad?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Untuk Neraka!" jawab beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Ashim bin  Tsabit bin Abi Aqlah Al-Anshari yang melaksanakan tugas membunuhnya. Kemudian  Rasulullah melanjutkan perjalanan hingga tiba di Madinah sehari sebelum  rombongan yang membawa tawanan tiba. Ketika para tawanan datang, beliau  membagi-bagikannya kepada para sahabat. Beliau berpesan agar berbuat baik  terhadap para tawanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Quraisy pertama yang sampai di Makkah  setelah kekalahan itu ialah Al-Haisumaan bin Abdulllah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang  Quraisy meratapi para korban yang gugur. Kemudian mereka berkata: "Jangan  meratap seperti itu, jangan sampai Muhammad dan sahabat-sahabatnya mendengar  ratapan kita sehingga mereka bergembira mendengarnya. Jangan utus seorang pun  untuk menebus tawanan kalian. Tundalah niat kalian itu. Jangan sampai Muhammad  dan sahabat-sahabatnya menekan kalian dalam penebusan tawanan tersebut!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peperangan itu Al-Aswad bin Al-Muthalib kehilangan tiga orang  anaknya: Zam'ah bin Al-Aswad, Uqeil bin Al-Aswad dan Al-Harits bin Zam'ah. Ia  ingin sekali meratapi anak-anaknya itu. Tiba-tiba pada suatu malam ia mendengar  suara ratapan. Pada saat itu pandangannya sudah lemah, ia berkata kepada seorang  budaknya: "Coba lihat siapakah yang meratap itu? Apakah orang-orang Quraisy  sedang meratapi korban-korban mereka yang gugur? Biar aku menangisi Abu Hakimah  –yakni Zam'ah- karena dadaku sudah sesak rasanya! Sekembalinya si budak tadi ia  berkata: "Itu hanyalah tangisan seorang wanita yang kehilangan untanya?" Saat  itulah Al-Aswad melantunkan syair dukanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Apakah wanita itu  menangisi untanya yang hilang&lt;br /&gt;Hingga ia tidak bisa tertidur pulas?&lt;br /&gt;Jangan tangisi unta itu tangisilah para korban perang Badar&lt;br /&gt;Tangisilah  Bani Husheish, Makhzum dan keluarga Abul Walid&lt;br /&gt;Tangisilah Uqeil dan Harits  singa milik Al-Aswad&lt;br /&gt;Tangisilah mereka semua janganlah engkau jemu!&lt;br /&gt;Sungguh Abu Hakimah memang tiada tandingannya! &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kaum  Quraisy mengutus orang untuk menebus para tawanan. Mereka mengutus Mikraz bin  Hafsh untuk menebus Suheil bin Amru. Setelah Mikraz mengemukakan maksudnya dan  disetujui oleh kaum muslimin, mereka berkata: "Berikanlah tebusannya?" Mikraz  ber-kata: "Ikatlah kakiku sebagai ganti dirinya, dan bebaskanlah dia hingga ia  memberikan tebusannya kepada kalian. Maka kaum muslimin pun mem-bebaskan Suheil  dan mengikat Mikraz sebagai gantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu Umar bin Al-Khatthab  RA., berkata kepada Rasulullah: "Wahai Rasulullah, izinkanlah aku menanggalkan  giginya dan memotong lidahnya agar ia tidak bisa lagi menjelek-jelekkan dirimu!"  Rasulullah SAW., berkata: "Aku tidak akan merusak dirinya sehingga Allah akan  merusak diriku, meskipun aku seorang nabi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara para tawanan  terdapat Abul Ash bin Ar-Rabi' bin Abdil Uzza, mantan menantu Rasulullah, bekas  suami putri beliau, Zainab RA.,. Islam telah memisahkan mereka berdua. Hanya  saja dahulu Rasulullah SAW., tidak kuasa memisahkan mereka berdua. Zainab yang  ketika itu sudah memeluk Islam masih tetap hidup bersama Abul Ash yang masih  musy-rik. Hingga Rasulullah berhijrah ke Madinah. Ketika pasukan Quraisy  be-rangkat ke peperangan Badar, Abul Ash bin Ar-Rabi' ikut bersama pa-sukan.  Pada peperangan ini ia tertawan. Di Madinah ia berada di bawah pengawasan  Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika penduduk Makkah mengutus orang-orang mereka untuk  me-nebus tawanan, Zainab binti Rasulullah SAW., meminta agar Abul Ash  dibe-baskan dengan tebusan sejumlah harta. Zainab menyerahkan kalungnya yang  dihadiahkan oleh Khadijah saat ia berumah tangga dengan Abul Ash. Melihat itu  hati Rasulullah pun luluh, lalu beliau berkata: "Jika kalian setuju membebaskan  Abul Ash dan mengembalikan kalung ini kepada Zainab, maka lakukanlah." Para  sahabat berkata: "Kami setuju wahai Rasulullah, bebaskanlah Abul Ash dan  kembalikanlah kalung itu kepada Zainab."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Abul Ash kembali ke  Makkah, sementara Zainab tinggal ber-sama Rasulullah di Madinah. Islam telah  memisahkan keduanya. Hingga menjelang penaklukan kota Makkah, Abul Ash berangkat  berniaga ke negeri Syam. Ia adalah orang yang terpercaya. Ia membawa harta  da-gangannya dan harta dagangan milik orang-orang Quraisy yang diinves-tasikan  kepadanya. Setelah selesai berniaga dan hendak kembali ke Makkah, ia dihadang  oleh pasukan Rasulullah SAW., dan merampas harta benda yang dibawanya. Abul Ash  sendiri melarikan diri karena tidak mampu melawan. Sekembalinya pasukan dengan  membawa harta yang baru mereka rampas, Abul Ash diam-diam datang ke Madinah pada  malam hari. Ia menemui Zainab binti Rasulullah dan meminta perlindungan  kepadanya, Zainab pun melindunginya. Ia ceritakan bahwa tujuannya adalah  mengambil kembali hartanya yang dirampas. Pagi harinya ketika Rasulullah mulai  mengerjakan shalat Shubuh bersama para sahabat, tiba-tiba Zainab berteriak dari  tengah shaf: "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku telah melindungi Abul Ash  bin Ar-Rabi'. Selesai shalat Rasulullah berkata: "Apakah kalian dengar teriakan  itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami mendengarnya!" jawab sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah berkata:  "Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, aku tidak tahu menahu soal  itu hingga mendengarnya tadi sebagaimana yang kalian dengar. Sesungguhnya wajib  melindungi orang yang dilindungi oleh seorang muslim meski serendah apapun  derajatnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah menemui putrinya dan berkata: "Wahai  putri-ku, muliakanlah dia, namun janganlah mendekatinya karena ia tidak halal  bagimu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Abi Bakar menuturkan kisahnya: "Rasulullah SAW.,  mengutus pasukan yang merampas harta benda milik Abul Ash. Rasulullah berkata  kepada mereka: "Lelaki ini (Abul Ash) dalam perlindungan kami sebagaimana yang  kalian ketahui, dan kalian telah merampas hartanya. Jika kalian berbaik hati  mengembalikan harta yang kalian rampas maka kami sangat mensyukurinya. Jika  kalian menolak maka itu merupakan harta fa'i yang Allah berikan kepada kalian.  Kalian lebih berhak terhadapnya." Mereka berkata: "Wahai Rasulullah, kami akan  mengembalikannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mereka pun mengembalikannya. Ada yang  mengembalikan timba, ada yang mengembalikan tempat air, ada yang mengembalikan  bejana kulit, bahkan ada yang mengembalikan kayu pemikul karung. Mereka  mengembalikan seluruh harta bendanya tanpa ada satupun yang tertinggal. Lalu  Abul Ash membawanya ke Makkah dan menyerahkannya kepada pemiliknya dan kepada  orang yang telah menanamkan modal kepadanya. Kemudian ia berkata: "Wahai  sekalian kaum Quraisy, adakah orang yang belum mengambil harta yang  dititipkannya kepadaku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada, semoga Allah membalas Anda dengan  kebaikan, engkau adalah orang yang amanat lagi mulia!" jawab mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abul Ash melanjutkan perkataannya: "Sesungguhnya aku telah bersaksi  tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan  utusanNya! Demi Allah tidak ada perkara yang menghalangiku masuk Islam di  hadapan beliau melainkan aku khawatir kalian akan menuduhku sebagai orang yang  ingin mengambil secara tidak sah harta orang lain. Setelah aku mengembalikannya  kepada kalian dan sudah selesai urusan di antara kita, maka aku pun menyatakan  ke-Islamanku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia meninggalkan Makkah dan pergi menemui  Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara para tawanan yang kami ketahui namanya dan diberi  pengampunan selain Abul Ash bin Ar-Rabi' adalah Al-Muthalib bin Hanthab, Shaifi  bin Abi Rifaa'ah, Abu Azzah Amru bin Abdillah bin Utsman bin Uhaiib bin Hudzafah  bin Jumah, ia adalah seorang fakir dan banyak memiliki anak perempuan. Ia datang  menghadap Rasulullah dan berkata: "Wahai Rasulullah, engkau tahu aku tak punya  harta, aku adalah orang miskin dan banyak anak, bebaskanlah diriku." Maka  Rasulullah pun membebaskannya dan mengambil janji darinya supaya ia tidak  membantu seorang pun dalam memusuhi Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Azzah memuji  Rasulullah dan menyebutkan keutamaan beliau di tengah kaumnya dalam sebuah  syair:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Siapakah yang sudi mengabari dariku&lt;br /&gt;tentang Muhammad  Rasulullah,&lt;br /&gt;tentang penguasa yang terpuji,&lt;br /&gt;sesungguhnya seruanmu adalah  hak&lt;br /&gt;engkau menyeru kepada kebenaran dan hidayah&lt;br /&gt;Cukuplah Allah Yang Maha  Agung menjadi saksinya&lt;br /&gt;Engkaulah orang yang memiliki kedudukan yang tinggi&lt;br /&gt;Siapa saja yang engkau perangi niscaya akan celaka&lt;br /&gt;Dan siapa saja yang  engkau lindungi niscaya akan bahagia&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tebusan kaum musyrikin ketika  itu seribu sampai empat ribu dirham untuk satu orang. Kecuali yang tidak  memiliki harta, Rasulullah SAW., mengampuni mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta perang Badar  dari kalangan Muhajirin yang diberi bagian harta rampasan perang berjumlah  delapan puluh tiga orang. Peserta perang Badar dari kalangan suku Aus yang  diberi bagian harta rampasan perang berjumlah enam puluh satu orang. Dan peserta  perang Badar dari kalangan suku Al-Khazraj berjumlah seratus tujuh puluh orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah keseluruhan peserta perang Badar dari kalangan Muhajirin dan  Anshar yang diberi bagian harta rampasan perang adalah tiga ratus empat belas  orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-5822940753310089238?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/5822940753310089238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=5822940753310089238' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/5822940753310089238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/5822940753310089238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/perang-badar.html' title='Perang Badar'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-3958491455366367426</id><published>2009-09-01T13:51:00.001+07:00</published><updated>2009-09-01T14:06:13.658+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fisik'/><title type='text'>Peperangan Pertama</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: normal;font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Kemudian  Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam keluar untuk berperang dalam peperangan  Waddan pada bulan Shafar yaitu kurang lebih dua belas bulan setelah beliau  menetap di Madinah. Beliau keluar hingga tiba di Waddan. Peperangan ini disebut  juga peperangan Al-Abwa’. Rasulullah hendak menyerang kaum Quraisy dari Bani  Dhamrah bin Bakar bin Abdi Manat bin Ki-nanah. Setibanya di sana pasukan  Rasulullah disambut oleh Bani Dhamrah hingga Rasulullah kembali ke Madinah tanpa  mendapat halangan apapun. Selanjutnya beliau menetap di sana hingga awal bulan  Rabi’ul Awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Ubaidah bin Al-Harits Sebagai Panji Pertama  Dikibarkan Oleh Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian  Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam mengutus Ubaidah bin al-Harits bin  al-Muthalib bin Abdi Manaf bin Qushay bersama enam puluh atau delapan puluh  pasukan berkuda. Seluruh pasukan berasal dari kaum Muhajirin, tidak ada seorang  pun yang berasal dari kaum Anshar. Mereka berjalan hingga sampai di sebuah mata  air di dataran rendah Tsaniyatul Marrah. Di sana mereka bertemu dengan sepasukan  besar dari kaum Quraisy. Namun tidak terjadi pertempuran antara dua pasukan.  Hanya saja Saad bin Abi Waqqash terkena lemparan panah. Itulah panah pertama  yang dilepaskan kepada kaum muslimin dalam sejarah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pasukan  Hamzah yang Diutus ke Tepi Laut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Selanjutnya Rasulullah mengutus  Hamzah bin Abdul Muthalib bin Hasyim ke tepi laut dari arah Al-‘Ish. Dia membawa  tiga puluh pasukan berkuda dari kaum Muhajirin, tanpa mengikutsertakan seorang  pun dari kaum Anshar. Di tepi laut itu mereka bertemu dengan Abu Jahal bin  Hisyam bersama tiga ratus orang pasukan dari kota Makkah. Namum ketika itu kaum  muslimin dilindungi oleh Majdiy bin ‘Amru Al-Juhani. Dialah yang bertindak  sebagai penengah antara dua pasukan, hingga akhirnya mereka kembali ke tempat  masing-masing dan tidak sempat terjadi pertempuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertempuran  Buwath &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Rabi’ul awal kembali Rasulullah kembali keluar  untuk berperang menghadapi kaum Quraisy. (Saat itu beliau mengangkat As-Saib bin  Utsman bin Mazh'un sebagai wali sementara kota Madinah) Beliau bersama pasukan  kaum muslimin berjalan hingga sampai di Buwath (Buwath adalah nama sebuah gunung  di Juhainah dekat Yanbu') dari arah Radhwaa. Beliau kembali ke Madinah tanpa  mendapat halangan apapun. Beliau tinggal di Madinah hingga awal bulan Jumadil  awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peperangan Al-‘Usyairah &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kesekian kalinya  Rasulullah mengadakan penyerangan terhadap kaum Quraisy (Saat itu beliau  mengangkat Abu Salamah bin Abdil Asad sebagai wali sementara kota Madinah)  Beliau bersama pasukan kaum muslimin berjalan melintasi wilayah Bani Diinar.  Kemudian melintasi daerah Al-Khaibar dan singgah di bawah sebuah pohon di tanah  lapang milik Ibnu Azhar. Di tempat itu Rasulullah mengerjakan shalat dan  membangun sebuah masjid. Di sana Rasulullah dijamu dengan hidangan dan  orang-orang makan bersama beliau. Tempat itu dikenal dengan nama Atsaafi  Al-Burmah. Beliau diberi minum dari sebuah mata air yang bernama Al-Musytarab.  Kemudian Rasulullah berjalan meninggalkan orang-orang di daerah Yasar (Nama  sebidang tanah dekat Madinah milik Abdullah bin Ahmad bin Jahsy) Kemudian beliau  melintasi sebuah jalan di sela-sela perbukitan bernama bukit Abdullah. Lalu  berbelok ke kiri hingga sampai ke daerah Yalyal dan singgah di perkampungan  penduduk Adh Dha-buu’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana beliau diberi minum dari sebuah sumur  di daerah itu. Selanjutnya beliau melintasi Al-Farasy atau Farasy Milal dan  sampai di persimpangan Shukhairat Al-Yamam. Beliau berbelok dan sampai di  Al-Usyairah, nama sebuah tempat di Yanbu’. Beliau berada di sana pada bulan  Jumadil Ula dan beberapa malam di bulan Jumadil Akhir. Bani Mudallaj dan  sekutu-sekutunya dari Bani Dhamrah melepas beliau hingga kembali ke Madinah  tanpa menemui halangan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pasukan Saad bin Abi Waqqash  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rentang waktu itu juga Rasulullah mengirim Saad bin Abi  Waqqash bersama delapan orang dari kaum Muhajirin. Mereka berjalan hingga sampai  di Al-Kharaar yang terletak di wilayah Hijaz. Mereka kembali tanpa menemui  halangan apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peperangan Safwan Yaitu Peperangan Badar Pertama  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum genap sepuluh malam Rasulullah tiba di Madinah, Kurz bin Jabir  merampas unta dan hewan-hewan ternak piaraan penduduk Madinah. Maka Rasulullah  keluar untuk mencarinya (Beliau menugaskan Zaid bin Haritsah sebagai wali  sementara kota Madinah) Beliau sampai di sebuah lembah bernama Safwaan di  pinggiran Badar. Akhirnya beliau kehilangan jejak Kurz bin Jabir dan tidak  berhasil menemukannya. Kemudian beliau kembali ke Madinah dan menetap mulai  bulan Jumadil Akhir, Rajab dan Sya’ban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pasukan Abdullah bin Jahsy  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya dari peperangan Badar pertama Rasulullah mengutus  Abdullah bin Jahsy dengan membawa delapan orang dari kaum Muhajirin. Beliau  menulis sepucuk surat untuk Abdullah, namun dia baru diizinkan membukanya  setelah berjalan selama dua hari. Rasulullah memerintahkannya untuk menjalankan  tugas dan melarangnya dari mem-benci seorang pun di antara para sahabat beliau.  Maka setelah berjalan selama dua hari Abdullah bin Jahsy membuka sepucuk surat  itu dan membacanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika engkau telah membaca suratku ini, maka  berjalanlah hingga engkau sampai di suatu tempat bernama Nakhlah yang terletak  di antara Mekkah dan Thaif. Carilah informasi tentang kaum Quraisy lalu  laporkanlah kepada kami.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membaca isi surat tersebut, Abdullah  berkata: “Aku mendengar dan taat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dia pun berkata kepada para  shahabatnya: “Rasulullah memerintahkan aku agar melanjutkan perjalanan menuju  Nakhlah dan memata-matai kaum Quraisy untuk dilaporkan kepada beliau. Dan beliau  melarangku membenci seorang pun dari kalian. Barangsiapa di antara kalian yang  menginginkan mati syahid, maka hendaklah ia berangkat. Dan barangsiapa yang  enggan maka kembalilah. Sementara aku akan melaksanakan apa yang diperintahkan  Rasulullah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Abdullah bin Jahsy dan seluruh sahabat yang lain  berang-kat melaksanakan perintah Rasulullah. Dan ternyata tak seorang pun dari  mereka yang menginginkan untuk kembali. Ketika Abdullah bin Jahsy melintasi  Al-Hijaz dan sampai di Ma’dan yang berada tepat di bagian atas Al-Furu’ dan  dikenal juga dengan nama Bahraan, Saad bin Abi Waqqash dan Uthbah bin Ghazwan  kehilangan unta-unta mereka. Akhirnya keduanya tertinggal dari rombongan karena  harus mencari unta mere-ka. Sementara Abdullah bin Jahsy melanjutkan perjalanan  bersama pasukan yang masih tersisa hingga sampai di Nakhlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak  berapa lama lewatlah kafilah Quraisy membawa kismis, kulit dan barang-barang  dagangan. Dalam rombongan tersebut terdapat Amru bin Al-Hadhrami, Utsman bin  Abdullah bin Al-Mughirah dan saudara-nya, Naufal bin Abdillah, Al-Hakam bin  Kaisan. Demi melihat mereka rombongan kafilah itu pun takut sementara mereka  terlanjur berhenti di dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu muncullah Ukkasyah bin Mihshan  dengan potongan rambut yang telah dicukur. Melihat kemunculannya anggota kafilah  itu merasa aman dan berkata: "Ternyata rombongan orang-orang yang hendak umrah,  tidak ada masalah dengan mereka!" Mereka pun saling bermusya-rah tentang  bagaimana menghadapi kafilah tersebut. Peristiwa itu terjadi di hari terakhir  bulan Rajab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata: "Demi Allah, jika kalian membiarkan kafilah  itu malam ini, mereka akan memasuki tanah Haram dan kalian tidak bisa mengganggu  mereka. Jika kalian habisi mereka berarti kalian telah melanggar bulan Haram  (empat bulan yang tidak dibenarkan menumpahkan darah)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pun ragu  dan takut menyerang kafilah itu. Lalu mereka memberanikan diri dan sepakat untuk  membunuh siapa saja yang dapat mereka bunuh dari anggota kafilah tersebut dan  merampas apa saja yang dapat dirampas. Waqid bin Abdillah At-Taimi memanah Amru  bin Al-Hadhraami dan berhasil membunuhnya. Dan mereka berhasil menawan Utsman  bin Abdillah dan Al-Hakam bin Kaisaan. Namun Naufal bin Abdillah berhasil  menahan gerakan mereka. Kemudian Abdullah bin Jahsy pulang bersama pasukan  dengan membawa harta rampasan dan dua orang tawanan, hingga ia menemui  Rasulullah di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka menjumpai Rasulullah, beliau  berkata: “Aku tidak memerintahkan kalian berperang pada bulan Haram. Lalu harta  rampasan dan dua orang tawanan itu pun ditahan. Rasulullah tidak mau  menerimanya. Setelah Rasulullah mengeluarkan pernyataan tersebut, mereka pun  menyesal sampai-sampai mengira mereka bakal binasa. Kaum muslimin pun turut  mengecam tindakan mereka itu. Orang-orang Quraisy berkata: "Muhammad dan  sahabat-sahabatnya telah menghalalkan bulan Haram, mereka menumpahkan darah,  merampas harta dan menawan orang-orang kita! Kaum muslimin yang saat itu berada  di Makkah membantahnya dengan mengatakan: "Sesungguhnya mereka melakukan itu  pada bulan Sya'ban!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang-orang meributkan masalah tersebut,  Allah menurunkan firmanNya kepada Rasulullah (artinya),&lt;br /&gt;“Mereka bertanya  tentang berperang pada bulan Haram. Katakan-lah: ‘Berperang dalam bulan itu  adalah dosa besar; tetapi mengha-langi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada  Allah, (menghalangi masuk) Masjidil Haram dan mengusir penduduknya dari  sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah’.” (Al-Baqarah: 217)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni kalaupun kalian telah menumpahkan darah pada bulan Haram maka  mereka telah menghalangi kalian dari jalan Allah serta kafir kepa-daNya. Dan  menghalangi kalian masuk Masjidil Haram. Serta mengusir kalian darinya padahal  kalian adalah penduduk aslinya. Semua itu lebih besar dosanya di sisi Allah  daripada anggota mereka yang telah kalian bunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman  (artinya),&lt;br /&gt;“Dan berbuat fitnah (syirik) lebih besar (dosanya) dari pada  mem-bunuh.” (Al-Baqarah: 217)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni mereka telah berusaha mengeluarkan  kaum muslimin dari agamanya dan berusaha mengembalikan mereka kepada kekufuran  setelah mereka beriman. Tindakan itu lebih besar dosanya di sisi Allah daripada  menumpahkan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman (artinya),&lt;br /&gt;“Mereka tidak  henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari  agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.” (Al-Baqarah: 217)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni mereka tetap melakukan hal tersebut, tidak bertaubat dan tidak  menghentikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Allah menurunkan firmanNya berkaitan dengan  persoalan ini, Allah melepaskan rasa takut yang menghimpit mereka. Rasulullah  mengambil harta rampasan dan dua orang tawanan. Kaum Quraisy mengutus utusan  untuk menebus Utsman bin Abdillah dan Al-Hakam bin Kaisaan. Rasulullah berkata,  "Kami tidak akan menerima tebusan kalian hingga dua orang sahabat kami kembali,  yakni Sa'ad bin Abi Waqqash dan Utbah bin Ghazwaan, kami khawatir kalian telah  membunuhnya. Jika ternyata kalian telah membunuhnya maka kami akan membunuh dua  tawanan ini!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata Sa'ad dan Utbah kembali. Maka Rasulullah pun  menerima tebusan kedua tawanan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Al-Hakam bin Kaisaan, ia  kemudian masuk Islam dan men-jalankan Islamnya dengan baik, ia tetap duduk di  Madinah bersama Ra-sulullah hingga ia terbunuh sebagai seorang syuhada pada  peperangan Bi'r Ma'uunah. Adapun Utsman bin Abdillah, ia kembali ke Mekkah dan  mati di sana dalam keadaan kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kiblat Dipindahkan ke Ka'bah  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut riwayat kiblat dipindahkan ke Ka'bah pada bulan Sya'ban,  yaitu delapan belas bulan setelah Rasulullah tiba di Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-3958491455366367426?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/3958491455366367426/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=3958491455366367426' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/3958491455366367426'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/3958491455366367426'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/09/peperangan-pertama.html' title='Peperangan Pertama'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-2229344531008934242</id><published>2009-03-30T14:17:00.002+07:00</published><updated>2009-08-27T16:53:01.122+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fisik'/><title type='text'>J . I . H. A. D.</title><content type='html'>&lt;div&gt;''Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. Janji kebenaran dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Alquran. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SdB1M-54jEI/AAAAAAAAALo/cUL-aV5_JGg/s1600-h/IMG_0279.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318880025829215298" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left; width: 320px; height: 240px;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SdB1M-54jEI/AAAAAAAAALo/cUL-aV5_JGg/s320/IMG_0279.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Siapakah yang lebih menepati janjinya, daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan besar.'' (QS At-Taubah: 111). Islam adalah agama yang mengajarkan tradisi perjuangan dan jihad fi sabilillah. Sejak Rasulullah SAW diutus pada umur 40 tahun sampai wafat pada usia 63 tahun, kehidupan beliau diliputi dengan perjuangan, dakwah, pemikiran, politik, dan militer. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dalam kurun waktu 13 tahun di kota Makkah, beliau berdakwah melakukan perubahan. Selama dalam periode itu beliau membatasi kegiatannya hanya pada pergolakan pemikiran dan perjuangan politik. Namun, setelah beliau mendapatkan baiat dari para pemimpin Suku Aus dan Khazraj yang berkuasa di kota Madinah, berhijrah ke kota itu, dan memimpin, serta memerintah kota itu, Rasulullah SAW memperluas medan dakwahnya kepada dakwah militer, yaitu jihad fi sabilillah. Perang jihad dilakukan oleh Rasulullah SAW. setelah mendapatkan izin dari Allah SWT. ''Telah diizinkan bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya'' (QS Al-Hajj: 39). Menurut riwayat, dalam kurun waktu 10 tahun pemerintahan beliau, negara yang beliau pimpin melakukan perang (ghazwah) jihad fi sabilillah sebanyak 19 kali dan beliau sendiri memimpin peperangan itu sebanyak delapan kali. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Beliau juga mengirim ekspedisi pasukan khusus (sariyah) sebanyak 24 kali (lihat Ibnu Katsir, Al Bidayah wan Nihayah, Juz II:640). Dalam kurun itu, negara yang semula sebatas kota Madinah, telah berkembang, meliputi seluruh Jazirah Arab (kini Arab Saudi, Yaman, Oman, Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab). Bangsa Arab pun berbondong-bondong masuk Islam, lantaran simpati dengan Islam dan kaum Muslimin yang berjihad bukan untuk menjajah mereka, tetapi justru menyejahterahkan mereka. Perjuangan Islam pun semakin kuat, lantaran siapa saja yang masuk Islam menjadi pejuang Islam. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kaum Muslimin kecuali orang-orang munafik--sangat antusias mengikuti perjuangan dakwah dan jihad sebagai panggilan agama suci. Mereka siap mengorbankan jiwa dan harta untuk menggapai rida dan surga. Banyak ayat Alquran yang menumbuhkan motivasi jihad. Jihad adalah puncak Islam, kata Nabi. Ketika ditanya tentang suatu amal yang setara dengan jihad, Rasul pun bersabda, ''Tidak aku jumpai.'' Jika demikian, berjuang dan berjihad itu sungguh mulia. (Imam Syafi'i)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;APAKAH JIHAD BERARTI PERANG ??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jihad &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TIDAK&lt;/span&gt; harus perang. Jihad juga &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BUKAN&lt;/span&gt; menebar teror.  Sedangkan mujahid bukanlah teroris. Jika anda melihat / mendengarkan berita dari media massa bahwa para teroris adalah kamu muslimin yang mengaku mujahidin, itu adalah kaum muslimin yang salah paham dan salah arti. Mereka yang menganggap aksi mereka itu jihad benar2 salah arti dan harus diluruskan. Bahkan, karena tindakan mereka, umat Islam telah banyak dilecehkan. Terlebih para ustad, guru dan para pengajaryang mengajar ngaji / agama. Mereka yang mengikuti sunnah nabi ( berjenggot, bersurban ) ikut terlecehkan. Yang melecehkan bukan hanya dari kalangan non-Muslim, malah ada yang dari kaum Muslim sendiri ! &lt;span style="font-style: italic;"&gt;naudzubillahimindzalik !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Karena Islam tidak mengajarkan menebar teror, juga tidak mengajarkan membunuh. Islam justru mengajarkan kedamaian. Dalam Islam, jika seseorang muslim membunuh seorang manusia, maka ia telah membunuh manusia seluruhnya. Apalagi dengan cara bom bunuh diri yang dianggap syahid. Para pimpinan teroris menyuruh anak buahnya untuk bom bunuh diri. Tapi mengapa mereka ( pimpinan teroris ) tak melakukannya ? Beberapa aktivitas bisa dianggap sebagai jihad. seperti sekolah, bekerja, mengaji, bahkan blogging seperti ini, ataupun dakwah lewat facebook, friendster dsb. bisa disebut jihad. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-2229344531008934242?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/2229344531008934242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=2229344531008934242' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/2229344531008934242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/2229344531008934242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/03/j-i-h-d.html' title='J . I . H. A. D.'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SdB1M-54jEI/AAAAAAAAALo/cUL-aV5_JGg/s72-c/IMG_0279.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-7566978858046130979</id><published>2009-03-30T14:10:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T16:13:56.156+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><title type='text'>Perkara perusak amal</title><content type='html'>&lt;strong&gt;1. Kufur, Syirik, Murtad, dan Nifaq.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang Muslim, wahai hamba Allah! Ketahuilah, siapa yang mati dalam keadaan kafir atau musyrik atau murtad, maka segala amal yang baik tidak ada manfaatnya untuk mendekatkan diri kepada Allah, seperti shadaqah, silaturrahim, berbuat baik kepada tetangga dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;Sebab di antara syarat taqarrub adalah mengetahui siapa yang didekati. Sementara itu orang kafir tidak begitu. Maka secara spontan amalnya menjadi rusak dan sia-sia.&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Barangsiapa yang murtad diantara kamu dari agamanya, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya" [Al-Baqarah: 217].&lt;br /&gt;"Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam), maka hapuslah amalannya dan ia pada akhirat termasuk orang-orang yang merugi." [Al-Maidah: 5].&lt;br /&gt;"Dan sesunggunya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: 'Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi'." [Az-Zumar: 65].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah juga berfirman, mengabarkan tentang keadaan semua rasul: "Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya leyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan." [Al-An'am: 88].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga sabda Rasulullah saw: "Apabila orang-orang mengumpulan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian untuk satu hari dan tiada keraguan di dalamnya, maka ada penyeru yang berseru: 'Barangsiapa telah menyekutukan seseorang dalam suatu amalan yang mestinya dikerjakan karena Allah, lalu dia minta pahala di sisi-Nya, maka sesungguhnya Allah adalah yang paling tidak membutuhkan untuk dipersekutukan'." [HR. At-Tirmidzi 3154, Ibnu Majah 4203, Ahmad 4/215, Ibnu Hibban 7301, hasan].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Riya'.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celaan terhadap riya' telah disebutkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Firman Allah: "... seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya' kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu sperti batu yang licin dan diatasnya ada tanah, kemudian batu itu mejadilah bersih (tidak bertanah).&lt;br /&gt;Mereka itu tidak menguasai sesuatu sesuatu apapun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir." [ Al-Baqarah: 264]. Rasullullah saw bersabda: "Sesungguhnya yang aku paling takutkan atas kamu sekalian ialah syirik kecil, yaitu riya'. Allah berfirman pada hari kiamat, tatkala memberikan balasan terhadap amal-amal manusia, 'Pergilah kepada orang-orang yang dulu kamu berbuat riya' di dunia, lalu lihatlah apakah kamu mendapatkan balasan bagi mereka?" [HR. Ahmad 5/428, 429, shahih].&lt;br /&gt;Maka dari itu jauhilah riya', karena ia merupakan bencana amat jahat, yang bisa menggugurkan amal dan menjadikannya sia-sia. Ketahuilah, bahwa orang-orang yang riya' adalah pertama kali menjadi santapan neraka, karena mereka telah menikmati hasil perbuatannya di dunia, sehingga tidak ada yang menyisa di akhirat.&lt;br /&gt;Ya Allah, sucikanlah hati kami dari nifaq dan amal kami yang riya' teguhkanlah kami pada jalan-Mu yang lurus, agar datang keyakinan kepada kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Menyebut-Nyebut Shadaqah dan Menyakiti Orang Yang Diberi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman jangalah kamu menghilangkan (pahala) shadaqahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)." [Al-Baqarah: 264].Ketahuilah wahai hamba Allah! Jika engkau menshadaqahkan harta karena mengharap balasa dari orang yang engkau beri, maka engkau tidak adakn mendapatkan keridhaan Allah. Begitu pula jika engkau menshadaqahkannya karena terpaksa dan menyebut-nyebut pemberianmu kepada orang lain.Rasulullah saw bersabda: "Tiga orang, Allah tidak menerima ibadah yang wajib dan yang sunat dari mereka, yaitu orang yang durhaka kepada orang tua, menyebut-nyebut shadaqah dan mendustakan takdir." [HR. Ibnu Abi Ashim 323, Ath-Thabrany 7547, hasan].Abu Bakar Al-Warraq berkata, "Kebaikan yang paling baik, pada setiap waktu adalah perbuatan yang tidak dilanjuti dengan menyebut-nyebutnya."Allah berfirman: "Perkataan baik dan pemberian maaf lebih baik dari shadaqah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun." [Al-Baqarah: 263].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Mendustakan Takdir.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai orang Mukmin, iman seorang hamba tidak dianggap sah kecuali dia beriman kepada takdir Allah, baik maupun buruk. Dia juga harus tahu bahwa bencana yang menimpanya bukan unutk menyalahkannya, dan apa yang membuatnya salah bukan untuk menimpakan bencana kepadanya. Semua ketentuan sudah ditetapkan dan ditulis di Mushhaf yang hanya dikethaui Allah semata, sebelum suatu peristiwa benar-benar terjadi dan sebelum Dia menciptakan alam.Rasulullah saw bersabda: "Tiga orang, Allah tidak menerima ibadah yang wajib dan yang sunat dari mereka, yaitu orang yang durhaka kepada orang tua, menyebut-nyebut shadaqah dan mendustakan takdir."Dan sabda beliau yang lain: "Andaikata Allah mengadzab semua penhuni langit dan bumi-Nya, maka Dia tidak zhalim terhadap mereka. Dan, andaikata Allah merahmati mereka, maka rahmat-Nya itu lebih baik bagi mereka dari amal-amal mereka. Andaikata engkau membelanjakan emas seperti gunung Uhud di jalan Allah, maka Allah tidak akan menerima amalmu sehingga engkau beriman kepada takdir, dan engkau tahu bahwa bencana yang menimpamu, dan apa yang membuatmu salah bukan untuk menimpakan bencana kepadamu. Andaikata engkau mati tidak seperti ini, maka engkau akan masuk neraka." [HR. Abu Daud 4699, Ibnu Majah 77, Ahmad 5/183, 185, 189, shahih].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Meninggalkan Shalat Ashar.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memperingatkan manusia agar tidak meninggalkan shalatul-wustha (shalat ashar) karena dilalaikan harta, keluarga atau keduniaan. Allah mengkhususkan bagi pelakunya dengan ancaman keras, khususnya shalat ashar. Firman-Nya: "Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang yang lalai dari shalatnya." [Al-Ma'un: 4-5]. Rasulullah saw bersabda: "Orang tidak mengerjakan shalat ashar, seakan-akan dia ditinggalkan sendirian oleh keluarga dan hartanya." [HR. Al-Bukhari 2/30, Muslim 626] Dari Abu Al-Malih, atau Amir bin Usamah bin Umair Al-Hadzaly, dia berkata, "Kami bersama Buraidah dalam suatu perperangan pada suatu hari yang mendung. Lalu ia berkata, 'Segeralah melaksanakan shalat ashar, karena Nabi saw pernah berkata: "Barangsiapa meninggalkan shalat ashar, maka amalnya telah lenyap." [HR. Al-Bukhari 2/31, 66].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Bersumpah Bahwa Allah Tidak Mengampuni Seseorang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jundab ra sesungguhnya Rasulullah saw mengisahkan tentang seorang laki-laki yang berkata, "Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni Fulan. Padahal Allah telah berfirman, 'Siapa yang bersumpah kepada-Ku, bahwa aku tidak mengampuni Fulan, maka aku mengampuni Fulan itu dan menyia-nyiakan amalnya (orang yang bersumpah)." [HR. Muslim 16/174].Ketahuilah, bahwa memutuskan manusia dari rahmat Allah merupakan sebab bertambahnya kedurhakaan orang yang durhaka. Karena dia merasa yakin, pintu rahmat Ilahi sudah ditutup di hadapannya, sehingga dia semakin menyimpang jauh dan durhaka, hanya karena dia hendak memuaskan nafsunya. Allah akan mengadzabnya dengan adzab yang tidak diberikan kepada orang lain.Bukanlah sudah selayaknya jika Allah menghapus pahala amal orang yang menutup pintu kebaikan dan membuka pintu keburukan, sebagai balasan yang setimpal baginya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Mempersulit Rasulullah, dengan Perkataan maupun Perbuatan&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap sebagian yang lainm supaya tidak menghapus (pahala) amalanmu, sedang kamu tidak menyadarinya." [Al-Hujurat: 2].Dari Anas bin Malik ra, tatkala ayat ini turun maka Tsabit bin Qais di rumahnya, seraya berkata, "Pahala amalku telah terhapus, dan aku termasuk penghuni neraka." Dia juga menghidari Nabi saw. Lalu beliau bertanya kepada Sa'd bin Mu'adz, "Wahai Abu Amr, mengapa Tsabit mengeluh?"Sa'd menjawab, "Dia sedang menyendiri dan saya tidak tahu kalau dia sedang mengeluh."Lalu Sa'd mendatangi Tsabit dan mengabarkan apa yang dikatakan Rasulullah. Maka Tsabit berkata, "Ayat ini telah turun, sedang engkau sekalian tahu bahwa aku adalah orang yang paling keras suaranya di hadapan Rasulullah. Berarti aku termasuk penghuni neraka."Sa'd menyampaikan hal ini kepada beliau, lalu beliau berkata, "Bahwa dia termauk penghuni surga." [HR. Al-Bukhari 6/260, Muslim 2/133-134].Dengan hadits ini jelaslah bahwa mengeraskan suara yang dapat menghapus pahala amal adalah suara yang menggangu Rasulullah, menentang perintah beliau, tidak taat dan tidak mengikuti beliau, baik perkataan maupun perbuatan.Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman taatlah kepada Allah dan Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu." [Muhammad: 33].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Melakukan Bid'ah Dalam Agama.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan bid'ah akan mengugurkan amal dan menghapus pahala. Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang menciptakan sesuatu yang baru dalam agama kami ini yang tidak termasuk bagian darinya, maka ia tertolak."Dalam riwayat lain disebutkan: "Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak termasuk agama kami, maka ia tertolak." [HR. Al-Bukhari 5/301, Muslim 12/16].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Melanggar Hal-Hal Yang Diharamkan Allah Secara Sembunyi-Sembunyi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Tsauban ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: "Benar-benar akan kuberitahukan tentang orang-orang dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa beberapa kebaikan seperti gunung Tihamah yang berwarna putih, lalu Allah menjadikan kebaikan-kebaikan itu sebagai debu yang berhamburan". Tsauban berkata, "Wahai Rasulullah, sebutkan sifat-sifat mereka kepada kami dan jelaskan kepada kami, agar kami tidak termasuk diantara mereka, sedang kami tidak mengetahuinya". Beliau bersabda: "Sesungguhnya mereka itu juga saudara dan dari jenismu. Mereka shalat malam seperti yang kamu kerjakan. Hanya saja mereka adalah orang-orang yang apabila berada sendirian dengan hal-hal yang diharamkan Allah maka, mereka melanggarnya." [HR. Ibnu Majah 4245, shahih].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Merasa Gembira Jika Ada Orang Mukmin Terbunuh.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah orang Muslim itu dilindungi. Maka seseorang tidak boleh menumpahkan darahnya menurut hak Islam.Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa membunuh seorang Mukmin lalu ia merasa senag terhadap pembunuhannya itu, maka Allah tidak akan menerima ibadah yang wajib dan yang sunat darinya." [HR. Abu Daud 4270, shahih].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;11. Menetap Bersama Orang-Orang Musyrik Di Wilayah Perperangan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Bahz bin Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya, dia berkata: "Aku berkata, 'wahai Nabi Allah, aku tidak pernah mendatangimu sehingga aku menjalin persahabatan lebih banyak dari jumlah jari-jari tangan? Apakah sekarang aku tidak boleh mendatangimu dan mendatangi agamamu? Sesungguhnya aku dulu adalah orang yang tidak pernah melalaikan sesuatu pun kecuali apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya kepadaku, dan sesungguhnya aku ingin bertanya atas ridha Allah, dengan apa Rabb-mu mengutusmu kepada kami?"Beliau menjawab, "Dengan Islam.""Apakah tanda-tanda Islam itu?", Dia bertanya.Beliau menjawab, "Hendaklah engkau mengucapkan: 'Aku berserah diri kepada Allah', hendaklah engkau bergantung kepada-Nya, mendirikan shalat dan mengeluarkan zakat. Setiap orang Muslim atas orang Muslim lainnya adalah haram (menyakiti), keduanya adalah saudara dan saling menolong. Allah tidak akan menerima suatu amalan dari orang Muslim setelah dia masuk Islam, sehingga dia meninggalkan orang-orang kafir untuk bergabung dengan orang-orang Muslim." [HR. An-Nasa'i 5/82-83, Ibnu Majah 2536, Ahmad 5/4-5, hasan].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;12. Mendatangi Dukun dan Peramal.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau saw mengancam orang-orang yang mendatangi dukun dan sejenisnya, lalu meminta sesuatu kepadanya, bahwa shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari. Beliau bersabda: "Barangsiapa mendatangi peramal lalu bertanya tentang sesuatu kepadanya, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari." [HR. Muslim 14/227].Ancaman ini diperuntukkan bagi orang yang mendatangi dukun dan menanyakan sesuatu kepadanya. Sedangkan orang yang membenarkannya, maka dia dianggap sebagai orang yang mengingkari apa yang diturunkan kepada Rasulullah saw. Beliau bersabda: "Barangsiapa mendatangi peramal atau dukun lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad saw." [HR. Muslim 135, Abu Daud 3904, Ahmad 2/408-476].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;13. Durhaka Kepada Kedua Orang Tua.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah memerintahkan agar berbuat baik kepada ibu bapak dan berbakti kepada keduanya. Dia memperingatkan, mendurhakai keduanya dan mengingkari kelebihan keduanya dalam pendidikan merupakan dosa besar dan melenyapkan pahala amal. Rasulullah saw bersabda: "Tiga orang, Allah tidak menerima ibadah yang wajib dan yang sunat dari mereka, yaitu orang yang durhaka kepada orang tua, menyebut-nyebut shadaqah dan mendustakan takdir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;14. Meminum Khamr.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa meminum khamr,maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh pagi (hari). Jika dia bertaubat, maka Allah mengampuninya. Jika dia mengulanginya lagi, maka shalatnya tidak diterima (lagi) selama empat puluh pagi (hari). Jika dia bertaubat, maka Allah mengampuninya. Jika dia mengulanginya lagi, maka shalatnya tidak diterima (lagi) selama empat puluh pagi (hari). Jika dia bertaubat, maka Allah mengampuninya. Jika dia mengulanginya lagi, maka shalatnya tidak diterima (lagi) selama empat puluh pagi (hari). Dan, jika mengulanginya keempat kalinya, maka shalatnya tidak diterima (lagi) selama empat puluh pagi (hari). Jika dia bertaubat maka Allah tidak mengampuninya dan Dia mengguyurnya dengan air sungai al-khabal." Ada yang bertanya, "Wahai Abu Abdurrahman (Nabi), apakah sungai al-khabal itu?" Beliau menjawab, "Air sungai dari nanah para penghuni neraka." [HR. At-Tirmidzi 1862, shahih].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;15. Perkataan Dusta dan Palsu.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan palsu dan pelaksaannya, maka Allah tidak mempunyai kebutuhan untuk meninggalkan makanan dan minumannya." [HR. Al-Bukhari 4/16, 10/473]. Di dalam hadits ini terkandung dalil perkataan palsu dan pengamalannya dapat meleyapkan pahala puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;16. Memelihara Anjing, Kecuali Anjing Pelacak, Penunggu Tanaman atau Berburu&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa memelihara seekor anjing, maka pahala amalnya dikurangi setiap hari satu qirath (dalam riwayat lain: dua qirath) kecuali anjing untuk menjaga tanaman atau pun anjing pelacak." [HR. Al-Bukhari 6/360, Muslim 10, 240].17. Wanita Yang Nusyuz, Hingga Kembali Menaati Suaminya.Rasulullah saw bersabda: "Dua orang yang shalatnya tidak melebihi kepalanya, yaitu hamba sahaya yang lari dari tuannya hingga kembali lagi kepadanya dan wanita yang mendurhakai suaminya hingga kembali lagi." 18. Orang Yang Menjadi Imam Suatu Kaum dan Mereka Benci Kepadanya.Rasulullah saw bersabda: "Tiga orang yang shalatnya tidak melebihi telinga mereka, yaitu hamba sahaya yang lari dari tuannya sehingga dia kembali yaitu hamba sahaya yang lari dari tuannya sehingga dia kembali, wanita yang semalaman suaminya dalam keadaan marah kepadanya, dan imam suatu kaum, sedang mereka benci kepadanya." [HR. At-Tirmidzi 360, shahih].Ada kisah yang dinukil dari Manshur, dia berkata: "Kami pernah bertanya tentang masalah imam. Maka ada yang menjawab, "Yang dimaksud hadits ini adalah imam yang zhalim. Sedangkan imam yang menegakkan Sunnah, maka dosanya kembali kepada orang-orang yang membencinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;19. Orang Muslim Mejauhi Saudaranya Sesama Muslim Tanpa Alasan Yang Dibenarkan Syariat&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra, seungguhnya Rasulullah saw bersabda: "Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis, lalu setiap hamba yang tidak menyekutukan sesuatu dengan Allah akan diampuni, kecuali seseorang yang antara dirinya dan saudaranya terdapat permusuhan. Lalu dikatakan: 'Lihatlah dua orang ini hingga keduanya berdamai. Lihatlah dua orang ini hingga keduanya berdamai. Lihatlah dua orang ini hingga keduanya berdamai. Lihatlah dua orang ini hingga keduanya berdamai." [HR. Muslim 16/122, 123].&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-7566978858046130979?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/7566978858046130979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=7566978858046130979' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/7566978858046130979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/7566978858046130979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/03/perkara-perusak-amal.html' title='Perkara perusak amal'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-9040668185809243286</id><published>2009-03-30T14:08:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T16:14:45.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><title type='text'>Tanda - Tanda Menjelang Ajal</title><content type='html'>Ada seorang hamba yang begitu taat kepada Tuhan. Sebut saja namanya Fulan. Fulan sangat rajin beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendeknya, Fulan ini tak pernah lalai sekalu pun kepada Allah SWT. Suatu hari ada yang bertemu ke rumah Fulan. Betapa kaget Fulan ketika mengetahui siapa gerangan yang datang bertamu. Tamu itu ternyata Izrail, malaikat pencabut nyawa.Terjadilah tanya jawab antara Fulan dengan tamunya itu."Wahai sahabatku, Izrail! Apakah perihal kedatanganmu ke mari adalah atas perintah Tuhan untuk mencbut nyawaku, ataukah hanya kunjungan biasa?""Ya, Fulan sahabatku! Kedatanganku kali ini tidak dalam rangka mencabut nyawamu. Kedatanganku ini hanya kunjungan biasa. Kunjungan seorang sahabat kepada sahabatnya."Mendengar penjelasan Izrail, maka seketika bersinarlah wajah Fulan karena gembiranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lalu bercakap-cakap sampai tiba saatnya Izrail akan pamit."Wahai sahabatku, Izrail! Sebagai tanda persahabatan kita, aku ada harapan kepadamu kiranya engkau tidak berkeberatan untuk mengabulkannya.""Gerangan apakah permohonanmu itu, hai Fulan sahabatku?""Begini, ya Izrail. Jika nanti kau datang lagi kepadaku dengan maksud untuk mencabut nyawaku, maka mohon kiranya engkau mau mengirimkan seorang utusan kepadaku terlebih dahulu. Jika demikian, maka aku ada waktu untuk bersiap-siap menyambut kedatanganmu.""Oh, begitu? Hai, Fulan, kalau hanya itu permohonanmu, aku kabulkan. Aku berjanji akan mengirimkan utusan itu kepadamu."Gembiralah Fulan menerima janji Izrail. Rupanya Izrail ini berbaik hati mau mengabulkan harapanku, demikian pikir Fulan.Demikian kisahnya, waktu pun berjalan. Tahun berganti tahun.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SdB3Vua2mxI/AAAAAAAAAL0/j8vMhnhKxcQ/s1600-h/Momen002.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318882375046175506" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right; width: 320px; height: 240px;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SdB3Vua2mxI/AAAAAAAAAL0/j8vMhnhKxcQ/s320/Momen002.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tak terasa bahwa pertemuan antara Fulan dengan Izrail telah sekian lama berlalu. Kehidupan berlangsung tersus sampai suatu ketika Fulan kaget sekali. Tak disangka-sangka sebelumnya Izrail muncul di rumahnya. Fulan merasa bahwa kedatangan Izrail ini begitu mendadak, padahal ada komitmen janji Izrail kepadanya."Wahai, Izrail sahabatku! Mengapa engkau tak mengirimkan utusanmu kepadaku? Mengapa engkau ingkar janji?"Dengan tersenyum, Izrail menjawab, "Wahai Fulan, sahabatku! Sesungguhnya aku sudah mengirimkan utusanku itu kepadamu, hanya kamu sendiri yang mungkin tidak menyadarinya. Coba perhatikan punggungmu, dulu ia tegak tetapi sekarang bungkuk. Perhatikan caramu berjalan, dulu kamu begitu tegap perkasa, sekarang gemetaran dengan ditopang tongkat. Perhatikan penglihatanmu, dulu ia bersinar sehingga orang luluh kena sorotnya tetapi sekarang kabur dan lemah. Ya, Fulan, bukankah pikiran-pikiranmu sekarang mudah putus asa padahal ia dulu begitu enerjik dan penuh berbagai harapan? Tempo hari kamu hanya menginginkan seorang utusan saja dariku, tetapi aku telah mengirimkan begitu banyak utusanku kepadamu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------Sumber: Mutiara Hikmah dalam 1001 Kisah, Poliyama Widya PustakaAl-Islam - Pusat Informasi dan komunikasi Islam Indonesia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-9040668185809243286?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/9040668185809243286/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=9040668185809243286' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/9040668185809243286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/9040668185809243286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/03/tanda-tanda-menjelang-ajal.html' title='Tanda - Tanda Menjelang Ajal'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SdB3Vua2mxI/AAAAAAAAAL0/j8vMhnhKxcQ/s72-c/Momen002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-1152352863981059881</id><published>2009-03-30T14:05:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T16:15:19.214+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Sholawat</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Arti Sholawat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;SHALAWAT bentuk jamak dari kata salla atau salat yang berarti: doa, keberkahan, kemuliaan, kesejahteraan, dan ibadah. Arti bershalawat dapat dilihat dari pelakunya. Jika shalawat itu datangnya dari Allah Swt. berarti memberi rahmat kepada makhluk. Shalawat dari malaikat berarti memberikan ampunan. Sedangkan shalawat dari orang-orang mukmin berarti suatu doa agar Allah Swt. memberi rahmat dan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya. Shalawat juga berarti doa, baik untuk diri sendiri, orang banyak atau kepentingan bersama. Sedangkan shalawat sebagai ibadah ialah pernyataan hamba atas ketundukannya kepada Allah Swt., serta mengharapkan pahala dari-Nya, sebagaimana yang dijanjikan Nabi Muhammad Saw., bahwa orang yang bershalawat kepadanya akan mendapat pahala yang besar, baik shalawat itu dalam bentuk tulisan maupun lisan (ucapan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hukum Bershalawat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berbeda pendapat tentang perintah yang dikandung oleh ayat "Shallû 'Alayhi wa Sallimû Taslîmân = bershalawatlah kamu untuknya dan bersalamlah kamu kepadanya," apakah untuk sunnat apakah untuk wajib. Kemudian apakah shalawat itu fardlu 'ain ataukah fardlu kifayah. Kemudian apakah membaca shalawat itu setiap kita mendengar orang menyebut namanya ataukah tidak. Asy-Syâfi'i berpendapat bahwa bershalawat di dalam duduk akhir di dalam sembahyang, hukumnya fardlu. Jumhur ulama berpendapat bahwa shalawat itu adalah sunnat.Kata Al-Syakhâwî : "Pendapat yang kami pegangi ialah wajibnya kita membaca shalawat dalam duduk yang akhir dan cukup sekali saja dibacakan di dalam suatu majelis yang di dalam majelis itu berulang kali disebutkan nama Rasul.Al-Hâfizh Ibn Hajar Al-Asqalânî telah menjelaskan tentang madzhab-madzhab atau pendapat-pendapat ulama mengenai hukum bershalawat dalam kitabnya "Fath al-Bârî", sebagaimana di bawah ini. Para ulama yang kenamaan, mempunyai sepuluh macam madzhab (pendirian) dalam masalah bershalawat kepada Nabi Saw.: Pertama, madzhab Ibnu Jarîr Al-Thabarî. Beliau berpendapat, bahwa bershalawat kepada Nabi, adalah suatu pekerjaan yang disukai saja. Kedua, madzhab Ibnu Qashshar. Beliau berpendapat, bahwa bershalawat kepada Nabi suatu ibadat yang diwajibkan. Hanya tidak ditentukan qadar banyaknya. Jadi apabila seseorang telah bershalawat, biarpun sekali saja. Terlepaslah ia dari kewajiban. Ketiga, madzhab Abû Bakar Al-Râzî dan Ibnu Hazmin. Beliau-beliau ini berpendapat, bahwa bershalawat itu wajib dalam seumur hidup hanya sekali. Baik dilakukan dalam sembahyang, maupun di luarnya. Sama hukumnya dengan mengucapkan kalimat tauhid. Selain dari ucapan yang sekali itu hukumnya sunnat. Keempat, madzhab Al-Imâm Al-Syâfi'i. Imam yang besar ini berpendapat, bahwa shalawat itu wajib dibacakan dalam tasyahhud yang akhir, yaitu antara tasyahhud dengan salam. Kelima, madzhab Al-Imâm Asy-Sya'bî dan Ishâq. Beliau-beliau ini berpendapat, bahwa shalawat itu wajib hukumnya dalam kedua tasyahud, awal dan akhir.Keenam, madzhab Abû Ja'far Al-Baqîr. Beliau ini berpendapat, bahwa shalawat itu wajib dibaca di dalam sembahyang. Cuma beliau tidak menentukan tempatnya. Jadi, boleh di dalam tasyahhud awal dan boleh pula di dalam tasyahhud akhir. Ketujuh, madzhab Abû Bakar Ibnu Bakir. Beliau ini berpendapat, bahwa shalawat itu wajib kita membacanya walaupun tidak ditentukan bilangannya. Kedelapan, madzhab Al-Thahawî dan segolongan ulama Hanafiyah. Al-Thahawî berpendapat bershalawat itu diwajibkan pada tiap-tiap kita mendengar orang menyebut nama Muhammad. Paham ini di ikuti oleh Al-Hulaimî dan oleh segolongan ulama Syâfi'iyyah. Kesembilan, madzhab Al-Zamakhsyarî. Al-Zamakhsyarî berpendapat, bahwa shalawat itu dimustikan pada tiap-tiap majelis. Apabila kita duduk dalam suatu majelis, wajiblah atas kita membaca Shalawat kepada Nabi, satu kali. Kesepuluh, madzhab yang dihikayatkan oleh Al-Zamkhsyarî dari sebagian ulama Madzhab ini berpendapat bahwa bershalawat itu diwajibkan pada tiap-tiap kita mendoa.Untuk mengetahui manakah paham yang harus dipegangi dalam soal ini, baiklah kita perhatikan apa yang telah diuraikan oleh Al-Imâm Ibn Al-Qayyim dalam kitabnya Jalâul Afhâm, katanya : "Telah bermufakat semua ulama Islam atas wajib bershalawat kepada Nabi, walaupun mereka berselisih tentang wajibnya di dalam sembahyang. Segolongan ulama tidak mewajibkan bershalawat di dalam sembahyang. Di antaranya ialah, Al-Thahawî, Al-Qâdhî al-'Iyâd dan Al-Khaththabî. Demikianlah pendapat para fuqaha selain dari Al-Syâfi'i."Dengan uraian yang panjang Al-Imâm Ibn Al-Qayyim membantah paham yang tidak mewajibkan shalawat kepada Nabi Saw. di dalam sembahyang dan menguatkan paham Al-Syâfi'i yang mewajibkannya. Al-Imâm Ibn Al-Qayyim berkata: "Tidaklah jauh dari kebenaran apabila kita menetapkan bahwa shalawat kepada Nabi itu wajib juga dalam tasyahhud yang pertama. Cuma hendaklah shalawat dalam tasyahhud yang pertama, diringkaskan. Yakni dibaca yang pendek. Maka apabila kita renungkan faham-faham yang telah tersebut itu, nyatalah bahwa bershalawat kepada Nabi itu disuruh, dituntut, istimewa dalam sembahyang dan ketika mendengar orang menyebut nama Nabi Muhammad Saw.Berkata Al-Faqîh Ibn Hajar Al-Haitamî dalam Al-Zawâjir: "Tidak bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. ketika orang menyebut namanya, adalah merupakan dosa besar yang keenampuluh." "Apakah tidak lebih baik saya khabarkan kepadamu tentang orang yang dipandang sebagai manusia yang sekikir-kikirnya? Menjawab sahabat : Baik benar, ya Rasulullah. Maka Nabi-pun bersabda : Orang yang disebut namaku dihadapannya, maka ia tidak bershalawat kepadaku, itulah manusia yang sekikir-kikirnya." (HR. Al-Turmudzû dari 'Ali). "Kaum mana saja yang duduk dalam suatu majelis dan melamakan duduknya dalam majelis itu, kemudian mereka bubar dengan tidak menyebut nama Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi, niscaya mereka menghadapi kekurangan dari Allah. Jika Allah menghendaki, Allah akan mengadzab mereka dan jika Allah menghendaki, Allah akan memberi ampunan kepada mereka. " (HR Al-Turmudzî).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-1152352863981059881?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/1152352863981059881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=1152352863981059881' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/1152352863981059881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/1152352863981059881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/03/sholawat.html' title='Sholawat'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-2603669303367863904</id><published>2009-03-24T17:06:00.002+07:00</published><updated>2009-08-27T15:00:52.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><title type='text'>D U N I A</title><content type='html'>Tujuan utama sebagian besar umat manusia kini adalah meraih kesuksesan duniawi tanpa mempedulikan dari sumber manapun datangnya.Hati, lidah dan seluruh anggota tubuh mereka sibuk siang malam mencari kepentingan duniawi. Karena urusan duniawi itulah seseorang mendurhakai kedua orangtuanya dan memutuskan hubungan persaudaraan meskipun dengan saudara kandungnya. Karena urusan duniawi pula, seseorang ribut dengan tetangganya dan orang-orang yang memiliki kaitan dengannya. Urusan dan kepentingan duniawi juga menyebabkan umat manusia kini hidup dalam kegelisahan, ketakutan dan ancaman malapetaka. Kepentingan duniawi itu kini telah melenakan manusia dari mengingat Sang Maha Pencipta dan Maha Pemberi rezeki. Apabila mereka shalat, jasad jasmaninya hadir, tetapi hatinya hanyut dalam urusan dan kepentingan duniawi. Sebagai contoh nyata kunjungilah pengadilan-pengadilan, Anda akan menyaksikan keganjilan dan keanehan perilaku manusia. Penyebab yang paling utama ialah cinta dunia yang berlebih-lebihan sehingga mereka terjerumus dan hanyut ke dalamnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-2603669303367863904?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/2603669303367863904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=2603669303367863904' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/2603669303367863904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/2603669303367863904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/03/d-u-n-i.html' title='D U N I A'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-2702121783999692396</id><published>2009-03-24T17:03:00.002+07:00</published><updated>2009-08-27T15:01:51.222+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fisik'/><title type='text'>Ciri - Ciri Fisik Rasulullah S.A.W</title><content type='html'>&lt;p&gt;BERWAJAH TAMPAN Rasulullah adalah manusia yg paling tampan dan paling baik kondisi fisiknya, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek (Mutafaq 'Alaih) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;BERKULIT PUTIH DAN BERWAJAH BERSIH Rasulullah itu berkulit putih dan berwajah tampan. (HR. Muslim) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;BERBAHU LAPANG SERTA BERJENGGOT DAN BERAMBUT LEBAT Rasulullah memiliki postur tubuh ideal, bahu yang lapang, berjenggot lebat dan pangkalnya kemerahan, berambut lebat sampai cuping telinga. Aku pernah melihat beliau berpakaian merah, belum pernah kulihat orang lebih tampan dari beliau. (HR. Bukhari) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;KEPALA, TANGAN DAN KAKI BELIAU BESAR Rasulullah SAW memiliki kepala, dua tangan dan kaki yang besar-besar, berwajah tampan, belum pernah kulihat orang seperti beliau sebelum dan sesudahnya. (HR. Bukhari) Wajah beliau SAW seperti matahari dan bulan, berbentuk bulat (HR. Muslim) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;WAJAH BELIAU KETIKA BERGEMBIRA Bila Rasulullah SAW sedang bergembira, wajah beliau terlihat cerah seperti bulan dan kami tahu hal itu. (MUtafaq 'Alaih) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;MATA ROSUL Rasulullah SAW tidak tertawa kecuali sekedar tersenyum, bila kamu melihatnya akan berkomentar mata beliau bercelak, padahal beliau tidak memakainya. (HR. Tirmidzi hadits hasan) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;TAWA ROSUL Diriwayatkan dari Aisyah ra. : "Saya belum pernah melihat Rasulullah SAW tertawa terbahak-bahak sampai terlihat langit-langit mulutnya, tertawanya hanya tersenyum." (HR. Bukhari) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;KEELOKAN WAJAH ROSUL Dari Jabir bin Samurah ra : "Saya pernah melihat Rasulullah SAW pada malam bulan purnama, aku melihat Rasulullah SAW lalu melihat bulan, sedangkan beliau mengenakan pakaian merah. Menurutku beliau lebih elok daripada bulan." (HR. Tirmidzi, Hadits hasan hharib. Disahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;INDAHNYA SIFAT ROSULtergambar dalam syair berikut"Putih wajahnyaDiminta hujan dengan wajahnyaPemberi makan anak yatim dan pelindung janda" Syair ini ucapan Abu Thalib yang dilantunkan oleh Ibnu Umar dan sahabat yg lain ketika kaum muslimin tertimpa musim kemarau. Lantas Rasulullah berdoa untuk mereka: "Ya Allah! Hujanilah kami." Lalu turunlah hujan. (HR. Bukhari) Maksudnya, Rasulullah disifati sebagai putih wajahnya diminta oleh orang-orang agar memohon kepada Allah dengan wasilah wajah beliau yang mulia dan doa beliau, agar Dia menurunkan hujan kepada mereka. Itu terjadi ketika Rasulullah masih hidup. Setelah Rasulullah wafat, Khalifah Umar ra berwasilah dengan Al-Abas agar berdoa supaya Allah menurunkan hujan, dan bukan berwasilah dengan Rasulullah yg telah wafat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-2702121783999692396?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/2702121783999692396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=2702121783999692396' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/2702121783999692396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/2702121783999692396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/03/ciri-ciri-fisik-rasulullah-saw.html' title='Ciri - Ciri Fisik Rasulullah S.A.W'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-2318653035951673773</id><published>2009-03-24T17:02:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T15:02:25.429+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antistress'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Raja dan Ulama</title><content type='html'>Khalifah Harun ar-Rasyid, suatu hari berkunjung ke kota kecil Ar-Riqah, ratusan kilometer dari Baghdad. Kebetulan pada hari itu juga, ke kota Ar-Riqah datang Abdullah Ibn Al-Mubarak, seorang ulama yang terkenal sangat zuhud dan wara', serta berani melaksanakan amar ma'ruf nahyi munkar, tidak hanya kepada rakyat kebanyakan tetapi juga kepada para penguasa. Penduduk kota Ar-Riqah berbondong-bondong menyambut Abdullah Ibn Al-Mubarak. Mereka beramai-ramai meminta nasehat dan fatwa agama. Akibatnya kawasan istana tempat Harun Ar-Rasyid menginap menjadi sunyi sepi. Maka khalifah bertanya kepada seorang pengawalnya. "Ke mana orang-orang Ar-Riqah pergi?" "Mereka berkumpul di masjid jami," jawab pengawal. "Ada apa di sana?" "Seorang alim dari Khurasan, yaitu Abdullah Ibn Al-Mubarak sedang memberikan siraman rohani." Merasa penasaran, Harun Ar-Rasyid segera pergi ke masjid jami. Ia melihat sendiri betapa orang-orang berdesakan namun tertib, di hadapan seorang tua berwajah teduh dan mulia yang dari mulutnya keluar untaian mutiara hikmah. Harun Ar-Rasyid tunduk tafakur, sambil bergumam, "Demi Allah orang itulah sebetulnya raja sejati. Rakyat mendatangi mereka secara ikhlas. Tidak seperti kepada Harun; mereka datang karena mengharapkan suatu keuntungan materil."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-2318653035951673773?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/2318653035951673773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=2318653035951673773' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/2318653035951673773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/2318653035951673773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/03/raja-dan-ulama.html' title='Raja dan Ulama'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-496823645441387725</id><published>2009-03-24T17:00:00.002+07:00</published><updated>2009-08-27T15:03:14.100+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Sultan Jawa</title><content type='html'>Dalam kitabnya, Dairatul Maarif jilid II, Ustaz Farid Wajdi menceritakan tentang seorang sufi pengembara bernama Ibnu Batutah. Ia lahir pada tahun 1304 di Tanger yang terletak di bibir Selat Jibraltar, dalam wilayah Kerajaan Maroko. Diceritakan juga dalam kitab itu, Ibnu Batutah bukan musafir petualang yang berkelana hanya untuk melihat berbagai negeri termasuk daratan Cina. Ia juga menuliskan kesan-kesannya yang kemudian kerap dijadikan sandaran sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1345 Ibnu Batutah sempat singgah di Kerajaan Samudera Pasai dalam pelayarannya menuju Tiongkok. Salah satu kesannya yang tertuang dalam kitab Tuhfatun Nazhar fi Gharaibil Amshar mengisyaratkan bahwa sufi bermazhab Maliki ini sangat mengagumi Sultan "Jawa" (yang dimaksud raja Samudera Pasai), Sultan Al-Malikuz-Zahir. Padahal Sultan Jawa itu penganut mazhab Syafi'i yang taat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menceritakan, ketika sang Sultan berkenan menerima kedatangannya, terasa suasana yang berbeda dari istana-istana lainnya. Waktu itu Sultan memakai jubah fuqaha (pakaian para ahli fikih) dan sedang berbincang-bincang mengenai paham Syafi'i dengan Qadhi AmirRasyid. "Dibandingkan dengan raja-raja Islam yang saya datangi, baik di Hindustan ataupun Turkistan, di Bukhara maupun Mesir, Sultan "Jawa" itulah yang paling luas wawasan agamanya dan paling dalam ilmunya," ujar Ibnu Batutah dalam kitab karangannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agaknya ia begitu terpikat oleh perangai Sultan Jawa ketika ia melanjutkan: "Dengan jubah fuqaha itulah sang Raja berjalan kaki ke masjid tiap kali menjalani salat Jum'at. Sesudah itu, dalam acara-acara resmi barulah ia mengenakan pakaian kebesarannya selaku seorang raja yang adil dan kaya-raya." Kesufian menurut jalan pikiran Ibnu Batutah memang tidak terpancang cuma pada satu tolok ukur, meninggalkan sama sekali gebyar-gebyar duniawiah lantaran kesufian pada hakikatnya berakar pada kesediaan mengendalikan diri sebatas kemampuan, sesuai dengan zaman, keadaan, dan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakjuban Ibnu Batutah kepada Al-Malikuz-Zahir ternyata bukan karena Sultan Jawa itu berjubah tambal- tambalan seperti yang dipakai Umar bin Khaththab semasa menjabat khalifah I, melainkan lantaran kepiawaiannya sebagai ahli agama, justru pada waktu raja-raja di seantero negeri Islam lainnya sedang menumpukan perhatiannya untuk membangun istana dan monumen seindah-indahnya. Mereka menyerahkan segala urusan agama hanya kepada para ulama yang mendapat gaji kerajaan, dan berlepas tangan dari semua perkara samawiyah walaupun banyak di antaranya yang menyandang gelar amirulmukminin, pemimpin orang-orang beriman. Dibandingkannya pula sikap Sultan Jawa itu dengan suasana serba megah di Majapahit yang waktu itu diperintah oleh Raja Hayam Wuruk dengan mahapatihnya, Gajah Mada. Mana mungkin raja gung binathara itu keluar dari istananya tanpa pengiring dan payung kebesaran. Untuk menjaga keamanannya, mengingat musuhnya begitu banyak, Hayam Wuruk Pasti selalu dikawal oleh pasukan Bhayangkara yang tersohor, anal itu. Dan memang demikianlah seharusnya, sebab negara akan kacau dan berkubang dalam perpecahan apabila tiba-tiba rajanya terbunuh atau terluka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketidakwajaran AI-Malikuz-Zahir itulah yang memantulkan kebenarannya selaku raja yang tidak membutuhkan pengawalan. la bisa muncul sewaktu-waktu di tengah rakyatnya tanpa gentar sebab ia menerapkan ajaran kesufian Khalifah Umar pada nilai- nilainya, yaitu bahwa'pemimpin adalah pelayan masyarakat yang dipimpinnya. Meskipun begitu, rakyat justru dengan sukarela sepakat membela dan mendukungnya sehingga tentara Majapahit di bawah pimpinan Gajah Mada sendiri gagal menaklukkan kerajaannya tatkala pada tahun 1339 Masehi melakukan serangan besar-besaran. Bagi AI-Malikuz-Zahir, membangun benteng seperti "tembok besar" Tiongkok belum bisa menjamin ketahanan negaranya. Juga menyusun ketentaraan serba kuat dan garang belum tentu membuat pemerintahannya kokoh dan disegani. Baginya lebih penting mendirikan benteng di dalam hati rakyat dengan menampilkan dirinya sebagai raja yang bukan menguasai, melainkan mengayomi.Ia juga tidak bernafsu untuk menaklukkan raja-raja lain karena ia lebih cenderung untuk senantiasa berusaha menaklukkan hawa nafsunya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itulah keyakinannya, bahwa keagungan seorang pemimpin adalah jika ia berhasil menundukkan syahwatnya di tengah kebesaran kekuasannya lantaran baginya, kekuasaan bukan hak turun-temurun, melainkan amanat Tuhan dan kepercayaan rakyat.Maka keadilan yang dilaksanakannya adalah keadilan dalam makna kesufian, sesuai dengan ketentuan : "Keadilan ialah meletakkan sesuatu pada tempatnya, dan kelaliman adalah meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya," Sejak ia berikrar hendak mengikuti sunah Nabi saw, ia pun harus bertanggung jawab untuk memikl amanat kepemimpinannya selaras dengan ajarannya, Karena Nabi, tatkala memimpin daulah islamiyah, bertindak selaku pemimpin negara sekaligus pemimpin agama, ia juga harus berupaya agar tugas kesultanannya dapat mencakup dua kepentingan tersebut, kenegaraan dan keagamaan.Barangkali tidak semua kepala negara mampu mengambil kedua fungsi itu mengigat keterbatasan kemampuan dan perkembangan keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tetap kedua fungsi tersebut dapat diembannya dengan menuangkannya lewat undang-undang dan peraturan-peraturan, yang tentu saja harus terbuktikan lewat pelaksanaannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-496823645441387725?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/496823645441387725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=496823645441387725' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/496823645441387725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/496823645441387725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/03/sultan-jawa.html' title='Sultan Jawa'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-1632275345997022441</id><published>2009-03-24T16:56:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T15:03:57.819+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><title type='text'>Ingin Syahid dan Masuk Surga</title><content type='html'>Seorang sahabat Rasulullah SAW yang baru masuk Islam ikut berperang bersama beliau. Seusai memenangkan peperangan, Rasulullah SAW membagi-bagikan harta rampasan perang kepada para pejuang. Orang itu memperoleh bagiannya, dan dengan perasaan terheran-heran dia bertanya kepada Rasulullah SAW, "Mengapa aku harus menerima bagian harta ini? Bukan untuk ini aku berjihad, melainkan aku ingin sebuah anak panah menembus leherku ini (sambil menunjuk bawah tenggorokannya) lalu aku mati syahid dan masuk surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam peperangan berikutnya dia juga ikut serta. Seusai perang Rasulullah SAW bertanya-tanya tentang orang itu, yang ternyata telah gugur. Kemudian Rasulullah mendatangi mayatnya dan melihat sebuah anak panah menembus persis di bagian leher yang pernah ditunjukkannya kepada beliau. Dengan sangat terharu Rasulullah SAW bersabda, "Berbahagialah dia yang telah menginginkan mati syahid dan masuk surga, dan kini dia telah memperolehnya."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-1632275345997022441?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/1632275345997022441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=1632275345997022441' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/1632275345997022441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/1632275345997022441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/03/ingin-syahid-dan-masuk-surga.html' title='Ingin Syahid dan Masuk Surga'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-8020932355366595193</id><published>2009-02-15T17:31:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T16:18:42.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><title type='text'>Menjauhi Syirik</title><content type='html'>Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai bahaya syirik yang merupakan dosa paling berat di antara dosa-dosa besar lainnya. "Perhatikanlah, aku sampaikan kepada kalian dosa besar yang paling berat! (beliau mengulangnya sampai tiga kali). Yaitu syirik (menyekutukan Alah), menentang kedua orang tua, dan membuat kesaksian palsu atau perkataan palsu." (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Alquran (An-Nisa 48 dan 116) dinyatakan bahwa Allah SWT tidak akan mengampuni dosa akibat syirik, tetapi mungkin mengampuni dosa lain bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Masalah dosa itu sendiri dalam ajaran Islam dapat dikelompokkan dalam tiga kategori: dosa besar yang tidak terampuni, dosa besar yang masih dapat diampuni, dan dosa kecil yang dapat terhapus karena rajin beribadah dan banyak berbuat kebajikan. Syirik merupakan dosa yang tidak terampuni. Karena itu, Lukman Hakim berwasiat kepada anaknya, "Hai anakku, janganlah engkau menyamakan (persekutukan) yang lain dengan Allah. Sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang terbesar." (Lukman 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alquran lebih jauh mengingatkan, syirik pasti akan menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan yang tidak ada ujungnya. "Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya." (An-Nisa 116). Kemusyrikan menampilkan corak yang beragam di setiap zaman. Syirik dalam bentuk penyembahan kepada 'tuhan' selain Allah, atau meyakini bahwa benda dan manusia mempunyai sifat ketuhanan lebih banyak dijumpai pada individu dan masyarakat yang belum disentuh ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kini, fenomena kemusyrikan yang cukup banyak ditemukan di masyarakat adalah mempercayai keterangan-keterangan gaib atau mistik, praktik perdukunan, klenik, jimat (penangkal), dan sejenisnya. Dalam hal ini, Islam memandang bahwa semua itu merupakan perbuatan syirik, dan karenanya harus dijauhi oleh setiap Muslim. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa datang kepada peramal (dukun, paranormal), lalu menanyakan sesuatu kepadanya dan mempercayainya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari." (HR Muslim). Dalam hadis lain disebutkan, "Barang siapa memakai jimat, maka sesungguhnya dia telah syirik." (HR Ahmad). Fenomena kemusyrikan pada manusia modern tidak mesti selalu dikaitkan dengan perbuatan ritual sebagaimana dalam tradisi paganisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ulama kontemporer Syekh Muhammad Al-Ghazali, jika seseorang lebih mencintai yang lain daripada mencintai Allah, lebih menakuti sesama manusia daripada takut kepada Allah, hatinya lebih terpaut kepada manusia daripada terpaut kepada Allah, apabila perbuatan yang dikerjakannya lebih mengharapkan keridhaan manusia daripada mengharapkan pahala akhirat, apabila ditimpa sesuatu musibah maka ingatannya kepada manusia lebih dulu daripada kepada Allah, selanjutnya bila mendapat kebaikan puji-pujiannya kepada manusia lebih cepat daripada kesyukurannya kepada Allah, maka ketahuilah orang itu telah jatuh dalam kemusyrikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi pada jaman / era modern ini, kesyirikan juga semakin "modern" sebagai contoh iklan - iklan di televisi yang mengiklankan layanan SMS dari beberapa paranormal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-8020932355366595193?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/8020932355366595193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=8020932355366595193' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/8020932355366595193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/8020932355366595193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/02/menjauhi-syirik.html' title='Menjauhi Syirik'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-7838806221831681573</id><published>2009-02-15T17:27:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T16:19:19.947+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>Muhammad Dalam Injil</title><content type='html'>Muhammad dalam Injil-Injil yang Hilang Kita temukan nama Muhammad ini didalam Injil yang sudah diapokratipkan oleh para pemimpin-pemimpin Gereja dahulu, dilarang dan dibuang sebab katanya memuat ajaran-ajaran yang palsu dan membahayakan iman orang-orang Kristen. Terlepas membahayakan ataukah tidak, palsu atau benar, marilah kita membawanya dalam persoalan ini, kita buka sekarang Injil Barnabas pasal 72, bunyinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus berkata: "Jangan bergoncang imanmu, dan jangan kamu takut, karena bukan aku yang menjadikan kamu. tetapi Allah yang menjadikan kamu, memelihara kamu, adapun tentang ketentuanKu, maka sesungguhnya aku datang untuk menyediakan jalan bagi rasul Allah yang akan datang membawa kelepasan bagi dunia. Tetapi awas-awaslah, kamu ditipu oleh orang, karena akan datang beberapa banyak nabi-nabi dusta. Mereka mengambil perkataanku dan menajisi perkataanku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kata Andreas: "Hai guru, sebutkanlah bagi kami sesuatu tanda supaya kami kenal dia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jawab Yesus: "Sesungguhnya dia tidak datang pada masa kamu ini, tetapi berbilang tahun dibelakang kamu, yaitu diwaktu dirusakkan orang akan Injilku dan hampir tak terdapat lagi 30 orang mukmin. Diwaktu itulah Allah merahmati dunia ini. Maka diutuslah rasulnya yang tetap awan putih diatasnya mengenal akan dia, salah satu utusan Allah dan dialah yang mensahirkan dirinya kepada dunia dan ia akan datang dengan kekuatan yang besar untuk mengalahkan orang-orang jahat dan berhala dunia ini.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Aku menyukai yang demikian ini, karena dengan perantaraannya akan diterangkan dan dimuliakan orang Allah dan dia menyatakan kebenaranku dan dia akan menghukum orang-orang yang mengatakan bahwasanya aku lebih besar dari manusia biasa. Dengan sesungguhnya Aku berkata bahwa bulan akan memberikan dia tidur waktu masih kanak-kanak dan manakala ia sudah besar, awaslah dunia ini jangan membuangkannya, karena dia akan membinasakan penyembah-penyembah berhala."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca akan surat Barnabas itu, maka tak dapat tiada gentarlah hati kita betapa Nabi yang dijanjikan itu, begitu tepat digenapi kejadiannya. Saya rasa tidaklah perlu bagi saya memberikan komentar ataupun keterangan-keterangan yang lebih luas, sebab sudah cukup jelas betapa Yesus sendiri menyerukan kalimat: "Wa ashadu anna Muhammadar rasulullah."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-7838806221831681573?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/7838806221831681573/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=7838806221831681573' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/7838806221831681573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/7838806221831681573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2009/02/muhammad-dalam-injil.html' title='Muhammad Dalam Injil'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-4563618558300908242</id><published>2008-08-18T08:09:00.006+07:00</published><updated>2009-08-27T15:04:40.217+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fisik'/><title type='text'>Orasi Bung Tomo Tanggal 10 November 1945 Di Surabaya</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Bismillahirrahmanirrahim...Merdeka!!!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saoedara-saoedara ra'jat djelata di seloeroeh Indonesia,teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saoedara-saoedara, didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa ra'jat Indonesia di Soerabaja&lt;/div&gt;&lt;div&gt;pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;pemoeda Atjeh,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;pemoeda Tapanoeli &amp;amp; seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra'jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng, telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedaraDengan mendatangkan presiden &amp;amp; pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra'jat Indonesia, ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dengarkanlah ini hai tentara Inggris, ini djawaban ra'jat Soerabajaini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hai tentara Inggris!, kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe, menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada,&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tetapi inilah djawaban kita:Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah &amp;amp; putih, maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!Saoedara-saoedara ra'jat Soerabaja,siaplah keadaan genting tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak, baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka. Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka. &lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Dan kita jakin, saoedara-saoedara,pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kitasebab Allah selaloe berada di pihak jang benar&lt;/div&gt;&lt;div&gt;pertjajalah saoedara-saoedara,Toehan akan melindungi kita sekalian&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar...!MERDEKA!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-4563618558300908242?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/4563618558300908242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=4563618558300908242' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/4563618558300908242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/4563618558300908242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2008/08/orasi-bung-tomo-tanggal-10-november.html' title='Orasi Bung Tomo Tanggal 10 November 1945 Di Surabaya'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-3596587547049244311</id><published>2008-08-10T10:13:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T16:19:55.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fisik'/><title type='text'>Mati Suri</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Kesaksian Warga Bengkalis yang Mati Suri dalam Temu Alumni ESQ ‘Menyaksikan Orang Disiksa dan InginKembali ke Dunia’.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pengalaman mati suri seperti yang dialami Aslina,telah pula dirasakan banyak orang. Seorang penelitidan meraih gelar doktor filsafat dari UniversitasVirginia Dr Raymond A Moody pernah meneliti fenomenaini.Hasilnya orang mati suri rata-rata memiliki pengalamanyang hampir sama.&lt;br /&gt;Masuk lorong waktu dan ingin dikembalikan ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan ini dilengkapi pula dengan penjelasaninstruktur ESQ Legisan Sugimin yang mengutip Al-Quranyang menjelaskan orang yang mati itu ingindikembalikan ke dunia, serta penelusuran melaluiinternet tentangDr Raymond. Bagi pembaca yang ingin mengetahui perihalDr Raymond dapat membuka situs www.lifeafterlife. comdan hasil penelitian Raymond tentang mati suri dapatdibaca di buku Life After Life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itumemberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apayang disaksikan ruhnya saat mati suri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya RustamEffendi memberikan penjelasan pembuka. Aslina berasaldari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak kecilcobaan telah datang pada dirinya. Pada umur tujuhtahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalanidua kali operasi. Menjelang usia SMA ia termakanracun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun.Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid) .Gondoktersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantungdan matanya. Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas gondoknyadi Rumah Sakit Mahkota Medical Center (MMC)Melaka Malaysia. Hasil pemeriksaan menyatakanpenyakitnya di ambang batas sehingga belum bisadioperasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,’ ‘jelas Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberiobat. Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslinagelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawaAslinakembali ke Mahkota sekitar pukul 12 malam itu. Iadimasukkan ke unit gawat darurat (UGD), saat itu detakjantungnya dan napasnya sesak.Lalu ia dibawa ke luarUGD masuk ke ruang perawatan. ”Aslina seperti orangombak (menjelang sakratulmaut, red). Lalu saya ajarkankalimat thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalampandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir, ”ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslinamemberikan kesaksiaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calonpenghuni kubur,” begitu ia mengawali kesaksiaanyasetelah meminta seluruh hadirin yang memenuhi GrandBall Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebutmembacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupaia juga menasehati jamaah untuk memantapkan iman, amaldan ketakwaan sebelum mati datang. ”Saya telahmerasakan mati,” ujar anak yatim itu. Hadirin terpakumendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalusakit mati itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut ituseperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging,dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. ”Terasa malaikatmencabut (nyawa, red) dari kaki kanan saya,”tambahnya. Di saat itu ia sempat diajarkan olehpamannya kalimat thoyibah. ”Saat di ujung napas, sayaberzikir,” ujarnya. ”Sungguh sakitnya, Pak, Bu,”ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQPekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad,ia menyaksikan di sekelilingnya ada dokter, pamannyadan ia juga melihat jasadnya yang terbujur. Setelahitu datang dua malaikat serba putih mengucapkanAssalaimualaikum kepada ruh Aslina. ”Malaikat itubesar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot,gemetar,” ujar Aslina mencerita pengalaman matinya.Lalu malaikat itu bertanya: ‘’siapa Tuhanmu, apaagamamu, dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu. “Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu denganlancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah. ”Tak ada temankecuali amal,” tambah Aslina yang Ahad malam ituberpakaian serba hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorangpendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikankesaksian bagaikan seorang muballighah. Di alambarzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yangmukanya berkudis,badan berbulu dan mengeluarkan baubusuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dariorang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aslina melanjutkan. ”Bapak, Ibu, ingatlah mati,”sekali lagi ia mengajak hadirin untuk bertaubat danberamal sebelum ajal menjemput. Di alam barzah, iamelanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin olehdua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpadengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan”Ayah”. ”Wahai ayah bisakah saya bertemu denganayah saya,” tanyanya. Lalu muncullah satu sosok.Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia65 tahun. Ternyata memang benar, sosok muda itu adalahayahnya. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya danberkata: ”Wahai ayah, janji saya telah sampai.”Mendengar itu ayah saya saya menangis. Lalu ayahnyaberkata kepada Aslina. ”Pulanglah ke rumah, kasihanadik-adikmu. ” ruh Aslina pun menjawab. ”Saya takbisa pulang, karena janji telah sampai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkankembali kepada hadirin bahwa alam barzah dan akhiratitu benar-benar ada. ”Alam barzah, akhirat, surga danneraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,” ujarnyabak seorang pendakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnyatersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnyakembali, ia bertemu dengan perempuan yang beramalshaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruhAslina dibawa kursi yang empuk dan didudukkan di kursitersebut, disebelahnya terdapat seorang perempuan yangmenutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanyakepada perempuan itu. ”Siapa kamu?” lalu perempuanitu menjawab.”Akulah (amal) kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnyaberjalan menelurusi lorong waktu melihat penderitaanmanusia yang disiksa. Di sana ia melihat seoranglaki-laki yang memikul besi seberat 500 ton,tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak danbaunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepadaamalnya. ”Siapa manusia ini?” Amal Aslina menjawaborang tersebut ketika hidupnya suka membunuh orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnyalepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentangorang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusiatersebut tidak pernah shalat. Selanjutnya tampak pulaoleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ketubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang sukaberzina. Tampak juga orang saling bunuh, manusia ituketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusukdengan 80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 matapisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah,orang tersebut menjerit dan tidak ada yangmenolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dandijawab orang tersebut adalah orang juga sukamembunuh. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanahlalu dibunuh. Orang tersebut adalah anak yang durhakadan tidak mau memelihara orang tuanya ketika di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut.Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap, kelam dansangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yangada disisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul suara orangmengucap : Subnallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar.Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya.Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99butir.&lt;br /&gt;Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yangsisi-sisinya mengeluarkan cahaya, di belakang tepakitu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapatbatangan emas. Ruh Aslina bertanya pada amalnyatentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak tersebutadalah husnul khatimah. (Husnul khatimah secaraliterlek berarti akhir yang baik. Yakni keadaan dimanamanusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat)baik,red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan azan seperti azandi Mekkah. Ia pun mengatakan kepada amalnya. ”Sayamau shalat.” Lalu dua malaikat yang memimpinnyamelepaskan tangan ruh Aslina. ”Saya pun bertayamum,saya shalat seperti orang-orang di dunia shalat,”ungkap Aslina. Selanjutnya ia kembali dipimpin untukmelihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan pula kepadaruh Aslina, makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebutbatangan-batangan emas di dalam tepak ”husnulkhatimah” itu mengeluarkan cahaya terang. Berikutnyaia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil.Cahaya itu pun bicara kepada ruh Aslina. ”Tolong kausampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapanAllah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusiadari berbagai abad berkumpul di satu lapangan yangsangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar limameter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia ituberkata. ”Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di siniYa Allah.” Manusia-manusia itu juga memohon. ”Tolongkembalikan aku ke dunia, aku mau beramal.”&lt;br /&gt;Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yangdilihat ruhnya saat ia mati suri. Dalam kesaksiaannyaia senantiasa mengajak hadirin yang datang padapertemuan alumni ESQ itu untuk bertaubat dan beramalshaleh serta tidak melanggar aturan Allah. Setelahkesaksian Aslina, instruktur Pelatihan ESQ LegisanSugimin yang telah mendapat lisensi dari Ary Ginanjar(pengarang buku sekaligus penemu metode Pelatihan ESQ)menjelaskan bahwa fenomena mati suri dan apa yangdisaksikan oleh orang yang mati suri pernah ditelitiilmuan Barat. Legisan mengemukakan pula, mungkin diantara alumni ESQ yang hadir pada Ahad (24/9) malamitu ada yang tidak percaya atau ragu terhadapkesaksian Aslina. Tapi yang jelas, lanjutnya,rata-rata orang yang mati suri merasakan dan melihathal yang hampir sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yangditunjukkan Allah kepada kita semua, ”ujarnya.Legisan menjelaskan penelitian oleh Dr RaymondA Moody Jr tentang mati suri. Raymond mengemukakanorang matisuri itu dibawa masuk ke lorong waktu, di sana iamelihat rekaman seluruh apa yang telah ia lakukanselama hidupnya. Dan diakhir pengakuan orang mati suriitu berkata: ”Dan aku ingin agar aku dapat kembalidanmembatalkan semuanya.”&lt;br /&gt;Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orangberteriak ingin dikembalikan ke dunia dan inginberamal serta penelitian Raymond yang menyebutkan”aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkansemuanya,” Legisan mengutip ayat Al-Quran SuratAl-Mu’muninun (23) ayat 99-100:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga apabila datang kematian kepada seseorang darimereka, dia berkata:”Ya, Tuhanku kembalikanlah aku(ke dunia).”(99) . Agar aku berbuat amal yang salehterhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kalitidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yangdiucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dindingsampai hari mereka dibangkitkan. (100).&lt;br /&gt;Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat,dikutipkan juga Quran Surat Az-Zumar ayat 39: ”Dankembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilahkepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamutidak dapat ditolong (lagi).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai pertemuan alumni itu, Aslina meminta nasehat dariLegisan. Intruktur ESQ itu menyarankan agar Aslinasenatiasa berdakwah dan menyampaikan kesaksiaannyasaat mati suri kepada masyarakat agar mereka bertaubatdan senantiasa mentaati perintah Allah dan menjauhilarangan-Nya. Setelah acara, banyak di antara alumniyang bersimpati dan ingin membantu pengobatan sakitgondoknya. Para hadirinpun menyempat diri untukberfoto bersama Aslina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran darikesaksiaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nb : Bagikan cerita ini kepada semua orang, agarmereka mendapat hikmahnya dari cerita ini. Ternyatahidup ini hanya sementara, dan hanya amal serta hatiyang bersih yang menuntun kita menuju jalan kehadapan Illahi. ( From &lt;a href="http://www.dafitawon.co.cc/"&gt;www.dafitawon.co.cc&lt;/a&gt; )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-3596587547049244311?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/3596587547049244311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=3596587547049244311' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/3596587547049244311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/3596587547049244311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2008/08/mati-suri.html' title='Mati Suri'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-7972740214084157711</id><published>2008-07-25T16:44:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T16:21:02.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fisik'/><title type='text'>Genk Pelajar</title><content type='html'>Generasi muda saat ini benar-benar dalam ancaman. Ini dapat terlihat dari maraknya kerusakan moral yang dilakukan oleh anak muda termasuk para pelajar. Kerapkali para kapitalis menggiring pada hancurnya akidah dan perliku generasi muda kita melalui berbagai ajang. Tidak ketinggalan anak muda itu berkerumun dalam ganster-gangster yang merusak, mulai dari 'geng pelajar', cheers, hingga geng Nero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti di Yogyakarta, menurut Kapoltabes Yogyakarta Kombes Pol Drs Agus Sukamnso Msi, menyatakan bahwa dari hasil penyelidikan memang ditemukan ada `gang pelajar` di Kota Yogyakarta yang ditengarai sering melakukan kegiatan yang menganggu masyarakat seperti aksi `vandalisme` dan corat-coret fasilitas umum. "Kami akan perketat pengawasan dan pembinaan terhadap `gang pelajar` di Kota Yogyakarta karena gang seperti ini dapat mengarah kepada tindakan anarki," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak Poltabes Yogyakarta sendiri akan memperketat pengawasan terhadap `gang pelajar` di Kota Yogyakarta dan melakukan pembinaan untuk mengantisipasi merebaknya kasus kenakalan pelajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami akan terus melakukan pemantuan bersama dengan Dinas Ketertiban termasuk razia di tempat permainan atau pada jam-jam sekolah maupun usai pulang sekolah," lanjutnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bukan Hanya Masalah Narkoba&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ya, Kehancuran generasi muda bukan hanya pada persoalan penyalahgunaan narkoba atau tawuran. Namun lebih dari itu maraknya gaya hidup 'rusak' yang mencengkram generasi kita yang berbalut kapitalisme. Mulai dari konser-konser musik dan ajang kompetisi yang disponsori oleh perusahan-perusahaan untuk meraup untung. Kerapkali kebrutalan, minum-minuman keras, kehidupan campur baur, eksplitasi wanita, menjajakan aurat bak hewan hingga perilaku seks bebas kerap kali muncul dari sini. Bahayanya lagi dari semua itu adalah berawal dari penyelewengan akidah yang berujung pada perilaku generasi muda kita menyimpang dari ajaran yang berasal dari Tuhan, Pencipta manusia itu. Termasuk di dalamnya persoalan pergaulan bebas yang kini marak di kalangan anak muda atau juga kehidupan campur baur dan ekspolitasi para pemudi Muslim. Mengapa masalah penyalahgunaan narkoba dipersoalkan sementara penyalahgunaan pemenuhan naluri seksul generasi kita dianggap biasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Serangan Barat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tak dapat dipungkiri lagi, generasi muda terutama pemuda muslim saat ini tengah diserang secara brutal oleh para agen-agen Barat dengan gaya, pemikiran dan tingkah laku ala mereka. Barat tahu persis, serangan berupa budaya (ghozwul tsaqafi) ini harus terus digencarkan untuk menjauhkan generasi muslim dari Islam itu sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja hancurnya sebagian generasi muda kita, tampak di jalan-jalan maupun di mal-mal mereka sudah tak mengindahkan lagi Islam. Para gadis Muslimah dengan tanpa merasa berdosa membuka aurat dengan pakaian yang seadanya. Tak jauh beda, gaya mereka seperti orang Barat yang jelas-jelas bukan Islam. Sementara laki-laki dan perempuan bukan suami istri berdua-duaan tanpa mahram, tak merasa bahwa perbuatan itu merupakan perbuatan hina dan nista.Sementara, acara-acara televisi tiap hari menggiring anak muda kita dengan gaya hedonis, permisiv, dan sekularis. Hubungan laki-laki dan perempuan di luar nikah terus menerus dikampanyekan melalui acara-acara 'reality show' remaja, hingga sinetron. Berbagai ajang kompetisi 'rusak' pun digelar bagi kalangan anak muda demi kepentingan para kapitalis dan sekularis. Mulai dari pencarian idola 'palsu', kompetisi kecantikan, hingga ajang-ajang musik hanya mengarahkan generasi muda kita pada jurang kehinaan.Di sekolah, yang diharapkan mampu mendidik generasi muda ternyata tak bisa apa-apa. Bahkan seringkali ajang-ajang kerusakan itu bermula dari sekolah. Bagaimana tidak, jiwa sekularisme telah ditanamkan melalui jalur pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pelajaran agama yang dua jam saja, mana mungkin membentuk kepribadian generasi kita yang Islami. Ditambah lagi, mereka secara brutal diserang dengan gaya-gaya Barat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Demikian pula kegiatan-kegiatan berbalut kreativitas dan seni seperti band, cheerleader, hingga dance legal di sekolahan. Apalagi ketika para kapitalis mendorongnya dengan berbagai ajang kompetisi dari kegiatan tersebut. Sebagian pihak sekolah merasa bangga, ketika sekolah mampu mengirimkan perwakilan cheerleader atau dance dalam sebuah ajang kompetisi. Apa sebenarnya yang dibanggakan dari aktivitas penuh maksiyat itu? Apakah kegiatan cheerleader dan dance itu tidak menimbulkan kemaksiyatan ketika para gadis Muslimah menjadi tontotan dengan mengumbar aurat? Lalu mengapa cheerleader dan dance menjadi salah satu kegiatan ekstrakulikuler di sekolah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Islam Bukan Sekularisme&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang bertanggung jawab atas kerusakan moral generasi muda kita saat ini? Tentu saja semua pihak, mulai dari setiap individu, keluarga, pihak sekolah, aparat hingga institusi negara. Bila sekularisme terus dibiarkan dalam kehidupan kita dan semua komponen tadi ikut serta menjamurkannya, maka demikianlah hancurnya generasi muda kita. Tinggal menunggu massa saja suatu saat, Allah Swt. Rabb Yang Mahakuasa, Pencipta Alam Raya ini menurunkan azab-Nya, naudzubillahi min dzalik. Jika kita takut kepada Dia, Pencipta Alam Semesta ini maka mau tidak mau kaum Muslim harus berdiri untuk kembali kepada Islam, menyelamatkan generasi mereka dengan Islam bukan dengan sekularisme yang rusak itu. Semua pihak, mulai dari pembinaan ketakwaan individu hingga kontrol sosial masyarakat dengan halal dan haram menjadi tolok ukur. Tak lupa juga, peranan institusi Negara sudah saatnya kembali kepada tatanan syariah bukan pada sekularisme. Kapan? Tentu saja mulai saat ini juga. Genk sekolah yang diperbolehkan ialah : genk ngaji, genk rohis, atau genk-genk poitif lain yang tak mengarah pada tawuran (&lt;a href="http://www.swaramuslim.com/"&gt;http://www.swaramuslim.com/&lt;/a&gt; dengan perubahan )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-7972740214084157711?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/7972740214084157711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=7972740214084157711' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/7972740214084157711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/7972740214084157711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2008/07/genk-pelajar.html' title='Genk Pelajar'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-5018450291279225591</id><published>2008-07-20T08:00:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T16:21:42.746+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Tassawuf</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SIKOjmn-HgI/AAAAAAAAAGI/LP94OdkwWMY/s1600-h/ahmad_dhani_tasawuf.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224895260017958402" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SIKOjmn-HgI/AAAAAAAAAGI/LP94OdkwWMY/s320/ahmad_dhani_tasawuf.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ilmu tasawwuf memang termasuk ilmu yang rentan untuk dipalsukan, bahkan nama tasawuf seringkali dipakai untuk melegitimasi sihir dan perdukunan. Sehingga saking seringnya ilmu ini dipalsukan, seolah-olah tasawwuf menjadi identik dengan segala bentuk sihir, khurafat, syirik dan bid'ah.&lt;br /&gt;Ahli bid'ah dan golongan fasik banyak yang menyebut ilmu yangdikembangkannya sebagai ilmu tasawuf, bahkan menyebut dirinya sebagai ahlitasawuf. Namunklaim seperti itu ditolak dan tidak diakui oleh tokoh-tokoh sufi yang benar dan terkenal, sepertiAl-Junaid (w. 297 H) dan ulama sufi lainnya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya ilmu tasawwuf adalah ilmu tentang managemen hati. Apa yang diangkat oleh Aa Gym dengan managemen kalbu-nya tidak lain adalah tasawuf. Ilmu tasawuf ada dalam Islam, serta merupakan bagian utuh dari ajaran Islam. &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SImbpdkn2_I/AAAAAAAAAGg/TWTqSciTq1Y/s1600-h/AIRMANCURHIRZ.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226879979155348466" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SImbpdkn2_I/AAAAAAAAAGg/TWTqSciTq1Y/s320/AIRMANCURHIRZ.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Semua imam dalam ilmu fiqih pada dasarnya juga ahli dalam ilmu tasawuf. Imam Al-Ghazali adalah tokoh besar dalam ilmu tasawuf ketika menulis kitab Ihya'u Ulumum Ad-Din. Bahkan Ibnul Qayyim juga termasuk ulama yang punya perhatian besar dalam ilmu ini. Beliau berkata mengenai keterangan dari tokoh-tokoh sufi Al-Junaid bin Muhammad dengan kata-katanya, 'Semua jalan tertutup bagi manusia, kecuali jalan yang dilalui Nabi saw.'&lt;br /&gt;Ilmu tasawuf mengajarkan keikhlasan dan kebersihan hati dari sifat-sifat buruk. Di antaranya sifat riya', suka dipuji, sombong, 'ujub, kikir, sum'ah, besar kepala, mau menang sendiri, hanya berorientasi kepada kemegahan duniawi, tidak pernah salah, dan seterusnya.&lt;br /&gt;Ilmu tasawuf mengajarkan moral, nilai-nilai, akhlaq dan etika. Ilmu tasawuf mengajarkan seseorang menjadi kaya hati, bukan kaya harta. Ilu tasawuf mengajak orang bertaubat kepada Allah atas semua dosa dan kesalahan.&lt;br /&gt;Tasawuf ada dalam Islam dan mempunyai dasar yang mendalam. Tidak dapat diingkari dan disembunyikan, dapat dilihat dan dibaca dalam Al-Qur'an, Sunnah Rasul saw. dan para sahabatnya yang mempunyai sifat-sifat zuhud (tidak mau atau menjauhi hubudunya), tidak suka hidup mewah, sebagaimana sikap khalifah Umar r.a, Ali r.a, Abu Darda', Salman Al-Farisi, Abu Dzar r.a. dan lainnya."&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah dari ilmu tasawuf kecuali setelah para penyihir dan dukun datang memperkosanya. Dengan meminjam istilah dari ilmu tasawuf, jadilah tasawuf menjadi sebuah gerakan ilmu hitam yang penuh dengan nafsu syaitani, bid'ah-bid'ah kotor dan syirik yang parah.&lt;br /&gt;Berbagai ilmu kedigjayaan dan kanuragan yang dimotori oleh Iblis dan konconya menjadi asesoris ilmu tasawuf. Itulah talbisnya iblis, piawai dalam hal tipu menipu, terutama buat orang awam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk membedakan ilmu tasawuf yang benar atau yang telah dipalsukan, bisa ditengarai dengan melihat beberapa cirinya, antara lain: &lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tidak melakukan hal-hal yang syirik kepada Allah SWT &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tidak melakukan berbagai ritual aneh yang menjadibid'ah yang dhalalah, kecuali yang memang ada khilaf di dalamnya &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tidak berbentuk ilmu-ilmu ghaib, kanuragan, kedigjayaan dan sejenisnya. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tidak mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan larangan syariah Islam, dari semua sisinya &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-5018450291279225591?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/5018450291279225591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=5018450291279225591' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/5018450291279225591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/5018450291279225591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2008/07/tassawuf.html' title='Tassawuf'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SIKOjmn-HgI/AAAAAAAAAGI/LP94OdkwWMY/s72-c/ahmad_dhani_tasawuf.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-5238189744560925650</id><published>2008-07-20T07:53:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T16:22:26.731+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Belajar Tasawuf</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;strong&gt;1. Pengertian Tasawwuf&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tasawwuf dari segi bahasa ada yang mengatakan berasal dari akar kata &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SIKNjs5saWI/AAAAAAAAAGA/hKVLDmMTSFY/s1600-h/sufi_semesta.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224894162191280482" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SIKNjs5saWI/AAAAAAAAAGA/hKVLDmMTSFY/s320/sufi_semesta.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Shafia yang berarti bersih atau suci. Ada juga yang mengatakan berasal dari akar kata shuff yang berarti wol, jenis bahan pakaian yang terbuat dari bulu domba. Konon para shufi pada masa lalu banyak yang menggunakan pakaian dari jenis ini. Dan banyak lagi yang menghubungkannya dengan makna lainnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tasawuf dalam bentuk istilah baku memang belum dikenal pada zaman Nabi Muhammad SAW. Istilah ini lahir beberapa abad pasca masa hidup Rasulullah SAW.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Namun bila ditilik dari sisi esensi dan tujuan, maka bisa dikatakan bahwa tashawwuf adalah suatu cara orang untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan kebersihan hati serta menjauhkan diri dari hal-hal yang berbau keduniaan. Dengan pengertian seperti ini maka dapat dikatakan bahwa Rasulullah SAW dan para shahabat adalah para shufi yang selalu mendekatkan diri pada Allah SWT dengan menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangannya.&lt;br /&gt;Memang dalam fenomena sejarah sering kita dapati para penganut paham tasawuf menggunakan bermacam-macam cara dan metoda dalam melangkah. Dan harus kita terima kenyataan bahwa sebagai ndari jalan yang diambil itu ada yang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Baginda Nabi SAW. Sebagaimana banyak pula dari mereka yang tetap berjalan di atas jalan yang lurus dan selamat dari hal-hal dilarang.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Contoh Aktifitas Tasawwuf Yang Bertentangan Dengan Syariat:Â&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;a. Dalam masalah Aqidah dan Keimanan&lt;br /&gt;Dalam keyakinannya mereka terkadang menyalahi aqidah dan ketetapan yang qath`i yang berasal dari Al-Quran dan Sunnah. Seperti keyakian bahwa bila telah mencapai tingkat ma`rifat (tingkatan yang tinggi) dalam pandangan mereka, maka seseorang tidak perlu lagi menjalankan syariat. Dia tidak perlu melakukan shalat, puasa, zakat, haji dan sebagainya. Mereka berkeyakinan manusia yang telah mencapai derajat itu sudah bebas tugas dari Allah. Ini adalah paham yang salah dan bertentangan dengan aqidah Islam. Karena Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.(QS. Al-Hasyr: 7)&lt;br /&gt;b. Dalam masalah pandangan sempit pada Islam&lt;br /&gt;Yang termasuk dalam kesalahan para pengikut tasawwuf adalah isolasi (memutuskan kontak) terhadap masalah sosial dan kerjanya hanya berzikir di dalam masjid. Mereka tidak bekerja mencari nafkah, tidak mencari ilmu, tidak berdakwah, tidak berjihad dan tidak menolong fakir miskin. Alasan mereka bahwa semua itu adalah aktifitas keduniaan semata. Padahal Islam adalah agama yang sangat memperhatikan hubungan sosial bahkan mewajibkan bekerja karena kerja mencari nafkah adalah ibadah.&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS. Al-Jumuah: 10)&lt;br /&gt;Islam mencakup semua aspek kehidupan baik pribadi, keluarga, masyarakat, ekonomi, politik, perang bahkan mengatur negara. Islam adalah agama sekaligus negara. Rasulullah SAW adalah seorang Nabi, pemimpin masyarakat, ahli ekonomi, ahli tata negara, panglima perang, sekaligus juga seorang pendidik dan ayah teladan bagi anak-anaknya. Beliau bekerja mencari nafkah, melakukan aktifitas sosial dan transaksi perdagangan bahkan memimpin penyerbuan dalam perang.&lt;br /&gt;Bila pandangan sebagian pengikut tasawwuf seperti ini, berarti mereka telah beriman pada sebagian ayat dan mengingkari ayat yang lain, persis sebagaiman Bani Israil melakukannya. Karena Al-Quran sendiri mengatur seluruh sisi kehidupan manusia.&lt;br /&gt;Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al-Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.(QS AL-Baqarah: 85)&lt;br /&gt;c. Dalam masalah Tata Cara&lt;br /&gt;Dalam mendekatkan diri kepada Allah, ada di antara mereka yang melakukan tari-tarian dan gerakan badan yang pada titik tertentu seperti orang kesurupan, melafalkan kalimat-kalimat aneh yang tidak diajarkan oleh Nabi, bahkan terkadang meminum khamar dan cara-cara yang diharamkan Allah dan Rasul-Nya. Dengan cara itu mereka beranggapan telah sampai dan bertemu dengan Allah, padahal mereka telah ditipu oleh Syetan. Atau ada yang melakukan jenis ibadah tertentu seperti puasa wishal (bersambung) yang telah diharamkan, atau mengharamkan jenis makanan tertentu yang Allah halalkan dan sebaliknya.&lt;br /&gt;Firman Allah SWT:&lt;br /&gt;Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam. (QS. Al-Ankabut - 28)&lt;br /&gt;Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. (QS Al-An`am: 108)&lt;br /&gt;Â&lt;br /&gt;Arti tasawuf dalam agama ialah memperdalam ke arah bagian rohaniah, ubudiah, dan perhatiannya tercurah seputar permasalahan itu. Agama-agama di dunia ini banyak sekali yang menganut berbagai macam tasawuf, di antaranya ada sebagian orang India yang amat fakir. Mereka condong menyiksa diri sendiri demi membersihkan jiwa dan meningkatkan amal ibadatnya. Dalam agama Kristen terdapat aliran tasawuf khususnya bagi para pendeta. Di Yunani muncul aliran Ruwagiyin. Di Persia ada aliran yang bernama Mani'; dan di negeri-negeri lainnya banyak aliran ekstrim di bidang rohaniah.Â&lt;br /&gt;Kemudian Islam datang dengan membawa perimbangan yang paling baik di antara kehidupan rohaniah dan jasmaniah serta penggunaan akal. Maka, insan itu sebagaimana digambarkan oleh agama, yaitu terdiri dari tiga unsur: roh, akal dan jasad. Masing-masing dari tiga unsur itu diberi hak sesuai dengan kebutuhannya. Ketika Nabi saw. melihat salah satu sahabatnya berlebih-lebihan dalam salah satu sisi, sahabat itu segera ditegur. Sebagaimana yang terjadi pada Abdullah bin Amr bin Ash. Ia berpuasa terus menerus tidak pernah berbuka, sepanjang malam beribadat, tidak pernah tidur, serta meninggalkan isteri dan kewajibannya.&lt;br /&gt;Lalu Nabi saw. menegurnya dengan sabdanya, "Wahai Abdullah, sesungguhnya bagi dirimu ada hak (untuk tidur), bagi isteri dan keluargamu ada hak (untuk bergaul), dan bagi jasadmu ada hak. Maka, masing-masing ada haknya." Ketika sebagian dari para sahabat Nabi saw. bertanya kepada isteri-isteri Rasul saw. mengenai ibadat beliau yang luar biasa. Mereka (para isteri Rasulullah) menjawab, "Kami amat jauh daripada Nabi saw. yang dosanya telah diampuni oleh Allah swt, baik dosa yang telah lampau maupun dosa yang belum dilakukannya." Kemudian salah seorang di antara mereka berkata, "Aku akan beribadat sepanjang malam." Sedang yang lainnya mengatakan, "Aku tidak akan menikah." Kemudian hal itu sampai terdengar oleh Rasulullah saw, lalu mereka dipanggil dan Rasulullah saw. berbicara di hadapan mereka.&lt;br /&gt;Sabda beliau, "Sesungguhnya aku ini lebih mengetahui daripada kamu akan makrifat Allah dan aku lebih takut kepada-Nya daripada kamu; tetapi aku bangun, tidur, berpuasa, berbuka, menikah, dan sebagainya; semua itu adalah sunnah Barangsiapa yang tidak senang dengan sunnahku ini, maka ia tidak termasuk golonganku." Karenanya, Islam melarang melakukan hal-hal yang berlebih-lebihan dan mengharuskan mengisi tiap-tiap waktu luang dengan hal-hal yang membawa manfaat, serta menghayati setiap bagian dalam hidup ini. Munculnya sufi-sufi di saat kaum Muslimin umumnya terpengaruh pada dunia yang datang kepada mereka, dan terbawa pada pola pikir yang mendasarkan semua masalah dengan pertimbangan logika. Hal itu terjadi setelah masuknya negara-negara lain di bawah kekuasaan mereka.&lt;br /&gt;Berkembangnya ekonomi dan bertambahnya pendapatan masyarakat, mengakibatkan mereka terseret jauh dari apa yang dikehendaki oleh Islam yang sebenarnya (jauh dari tuntutan Islam). Iman dan ilmu agama menjadi falsafah dan ilmu kalam (perdebatan); dan banyak dari ulama-ulama fiqih yang tidak lagi memperhatikan hakikat dari segi ibadat rohani. Mereka hanya memperhatikan dari segi lahirnya saja. Sekarang ini, muncul golongan sufi yang dapat mengisi kekosongan pada jiwa masyarakat dengan akhlak dan sifat-sifat yang luhur serta ikhlas. Hakikat dari Islam dan iman, semuanya hampir menjadi perhatian dan kegiatan dari kaum sufi.&lt;br /&gt;Mereka para tokoh sufi sangat berhati-hati dalam meniti jalan di atas garis yang telah ditetapkan oleh Al-Qur, an dan As-Sunnah. Bersih dari berbagai pikiran dan praktik yang menyimpang, baik dalam ibadat atau pikirannya. Banyak orang yang masuk Islam karena pengaruh mereka, banyak orang yang durhaka dan lalim kembali bertobat karena jasa mereka. Dan tidak sedikit yang mewariskan pada dunia Islam, yang berupa kekayaan besar dari peradaban dan ilmu, terutama di bidang makrifat, akhlak dan pengalaman-pengalaman di alam rohani, semua itu tidak dapat diingkari.&lt;br /&gt;Tetapi, banyak pula di antara orang-orang sufi itu terlampau mendalami tasawuf hingga ada yang menyimpang dari jalan yang lurus dan mempraktikkan teori di luar Islam, ini yang dinamakan Sathahat orang-orang sufi; atau perasaan yang halus dijadikan sumber hukum mereka. Pandangan mereka dalam masalah pendidikan, di antaranya ialah seorang murid di hadapan gurunya harus tunduk patuh ibarat mayat di tengah-tengah orang yang memandikannya.&lt;br /&gt;Banyak dari golongan Ahlus Sunnah dan ulama salaf yang menjalankan tasawuf, sebagaimana diajarkan oleh Al-Qur'an; dan banyak pula yang berusaha meluruskan dan mempertimbangkannya dengan timbangan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Di antaranya ialah Al-Imam Ibnul Qayyim yang menulis sebuah buku yang berjudul, "Madaarijus-Saalikin ilaa Manaazilus-Saairiin, " yang artinya "Tangga bagi Perjalanan Menuju ke Tempat Tujuan." Dalam buku tersebut diterangkan mengenai ilmu tasawuf, terutama di bidang akhlak, sebagaimana buku kecil karangan Syaikhul Islam Ismail Al-Harawi Al-Hanbali, yang menafsirkan dari Surat Al-Fatihah, "Iyyaaka na'budu waiyyaaka nastaiin."&lt;br /&gt;Kitab tersebut adalah kitab yang paling baik bagi pembaca yang ingin mengetahui masalah tasawuf secara mendalam. Sesungguhnya, tiap-tiap manusia boleh memakai pandangannya dan boleh tidak memakainya, kecuali ketetapan dan hukum-hukum dari kitab Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw. Kita dapat mengambil dari ilmu para sufi pada bagian yang murni dan jelas, misalnya ketaatan kepada Allah swt, cinta kepada sesama makhluk, makrifat akan kekurangan yang ada pada diri sendiri, mengetahui tipu muslihat dari setan dan pencegahannya, serta perhatian mereka dalam meningkatkan jiwa ke tingkat yang murni.&lt;br /&gt;Di samping itu, menjauhi hal-hal yang menyimpang dan terlampau berlebih-lebihan, sebagaimana diterangkan oleh tokoh sufi yang terkenal, yaitu Al-Imam Al-Ghazali. Melalui ulama ini, dapat kami ketahui tentang banyak hal, terutama ilmu akhlak, penyakit jiwa dan pengobatannya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kesimpulan:&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tasawwuf memiliki tujuan yang baik yaitu kebersihan diri dan taqarrub kepada Allah. Namun tasawwuf tidak boleh melanggar apa-apa yang telah secara jelas diatur oleh Al-Quran dan As-Sunnah, baik dalam aqidah, pemahaman atau pun tata cara yang dilakukan. &lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;Tidak semua tasawwuf bid`ah dan sesat, selama tasawwuf itu berpegang pada dasar syariat yang benar. &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-5238189744560925650?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/5238189744560925650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=5238189744560925650' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/5238189744560925650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/5238189744560925650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2008/07/belajar-tasawuf.html' title='Belajar Tasawuf'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SIKNjs5saWI/AAAAAAAAAGA/hKVLDmMTSFY/s72-c/sufi_semesta.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-4809800955377672371</id><published>2008-07-20T07:47:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T16:22:53.844+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><title type='text'>UNESCO Tetapkan Tahun 2007 Sebagai Tahun Jalaluddin Rumi</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SIKMJkgbV5I/AAAAAAAAAF4/uicsH-9HF9s/s1600-h/sufi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224892613749594002" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SIKMJkgbV5I/AAAAAAAAAF4/uicsH-9HF9s/s320/sufi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Badan PBB untuk pendidikan, kebudayaan dan ilmu pengetahuan- UNESCO, menetapkan tahun 2007 sebagai "Tahun Rumi", bertepatan dengan peringatan 800 tahun kelahiran Jalaluddin Rumi, seorang tokoh sufi dan penyair terkenal bukan hanya di dunia Islam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ia merupakan tokoh sastra dan spiritual yang dikenang sepanjang masa karena pesan-pesan yang ditulisnya tentang cinta, kemanusiaan dan perdamaian. Jalaluddin Rumi adalah seorang penyair terkemuka dan pendiri kelompok "Sufi Maulvi", sebuah persaudaraan penganut aliran sufi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Rumi lahir pada 30 September 1207 di Balk, kota Khorasan di Persia yang sekarang masuk ke wilayah Aghanistan. Ia lahir dari keluarga yang gemar belajar agama. Ia dan keluarganya pindah dari Persia untuk menyelamatkan diri dari invasi Bangsa Mongol ketika itu dan ia menghabiskan masa hidupnya di Konya, Anatolia saat Dinasti Seljuk berkuasa, hingga wafatnya. Rumi sempat pergi haji ke Makkah semasa hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Rumi banyak menulis puisi-puisinya ketika masih tinggal di Persia. Puisi-puisi Rumi dibaca banyak orang sampai ke Iran, Afghanistan, Tajikistan dan diterjemahkan sampai ke negara Turki, Azerbaijan, AS dan Asia Tenggara.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ketika ayahnya, Bahaduddin Wallad meninggal dunia, pada 1231 Rumi menggantikan posisi ayahnya sebagai profesor bidang ilmu agama. Saat itu ia masih berusia 24 tahun, tapi ilmu agamanya hampir sama dengan para pakar dan ulama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Rumi pertama kali mengenal sufisme dari Shamsuddin dari Tabriz, seorang Muslim yang sengaja hidup miskin dan mengembara ke mana-mana. Ia sangat mencintai gurunya itu. Rasa kehilangan yang dalam saat Shamsuddin wafat, dituangkan Rumi dalam musik dan lirik-lirik puisinya yang bertajuk "Divani Shamsi Tabrizi."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Puisi-puisi Rumi menunjukkan rasa cintanya pada Allah dan tokoh ini telah memberi pengaruh besar pada sastra, pemikiran dan ekspresi keindahan di dunia Islam. Selama berabad-abad, karya-karya Jalaluddin Rumi memberikan pengaruh yang signifikan pada karya sastra berbahasa Persia, Urdu dan Turki.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Rumi telah menanamkan kecintaan pada Allah, Nabi Muhammad saw, sikap toleransi dan penghormatan terhadap kemanusiaan. Dunia yang dibangunnya menjadi jantung, dunia di mana matahari, bulan dan bintang beredar sesuai hukum, perintah, harmoni dan kedamaian. Rumi dianggap sebagai monumen pemikiran dan seorang tokoh jenius yang luar biasa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jalaluddin Rumi meninggal dunia pada 17 Desember 1273. Para pengikutnya selalu memperingati hari wafatnya dan mendirikan Ordo Maulavi. Para pengikut aliran sufi ini melakukan ritual penyembahan pada Tuhan dengan musik dan tari. (ln/dailytimes)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-4809800955377672371?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/4809800955377672371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=4809800955377672371' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/4809800955377672371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/4809800955377672371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2008/07/unesco-tetapkan-tahun-2007-sebagai.html' title='UNESCO Tetapkan Tahun 2007 Sebagai Tahun Jalaluddin Rumi'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_4TrXNGzAZr4/SIKMJkgbV5I/AAAAAAAAAF4/uicsH-9HF9s/s72-c/sufi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-976006336476865923</id><published>2008-07-20T07:37:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T16:23:49.552+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sufi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Misteri Al-Hallaz</title><content type='html'>Pada abad ke 9 Masehi, berkembang kehidupan kerohanian Islam dengan jalan melakukan Zuhud (mengabaikan dunia) untuk mencapai kesempurnaan makrifat dan tauhid kepada Allah. Gagasan-gagasan para ahli sufi dan syiah pada abad tersebut telah ditemukan, baik yang berupa berupa syair ataupun pemikiran yang menunjukkan keanekaragaman kemungkinan dalam kehidupan mistik, seperti halnya Al Ghazaly, Dzun Nun (859 M), Bayezid Bistami (874 M), dan Al Harith al Muhasibi (857 M) dan Husein Ibn Mansur Al hallaj (858 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran dan peranan para tokoh inilah yang perlu kita ketahui sebagai wacana keilmuan dan sejarah, sekaligus menganalisa konflik pemikiran yang tidak pernah habis dibahas, karena pihak-pihak yang berbeda pendapat tidak pernah saling bertemu untuk memberikan klarifikasi dalam satu majelis, kecuali hanya saling mengecam dan mengkafirkan dengan musabab bibit konflik politik kekuasaan yang serakah dan licik sejak lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kisah keshalehan serta kata-kata bijak penuh hikmah yang mengisi setiap referensi kitab-kitab keislaman di Timur maupun di Barat yang berasal dari para tokoh Sufi ini, baik yang bisa difahami oleh kaum awam sampai pernyataannya yang banyak mengundang perdebatan yang tidak henti-hentinya sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik untuk dikaji kembali penyataan yang populer yang di lontarkan oleh Husein Ibnu Al Hallaj " Akulah kebenaran Yang Tertinggi ". Peristiwa ini merubah pandangan masyarakat umum terhadap kaum Sufi atau para Zahid yang menjalankan olah kerohaniannya dengan melakukan dzikir secara rutin, shalat malam dan menjauhkan diri dari perbuatan maksyiat. Sehingga pada ujungnya berpengaruh terhadap perkembangan ilmu tafsir yang menjadi mandek.&lt;br /&gt;Terlihat para mufassirin agak ragu-ragu menafsirkan kata-kata hiperbolis kedalam pengertian proporsi yang sebenarnya, dan sampai kini orang menjadi merasa takut apabila membicarakan mengenai ilmu hakikat dan makrifat. Mereka mengira ilmu tasawuf adalah ajaran sesat dan membahayakan. Saya menganggap pandangan mereka terlalu gegabah dan tidak bijaksana. Pandangan yang mengakibatkan ajaran Islam menjadi amat dangkal, karena nilai spiritual yang seharusnya diajarkan telah hilang, yaitu nilai psikologi keihsanan kepada Allah dalam setiap peribadatan, yang mestinya paling dianggap menentukan dalam kaitan diterima atau ditolaknya perilaku keagamaan seseorang.&lt;br /&gt;Saya terkesan dengan pandangan Yahya, seorang Sufi yang shaleh menanggapi pernyataan orang Yang menganggap dirinya Tuhan dengan doa dalam bentuk dialektis :&lt;br /&gt;Oh Allah , kau telah mengirim Musa dan Harun ke Fir'aun si pemberontak dan berkata, " berbicaralah baik-baik dengannya" , Oh Allah , inilah kebaikan hati-Mu terhadap orang yang menganggap dirinya Tuhan; bagaimana pula gerangan kebaikan hati-Mu terhadap orang menjadi abdimu sepenuh jiwanya ? …Oh Allah, ada takut kepada-Mu karena aku budak, dan aku berharap pada-Mu karena kaulah Tuan ! …Oh Allah bagaimana pula aku tidak takut padaMu karena Kau Maha Kuasa ? Oh Allah , bagaimana aku datang kepada-Mu karena aku budak yang memberontak, dan bagaimana aku tidak datang kepada-Mu karena Kau Penguasa yang pemurah? ( Dimensi Mistik dalam Islam, Annemarie Schimmel hlm,53 )&lt;br /&gt;Sebagai tokoh yang tiada hentinya dibicarakan di dunia mistik Islam maupun dikalangan yang memusuhinya, Al Husain ibnu Mansur Al Hallaj pada tahun 922 M dijatuhi hukuman mati oleh para wakil kaum ahli hukum karena ajaran yang disebarkannya, yang dianggap telah keluar dari aqidah Islam -yang terutama- berasal dari ucapannya yang terkenal, Ana 'l Haqq ( Akulah kebenaran Tertinggi ). Pro dan kontra dari jatuhnya hukuman tersebut -sampai sekarang- masih juga terjadi, namun demikian saya memiliki alasan sendiri mengapa tokoh ini masih pantas dibahas pada sebuah telaah seperti ini, yaitu kemungkinan a priori bahwa riwayat hidup dan ajarannya lebih banyak berpengaruh terhadap Islam di Indonesia dari pada ditempat lain.&lt;br /&gt;Sejak lama, terutama karena penelitian Snouck Hurgronje dan B.O. Schrieke, kita tahu dengan pasti bahwa para saudagarlah yang berperan dalam ekspansi agama Islam di Indonesia berasal dari India, khususnya dari daerah Gujarat, dipantai Barat Laut semenanjung India. Daerah tersebut mempunyai hubungan yang khusus dengan Al Hallaj, dimana dia sendiri membawa agama Islam kesana dan bahkan berhasil membawa tiga kasta ke dalam pangkuan agama Islam. Bahwa konteks itu memang cukup luas jangkauannya terbukti oleh kenyataan, bahwa sebagian dari kasta-kasta itu sampai sekarang ini masih disebut orang Mansuri, sedangkan makam Al Hallaj di Bagdad tetap didatangi oleh orang-orang Gujarat. ( Massignon, Hallaj, halm.85 ,).&lt;br /&gt;Saya kira tidak mungkin mengabaikan riwayat beliau karena banyak memainkan peranan penting dalam dunia Islam di Indonesia dari pada di tempat lain, terutama di Jawa dan Aceh. Kita bisa melihat baik tersirat maupun tersurat, dalam ajaran sinkretisme Jawa terdapat unsur-unsur pantheisme atau manunggaling kawula Gusti, yang berakar dari ajaran Mistik Islam kejawen dengan latar belakang ajaran Tharikat Naqsabandiyah yang dianut oleh Pujangga besar Raden Ngabehi Ranggawarsita dalam kitabnya Serat Wirid Hidayat Jati ataupun ajaran Hindu yang merupakan sumber paham pantheisme.&lt;br /&gt;Syekh Siti Jenar juga mengalami nasib tragis ketika harus menghadapi hukuman mati yang dijatuhkan penguasa Demak yang didukung penuh oleh Dewan Agama yang dipimpin wali Songo, karena dianggap telah membuka tabir rahasia ketuhanan dalam dirinya, yaitu manuggaling kawula Gusti. Jika Al hallaj tewas dipancung kepalanya, Syekh Siti Jenar memilih sendiri cara untuk mati ( DR. Abdul Munir Mulkhan, Ajaran Dan Jalan Kematian Syekh Siti Jenar, hal 51 ).&lt;br /&gt;Bagaimana penilaian dunia Islam terhadap Al hallaj ??&lt;br /&gt;Banyak pendapat umum yang mengatakan Al hallaj mati karena ajaran mistiknya yang terkenal Ana'l Haqq (Akulah Kebenaran Tertinggi ). Tidak banyak kaum muslimin yang mengetahui dengan persis apakah sebenarnya yang terjadi terjadi terhadap kasus yang didakwakan kepadanya. Benarkah Al hallaj penganut faham ittihad (pantheisme) yang banyak dipengaruhi ajaran Hindu dan mistik katholik, atau ajaran Zanadika, tentang cinta kasih manusia terhadap Allah sebagai suatu daya tarik material antara sumber cahaya dan percikan-percikan yang mengalir dari sumber itu (emanasi).&lt;br /&gt;Di kalangan kaum mistisi sendiri banyak yang berpendapat, bahwa kesalahan Al Hallaj ialah menyiarkan dimuka umum kebenaran-kebenaran esoteris (merenggut selubung rahasia). Konon kabarnya As Sibli mengatakan kepada seorang utusan menjelang eksekusinya, pergilah mencari Al Husein ibnu Mansur dan katakan kepadanya, "Allah telah memberikan kepadamu jalan untuk mengetahui salah satu rahasia -Nya , tetapi karena engkau menyiarkan kepada umum, maka kau harus merasakan pedang" :( Massignon Hallaj, hal.310 ).&lt;br /&gt;Ada yang berpendapat, bahwa ajarannya mengenai manunggalnya Allah dan manusia tidak dibenarkan, namun dapat dimaafkan sebagai suatu ketidaktelitian hiperbolis, akibat kekuatan ekstasis (Massignon, hallaj, hlm.352, dikutip dalam buku Manunggaling kawula Gusti P.J Zoetmulder, Gramedia, Jakarta 1990). Sementara para sufi moderat tidak memberikan komentar terlalu banyak atas kejadian ini. Mereka hanya berpendapat bahwa Al Hallaj hanyalah menghayati firman Allah dalam surat Thaha: 14, innani Ana Allah laailaha illah Ana fa'budni …sesungguhnya Aku ini adalah Allah , tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah Shalat untuk mengingat Aku.&lt;br /&gt;Sedangkan Al ghazaly yang juga membahas pengalaman para mistisi menandaskan, bahwa ekstasis itu bukanlah terleburnya makhluk dalam Allah sebagai kesatuan dalam identitas (ittihad) juga bukan manunggalnya atau penyatuan antara dua pihak yang berada pada tingkat "ADA" yang sama, tetapi penyatuan itu hanyalah seolah-olah dan ucapan-ucapan para mistisi yang mengalami kedahsyatan Allah, sehingga hendaknya kita pandang sebagai hiperbola, kiasan yang melebih-lebihkan, akibat kemabukan cinta kasih (dalam Ihya' ulumuddin, bagian II kitab adabi s sama'I wa 'l wajdi , fi atari 's sama'I adabihi)&lt;br /&gt;Saya tidak ingin masuk kedalam kesimpulan terlalu dini, karena banyak sekali ayat-ayat Alqur'an yang dijadikan landasan oleh para sufi sebenarnya mengandung makna hiperbolis; sehingga kalau diungkapkan sekilas, kita akan terjebak kepada pengertian yang salah. Misalnya pada firman-firman Allah berikut ini: innahu bikulli syaiin muhithun, Sesungguhnya Dia Maha Meliputi Segala Sesuatu ( Fushilat:54); selanjutnya kullu syai in halikun illa wajhahu, dan tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali wajahnya ( Qasas: 88 ); juga pada ayat : Nahnu akrabu ilaihi min hablil waridi, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya ( Qaaf: 16 ); falam taqtuluuhum walakin 'l allaha qatalahum wama ramaita idza ramaita walakin 'l allaha rama, Maka ( yang sebenarnya ) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar, tetapi Allah-lah yang melempar ( Al anfaal : 17 ).&lt;br /&gt;DB Mac Donald menafsirkan ungkapan-ungkapan ini sebagai expression of implicit pantheism atau in philosophical language immanential monism . Pandangan ini harus juga ditafsirkan eksplisit, namun bahwa ada peluang bagi suatu penafsiran pantheis, memang tak dapat disangkal. Perkembangan seterusnya membuktikan, bahwa peluang itu memang ada. Banyak mufassir takut terjebak kepada makna hiperbolis atau mutasyabihat, sehingga mereka tidak berani menterjemahkan arti yang sebenarnya.seperti dalam surat Fushilat:54 Bahwa yang meliputi segala sesuatu adalah dhomir Hua, yang menunjukkan sosok orang ketiga tunggal yang melakukan suatu perbuatan. Akan tetapi dengan alasan apa mereka menggantikan arti Hua ( Dia), menjadi sebuah sifat yang meliputi segala sesuatu. Sedangkan kita tahu bahwa sifat itu ada, karena ada "wujud"(Hua ) tempat bergantungnya (sandaran) sifat. Inilah yang saya maksudkan bahwa dhomir Hua menunjukkan bukan kepada sifat-Nya, akan tetapi wujud secara sempurna (bikamalaatihi). Yaitu kesempurnaan meliputi Dzat, sifat, af'al dan Asma'. Dhommir Hua menunjukkan "Wujud", sedangkan sifat, af'al dan Asma merupakan diluar Diri-Nya (wujudnya) tetapi bergantung kepada Diri-Nya, karena adanya disebabkan oleh Dzat (sosok). Beberapa Mufassir menterjemahkan :"kekuasaan-Nya lah meliputi segala sesuatu", ada juga yang menterjemahkan : "ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu" dan banyak lagi terjemahan / tafsiran pada sekitar sifat-sifat-Nya. Hanya ulama' yang memiliki ilmu makrifat kepada Allah yang berani terang-terangan menterjemahkan : "DIA (Dzat) Meliputi Segala Sesuatu", sehingga kata DIA tidak ditafsirkan kedalam makna atau digantikan dengan bentuk yang lainnya. Saya berprasangka, kemungkinan besar para Mufassir ragu-ragu menterjemahkan kalimat hiperbolis, karena dikhawatirkan memasuki wilayah konflik politik yang sedang marak masa itu, yaitu adanya perintah penguasa melarang pandangan Wihdatul Wujud yang di gagas oleh Al Hallaj.&lt;br /&gt;Ali Ash shabuni menafsirkan, innahu bikulli syai in muhith; Sesungguhnya Allah Ta'ala Meliputi Segala Sesuatu dengan pengetahuannya (ilmu-Nya), baik secara global maupun tafshila ( mendetail ) : tafsir Shafwatut tafaasir: Juz III hlm. 129. Lebih tegas lagi Syekh Nawawi memberikan keterangan dalam tafsir Al munir, Allah merupakan Subjek Yang Meliputi Segala Sesuatu, Dia sebagai fail (subjek) Al 'alimu yang mengetahui semua ma'lumat yang tidak ada batasnya. Dia Mengetahui yang dhahir dan yang tersembunyi dalam diri orang-orang kafir. Sedangkan penafsiran beliau mengenai wanahnu aqrabu ilaihi min hablil waridi ( Qaaf: 16). Fa ka anna dzatuhu ta'ala qaribatun minhu ..yaitu seolah Dzat itu sendiri yang lebih dekat dari urat leher.( hal 243 Juz III , tafsir shafwatut tafaasir, Ali as shabuni). Didalam tafsier Munir karangan Syekh Nawawi dijabarkan fallahu ta'ala aqrabu ilal insaani min 'uruqihi almukhalithi lahu, Allah lebih dekat terhadap Manusia daripada keringatnya yang bercampur baginya. ( hal 319).&lt;br /&gt;Kemudian, baik syekh Nawawi maupun Ali Ash shabuni menafsirkan kullu syaiin halikun illa wajhahu, sebagai Segala sesuatu pada hakikatnya adalah fana (binasa) kecuali Dzat-Nya Yang Kekal dan Quddus. Dari pendapat tersebut diatas, dapat kita simpulkan bahwa kita tidak bisa memungkiri adanya konsep-konsep qurani yang menjadi sumber timbulnya atau menjurus kedalam paham penyatuan atau pantheisme.Memang masih bisa diperdebatkan dari mana pengaruh-pengaruh yang membuat doktrin tersebut muncul. Menurut Massignon (massignon, Essai, hlm 84) perkembangan tersebut ada akarnya dalam Alqur'an sendiri, sedangkan menurut sementara ahli lainnya, perkembangan tadi disebabkan karena kontak dengan aliran-aliran mistik kristen di Suria serta Neoplatonisme, atau pengaruh dari Syi'ah dengan ajarannya mengenai inkarnasi Zat keallahan dalam diri Ali dan para pengikutnya (menurut DB Mac Donald, Development of Mouslem Theology, Jurisprudence and constitional theory, hal 182), atau karena pengaruh dari India, (menurut M Horten, dalam indische stromungen in der inslamischen Mystik, Heidelberg 1928) , tulisan ini dikutip dalam buku pantheisme dan monisme dalam sastra suluk Jawa hlm 21. PJ, Zoetmulder,Gramedia , Jakarta 1990).&lt;br /&gt;Dalam ajaran Tasawuf, para sufi mendahulukan pemahaman kerohaniannya melalui tahapan (martabat) untuk mencari Tuhannya, yang biasa dikenal dengan ajaran martabat tujuh. Diharapkan ajaran ini bisa membantu memberikan petunjuk bagi kita untuk meluruskan pemahaman tauhid dan menguak tabir rahasia para sufi dalam menyelami ekstasis, yang terkadang menimbulkan polemik dan absurditas, yaitu menempatkan Allah sebagai wujud yang tak tergambarkan ( asy syura: 11) dan tidak ada individuasi maupun presepsi. Prinsip ini didasari ayat yang menyatakan Segala sesuatu akan binasa kecuali wajah-Nya ( Al qashash: 88 ).&lt;br /&gt;Didalam penghayatan mistisnya, para sufi menafikan segala sesuatu termasuk dirinya sendiri; sehingga muncul kesadaran "Yang wajib ada adalah Yang Mutlak", laa maujuda illallah. Sebenarnya hal ini merupakan prinsip monotheisme, yang dibawa oleh Rasulullah saw dalam misinya, yaitu menafikan segala bentuk tuhan-tuhan selain Allah, " laa ilaha illallah" ….. pada hakikatnya segala sesuatu akan binasa (fana) kecuali wajah-Nya yang tetap abadi (baqa) , kullu man alaiha faanin, wayabqaa wajhu rabbika dzul jalaalil wal ikraam ( Ar rahman: 26-27).&lt;br /&gt;Selanjutnya kita akan mencoba menelusuri ajaran Al hallaj dengan CARA tidak serta merta menerima atau menolaknya; karena kita membutuhkan pemahaman yang jernih akan hal ini. Sekilas memang ayat-ayat tersebut diatas banyak mengarah kepada pemahaman pantheisme sebagaimana ajaran Hindu dan Katholik oleh karena itu saya akan mencoba memaparkan ajaran-ajaran mengenai penyatuan diri dengan Tuhan agar memiliki garis yang tegas sesuai misi Rasulullah dalam meluruskan tauhid kepada Dzat Yang Mutlak. Bedanya sangat tipis sekali antara pemahaman pantheisme yang berasal dari ajaran Hindu dan kristen dengan monotheisme yang berasal dari Alqur'an.&lt;br /&gt;Di dalam Al qur'an telah di ungkapkan bagaimana kaum musyrik melontarkan alasan yang dijadikan prinsip, bahwa berhala-berhala bukanlah Tuhan yang sebenarnya sebagai sesembahan, melainkan hanya sebagai perantara (washilah) untuk menuju Yang Maha Mutlak.&lt;br /&gt;Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik ). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata) : "Kami tidak menyembah mereka (berhala) melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". ( QS. Az zumar : 3 )&lt;br /&gt;Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka : " Siapakah yang menciptakan langit dan bumi ?" , niscaya mereka menjawab; " Allah". Katakanlah : " Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhala itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya ? …..( QS. Az zumar: 38 )&lt;br /&gt;Berhadapan dengan berbagai macam pendapat tadi, mari kita kaji uraian sekitar ajaran Al hallaj yang telah dipaparkan oleh Massignon dalam kajian Al Hallaj , hlm 352. dalam buku Manunggaling Kawula Gusti , PJ. Zoetmulder , hlm 38,39 )&lt;br /&gt;Al Hallaj mencari kesatuan dengan Allah bagi dirinya sendiri, sehingga kata-kata yang diwariskan -spontan- berasal dari perasaan pribadinya. Al Hallaj ingin menerangkan apa yang dialami dalam lubuk hatinya dengan meneruskan keterangan itu kepada orang-orang lain, sehingga dalam kajian terhadap ajaran Al Hallaj hendaknya kita juga mencari keterangan mengenai ucapan-ucapan emosionalnya, yang kalau dipandang dari luar konteksnya, mudah dianggap sebagai ucapan-ucapan pantheistis. Di sini pertama-tama saya teringat akan ucapan-ucapannya mengenai Allah, dengan mempergunakan kata ganti pertama, seperti konon kabarnya diucapkannya dalam malam terakhir sebelum ia menjalani hukumannya.&lt;br /&gt;"Adapun Engkau membagikan kepada saksi ini (Al Hallaj sendiri) kepribadian-Mu sendiri dan kodrat ilahiMu. Bagaimana ini dapat terjadi karena Engkaulah (yang memegang peranan dari kodratku sendiri untuk menampakkan Diri-Mu di tengah-tengah manusia, pada tahap-tahap terakhir keadaanku- bila Engkau telah datang kedalamnya untuk menampakkan kodratku ( Engkau, Ya Tuhan ) lewat kodratKu ) ( mulai kalimat ini Al hallaj berbicara atas nama Tuhan dan mempergunakan kata ganti pertama guna mengungkapkan penyatuan mesra dengan Tuhan. Saya berusaha menyatakan peralihan itu dengan menulis awal kata positif dengan huruf-huruf besar: catatan dari Massignon ) Serta mempermaklumkan kenyataan ilmuKu dan mukjizatKu- sambil mengangkat DiriKu, dalam kenaikanKu, sampai tahta-tahta kelanggenganKu, sambil memelihara DiriKu dalam ciptaan-ciptaanKu: Bagaimana bisa terjadi bahwa aku sekarang ditahan, dimasukkan kedalam penjara , diserahkan kepada maut, ditempatkan diatas kayu salib, dibakar, lalu debuku diserahkan kepada ombak-ombak ( Massignon, 297,298 )&lt;br /&gt;Dalam membicarakan Al Hallaj, penting untuk dibahas sosok Beyazid Al Bustami, seorang tokoh terkenal, yang banyak menghiasi khasanah keilmuan mengenai mistik dari pengalaman bathinnya sendiri, yang sesuai dengan citra pengalaman Mi'rajnya Rasulullah. Ungkapan-ungkapannya penuh dengan makna, bahwa alam-alam yang dilaluinya merupakan bentuk citra yang hina dan fana termasuk dirinya. Kemenakan Beyazid, yang mencatat sejumlah besar ungkapan-ungkapannya, pernah bertanya tentang pengingkaran terhadap dunia (zuhud) dan sang paman menjawab:&lt;br /&gt;"Pengingkaran ( Zuhud) itu tak ada nilainya. Tiga hari lamanya aku dalam pengingkaran, dan pada hari keempat selesailah sudah. Hari pertama kuingkari dunia ini, hari kedua kuingkari akhirat, hari ketiga kuingkari segalanya kecuali Tuhan, ketika hari keempat tiba, tak ada lagi yang tersisa bagiku kecuali Tuhan. Aku telah mencapai damba yang menyakitkan . kemudian ada suara menyeruku : O, Abu Dzun-Nun, kau tak cukup kuat untuk bertahan bersama-Ku sendiri. Kujawab : itulah memang yang hamba inginkan. Kemudian suara itu berkata : kau telah menemukannya, kau telah menemukannya !!"&lt;br /&gt;Beyazid menyadari dan pada akhirnya menemukan, bahwa Tuhan mengingatnya sebelum ia mengingat Tuhan, bahwa Tuhanpun mengenalnya sebelum ia mengenal Tuhan, dan bahwa cinta Tuhan mendahului cinta manusia terhadap-Nya. Kemudian Beyazid mengungkapkan pencapaiannya dengan kebanggaan seseorang yang sudah mencapai tujuannya :&lt;br /&gt;"Ia segera bangkit dan menaruhku di hadapan-Nya dan kata-Nya kepadaku : "O Beyazid, makhluk-makhlukku sangat ingin memandangmu, dan aku pun berkata: Hiasi hamba dengan kesatuan-Mu dan dandani hamba dengan ke- AKU-an Mu dan angkatlah hamba ke Keesaan-Mu sehingga, kalau makhluk-makhluk-Mu memandangku, mereka akan berkata: Kami telah menyaksikan-Mu, dan Kaulah itu dan hamba tidak lagi berada di hadapan mereka itu."&lt;br /&gt;Beyazid, dalam keadaan ekstase (fana ) berkata : "Subhani, Subhani - Maha suci Aku, Maha suci Aku, Maha Suci Aku." Ungkapan-ungkapan ini telah menjadi teka-teki bagi kaum mistik pada zaman kemudian dan telah sering menjadi inspirasi bagi penyair mistik dalam menggambarkan kesempurnaan perjalanan kerohanian seseorang, disamping banyak sekali orang yang mengecam dan mengkafirkan Beyazid. Sebagian kalangan sufi moderat, yaitu Sarraj mengganggap perkataan Beyazid seolah-olah membaca sabda dalam Qur'an "Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain AKU, Innani Ana 'Allah, laailaha illa Ana (QS. Taha:14)."&lt;br /&gt;Beyazid mencapai keadaan ini melalui 'negationis' yang gigih, dengan menghilangkan kesadaran dirinya sendiri, sampai ia mencapai - walaupun hanya sesaat-, keadaan penyatuan mutlak yaitu ketika pecinta, kekasih, dan cinta menjadi satu. Kenyataan yang dialami Beyazid di kritik oleh Mansur Al Hallaj yang berkata, bahwa Abu Yazid yang merana itu baru sampai diambang ilahi saja, karena ia tidak mampu melepaskan dirinya dari ketiadaan.&lt;br /&gt;Para sarjana Barat banyak yang tertarik dengan ajaran Al hallaj karena dianggap bisa mewakili kelangsungan kebenaran ajaran kristus didalam penyatuan dengan Allah atau pantheisme. Seorang sarjana ahli teologi protestan dari Jerman bernama F.A.D. Tholuck menyebut Al hallaj adalah sufi yang paling terkenal karena ketenarannya dan nasibnya, yang menguak cadar di depan umum dengan keberaniannya yang luar biasa. Kutipan Tholuck pada waktu itu dieja dan ditafsirkan keliru sehingga citra Hallaj sungguh menjadi rusak pada zaman-zaman berikutnya. ( Friedrich August Deofidus Tholuck, Sufismus sive theosophia persarum pantheistica , Berlin, 1972 hlm 68. dalam buku dimensi mistik dalam Islam, annemarie schimmel hlm 64 ) Tholuck menganggap Al Hallaj seorang pantheis, hal itu menjadi pandangan para sarjana abad ke 19. Mereka telah menemukan beberapa naskah dalam kitab-kitab yang ditulis oleh Al Hallaj yang menunjukkan arah kepada pantheisme.&lt;br /&gt;Pandangan lain adalah ada yang menganggap Al Hallaj sebagai seorang Kristen rahasia. Pandangan terakhir itu muncul pada akhir abad ke 19, diajukan August Muller dan tetap di ikuti oleh beberapa sarjana. Para orietalis lain, berdasarkan sumber-sumber yang ada , cenderung menyebutnya seorang 'monism' murni. Alfred von Kremer berusaha mencari sumber Hallaj yang terkenal Anal Haqq dalam sumber-sumber India, dan Max Horten membandingkan pernyataan mistik itu dengan aham brahmasmi dalam upanishad , dan beberapa sarjana lain menyetujuinya.&lt;br /&gt;Reynold A Nicholson mempunyai pandangan, bahwa Mansur Al Hallaj menekankan monotheisme keras dan hubungan yang sangat pribadi antara manusia dan Tuhan dalam pemikirannya, sedangkan Adam Mez melihat kemungkinan adanya hubungan antara sufi agung itu dengan teologi Kristen.&lt;br /&gt;Louis Massignon telah berhasil mengumpulkan data-data tentang Al Hallaj dari lingkungan tempat dia berasal dan pengaruh-pengaruh atas Hallaj telah dijelajahi, sehingga kehidupan dan ajarannya bisa diketahui lebih lengkap dan dimengerti lebih baik di Barat. Massignon telah banyak belajar dari sebuah kitab yang terkenal "At Tawasin", yang isinya sulit dipahami, karena sebenarnya banyak paradoks yang tersimpan didalamnya, kecuali oleh orang yang memiliki kecerdasan kerohanian yang tinggi. Ajaran yang ditulis dalam buku tersebut berbentuk sajak, mengungkapkan keagungan Tuhan dan imanensi-Nya dalam hati manusia. Rahasia penyatuan cinta dipuja dalam sajak-sajak yang bebas dari segala lambang cinta 'profane'. Massignon menyelidiki dunia rohani Al Hallaj secara terus-menerus, menambahkan hal-hal kecil dalam catatannya, dan kemudian diterbitkan sebagai sebuah biografi monumental syuhada mistik tersebut pada tahun 1922; seribu tahun setelah hukuman mati terhadap Al hallaj. Nyatanya, Hallaj seperti yang dikatakan Hans Heinrich Schaender dalam resensinya atas buku Massignon, adalah syuhada Islam par exelence karena ia merupakan contoh kemungkinan-kemungkinan terdalam dari keshalehan pribadi yang ada dalam agama Islam. Ia menunjukkan akibat cinta sempurna dan makna mendapatkan kesucian pribadi macam apapun, akan tetapi agar bisa mengabarkan rahasia ini, harus hidup di dalamnya dan mati untuknya. Seperti pengorbanan Yesus Kristus dalam penebusan dosa ummatnya.&lt;br /&gt;Siapakah orang ini sebenarnya, yang telah menjadi bahan kebencian dan cinta, contoh penderitaan, raja bid'ah dalam tulisan-tulisan ortodoks (salafi), tokoh idaman para sufi yang terpesona ??&lt;br /&gt;Fana bukan Pantheisme&lt;br /&gt;Kesimpulan yang diungkapkan oleh para sarjana Barat (Orientalis), bahwa ajaran Al hallaj adalah phanteisme, masih mengundang pertanyaan yang belum tuntas. Para peneliti itu memaparkan ajaran Al hallaj melalui data-data dalam prosa, bukan melalui perjalanan ekstasisnya, dan kemudian membandingkan dengan ajaran trinitas dalam Kristen atau dalam kesatuan aham brahmasmi dalam upanishad. Saya menganggap kesimpulan ini hanyalah merupakan cara mereka untuk meminjam peristiwa yang terjadi agar sama persis dengan eksekusi yang dilakukan terhadap Yesus Kristus. Hal ini terlihat sekali dalam uraian Louis Massignon sendiri, yang masih banyak melibatkan emosi kepercayaannya (doktrin keimanan) sebagai orang kristen, dan bukan sebagai peneliti murni, sehingga kesimpulannya sangat mempengaruhi hasil penelitiannya.&lt;br /&gt;Ungkapan-ungkapan Al Hallaj dalam prosa tidak bisa disimpulkan dalam bahasa formal, karena ungkapan itu merupakan pengalaman 'transcendental'. Sebagaimana ayat-ayat Al- Qur'an sering menggunakan kalimat mutasyabihat untuk mengungkapkan kedalaman makna hakikat, ketika bahasa manusia tidak lagi mampu mengungkap rahasia. Didalam kitab At Tawasin termuat anekdot sufi yang pada akhirnya menghebohkan dunia, yaitu pernyataan Al Hallaj yang kontroversial.&lt;br /&gt;Ketika ia mengetuk pintu Junayd, sang Guru bertanya : Siapakah itu ? dan ia menjawab : Ana 'l Haqq - Akulah kebenaran Mutlak (kreatif), Akulah kenyataan Yang benar.&lt;br /&gt;Pada bab itu Al Hallaj menjelaskan mengenai kesadaran Aku Yang Mutlak dibandingkan dengan kesadaran yang diucapkan Fir'aun dan Iblis. Menurut Al-Qur'an, Fir'aun menegaskan, Akulah Tuhanmu Yang Paling Tinggi (Surat An Naziat: 24), dan Iblis berkata, " Aku lebih baik daripada Adam (Surat Al A'raaf: 12). Kemudian Al Hallaj menegaskan pernyataannya, Akulah Kebenaran Mutlak".&lt;br /&gt;Pada bagian ini para sufi merenungkan mengenai ke-Aku-an dirinya, tatkala ia menafikan segala sesuatu, yang wajib ada ialah AKU, ketika merenungkan ayat kullu syaiin halikun illa wajhahu, segala sesuatu pada hakikatnya tidak ada (binasa) kecuali wujud-Nya yang kekal. Para mistisi merenungkan dalam-dalam perkara adanya dua Aku yang berbeda, yakni Aku Fir'aun dan Aku ahli mistik yang bercinta. Kesimpulannya diberikan dalam wahyu ilahi bahwa, Fir'aun hanya melihat dirinya sendiri dan kehilangan AKU, sedangkan Husain hanya melihat AKU sehingga kehilangan dirinya sendiri. Aku penguasa Mesir itu ( Fir'aun) merupakan pernyataan kekafiran, sedangkan Aku Hallaj mengungkapkan keagungan Tuhan. inilah alasan Al Hallaj mengapa ia berkata Akulah kebenaran.&lt;br /&gt;Apapun alasan pernyataan Ana'l Haqq itu, Junayd -salah seorang guru Al Hallaj- telah menyatakan sikapnya terhadap bekas pengikutnya tersebut, dengan menuduh telah menyebarluaskan pernyataan religius yang berbahaya.&lt;br /&gt;Disisi lain, Al Hallaj mempunyai pandangan lain dari pernyataan Beyazid yang juga menyatakan AKU pada kalimat "Maha Suci Aku" (Subhani), dan menganggap Beyazid sebagai orang yang menipu, karena dia baru berada diambang ilahiyah saja . Beyazid tidak layak mengucapkan kalimat suci tersebut, karena ia masih ada dan merasakan keadaan mabok mistik (syakr), ia belum lenyap (fana). Hal inipun diakuinya sendiri oleh Beyazid : Demi sadarlah aku dan tahulah aku bahwasanya sama sekali itu hanyalah tipuan hayalan belaka.&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal tersebut, dalam Mathnawi, Rumi mengisahkan legenda tentang pengikut-pengikut Beyazid yang memberontak gurunya ketika si guru itu berkata : Dibalik jubahku ini tak ada apapun selain Allah !!&lt;br /&gt;Terlebih dahulu marilah kita mencoba untuk memahami maksud ketiadaan (fana), sehingga memahami mengapa Al Hallaj begitu yakin, bahwa Beyazid belum sampai kepada taraf tertinggi.&lt;br /&gt;Seorang sufi besar Abu Bakar al Kharraz ( 899 M ) dikenal di Barat lewat karyanya " kitab As-Sidq" - kitab kebenaran, yang diterjemahkan oleh Arberry. (Abu Bakr al Kharraz, kitab as sidq, the book of Truthfulness, diedit dan diterjemahkan oleh A.J . Arberry (Oxford, 1937) mengungkapkan bahwa hanya Allah yang berhak berkata " AKU", sebab siapapun yang mengatakan " Aku" tak akan bisa mencapai taraf makrifat. Itulah sebabnya iblis dihukum, karena berkata ' Aku lebih baik dari Adam ". Lebih jauh Kharraz menunjukkan bahwa " Aku" ilahy ini secara ontologis terkait dengan Nama Ilahi Al Haqq; "Kenyataan" inilah tampaknya yang menjadi inti ungkapan terkenal Hallaj Ana 'l Haqq.&lt;br /&gt;Apakah Al Hallaj benar-benar mengungkapkan Ana 'l Haqq pada saat keadaan ekstase (syathathat) atau hanya merupakan pengajaran di dalam Majelis, sebab dalam kritiknya terhadap Beyazid, beliau mengatakan "Kasihan Beyazid, ia merana karena ia tidak mampu meninggalkan dirinya (fana), ia baru sampai di ambang ilahi. Orang yang fana dirinya tidak akan berkata " AKU" sebab ia telah tiada."&lt;br /&gt;Didalam kitab yang berjudul Raitullah "Aku melihat Allah" karya ulama sufi yang terkenal Syekh An nafiri, diungkapkan mengenai Bab " AKU" :&lt;br /&gt;"Tidak akan diucapkan kalimat AKU, kecuali bagi orang yang berkawan dengan kealpaan dan oleh setiap orang terhijab oleh hakikat."&lt;br /&gt;"Engkau berani mengatakan AKU, sedangkan engkau masih terhijab dari pada-KU, gemerlap duniawi masih mengusik nafsumu, masing-masing akan menyambar dirimu dengan seruan zat dirinya, engkau masih saja dalam kegaiban yang kelam dari pada-Ku. Maka apabila engkau telah melihat " Aku" dan Aku - pun telah menampakkan diri dihadapanmu, tetaplah keteguhanmu, maka tiada Aku lagi melainkan AKU." (diri manusia akan hancur atau binasa, sebagaimana peristiwa yang terjadi kepada Nabi Musa surah Al A'raaf: 143 ).&lt;br /&gt;"Telah Kuciptakan (kuadakan) untukmu dan untuk sesuatu menjadi tujuan, antara lain tujuan itu ialah, cintamu kepada dirimu sendiri, itulah tetesan waham (kalimat) yang engkau warisi, kata-kata mu " Aku" adalah egomu sendiri (Aku terlepas anggapan dari yang demikian) dan tidak lain zat itu melainkan kepunyaan-Ku, dan tidak lain Aku itu kecuali untuk-Ku, bukanlah zat dan bukan pula persoalan, hanya sesungguhnya engkau berada pada pembagian yang bersifat prasangka, hal ini disebabkan karena caramu sendiri berfikir dan pencapaianmu pada pendakian jiwa dan persoalan."&lt;br /&gt;Pandangan diatas bisa dibandingkan dengan pernyataan Syekh Siti Jennar -seorang tokoh mistik di pulau Jawa-, yang telah menyimpulkan bahwa Tuhan itu adalah dirinya sendiri karena dimana saja ia pergi disitu ada Aku, dan ia sadar Akunya selalu ada dan abadi. Konon beliau banyak terpengaruh ajaran Al Hallaj :&lt;br /&gt;Syekh Siti Jennar berkata : "Kelilingilah cakrawala dunia, membumbunglah engkau ke langit yang tinggi, dan selamilah dalamnya bumi hingga lapis ke tujuh, engkau tidak akan bisa menemukan Wujud Yang Mulia. Kemana saja engkau pergi, engkau hanya akan menemukan kesunyian dan kesenyapan. Jika engkau ke utara, keselatan, kebarat, ketimur dan ketengah, yang ada di semua tempat itu hanya disini adanya. Apa yang ada disini bukan wujud saya, yang ada didalam diriku ini adalah kehampaan yang sunyi. Isi dalam daging tubuh ini adalah isi perut yang kotor, bukan jantung dan bukan pula otak yang terpisah dari tubuh, tetapi nafas yang melaju pesat bagaikan anak panah terlepas dari busurnyalah yang bisa mejelajah ke Mekkah dan Madinah."&lt;br /&gt;Menurut Siti Jennar selanjutnya, "Dirinya bukanlah budi, bukan angan-angan hati, bukan pula fikiran yang sadar, niat, udara, angin, panas, atau kekosongan dan kehampaan. Wujud dirinya hanyalah jasad yang akhirnya menjadi jenazah, yang membusuk bercampur tanah dan debu. Nafasnyalah yang mengililingi dunia, meresap dalam tanah, api, air dan udara yang akhirnya kembali ketempat asal dan aslinya. Hal itu disebabkan karena semuanya merupakan barang baru dan bukan yang asli. Hakikat dirinya dipandangnya sebagai dzat yang sejiwa dan menyuksma di dalam Hyang Widi."&lt;br /&gt;Bagi Siti Jennar, Tuhannya adalah Tuhan yang bersifat Jalal dan Jamal yaitu Maha Mulia dan Maha Indah. Siti Jennar tidak mau mengerjakan shalat karena kehendaknya sendiri, karena itu ia juga tidak memerintahkan siapapun untuk shalat, baginya orang shalat karena budhinya sendiri yang memerintahkan shalat. Namun budi itu juga bisa menjadi budi yang laknat dan mencelakakan, yang tidak dapat dipercaya dan diturut, karena perintahnya berubah-ubah. Perkataannya tidak dapat dipegang, tidak jujur, yang jika dituruti lalu berubah dan kadang mengajak mencuri.&lt;br /&gt;Inilah yang katakan oleh Al Junayd dan Syekh An Nafiri, bahwa baik Beyazid, Siti Jennar ataupun Al Hallaj (??), telah terhijab oleh dirinya. Tatkala mereka mencari Tuhan di mana, ternyata hanya dirinya yang ada; ketika ia melambung jauh keangkasa ghaib, tetap dirinya yang ada, di sana ada, di sini ada , di atas ada, di bawah ada, di selatan ada, di utara ada, di barat ada, di timur ada, di mana-mana ada. Yang ada tetap yang langgeng dan kesunyian dan kehampaan. Aku dirinya merasakan ada di mana-mana (inilah yang dimaksud oleh Al Hallaj ambang ilahi) bukan fana. Keadaan inilah yang dianggap bersatu (ittihad) atau manunggaling kawula Gusti. Antara diri dan Tuhan tidak bisa dibedakan; hal ini dalam ajaran vedanta disebut tat twam asi .&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya kita simak pendapat Al Junayd, mengenai pernyataan "Aku" yang diungkapkannya. Mengapa beliau menyalahkan bekas muridnya; karena beliau tahu bahwa Al Hallaj belum mampu melepaskan ego dirinya, karena itulah ia terhukum sebagaimana iblis dihukum Tuhan, ia tidak layak menyingkap selubung rahasia Tuhan, karena yang berhak mengungkapkan Aku adalah AKU itu sendiri, bukan ego kita dimana kesadaran dirinya masih ada. Sebab jika instrumen dirinya itu masih ada, maka ia tidak akan pernah bisa menggambarkan Tuhan seperti apa, ia akan mengungkapkan Tuhan seperti apa yang dirasakan oleh dirinya, bukan keadaan Tuhan yang sebenarnya Sebagaimana Musa membiarkan dirinya hancur (fana) bersama Bukit Thursina, dan pada saat itu Allah menampakkan Dirinya, bahwa AKU tidak bisa dilihat dengan matamu dan oleh dugaan egomu (tidak bisa digambarkan oleh presepsi pikiranmu, hatimu, perasaanmu, dan jiwamu sendiri; dalam Alqur'an Musa digambarkan pingsan ) AKU mengenali diri-Nya secara sempurna. Inilah yang membedakan dengan phanteisme Hindu dan kristen, yang menganggap Tuhan telah beremanasi kepada Sri Kresna ataupun Yesus Kristus.&lt;br /&gt;Al Junayd memaparkan pandangannya mengenai tasawuf yang sebenarnya, sebagai berikut :&lt;br /&gt;"Tasawuf merupakan penyucian dan perjuangan kejiwaan yang tidak ada habis-habisnya. Kita tidak melaksanakan tasawuf dengan obrolan dan kata-kata, tetapi dari kelaparan dan penolakan terhadap dunia dan memutuskan hubungan dengan hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan kita dan segala yang sudah kita anggap sesuai dengan diri kita. Baginya kehidupan mistik berarti usaha abadi untuk kembali ke asal-usulnya, yang bersumber pada Allah awal mula segala sesuatu, sehingga akhirnya si ahli mistik bisa mencapai suatu keadaan di mana ia berada sebelum ada, yakni suatu keadaan, ketika Tuhan sendirian dan yang diciptakan-Nya dalam waktu belum lagi ada. Hanya ada pada saat itulah ia bersaksi bahwa Tuhan adalah Esa dari keabadian ke keabadian."&lt;br /&gt;Dari data-data yang telah kita peroleh bisa disimpulkan bahwa fana (monotheisme) dan manunggal ( pantheisme ) sangatlah berbeda .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantheisme adalah seperti yang diungkapkan oleh Harun Hadiwiyono sebagai berikut:&lt;br /&gt;Bagian terdalam dari manusia yaitu atma, sejajar dengan atman di dalam agama Hindu. Atma dipandang identik dengan Allah sebagai Zat Mutlak. Kesamaan sedemikian rupa hingga Allah melihat, mendengar dan sebagainya, hanya dengan perantara manusia. Dapat dikatakan bahwa manusia adalah Allah yang menjadi daging. Menurut ungkapan jawa; manusia seperti katak berselimutkan liangnya (kodok kinemulan ing lenge) Allah berada di dalam manusia, karena manusia pada hakikatnya adalah Allah sendiri :&lt;br /&gt;Sedangkan Fana (monotheisme ) adalah seperti ungkapan Al Junayd :&lt;br /&gt;Menyadari bahwa dirinya pada awalnya tiada (fana), kullu syain halikun illa wajhahu (Al Qashash, 28 : 88 ), Segala sesuatu binasa kecuali wujud Allah yang abadi. Kullu man alaiha fanin, wayabqa wajhu dzul jalali wal ikram ( Ar rahman, 55 : 26-27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan mistik berarti usaha abadi untuk kembali keasal usulnya, yang bersumber pada Allah awal mula segala sesuatu, sehingga akhirnya si ahli mistik bisa mencapai suatu keadaan di mana ia berada sebelum ada, yakni suatu keadaan ketika Tuhan sendirian dan yang diciptakan-Nya dalam waktu belum lagi ada. Hanya ada pada saat itulah ia bersaksi bahwa Tuhan adalah Esa dari keabadian ke keabadian. La syaiun illallah, laailaha ilallaha. Inilah martabat yang tersembunyi (kesenyapan), karena keadaan belum ada apa-apa, belum mengenal individuasi, namanya Zat Mutlak, Hakikat ketuhanan. Tak seorangpun dapat meraihnya, nabi-nabipun tidak (termasuk Nabi Musa). Para malaikat yang berdiri dekat Allah-pun tidak dapat meraih Hakikat Yang Maha Luhur. Tak seorangpun mengetahui atau merasakan hakikatnya. Sifat-sifat dan nama-nama belum ada. Hanya Dialah Yang Ada dan nama-Nya ialah wujud makal, zat langgeng, hakikat segala hakikat, adanya ialah kesepian (kosong). Siapakah gerangan yang tahu akan tahap ini. ??? Barang siapa mengatakan mengetahui zat yang sejati, dia telah tersesat .&lt;br /&gt;Al Hallaj menyadari, bahwa ia tidak mampu melepaskan kenyataan ketuhanan yang tidak bisa dipresepsikan oleh hatinya sendiri, sehingga ia harus rela melenyapkan dirinya dengan harapan ia mampu meniadakan dengan cara kematian yang tragis, bukan dengan peniadaan (fana) pengertian spiritual yang dialami Junayd maupun Nabi Musa, maka ia berkata dengan tulus agar ia mampu cepat melepaskan keterikatannya dengan dirinya, dengan sebenarnya : uqtuluni ya thiqati - inna qatli hayati - Bunuhlah aku, ya sahabatku, sebab terbunuhku itulah hidupku.&lt;br /&gt;Inilah kenyataan yang sebenarnya, bahwa kematiannya merupakan harapan yang dinantikan olehnya. Ia menemukan hidup yang Hakiki, setelah alat-alat kemanusiaan tidak lagi ada, karena alat-alat pada diri manusia seperti penglihatan, pendengaran, perasaan dan angan-angan, tidak mampu meraih kenyataan yang sebenarnya. Ia mati dalam kebahagiaan yang abadi. Ia telah bebas dari keterikatannya, ia tidak lagi berada didalam ambang ilahi, tetapi ia telah fana melalui pertolongan tangan Algojo yang memenggal kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam kitab Jati Murti diuraikan mengenai kenyataan (hakikat) yang tidak bisa dibandingkan dengan sesuatu (laisa kamistlihi syaiun, surah Asy syura, 42 : 11). Sebagai berikut :&lt;br /&gt;Kesejatian itu sangat luas, tidak bisa di kira-kira besar luasnya, tidak bisa dicapai di dalam hati, tidak bisa ditemui diseluruh jagad raya, sebab didalam kesejatian (hakikat) mempunyai arah yang disebut lahir dan bathin. Segala alam (jirim) berada disisi luar kesejatian (hakikat), yaitu diantara lahir dan bathin, itu arah yang tidak bisa direka-reka oleh pikiran dan perasaan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kesejatian (hakikat) itu bersemayam dalam bathinnya alam atau badan yang berada dialam, maka kesejatian tidak membutuhkan alam untuk bersemayam, malahan berada dalam segala trmpat (berada di mana-mana), seperti keberadaannya benda terhadap permukaan, atau seperti keberadaannya permukaan terhadap garis. Jadi seandainya keadaan hakikat dibentengi besi yang amat rapat, seperti halnya tempurung kemiri, tetap masih lebih luas (leluasa) sekali serta tidak berpengaruh apapun.&lt;br /&gt;Ibarat orang menggambar seekor kuda dengan sebuah pensil. Bentuk seekor kuda yang dikelilingi dengan goresan (garis) bekas pensil, seperti tampaknya pensil tadi yang berada di kulit kuda.&lt;br /&gt;Kesejatian tidak terpengaruh sama sekali, sebab bukan benda. Yang bersemayam dalam kesejatian, yaitu : Saya, maksudnya : Pribadi = AKU, Innani Ana Allah, laailaha illa ANA, sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan kecuali AKU, berada berjajar dengan segala kejadian, yaitu yang diakui oleh makhluk seisi alam semesta, tempat bergantungnya segala sesuatu (Allahush shamad ), rabbul `alamin, Rabb alam semesta.&lt;br /&gt;Sesungguhnya keadaan hakikat (sejati ) tidak bisa diperbandingkan dengan segala sesuatu yang ada pada keadaan alam-alam, sebab bukan tandingannya. Jika memaksakan untuk membayangkan, maka ibarat batu dibandingkan dengan warna yang ada pada permukaan batu tersebut, atau seperti satu meter persegi dibandingkan dengan satu meter. Oleh karena itu perasaan manusia (sarana yang dipakai untuk membayangkan atau mengukur) bukanlah rasa yang sejati. Jika perasaan manusia dibandingkan dengan perasaan sejati (keadaan hakikat), kejadiannya seperti halnya warna yang ada pada permukaan, sebuah benda dibandingkan dengan benda yang menyatu yang memiliki permukaan tadi. atau dapat diumpamakan seperti halnya wayang yang sedang dimainkan oleh dalang, dibandingkan dengan dalang yang sedang menjalankan wayang tersebut. Menurut dalang : Perilaku wayang itu pada hakikatnya tidak ada, yang ada adalah perilaku si dalang tersebut, tanpa ada perbandingan (tandingan).&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;"Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar (QS Al Anfaal, 8:17 ) Pendek kata manusia sebenarnya hanya "diam"(fana). Diamnya dapat diumpamakan : Salah satu perilaku wayang berhenti, tidak dimainkan lagi oleh dalang, makayang ada tinggal perilaku dalang, si wayang tidak tahu apa-apa lagi, penglihatannya tidak ada, pendengarannya tidak ada, perasaannya tidak ada, kekuatannya tidak ada, hidupnya tidak ada, kesadarannya tidak ada, maka dirinyapun tidak ada seperti pada mulanya sebelum diciptakan. Sekarang si wayang tidak tahu apa-apa, yang tahu adalah tinggal AKU yang sejati yang meliputi segala sesuatu. Si wayang kembali kepada asal muasalnya, yaitu dari tidak ada menjadi ada lalu tidak ada, inilah hakikat innalillahi wainna ilaihi rajiuun, sesungguhnya kami berasal dari Allah dan kepada-Nya kami kembali. Jadi manusia hanya diam saja (lenyap tanpa memiliki presepsi apa-apa) itulah layaknya manusia yang masuk kedalam kesejatian (hakikat), dan masuknya kealam kesejatian melalui proses penyucian dari anggapan ( dhzan, presepsi), artinya Allah suci dari anggapan pikiran dan rekayasa hati manusia (dhzan); suci dan hilangnya sifat kemanusiaan oleh kekuatan yang menganggap dengan I'tikat yang kuat, ia menganggap kekuatan itu adalah dirinya sendiri; akan tetapi semuanya itu milik Allah dan harus kembali kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan manuggaling kawula Gusti seperti anggapan Siti Jennar, yang terpengaruh oleh ajaran Vedanta, yang mendorong ke perluasan Atman "inti diri", sampai si inti diri itu menyadari kesatuannya dengan hakikat segala sesuatu seperti yang dinyatakan dalam ungkapan tat twam asi, itulah engkau !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hakikat itu tidak bisa dibandingkan dengan apa-apa (alam yang bukan sejati), maka keadaannya tidak ada perbandingan seperti suka dan duka, senang dan benci, bosan dan betah. Karena tanpa pemilahan, maka tidak ada hitungan dan bilangan.Yang dimaksud dengan istilah tanpa hitungan maknanya ialah : Tidak ada jumlahnya, karena jika dikatakan satu maka satu itu membutuhkan tandingan adanya dua, tiga , empat dan seterusnya. Memang kebiasaan kita menyebut dia itu Tunggal (satu), tetapi bukan berarti satu seperti penyebutan untuk sebuah benda, satu jeruk, satu mobil. Untuk jelasnya, maka penyebutannya seharusnya sebagai berikut : tidak ada apa-apa kecuali hanya ada: "Pribadi".&lt;br /&gt;Bobotnya sudah disebut demikian, maksudnya adalah : tidak ada apa-apa kecuali hanya - walaupun menurut alam jirim bukanlah suatu hal yang aneh, namun menurut keadaan hakiki hal tersebut menjadi aneh. Anehnya adalah mengapa mesti diomongkan sebagai : Tidak ada apa-apa kecuali ….. apa sebabnya ?? itu ibarat orang berkata : air itu tidak ada yang bukan air, atau jagad segala jagad ya tetap segala jagad .&lt;br /&gt;Oleh karena tidak ada pemilahan dan bilangan, maka maksud istilah "gusti dan kawula berada dalam keadaan sejati" juga menjadi aneh. Anehnya kenapa ada perbandingan , yaitu kawula dibandingkan dengan gusti, seperti halnya kuda dibandingkan dengan warnanya, atau gelang dibandingkan dengan emas yang dipakai untuk membuat gelang tersebut. Warna itu ya warna kuda, bukan semestinya dibandingkan dengan yang memiliki warna tersebut, sebab warna itu tidak akan ada (tampak ) kalau tidak ada kuda (yang memiliki warna), bukan wujud yang sebenarnya, akan tetapi wujud yang sebenarnya adalah kuda itu sendiri. Gelang itu terbuat dari emas, gelang dengan emas itu berbeda, gelang merupakan kejadian yang terbuat dari emas. Emas merupakan wujud yang sebenarnya, sedangkan gelang adalah kejadian (ciptaan) yang tetap tergantung kepada bahan emas tadi, sehingga gelang itu diliputi oleh emas. (Abu Sangkan in Dzikrullah.com )&lt;br /&gt;&lt;a onmouseover="MM_swapImage('back','','images/menu_previous_2.gif',1)" onmouseout="MM_swapImgRestore()" href="http://www.dzikrullah.com/bpw_10_patrap.htm" target="_parent"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-976006336476865923?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/976006336476865923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=976006336476865923' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/976006336476865923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/976006336476865923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2008/07/misteri-al-hallaz.html' title='Misteri Al-Hallaz'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-1502820987478861368</id><published>2008-07-20T07:32:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T16:24:37.529+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jihad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhirat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Ajaran Kafirisasi</title><content type='html'>Gerakan konspirasi global yang dipelopori tokoh dan organisasi anti-agama, seperti: The Knight Templar, Adam Weishaupt, Theodore Hertzl, Aliester Crowley, telah melahirkan gerakan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Neo-Zionism" target="_blank"&gt;neo zionisme&lt;/a&gt;. Gerakan neo zionisme adalah sebuah gerakan yang tidak lagi menjadikan pendirian Negara Israel sebagai isu sentral, melainkan sudah berubah menjadi satu ambisi atau gerakan konspirasi untuk menguasai dunia dengan cara menguasai moneter dan menundukkan agama-agama konservatif yang dianggapnya akan menjadi penghalang untuk mewujudkan cita-cita "dunia baru" (novus ordo seclorum). Neo-zionisme ingin menghapuskan ajaran-ajaran dogma agama. Semula mereka hanya menghantam Kerajaan Katolik Roma. Dengan nyata-nyata, mereka mengaku sebagai anti-Kristus, namun kemudian mereka menyerang seluruh agama, terutama agama Islam sebagai agama tauhid yang memberikan pencerahan dan semangat perjuangan serta pembebasan manusia dari segala bentuk penindasan. (Tahukah anda, perayaan Halloween adalah Ritual Satanisme? - watch ) Mereka menganggap agama Islam sebagai saingan utamanya dalam menegakkan "pemerintahan global" tersebut. Mereka mencoba memasuki berbagai ajaran agama, mengubahnya, menyusupkan ajaran-ajaran palsunya. Hal itu sebagaimana Al-Qur'an telah memperingatkan kelicikan tata cara kaum Yahudi yang mengubah beberapa bagian dari Bibel. Hal yang paling nyata adalah ulah Anton Sandorz La Vey yang membuat Satanic Bible sebagai bentuk persaingan nyata atas Bibel kaum Kristiani.Dalam bidang pemikiran, kaum neo-zionisme memperkenalkan satu bentuk ideologi ateisme baru, yaitu ajaran berpikir bebas (freethinking), nihilisme, unitarian-universalist, humanisme sekuler, aliran kiri baru (leftist), dan sebagainya.Dogma-dogma agama diserang melalui berbagai penalaran yang dianggap sebagai bentuk pemikiran modern dan paling humanis. Mereka pun melemparkan ranjau dengan mengajarkan bahwa potensi kekacauan dan konflik lebih dihasilkan melalui agama. Bila dunia ingin damai sejahtera maka dunia harus dibebaskan dari tirani agama, karena agama inilah yang menjadi pemicu utama tumbuhnya konflik dunia.Tentang gerakan Kafirisasi neo-zionisme ini, penulis akan menguraikan secara umum dan singkat beberapa aliran kepercayaan, sekte, serta pemikiran baru yang berbau ateisme agar umat Islam dan juga umat beragama sadar bahwa di hadapan kita telah bergerak "buldozer kafirisasi" yang akan mencabut umat beragama dari Tuhannya masing-masing. (swaramuslim)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-1502820987478861368?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/1502820987478861368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=1502820987478861368' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/1502820987478861368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/1502820987478861368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2008/07/ajaran-kafirisasi.html' title='Ajaran Kafirisasi'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-7905762869075926840</id><published>2008-07-16T16:16:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T16:18:10.523+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Duniawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fisik'/><title type='text'>Tahukah Kita ?</title><content type='html'>Kita lahir dengan dua mata di depan wajah kita, karena kita tidak boleh selalu melihat ke belakang. Tapi pandanglah semua itu ke depan, pandanglah masa depan kita.Kita dilahirkan dengan 2 buah telinga di kanan dan di kiri, supaya kita bisa mendengarkan semuanya dari dua buah sisi. Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritik dan menyeleksi mana yang benar dan mana yang salah.Kita lahir dengan otak didalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apapun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada satu orang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita. Dan apa yang anda pikiran dalam otak anda jauh lebih berharga dari pada emas dan perhiasan.Kita lahir dengan 2 mata dan 2 telinga, tapi kita hanya diberi 1 buah mulut. Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam, mulut bisa menyakiti, bisa membunuh, bisa mengoda, dan banyak hal lainnya yang tidak menyenangkan. Sehingga ingatlah bicara sesedikit mungkin tapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyaknya.Kita lahir hanya dengan 1 hati jauh didalam tulang iga kita. Mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam. Belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai tapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk mencintai kita seperti kita mencintai dia.Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang jauh lebih indah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-7905762869075926840?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/7905762869075926840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=7905762869075926840' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/7905762869075926840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/7905762869075926840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2008/07/tahukah-kita.html' title='Tahukah Kita ?'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-486854285400790290</id><published>2008-06-28T11:11:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T15:05:20.717+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antistress'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyejuk hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata-kata Bijak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><title type='text'>Kata Bijak dan Pepatah</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Bukan kematian  benar yang menusuk kalbu&lt;br /&gt;( Chairil Anwar )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagiku, cinta itu sulit dijelaskan, mustahil dikelola, dan hadir di saat yang tak terduga, dan merupakan pengalaman unik bagi masing-masing diri kita&lt;br /&gt;( Lionel Richie )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keraguan adalah kunci pengetahuan&lt;br /&gt;( Pepatah Persia )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan orang bodoh di saat akhir, dilakukan orang pandai di saat awal&lt;br /&gt;( Pepatah Spanyol )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik seratus musuh di luar rumah daripada satu di dalam&lt;br /&gt;( Pepatah Arab )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang besar membuat negara memiliki 3 pasukan :  pasukan cacat, pasukan berkabung, dan pasukan penjarah&lt;br /&gt;( Pepatah Jerman )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laut tenang tidak menciptakan pelayar tangguh&lt;br /&gt;( Pepatah Afrika )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu masyarakat akan tumbuh baik bila didalamnya terdapat orang-orang tua yang menanam pohon sedang mereka sadar takkan pernah duduk dibawah naungannya&lt;br /&gt;( Pepatah Yunani )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan kata-kata lembut, tapi argumentasi kuat&lt;br /&gt;( Pepatah Inggris )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang muda menyebutkan apa yang sedang mereka kerjakan,&lt;br /&gt;Orang tua menyebutkan apa yang sudah mereka kerjakan,&lt;br /&gt;Orang bodoh menyebutkan apa yang akan mereka kerjakan&lt;br /&gt;( Pepatah Perancis )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tikus menertawakan kucing, pasti ada lubang didekatnya&lt;br /&gt;( Pepatah Nigeria )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kau hidup seratus tahun, aku ingin hidup seratus tahun kurang sehari, sehingga aku tak harus hidup tanpamu&lt;br /&gt;( Winnie )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persahabatan sejati seperti kesehatan, jarang ada orang yang menyadari sampai ia kehilangan&lt;br /&gt;( Charles Caleb Colton )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat sejati adalah orang yang datang disaat yang lain meninggalkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kau menginginkan pengetahuan sebagaimana kau menginginkan udara, kau akan mendapatkannya&lt;br /&gt;( Socrates )&lt;br /&gt;Biarkan mereka yang hendak menggerakkan dunia menggerakkan diri mereka dahulu&lt;br /&gt;( Socrates )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan adalah makanan jiwa&lt;br /&gt;( Plato )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sentuhan cinta, setiap orang bisa menjadi penyair&lt;br /&gt;( Plato )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan tergantung pada diri kita sendiri&lt;br /&gt;( Aristoteles )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar pendidikan pahit rasanya, tapi sangat manis rasanya&lt;br /&gt;( Aristoteles )&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-486854285400790290?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/486854285400790290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=486854285400790290' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/486854285400790290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/486854285400790290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2008/06/kata-bijak-dan-pepatah.html' title='Kata Bijak dan Pepatah'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-5390245063187056154</id><published>2008-06-28T11:10:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T15:05:46.192+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antistress'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyejuk hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata-kata Bijak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><title type='text'>Hikmah Dari Negeri Cina</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Tinta yang  paling kabur masih lebih baik daripada ingatan yang kuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berilah seseorang ikan, kau akan memberinya makan sehari.&lt;br /&gt;Ajarilah seseorang memancing, maka kau akan memberinya makan seumur hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memimpikan seribu jalan baru,&lt;br /&gt;Lalu aku bangun dan menempuh jalanku yang lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku marah karena tak memiliki sepatu,&lt;br /&gt;kemudian aku bertemu dengan orang yang tak memiliki kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan adalah kekayaan manusia yang mengikuti kemanapun pemiliknya berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui jalan didepan, bertanyalah pada orang yang baru kembali dari sana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuka toko sangatlah mudah, menjaganya agar tetap buka adalah seni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jari menunjuk bulan, si pandir melihat jari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bertanya hanya bodoh selama lima menit,&lt;br /&gt;Yang tak bertanya menjadi bodoh selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua manusia sempurna : yang sudah mati dan yang belum lahir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik menyalakan lilin daripada memaki kegelapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal dari suatu hikmah ( kebijakan ) adalah menyebut segala sesuatu dengan nama yang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepatah ucapan ramah dapat menghangatkan tiga musim dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kau bersabar sesaat dalam marahmu, kau akan terhindar selama seratus hari kesedihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kau hendak bahagia selama satu jam, tidurlah&lt;br /&gt;Bila kau hendak bahagia selama satu hari, pergilah memancing&lt;br /&gt;Bila kau hendak bahagia selama satu bulan, kawinlah&lt;br /&gt;Bila kau hendak bahagia selama setahun, warisilah harta&lt;br /&gt;Bila kau hendak bahagia selamanya, bantulah sesama &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-5390245063187056154?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/5390245063187056154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=5390245063187056154' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/5390245063187056154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/5390245063187056154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2008/06/hikmah-dari-negeri-cina.html' title='Hikmah Dari Negeri Cina'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-800808629504118792</id><published>2008-06-12T14:41:00.005+07:00</published><updated>2009-08-27T15:06:09.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antistress'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyejuk hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata-kata Bijak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><title type='text'>Kata Bijak2</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. ( Rasulullah SAW )&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar. &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;( Sayyidina Umar )&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;( Sayyidina Ali )&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;( Imam An Nawawi )&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran. &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;( Johann Wolfgang von Goethe )&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang. &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;( Einstein )&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-800808629504118792?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/800808629504118792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=800808629504118792' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/800808629504118792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/800808629504118792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2008/06/jauhilah-dengki-karena-dengki-memakan.html' title='Kata Bijak2'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-8198953599287261395</id><published>2008-06-10T14:49:00.003+07:00</published><updated>2009-08-27T15:06:41.319+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antistress'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyejuk hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata-kata Bijak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><title type='text'>Kata Bijak</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;KAMU BUKAN GAGAL,&lt;br /&gt;TAPI KAMU SEDANG BELAJAR&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Keberuntungan ialah..&lt;br /&gt;bertemunya persiapan dengan kesempatan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Jika kau cinta, maka jangan terlalu mencintai. Karena kelak kau akan membenci.&lt;br /&gt;Jika kau benci, maka jangan terlalu membenci. Karena kelak kau kan mencintai.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Jika kamu tidak sanggup untuk..&lt;br /&gt;mendekati yang wajib, menjauhi yang haram..&lt;br /&gt;maka bagaimana jika mencoba untuk..&lt;br /&gt;mendekati yang sunah menjauhi yang makruh.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Merenung untuk satu menit,&lt;br /&gt;dapat menyelamatkan hidupmu untuk satu hari.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Hidup adalah “pilihan”,&lt;br /&gt;segeralah tentukan “pilihanmu” ..&lt;br /&gt;atau “pilihan” akan menentukan hidupmu.&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Agama itu mudah, maka jangan kau persulit agama itu.. &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-8198953599287261395?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/8198953599287261395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=8198953599287261395' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/8198953599287261395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/8198953599287261395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2008/06/kata-bijak.html' title='Kata Bijak'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-544443681724385561.post-1713458884477839371</id><published>2008-06-10T14:46:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T15:07:07.197+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Antistress'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyejuk hati'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata-kata Bijak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Remember'/><title type='text'>Wise words.</title><content type='html'>If You Want To Succeed …Don’t limit yourselfThe difference between winners and losers is that winners do not set limit on themselves. (adapted from dummies.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dare to dreamYou can’t move forward if you are always looking back. You can’t find new solution if you believe it can’t be done. Have the courage of your own conviction and go after it. (dummies.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have enthusiasmEnthusiasm is one fo the most powerful engines of success. Nothing great was ever achieved without enthusiasm. (Ralph Waldo Emerson)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Have courtesyKnowledge, ability, experience are of little avail in reaching high success if courtesy is lacking. Courtesy is the one passport that will be acepted without questions in every land, in every office, in every home, in every heart. (George D. Powers)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/544443681724385561-1713458884477839371?l=utamaalfaruqi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/feeds/1713458884477839371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=544443681724385561&amp;postID=1713458884477839371' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/1713458884477839371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/544443681724385561/posts/default/1713458884477839371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://utamaalfaruqi.blogspot.com/2008/06/wise-words.html' title='Wise words.'/><author><name>UTAMA'S BLOG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00671770942571125721</uri><email>noreply@blogge
